5 Jenis Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil

5 Jenis Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya, buah banyak mengandung nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan ibu hamil. Namun, terdapat beberapa jenis buah yang dilarang untuk ibu hamil atau tidak dianjurkan dikonsumsi selama masa kehamilan.

Beberapa buah justru dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dipercaya dapat mengakibatkan gangguan kehamilan ataupun gangguan dalam pertumbuhan janin. Berikut ialah penjelasan lengkapnya. 

Fakta Tentang Beberapa Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Secara umum, buah merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil untuk mencukupi akan kebutuhan nutrisi dan vitamin. Namun, beberapa buah di bawah ini justru dilarang dikonsumsi saat hamil karena dinilai cukup berbahaya bagi kandungan.

  • Durian

Selain tergolong sebagai makanan yang berbau tajam sebagai pemicu sakit kepala pada ibu hamil, durian juga diyakini sebagai salah satu buah yang dapat memicu terjadinya keguguran dan pendarahan yang banyak ketika persalinan. 

Pada dasarnya durian mengandung beberapa jenis senyawa sehat seperti antioksidan, tryptophan, antimikroba dan organo-sulfur yang baik untuk ibu hamil. Namun, konsumsi dalam jumlah yang berlebihan justru akan membahayakan. 

Dengan begitu, ibu hamil harus memperhatikan dengan baik konsumsi durian saat masa kehamilan. Jangan sampai nantinya justru akan membahayakan diri dan si kecil di dalam kandungan. 

Terlebih pada ibu hamil yang memiliki riwayat darah tinggi atau diabetes, maka konsumsi buah durian sangatlah tidak dianjurkan karena dapat memperparah kedua gejala tersebut.

  • Pepaya

Pepaya diyakini sebagai salah satu buah yang baik untuk melancarkan pencernaan. Namun, pada kondisi tertentu pepaya termasuk jenis buah yang dilarang untuk ibu hamil. Hal ini dikarenakan pepaya dapat memicu terjadinya keguguran dan sakit perut sebelum persalinan.

Adapun kondisi pepaya yang dimaksud ialah jenis pepaya yang masih muda atau pepaya yang kulitnya masih berwarna hijau. Dalam hal ini, pepaya memiliki kandungan lateks yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan kontraksi rahim dan munculnya alergi.

Selain itu, pepaya muda juga mengandung papain yang memiliki efek samping hampir sama dengan prostaglandin atau hormon yang dapat merangsang persalinan dini. 

Berbeda dengan pepaya yang sudah matang dengan kulit berwarna oren yang justru dianjurkan oleh ibu hamil. Pepaya matang ini memiliki kandungan folat dan vitamin A yang baik untuk ibu hamil dan Si Kecil di dalam kandungan. 

  • Nanas

Nanas termasuk salah satu buah yang dilarang untuk ibu hamil. Selain dipercaya sebagai buah yang dapat menyebabkan keguguran, konsumsi nanas berlebihan saat hamil juga diyakini menambah resiko melahirkan bayi yang cacat. 

Beberapa hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena konsumsi nanas dalam jumlah yang normal atau tidak berlebihan justru baik untuk ibu hamil. Konsumsi nanas dalam batas normal mampu memberikan suplai vitamin C dan Zat Besi untuk tubuh ibu hamil dan janin. 

Dengan begitu, konsumsi nanas dalam jumlah banyak selama masa kehamilan sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan kandungan bromelain dalam nanas bisa mengganggu keseimbangan protein dan menyebabkan pendarahan. 

Selain itu, konsumsi nanas secara berlebihan juga diyakini dapat mengakibatkan meningkatkan kadar asam lambung. 

  • Nangka 

Sejauh ini, banyak ibu hamil yang mempercayai mitos mengenai larangan untuk mengkonsumsi nangka selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan nangka dipercaya mengganggu proses persalinan dan menyebabkan bayi lahir dengan tidak sempurna atau cacat. 

Sedangkan sebagian mitos juga menyatakan bahwa mengkonsumsi nangka saat hamil dapat memicu keguguran. Meski demikian, belum terdapat penelitian ilmiah yang dapat membuktikan mitos-mitos tersebut.

Sehingga ibu hamil tetap diperbolehkan mengkonsumsi nangka selama itu masih dalam batas normal. Faktanya, nangka justru mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk kehamilan. Bahkan biji buah nangka rebus juga dipercaya bagus untuk mengatasi sembelit.

  • Pare

Pare merupakan salah satu jenis buah yang kerap dianggap sebagai sayuran. Buah ini diyakini dapat memicu munculnya kontraksi pada rahim sehingga ibu hamil dilarang untuk mengkonsumsinya. 

Keyakinan ini berawal ketika pare kerap digunakan sebagai obat aborsi tradisional. Meski demikian, sejauh ini belum terdapat penelitian relevan yang menyatakan bahwa pare dapat memicu keguguran dan kontraksi rahim selama konsumsinya masih dalam batas normal. 

Hanya saja, bagi ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit diabetes, konsumsi pare harus benar-benar diperhatikan karena dapat mempengaruhi kadar gula darah di dalamnya.

Itulah beberapa fakta mengenai buah yang diyakini tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan. Pada dasarnya, beberapa buah yang telah disebutkan di atas tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil selama masih dalam batas normal. 

Meski demikian, sebagai ibu hamil tetaplah harus berhati-hati ya Moms, perhatikan dengan benar takaran makanan yang dikonsumsi. Jangan sampai berlebihan yang nantinya justru akan berbahaya bagi kesehatan. 

Jenis Buah yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil 

Selain membatasi konsumsi beberapa buah yang telah disebutkan di atas, terdapat sayur dan buah untuk ibu hamil yang dipercaya banyak berkhasiat untuk kehamilan. 

  • Kelompok Buah Berry

Kelompok buah berry yang terdiri dari bluberi dan stroberi merupakan kelompok buah yang banyak mengandung vitamin C, kalium dan folat. Kandungan vitamin C yang ada di dalamnya dapat membantu mencegah anemia pada ibu hamil. 

Selain itu, kelompok buah berry juga dipercaya dapat menjaga tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh serta melancarkan sistem pencernaan ibu hamil. 

  • Buah Naga

Buah naga menjadi salah satu jenis buah yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena banyak mengandung vitamin C dan zat besi yang bisa menambah kadar hemoglobin dalam darah. Dengan begitu, resiko anemia pada ibu hamil dapat diminimalisir. 

Buah ini bisa dikonsumsi secara langsung ataupun dibuat jus. Dalam Indonesian Journal of Public Health disebutkan bahwasannya ibu hamil yang minum jus buah naga secara rutin setiap hari, maka kadar hemoglobin dalam darah akan terus mengalami peningkatan. 

  • Pisang

Selain dipercaya sebagai buah yang mudah dicerna dan berkhasiat untuk menghilangkan mual saat hamil, pisang juga memiliki kandungan serat yang baik untuk mencegah kelelahan. Selain itu, pisang juga berkhasiat untuk menjaga tekanan darah ibu hamil agar tetap stabil. 

  • Bayam

Bayam banyak mengandung zat besi, asam folat, vitamin A, C dan K yang baik dikonsumsi ibu hamil untuk mendukung jaringan normal pada janin dan mencegah terjadinya cacat lahir. 

  • Wortel

Sebagai buah sekaligus sayur, wortel banyak mengandung beta karoten yang berkhasiat untuk perkembangan saraf janin. Selain itu, wortel juga kaya kandungan antioksidan yang dapat menangkal munculnya radikal bebas. 

Selain beberapa buah dan sayur di atas, terdapat pula beberapa buah dan sayur lainnya yang baik untuk kesehatan ibu hamil seperti jeruk, lemon, alpukat, pir, semangka, mangga, brokoli, tomat dan jenis kacang-kacangan. 

Selain memperhatikan beberapa jenis buah yang dilarang untuk ibu hamil, tidak ada salahnya jika Moms juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan dan keperluan persalinan. Mempercayakan berbagai kebutuhan Si Kecil pada Dr. Brown’s Indonesia merupakan pilihan yang tepat. 

Berbagai produk unggulan dapat diperoleh di sini, salah satunya yakni botol susu anti kolik yang telah didesain untuk mencegah kembung dan kolik pada bayi. Selain itu, terdapat pula botol susu Options+ yang dapat memberikan cara kerja yang sama seperti payudara Ibu.

Untuk informasi selengkapnya, Moms dapat langsung mengunjungi laman resminya di sini

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Tips Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

Tips Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

Konsumsi obat-obatan selama masa kehamilan sangatlah tidak dianjurkan sehingga menyembuhkan berbagai keluhan dengan cara alami merupakan solusi yang tepat. Termasuk ketika ibu hamil merasakan sakit kepala, maka penting untuk diketahui mengenai cara alami mengatasi sakit kepala saat hamil. 

Sakit kepala, baik itu kepala tegang ataupun migrain merupakan keluhan wajar yang kerap dialami ibu hamil dikarenakan adanya perubahan hormon.

Apakah Sakit Kepala Pada Ibu Hamil Berbahaya?

Sakit kepala menjadi keluhan umum yang kerap dirasakan oleh ibu hamil, terlebih dalam masa kehamilan muda atau memasuki trimester pertama. Pada masa ini, sakit kepala pada umumnya akan semakin memburuk atau terasa semakin berat. 

Meski demikian, tidak perlu khawatir berlebihan ya Moms karena kondisi tersebut tidak akan banyak berpengaruh pada Si Kecil di dalam perut. Sakit kepala ini nantinya akan membaik atau hilang dengan sendirinya dalam 6 bulan terakhir kehamilan atau ketika hormon sudah kembali stabil seperti semula. 

Pada dasarnya, apa yang menjadi penyebab ibu hamil kerap mengalami sakit kepala di awal kehamilan belum diketahui secara pasti. Namun, adanya peningkatan produksi darah selama awal kehamilan kerap dianggap menjadi salah satu pemicu munculnya sakit kepala.

Selain itu, terdapat beberapa kemungkinan lain yang bisa memicu sakit kepala pada ibu hamil trimester 1 seperti misalnya kurang tidur, stress, kelaparan, depresi, dehidrasi, sinus dan alergi. 

Sakit kepala yang diakibatkan oleh beberapa hal tersebut berpotensi menjadi lebih berat dibandingkan sakit kepala yang dialami sebelum hamil. 

Bagaimana Cara Alami Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil?

Mengingat ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan, maka beberapa cara alami mengatasi sakit kepala saat hamil di bawah ini bisa menjadi solusi yang tepat.

  • Istirahat Cukup

Istirahat dengan cukup merupakan salah satu cara alami yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai macam keluhan saat hamil. Dalam hal ini, ibu hamil bisa berbaring di tempat tidur dalam ruangan yang gelap dan tidak berisik. 

Dengan kondisi tersebut, maka mata dapat dengan mudah terpejam dan tubuh akan merasakan rileks. 

  • Pijat

Selain istirahat cukup, ibu hamil juga bisa melakukan pijatan ringan di bagian kepala yang terasa pusing. Selain itu, minta tolong kepada orang lain untuk memijat leher juga bisa dilakukan untuk mengatasi ketegangan kepala. 

Bahkan, ibu hamil juga bisa mengunjungi tempat pijat relaksasi agar mendapatkan pijatan yang sesuai dan rasa sakit kepala bisa berkurang.

  • Kompres

Tidak hanya berkhasiat untuk menurunkan panas atau demam, kompres juga bisa dilakukan untuk mengatasi pusing ya Moms. Kompres bisa dilakukan dengan menggunakan handuk yang telah direndam air hangat lalu ditempelkan pada wajah, jidat ataupun bagian belakang leher. 

Ketika 3 hal di atas sudah dilakukan dan sakit kepala belum juga membaik, maka ibu hamil bisa mengonsumsi paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter dan hindari minum obat sakit kepala lain yang tidak dianjurkan oleh dokter.

Cara Mencegah Sakit Kepala Saat Hamil

Mengetahui cara mencegah sakit kepala saat hamil juga tidak kalah pentingnya dibandingkan cara alami mengatasi sakit kepala saat hamil. Hal ini penting untuk dipahami mengingat mencegah jauh lebih baik dibandingkan mengobati bukan? 

Berikut ini ialah beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Banyak Mengonsumsi Air Putih

Mengkonsumsi air putih yang cukup setiap harinya merupakan cara alami yang bisa menjauhkan dari berbagai macam penyakit, termasuk pusing atau sakit kepala. Dalam hal ini, konsumsi air putih yang disarankan ialah 8 gelas atau setara dengan 1,5-2 liter setiap harinya. 

Terlebih jika banyak melakukan aktivitas, maka kebutuhan akan air putih tiap harinya bisa ditambah agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang dapat berakibat pada sakit kepala. 

  • Konsumsi Makanan dan Porsi Sedikit 

Mengkonsumsi makanan dengan porsi sedikit bukan berarti ibu hamil harus membatasi makan ataupun diet. Dalam hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk mengurangi porsi makan dengan menambah intensitas makan. 

Seperti contohnya ibu hamil bisa menambah intensitas makan yang sebelumnya 3 kali dalam sehari menjadi  4 kali, namun porsi di dalamnya disesuaikan atau dikurangi agar tubuh tidak cepat merasakan lapar yang nantinya dapat berakibat pada sakit kepala. 

  • Olahraga Secara Rutin

Melakukan olahraga ringan secara rutin seperti jalan kaki, senam aerobik, bersepeda ataupun yoga bisa menjadi salah satu terobosan untuk mencegah terjadinya sakit kepala. Dengan melakukan beberapa olahraga tersebut, maka tubuh akan menjadi lebih rileks dan segar.

  • Hindari Makanan yang dapat Memicu Sakit Kepala

Untuk mencegah sakit kepala ibu hamil juga bisa menghindari untuk mengkonsumsi berbagai makanan pemicu sakit kepala. 

Dikutip dari laman resmi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, terdapat beberapa makanan yang dinilai dapat memicu sakit kepala seperti makanan yang banyak mengandung MSG, makanan asin dan gurih, daging olahan dan makanan dingin.

Selain beberapa makanan tersebut, ibu hamil juga bisa menghindari makanan dengan bau menyengat seperti daging kambing, durian, petai, jengkol dan sejenisnya untuk mencegah terjadinya sakit kepala. 

Disamping beberapa cara di atas, ibu hamil juga disarankan untuk menghindari asap rokok, suara berisik serta cuaca yang terlalu panas ataupun dingin untuk mencegah munculnya sakit kepala. 

Bagaimana Kondisi Sakit Kepala yang Harus Diwaspadai?

Meski terbilang sebagai suatu fenomena kehamilan yang wajar dan banyak terjadi pada ibu hamil, namun terdapat beberapa kondisi sakit kepala yang harus diwaspadai ya Moms.

Sakit kepala yang kerap muncul pada trimester pertama atau 12 minggu pertama masa kehamilan merupakan hal yang wajar. Namun, jika ibu hamil masih kerap mengalami sakit kepala sampai usia kandungan menginjak usia akhir kehamilan, maka hal tersebut wajib untuk diwaspadai.  

Munculnya sakit kepala di akhir kehamilan bisa menjadi pertanda bahwa ibu hamil mengalami hipertensi dalam kehamilannya tersebut. Kondisi semacam itu harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. 

Adapun salah satu hal yang berpotensi bisa terjadi akibat sakit kepala berkelanjutan pada ibu hamil ialah Preeklamsia atau keadaan yang bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil di dalam kandungan ataupun mengganggu proses persalinan. 

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan ya Moms ketika mengalami gejala tersebut.

—–

Selain memperhatikan kondisi kesehatan dan menerapkan cara alami mengatasi sakit kepala saat hamil, mempersiapkan berbagai kebutuhan dan keperluan si kecil juga bisa mulai dilakukan ya, Moms.

Mempercayakan kebutuhan dan peralatan untuk Si Kecil pada Dr. Brown’s merupakan solusi yang tepat. Moms dapat menemukan kebutuhan tersebut dengan aman dan lengkap, mulai dari botol susu anti kolik untuk mencegah kolik pada Si Kecil, cups solid feeding, pacifiers teethers, breastfeeding dan masih banyak lagi. 

Untuk informasi selengkapnya, Moms dapat kunjungi laman resminya di sini

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Langkah Mengatasi Batuk Saat Hamil dan Cara Pencegahannya

Tips Mengatasi Batuk Saat Hamil

Batuk saat hamil kerap menjadi suatu problematika yang banyak diperbincangkan. Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi sembarang obat ataupun makanan karena dapat berdampak pada pertumbuhan janin. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui langkah mengatasi batuk saat hamil serta pencegahannya.

Ibu hamil lebih rentan terkena infeksi virus dan bakteri karena daya tahan tubuh yang dimiliki cenderung melemah. Itu sebabnya, pola hidup sehat, makan makanan bergizi dan menjaga kebersihan merupakan kunci utama yang harus diterapkan. 

5 Langkah Mengatasi Batuk Saat Hamil

Beberapa langkah untuk mengobati batuk saat hamil di bawah ini penting untuk diperhatikan ya, Moms! Hal tersebut penting untuk dipahami, terlebih jika batuk muncul saat usia masih muda atau dalam trimester pertama. 

12 minggu pertama dalam kehamilan atau trimester pertama merupakan waktu yang penting dalam kehamilan karena organ vital si kecil mulai terbentuk. Itu sebabnya, konsumsi makanan dan obat-obatan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.  

Bahkan, sebagian orang juga mempercayai untuk tidak mengonsumsi obat-obatan apapun selama masa trimester pertama tersebut. Lantas bagaimana jika batuk datang dalam masa tersebut? Berikut di bawah ini ialah beberapa solusi untuk mengatasinya:

  • Mandi Air Panas

Mandi dengan air panas dipercaya memiliki banyak khasiat bagi ibu hamil. Tidak hanya sebagai pereda rasa nyeri, mandi air panas juga bisa menjadi cara klasik untuk meringankan batuk saat hamil. 

Hal ini dikarenakan uap air panas yang ada di dalamnya bisa membantu melegakan napas dan tenggorokan. 

  • Berkumur dengan Air Hangat

Langkah mengatasi batuk saat hamil selanjutnya yakni berkumur-kumur dengan air yang hangat. Ternyata air hangat tidak hanya berguna untuk mandi saja ya Moms? Air hangat ini bisa juga ditambahkan sedikit garam agar dapat melegakan tenggorokan dan meringankan batuk. 

  • Mengoleskan Minyak Angin atau Balsem

Penggunaan obat-obatan luar bisa menjadi salah satu solusi jitu ketika tidak diperbolehkan mengkonsumsi obat.

Dalam hal ini, ibu hamil bisa mengoleskan minyak angin atau balsem di bagian dada ataupun di bawah hidung untuk memberikan efek hangat dan melegakan pernafasan.

  • Menggunakan Bantal yang Tinggi

Menggunakan bantal yang cukup tinggi saat tidur merupakan posisi yang tepat untuk membantu meringankan batuk. Ibu hamil bisa menumpuk beberapa bantal sesuai keperluan agar posisi kepala menjadi lebih tinggi.

Posisi tersebut bisa membantu mencegah cairan dahak mengalir dan meminimalisir terjadinya iritasi pada bagian dinding tenggorokan. Dengan posisi ini, tenggorokan bisa menjadi lebih lega.

  • Minum Teh Hangat Rendah Kafein

Mengonsumsi teh rendah kafein yang ditambahkan sedikit lemon dipercaya ampuh untuk menyembuhkan batuk. Hal ini menjadi salah satu terobosan alami yang bisa dicoba oleh ibu hamil untuk meringankan batuk secara alami. 

Selain lemon, ibu hamil juga bisa menambahkan sedikit madu ke dalam teh ketika mengalami batuk saat hamil. Hal ini dipercaya sebagai kombinasi bahan alami yang ampuh untuk meringankan batuk dan melegakan tenggorokan. 

Usahakan untuk menggunakan madu murni yang belum banyak mendapatkan campuran ya Moms agar khasiatnya bisa lebih terasa.

Seperti yang dijelaskan dalam British Medical Journal mengenai kandungan madu murni yang dinilai lebih efektif untuk menyembuhkan batuk dibandingkan ekspektoran sebagai obat penekan batuk

Selain beberapa hal di atas, mengonsumsi obat tradisional batuk pilek untuk ibu hamil seperti yang dipercaya mampu mengatasi batuk juga bisa dicoba ya Moms. Adapun beberapa contoh bahan alami yang berkhasiat untuk menyembuhkan batuk ialah jeruk nipis dan jahe. 

Cara Mencegah Batuk Saat Hamil

Setelah mengetahui mengenai beberapa langkah untuk mengatasi batuk saat hamil, maka tidak kalah pentingnya jika mengetahui pula mengenai cara pencegahan batuk pada saat hamil. Berikut ialah beberapa diantaranya:

  • Istirahat Cukup

Istirahat cukup dengan tidur selama 8 jam sehari merupakan tips hidup sehat yang dapat menjauhkan dari berbagai jenis penyakit, tidak hanya batuk saja. 

  • Mengonsumsi Makanan Bergizi

Selama mengandung, konsumsi makanan bergizi sangatlah diperlukan untuk kebutuhan nutrisi si kecil di dalam perut. Selain itu, makanan dengan kandungan gizi yang cukup juga berkhasiat untuk menjauhkan dari berbagai macam penyakit, termasuk batuk. 

Dalam hal ini, ibu hamil harus memperhatikan kombinasi makanan yang dikonsumsi tiap harinya dan pastikan porsinya pas. 

  • Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan tubuh dan tempat sekitar juga bisa menjadi cara untuk mencegah batuk. Khususnya kebersihan tangan dan peralatan makan. Usahakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan setelah makan. 

Selain itu, jangan gunakan peralatan makan yang digunakan oleh orang yang menderita batuk agar tidak tertular.

  • Banyak Minum Air Putih

Usahakan selalu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan baik ya Moms. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara minum air putih sebanyak 8 gelas atau setara dengan 1,5-2 liter dalam satu harinya.

  • Olahraga Secara Teratur

Ibu hamil bisa melakukan beberapa jenis olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda ataupun senam yoga. Beberapa hal tersebut bisa dilakukan secara rutin dan teratur agar tubuh menjadi lebih segar dan tidak mudah tertular akan infeksi virus dan bakteri.

  • Hindari Berdekatan dengan Orang Batuk

Menghindari atau membatasi berinteraksi dengan orang yang sedang menderita batuk merupakan cara klasik yang bisa diterapkan untuk menghindari penularan batuk. 

Selain beberapa hal di atas, dalam imunisasi ibu hamil juga sudah terdapat vaksin untuk mencegah terjadinya batuk.

Manfaat Imunisasi Ibu Hamil 

Tidak hanya anak-anak saja yang memerlukan imunisasi, tetapi juga ibu hamil. Pada umumnya imunisasi tersebut akan diberikan saat usia kandungan menginjak trimester pertama atau dalam kurun waktu 12 minggu pertama kehamilan. 

Adapun imunisasi yang diberikan adalah vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus). Imunisasi ini penting dilakukan karena ibu hamil lebih rentan terkena infeksi virus yang mengakibatkan komplikasi flu seperti Pneumonia, Bronkitis ataupun Sinus. 

Tidak hanya berbahaya bagi ibu hamil, melainkan komplikasi tersebut juga dapat meningkatkan resiko bayi terlahir secara prematur maupun cacat. Oleh sebab itu, imunisasi ibu hamil merupakan hal yang penting dan tidak boleh terlewatkan. 

Meski telah diberikan imunisasi, menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat tetaplah harus dilakukan. Hal ini tidak hanya penting untuk kesehatan ibu hamil, melainkan juga untuk perkembangan si kecil di dalam kandungan. 

—–

Disamping memperhatikan langkah mengatasi batuk saat hamil beserta beberapa cara pencegahannya, tidak ada salahnya jika mulai mempersiapkan beberapa keperluan dan kebutuhan Si Kecil.

Dr. Brown’s Indonesia adalah solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan dan peralatan Si Kecil, seperti botol susu. Dr. Brown’s Indonesia memiliki berbagai jenis botol susu antara lain botol susu anti kolik yang dapat mencegah berbagai masalah menyusui, seperti masuk angin, kembung dan kolik pada Si Kecil dan botol susu Options+ yang dapat memberikan suasana menyusui seperti dari payudara Ibu. 

Untuk informasi lebih lengkap, Moms dapat mengunjungi laman resmi kami di sini

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda

Kram perut bagian bawah selama masa hamil muda merupakan kondisi yang normal dan umum terjadi. Namun, jika rasa kram tersebut muncul disertai dengan pendarahan, maka perlu untuk diwaspadai. Beberapa gejala dan penyebab kram perut saat hamil muda juga penting untuk diperhatikan.  

Secara gampangnya, kram perut saat hamil muda terjadi karena ukuran rahim yang semakin membesar sehingga menyebabkan ligamen dan otot-otot rahim menjadi meregang. Semakin banyak ibu hamil melakukan gerakan, maka besar kemungkinan keluhan kram perut akan semakin terasa.

Apa Saja Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda?

Munculnya kram saat hamil muda merupakan gejala dari implantasi yang terjadi ketika sel telur yang telah berhasil dibuahi menempel pada rahim. Dalam hal ini, kram perut biasanya dibarengi dengan munculnya spotting atau munculnya bercak-bercak darah.

Implantasi termasuk gejala yang paling umum terjadi saat awal kehamilan. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab kram perut saat hamil muda. Berikut ialah beberapa diantaranya:

  • Adanya Perubahan Hormon

Ketika hamil, hormon progesteron dalam tubuh akan mengalami peningkatan yang berimbas pada penurunan sistem kerja saluran pencernaan. Sebagai akibatnya, makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan diolah dengan sedikit lambat.

Hal tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya sembelit atau susah buang air besar yang bisa menyebabkan munculnya kram pada perut.

  • Ukuran Rahim yang Semakin Membesar

Membesarnya ukuran rahim pada umumnya dapat mengakibatkan peregangan pada dinding perut dan perubahan posisi usus. Kondisi tersebut bisa menyebabkan ibu hamil kerap merasakan kram perut ataupun munculnya rasa mual.

  • Peregangan Ligamen

Peregangan ligamen juga bisa menjadi pemicu munculnya kram perut pada ibu hamil, terlebih pada usia kehamilan yang masih muda atau memasuki trimester kedua. Hal ini terjadi karena ligamen harus menopang rahim yang terus membesar.

Nyeri bagian ligamen ini biasanya berupa rasa nyeri yang tajam dan terkesan menusuk. Kondisi ini akan semakin terasa ketika ibu hamil melakukan gerakan-gerakan seperti mengubah posisi tidur secara tiba-tiba, batuk dan sebagainya.

Disamping ketiga penyebab kram perut saat hamil muda di atas, adanya aktivitas seksual dan orgasme juga dinilai dapat menjadi pemicu munculnya kram perut saat usia kandungan memasuki trimester pertama. 

Beberapa hal tersebut merupakan kondisi yang wajar dan tidak berbahaya sehingga tidak perlu khawatir berlebihan ya Moms!

Bagaimana Cara Mengatasi Kram Perut?

Saat ibu hamil kerap mengalami kram perut saat hamil muda, maka solusi sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit tersebut adalah duduk dan beristirahat sejenak. Selain itu, beberapa cara di bawah ini juga bisa dilakukan untuk meredakan kram perut:

  • Banyak Minum dan Putih dan Makan Makanan Berserat 

Jika kram perut yang dirasakan sebagai akibat dari sembelit atau susah buang air besar, maka ibu hamil disarankan untuk memperbanyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti buah dan sayur. 

Namun, jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik, maka segeralah periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat akan sembelit bisa segera disembuhkan. 

  • Mengubah Posisi Tidur

Selanjutnya, jika kram perut disebabkan oleh nyeri dari bagian ligamen, maka mengubah posisi tidur merupakan cara jitu yang bisa dicoba. Dalam hal ini, ibu hamil bisa merubah posisi tidur berlawanan dari posisi perut yang terasa kram. 

  • Mandi Air Hangat

Mandi menggunakan air hangat juga bisa dipercaya sebagai salah satu cara sederhana untuk meredakan nyeri. Selain itu, mengompres bagian perut yang sakit menggunakan kain yang telah diberi air hangat juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit ketika perut kram. 

  • Melakukan Gerakan Secara Perlahan

Membiasakan diri untuk bergerak secara pelan atau perlahan juga bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan resiko munculnya kram perut saat hamil muda. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membiasakan diri untuk bangun tidur, duduk, berdiri secara perlahan.

Disamping itu, ibu hamil juga bisa melakukan beberapa olahraga ringan seperti bersepeda, berjalan kaki ataupun melakukan senam yoga. Melalui senam yoga yang sesuai dengan arahan, maka otot-otot akan mengalami peregangan dan rasa sakit dapat diminimalisir. 

Ketika beberapa cara di atas sudah dilakukan dan kondisi tidak kunjung membaik, maka segeralah untuk periksa ke dokter karena ditakutkan kram perut yang terjadi menjadi gejala yang berbahaya. 

Bagaimana Kondisi Kram Perut yang Berbahaya?

Meski dinilai umum dan wajar terjadi sebagai fenomena kehamilan, namun terdapat pula beberapa kondisi kram perut yang harus tetap diwaspadai. Berikut ini ialah penjelasannya:

  • Gejala Keguguran

Keguguran termasuk fenomena yang cukup sering terjadi dalam masa hamil muda. Seperti yang dijelaskan dalam Idea Nursing Journal bahwa keguguran pada umumnya karena adanya kelainan kromosom yang pada umumnya tidak diketahui secara pasti. 

Dengan begitu, munculnya kram perut disertai dengan flek atau pendarahan selama 1-3 hari merupakan hal yang harus diwaspadai. Hal ini bisa menjadi pertanda munculnya keguguran. 

Jika mengalami kondisi semacam ini, maka segeralah untuk periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

  • Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik atau kehamilan di luar kandungan terjadi karena adanya pembuahan sel telur di luar rahim. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab munculnya kram perut yang sangat hebat ketika hamil muda. 

Tidak hanya kram perut, kehamilan ektopik ini juga bisa berakibat pada munculnya  nyeri panggul, nyeri bahu, pendarahan vagina, cepat merasa lelah, lemas dan pusing. 

Kedua hal tersebut bisa menjadi penyebab kram perut saat hamil muda yang tidak bisa dibiarkan atau dianggap remeh. Satu-satunya cara untuk menangani masalah tersebut ialah segera periksa dan melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai. 

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika kram perut terjadi secara intens dan tidak kunjung reda selama 1 sampai 3 hari, maka harus segera menghubungi dokter dan melakukan pemeriksaan. Terlebih jika kram perut yang dirasakan dibarengi dengan beberapa gejala lain seperti:

  1. Pendarahan berat 
  2. Munculnya gumpalan jaringan berwarna merah muda atau abu-abu dari jalan lahir
  3. Mengalami kram dibarengi dengan spotting secara terus-menerus selama 3-4 hari
  4. Perut bagian bawah mengalami nyeri serius selama kurang lebih 24 jam

Tidak hanya saat hamil muda, mengingat banyak juga ibu hamil yang mengalami kram perut saat hamil 7 bulan. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan juga kram perut bisa terjadi saat usia kandungan sudah tua atau mendekati masa persalinan. 

Selain mencermati gejala dalam kehamilan, tidak ada salahnya jika ibu hamil mulai mempersiapkan berbagai peralatan dan kebutuhan Si Kecil. Terlebih jika kandungannya telah memasuki usia tua atau menjelang persalinan. 

Salah satu perlengkapan Si Kecil yang dapat disiapkan adalah botol susu. Dr. Brown’s Indonesia memiliki botol susu anti kolik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya berbagai masalah menyusui, seperti kembung, masuk angin dan kolik pada Si Kecil.

Untuk informasi selengkapnya, Moms dapat langsung kunjungi laman resmi Dr. Brown’s Indonesia.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan

Hamil di Luar Kandungan: Definisi, Penyebab, Gejala

Istilah hamil di luar kandungan disebut juga dengan kehamilan ektopik dalam dunia medis. Kondisi ini memang bisa terjadi secara medis namun termasuk sangat langka, hanya sekitar 1-2% saja dari seluruh jumlah kehamilan yang ada. 

Namun berita buruknya adalah, sebagian orang mengaitkannya dengan tahayul sehingga definisi dari istilah ini jadi sangat ngawur. Wah, jangan sampai Moms ikut salah memahaminya juga ya. Karena itu, setiap wanita harus tahu tentang hal ini secara menyeluruh termasuk definisi, gejala, dan juga penyebabnya.

Apa Itu Hamil di Luar Kandungan?

Seorang wanita bisa dikatakan hamil ketika sel telur telah dibuahi dan sel telur menempel di lapisan rahim. Jika sel telur menempel di luar rahim, di tempat manapun itu di dalam perut, maka inilah yang disebut dengan kehamilan ektopik. Hal ini sesuai dengan pernyataan dr. Jati Satriyo situs alodokter. 

Meski sel telur bisa menempel di mana saja pada kasus kehamilan ektopik, tapi menurut berbagai kasus yang ada, sel telur pada kehamilan ini paling sering menempel di bagian tuba fallopi, karena itu ada juga yang menyebut kehamilan jenis ini dengan kehamilan tuba.

Sedangkan area lain yang juga bisa menjadi tempat menempelkan sel telur setelah dibuahi termasuk rongga perut, ovarium, bagian bawah rahim yang disebut serviks, atau bahkan juga di jalur yang terhubung dengan lubang vagina.

Karena sel telur menempel di tempat yang tidak seharusnya, tentu saja kehamilan ektopik tidak bisa berjalan dengan sehat dan normal. Bahkan, jaringan yang tumbuh justru dapat mengancam nyawa sang ibu karena bisa menyebabkan pendarahan yang hebat jika tidak segera ditangani dengan cara yang tepat.

Kenapa Bisa Terjadi Kehamilan di Luar Kandungan?

Berikut beberapa faktor mengapa kehamilan di luar kandungan ini bisa terjadi.

  • Punya Riwayat Kehamilan Ektopik

Jika seorang wanita sudah pernah mengalami kondisi kehamilan jenis ini sebelumnya, ada kemungkinan lebih besar untuk terjadi kedua kalinya atau bahkan lebih dibanding dengan wanita yang tidak memiliki riwayat kehamilan ini.

  • Peradangan atau Infeksi

Infeksi menular yang terjadi karena aktivita seksual seperti klamidia atau gonore bisa menyebabkan peradangan serius pada saluran tuba serta organ lain di dekatnya, yang meningkatkan resiko bagi wanita untuk mengalami kehamilan ektopik.

  • Perawatan Kesuburan

Menurut sejumlah penelitian yang ada, wanita yang sebelumnya pernah atau bahkan beberapa kali mengikuti perawatan kesuburan, misalnya fertilisasi in vitro (IVF), punya resiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik dibanding dengan wanita yang tidak menjalani perawatan tersebut.

  • Punya Kebiasaan Merokok

Apakah Moms termasuk salah satu wanita yang suka merokok? Jika iya, maka hentikan segera karena berbagai bahan rokok memiliki dampak sangat negatif untuk kesehatan dan untuk janin. 

Menurut Jurnal Kebidanan Vol 4, Nomor 1, Januari 2018: 30-33, disebutkan bahwa rokok menjadi penyebab dari sekitar 11% kehamilan ektopik. Jika hamil dalam kondisi normal, rokok pada ibu hamil masih sangat menyebabkan pendarahan dan kematian pada janin.

  • Mengidap Endometriosis

Istilah endometriosis mengacu pada tumbuhnya sel-sel yang membentuk jaringan yang mirip dengan lapisan rahim justru mulai tumbuh di luar rahim, seperti saluran tuba dan ovarium. Hal ini menyebabkan sel telur yang sudah dibuahi akan ikut tumbuh di luar rahim menempel pada jaringan yang mirip tadi.

  • Pernah Melakukan Operasi di Area Perut

Jika seorang wanita pernah menjalankan operasi perbaikan tuba fallopi, mungkin karena bagian tersebut rusak atau tertutup, maka hal bisa menjadi penyebab wanita tersebut mengalami kehamilan ektopik.

Bukan hanya di area tuba, operasi lain di bagian perut misalnya usus buntu, caesar, atau lainnya, juga bisa memicu kondisi kehamilan ektopik. Biasanya, hal ini terjadi karena operasi membuat area tuba falopi rusak.

  • Minum Obat Tertentu

Obat bernama diethylstilbestrol, atau biasa disebut DES di dunia medis, adalah salah satu obat yang bisa memberikan dampak negatif pada janin usia muda dan bahkan bisa meningkatkan resiko untuk hamil di luar kandungan

Obat ini sebenarnya biasa diresepkan untuk memperkuat kandungan, mencegah bayi lahir prematur, dan mencegah keguguran, namun jika dosisnya tidak tepat, atau diberikan kepada seorang wanita dengan kondisi kesehatan yang tidak tepat, maka justru membahayakan. 

Karena itu, dokter atau bidan selalu menyarankan ibu hamil untuk tidak sembarangan mengkonsumsi obat bahkan yang katanya herbal. Bahkan ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk sembarangan minum jamu karena bisa saja salah satu bahannya justru berbahaya bagi janin dan sang ibu.

  • Pemasangan IUD

Peluang untuk hamil saat wanita menggunakan KB jenis IUD memang lebih tipis, namun nyatanya juga pernah terjadi, dan biasanya justru lebih beresiko untuk mengalami kehamilan ektopik. Hal ini karena rahmi sudah diikat namun sel telur tetap berhasil dibuahi dan akhirnya tumbuh di tempat lain.

  • Penyebab Lain

Beberapa kondisi lain yang menjadi penyebab umum dari kehamilan ektopik termasuk:

  • Asap rokok (perokok pasif) terutama saat kehamilan awal.
  • Usia Moms sudah lebih dari 35 tahun.
  • Memiliki penyakit radang panggul yang biasa disingkat PID (Pelvic Inflammatory Disease).
  • Pernah menjalani operasi panggul dan memiliki jaringan parut pasca operasi tersebut.
  • Mengkonsumsi obat kesuburan dalam jangka waktu lama tanpa pengawasan dokter.
  • Perkembangan abnormal sel telur yang dibuahi.
  • Ketidakseimbangan hormon sang ibu.

Apakah Hamil Diluar Kandungan Bisa di Test Pack? 

Kehamilan jenis ini punya ciri-ciri yang mirip dengan hamil biasa seperti mual, nyeri di bagian payudara, dan tidak haid saat minggu-minggu awal. Saat Moms melakukan test pack, hasilnya juga akan positif. 

Tapi karena lokasi sel telur yang dibuahi tidak berada di tempat seharusnya, kehamilan ini akan menimbulkan gejala yang semakin hari semakin terasa dan bisa membahayakan jiwa. 

Apa Saja Tanda dan Gejala Hamil di Luar Kandungan?

Tanda-tanda awal ketika seorang wanita mengalami kehamilan ektopik adalah:

  • Pendarahan ringan yang keluar dari vagina disertai dengan rasa nyeri di area panggul.
  • Muntah dan sakit perut.
  • Kram perut yang cukup berat.
  • Terasa nyeri hanya di satu sisi tubuh.
  • Merasa lemas dan pusing.
  • Nyeri di area leher, bahu, dan rektum.

Pendarahan terjadi karena tuba fallopi yang pecah. Pendarahannya bisa disertai nyeri dan kadang juga disertai rasa ingin buang air besar. Jika tidak ditangani segera, pecahnya tuba falopi bisa menyebabkan pendarahan di dalam perut sehingga hamil di luar kandungan disebut sangat mengancam jiwa.

Lalu apakah kehamilan ektopik perut juga membesar? Jawabannya adalah iya. Jadi tanda-tandanya memang mirip seperti hamil pada umumnya sehingga biasanya Moms tidak menyadari bahwa kehamilan tersebut di luar rahim sebelum akhirnya merasakan sejumlah gejala seperti di atas.

Lantas, tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi kehamilan diluar kandungan? Jawabannya adalah segera periksakan diri ke dokter, agar Moms bisa mendapat penanganan medis yang tepat sebelum terlambat.

Bergabunglah dengan Dr. Brown’s Parents Club untuk mendapat lebih banyak informasi seputar kehamilan dan bayi, seperti kolik pada bayi, cara atasi tantrum, dan lain-lain.

Kunjungi laman resmi Dr. Brown’s Indonesia untuk mengetahui informasi produk perlengkapan  untuk Si Kecil.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan

Hamil di Luar Kandungan: Definisi, Penyebab, Gejala

Istilah hamil di luar kandungan disebut juga dengan kehamilan ektopik dalam dunia medis. Kondisi ini memang bisa terjadi secara medis namun termasuk sangat langka, hanya sekitar 1-2% saja dari seluruh jumlah kehamilan yang ada. 

Namun berita buruknya adalah, sebagian orang mengaitkannya dengan tahayul sehingga definisi dari istilah ini jadi sangat ngawur. Wah, jangan sampai Moms ikut salah memahaminya juga ya. Karena itu, setiap wanita harus tahu tentang hal ini secara menyeluruh termasuk definisi, gejala, dan juga penyebabnya.

Apa Itu Hamil di Luar Kandungan?

Seorang wanita bisa dikatakan hamil ketika sel telur telah dibuahi dan sel telur menempel di lapisan rahim. Jika sel telur menempel di luar rahim, di tempat manapun itu di dalam perut, maka inilah yang disebut dengan kehamilan ektopik. Hal ini sesuai dengan pernyataan dr. Jati Satriyo situs alodokter. 

Meski sel telur bisa menempel di mana saja pada kasus kehamilan ektopik, tapi menurut berbagai kasus yang ada, sel telur pada kehamilan ini paling sering menempel di bagian tuba fallopi, karena itu ada juga yang menyebut kehamilan jenis ini dengan kehamilan tuba.

Sedangkan area lain yang juga bisa menjadi tempat menempelkan sel telur setelah dibuahi termasuk rongga perut, ovarium, bagian bawah rahim yang disebut serviks, atau bahkan juga di jalur yang terhubung dengan lubang vagina.

Karena sel telur menempel di tempat yang tidak seharusnya, tentu saja kehamilan ektopik tidak bisa berjalan dengan sehat dan normal. Bahkan, jaringan yang tumbuh justru dapat mengancam nyawa sang ibu karena bisa menyebabkan pendarahan yang hebat jika tidak segera ditangani dengan cara yang tepat.

Kenapa Bisa Terjadi Kehamilan di Luar Kandungan?

Berikut beberapa faktor mengapa kehamilan di luar kandungan ini bisa terjadi.

  • Punya Riwayat Kehamilan Ektopik

Jika seorang wanita sudah pernah mengalami kondisi kehamilan jenis ini sebelumnya, ada kemungkinan lebih besar untuk terjadi kedua kalinya atau bahkan lebih dibanding dengan wanita yang tidak memiliki riwayat kehamilan ini.

  • Peradangan atau Infeksi

Infeksi menular yang terjadi karena aktivita seksual seperti klamidia atau gonore bisa menyebabkan peradangan serius pada saluran tuba serta organ lain di dekatnya, yang meningkatkan resiko bagi wanita untuk mengalami kehamilan ektopik.

  • Perawatan Kesuburan

Menurut sejumlah penelitian yang ada, wanita yang sebelumnya pernah atau bahkan beberapa kali mengikuti perawatan kesuburan, misalnya fertilisasi in vitro (IVF), punya resiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik dibanding dengan wanita yang tidak menjalani perawatan tersebut.

  • Punya Kebiasaan Merokok

Apakah Moms termasuk salah satu wanita yang suka merokok? Jika iya, maka hentikan segera karena berbagai bahan rokok memiliki dampak sangat negatif untuk kesehatan dan untuk janin. 

Menurut Jurnal Kebidanan Vol 4, Nomor 1, Januari 2018: 30-33, disebutkan bahwa rokok menjadi penyebab dari sekitar 11% kehamilan ektopik. Jika hamil dalam kondisi normal, rokok pada ibu hamil masih sangat menyebabkan pendarahan dan kematian pada janin.

  • Mengidap Endometriosis

Istilah endometriosis mengacu pada tumbuhnya sel-sel yang membentuk jaringan yang mirip dengan lapisan rahim justru mulai tumbuh di luar rahim, seperti saluran tuba dan ovarium. Hal ini menyebabkan sel telur yang sudah dibuahi akan ikut tumbuh di luar rahim menempel pada jaringan yang mirip tadi.

  • Pernah Melakukan Operasi di Area Perut

Jika seorang wanita pernah menjalankan operasi perbaikan tuba fallopi, mungkin karena bagian tersebut rusak atau tertutup, maka hal bisa menjadi penyebab wanita tersebut mengalami kehamilan ektopik.

Bukan hanya di area tuba, operasi lain di bagian perut misalnya usus buntu, caesar, atau lainnya, juga bisa memicu kondisi kehamilan ektopik. Biasanya, hal ini terjadi karena operasi membuat area tuba falopi rusak.

  • Minum Obat Tertentu

Obat bernama diethylstilbestrol, atau biasa disebut DES di dunia medis, adalah salah satu obat yang bisa memberikan dampak negatif pada janin usia muda dan bahkan bisa meningkatkan resiko untuk hamil di luar kandungan

Obat ini sebenarnya biasa diresepkan untuk memperkuat kandungan, mencegah bayi lahir prematur, dan mencegah keguguran, namun jika dosisnya tidak tepat, atau diberikan kepada seorang wanita dengan kondisi kesehatan yang tidak tepat, maka justru membahayakan. 

Karena itu, dokter atau bidan selalu menyarankan ibu hamil untuk tidak sembarangan mengkonsumsi obat bahkan yang katanya herbal. Bahkan ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk sembarangan minum jamu karena bisa saja salah satu bahannya justru berbahaya bagi janin dan sang ibu.

  • Pemasangan IUD

Peluang untuk hamil saat wanita menggunakan KB jenis IUD memang lebih tipis, namun nyatanya juga pernah terjadi, dan biasanya justru lebih beresiko untuk mengalami kehamilan ektopik. Hal ini karena rahmi sudah diikat namun sel telur tetap berhasil dibuahi dan akhirnya tumbuh di tempat lain.

  • Penyebab Lain

Beberapa kondisi lain yang menjadi penyebab umum dari kehamilan ektopik termasuk:

  • Asap rokok (perokok pasif) terutama saat kehamilan awal.
  • Usia Moms sudah lebih dari 35 tahun.
  • Memiliki penyakit radang panggul yang biasa disingkat PID (Pelvic Inflammatory Disease).
  • Pernah menjalani operasi panggul dan memiliki jaringan parut pasca operasi tersebut.
  • Mengkonsumsi obat kesuburan dalam jangka waktu lama tanpa pengawasan dokter.
  • Perkembangan abnormal sel telur yang dibuahi.
  • Ketidakseimbangan hormon sang ibu.

Apakah Hamil Diluar Kandungan Bisa di Test Pack? 

Kehamilan jenis ini punya ciri-ciri yang mirip dengan hamil biasa seperti mual, nyeri di bagian payudara, dan tidak haid saat minggu-minggu awal. Saat Moms melakukan test pack, hasilnya juga akan positif. 

Tapi karena lokasi sel telur yang dibuahi tidak berada di tempat seharusnya, kehamilan ini akan menimbulkan gejala yang semakin hari semakin terasa dan bisa membahayakan jiwa. 

Apa Saja Tanda dan Gejala Hamil di Luar Kandungan?

Tanda-tanda awal ketika seorang wanita mengalami kehamilan ektopik adalah:

  • Pendarahan ringan yang keluar dari vagina disertai dengan rasa nyeri di area panggul.
  • Muntah dan sakit perut.
  • Kram perut yang cukup berat.
  • Terasa nyeri hanya di satu sisi tubuh.
  • Merasa lemas dan pusing.
  • Nyeri di area leher, bahu, dan rektum.

Pendarahan terjadi karena tuba fallopi yang pecah. Pendarahannya bisa disertai nyeri dan kadang juga disertai rasa ingin buang air besar. Jika tidak ditangani segera, pecahnya tuba falopi bisa menyebabkan pendarahan di dalam perut sehingga hamil di luar kandungan disebut sangat mengancam jiwa.

Lalu apakah kehamilan ektopik perut juga membesar? Jawabannya adalah iya. Jadi tanda-tandanya memang mirip seperti hamil pada umumnya sehingga biasanya Moms tidak menyadari bahwa kehamilan tersebut di luar rahim sebelum akhirnya merasakan sejumlah gejala seperti di atas.

Lantas, tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi kehamilan diluar kandungan? Jawabannya adalah segera periksakan diri ke dokter, agar Moms bisa mendapat penanganan medis yang tepat sebelum terlambat.

Bergabunglah dengan Dr. Brown’s Parents Club untuk mendapat lebih banyak informasi seputar kehamilan dan bayi, seperti kolik pada bayi, cara atasi tantrum, dan lain-lain.

Kunjungi laman resmi Dr. Brown’s Indonesia untuk mengetahui informasi produk perlengkapan  untuk Si Kecil.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan

Berbagai keluhan biasanya mulai dirasakan ibu hamil ketika kandungannya memasuki trimester ketiga atau menginjak usia 8 bulan. Oleh sebab itu, penting untuk diketahui mengenai penyebab dan cara mengatasi keluhan ibu hamil 8 bulan. 

Tidak hanya mudah lelah, melainkan usia kandungan 8 bulan ini juga mengakibatkan ibu hamil kerap merasakan nyeri punggung, mengalami pembengkakan pada kaki dan peningkatan jumlah kontraksi palsu.  

Apa Penyebab Munculnya Berbagai Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan?

Rasa tidak nyaman yang biasa dirasakan oleh ibu hamil ketika kandungannya memasuki trimester 3 ialah sesak nafas, kaki bengkak, gangguan tidur, mudah lelah, nyeri punggung dan perut bagian bawah, heartburn serta kontraksi braxton hicks. (Bayu Irianti, 2013)

Pada dasarnya beberapa hal tersebut merupakan keluhan-keluhan yang sama dirasakan sejak pertengahan masa kehamilan. Hanya saja, dalam usia kandungan 8 bulan gejala keluhan tersebut akan terasa semakin berat. 

Beberapa hal di atas merupakan fenomena yang normal dan menjadi salah satu bagian yang biasa dirasakan selama masa kehamilan sebagai akibat dari usia kandungan yang semakin tua atau sudah mendekati masa persalinan. 

Apa Saja Keluhan yang Muncul pada Ibu Hamil 8 Bulan? 

Pada umumnya, berbagai keluhan akan terasa semakin berat ketika kandungan memasuki usia 8 bulan. Hal tersebut merupakan fenomena kehamilan yang wajar, jadi tidak perlu khawatir berlebihan ya Moms!

Adapun di bawah ini ialah beberapa keluhan yang biasa dirasakan ibu hamil saat kandungannya menginjak usia 8 bulan:

  • Merasakan Sakit Punggung, Lutut dan Leher

Salah satu keluhan ibu hamil usia 8 bulan yang paling kerap muncul ialah sakit punggung. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan janin yang mengakibatkan ukuran rahim semakin membesar sehingga mampu menekan pembuluh darah di sekitar punggung.

 

Sebagai akibatnya, tidak heran ketika usia kandungan semakin tua maka rasa nyeri yang dirasakan akan semakin berat. Tidak hanya bagian punggung, melainkan rasa nyeri juga bisa menjalar ke bagian lutut dan leher. 

 

Bahkan, sebagian ibu hamil juga kerap merasakan sakit kepala ketika usia kandungannya semakin tua. 

  • Kerap Merasa Gerah atau Kepanasan

Ibu hamil usia 8 bulan juga rentan merasakan gerah atau kepanasan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon, laju pertumbuhan metabolisme dan peningkatan volume darah dalam tubuh yang mengakibatkan naiknya suhu tubuh. 

 

Sebagai akibatnya, tidak heran jika ibu hamil tua kerap merasakan panas ataupun gerah walaupun dalam cuaca dingin sekalipun. 

  • Mengalami Pembengkakan Pada Kaki

Ukuran janin yang semakin besar mengakibatkan pembuluh darah menjadi tertekan sehingga sebagian darah terbendung di bagian kaki dan tungkai. Bengkak dan kaki sakit saat hamil 8 bulan merupakan fenomena kehamilan yang sangat wajar terjadi.

 

Bahkan, sebagian ibu hamil telah merasakan gejala ini sejak masa pertengahan kehamilan dan menjadi semakin serius ketika memasuki usia 8 bulan.

  • Kerap Muncul Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu atau kerap disebut braxton hicks termasuk keluhan yang umum dirasakan oleh ibu-ibu hamil 8 bulan. Dalam hal ini, ibu-ibu hamil biasanya akan merasakan nyeri kencang di bagian perut ataupun rahim yang datang atau pergi secara tiba-tiba. 

 

Semakin tua usia kandungan, maka semakin meningkat pula kontraksi yang dirasakan. Hal ini bisa terjadi akibat aktivitas seksual, dehidrasi ataupun kelelahan.

  • Meningkatnya Intensitas Buang Air Kecil

Semakin besar ukuran janin atau semakin mendekati masa persalinan, maka posisi janin akan semakin turun ke bawah mendekati panggul. Hal ini mengakibatkan adanya tekanan lebih pada bagian kandung kemih sehingga intensitas buang air kecil akan semakin meningkat.

  • Insomnia atau Susah Tidur

Keluhan lain yang biasa muncul saat hamil tua ialah munculnya masalah susah tidur atau insomnia. Hal ini biasanya diakibatkan adanya rasa tidak nyaman karena perut semakin membesar ataupun terbangun karena ingin buang air kecil.

 

Selain itu, rasa gerah dan kepanasan yang dirasakan juga bisa menjadi penyebab ibu hamil mengalami insomnia. 

 

Beberapa keluhan di atas merupakan gejala yang kerap dirasakan oleh kebanyakan ibu hamil saat kandungannya memasuki trimester ketiga atau menginjak usia 8 bulan. 

Adapun keluhan lain yang dirasakan oleh sebagian ibu hamil ialah pandangan kabur atau kerap merasa berkunang-kunang, wasir, varises ataupun peningkatan jumlah keputihan. Bahkan, sebagian wanita juga mengalami spotting atau muncul bercak-bercak darah ketika memasuki akhir usia 8 bulan. 

Bagaimana Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil 8 Bulan?

Setelah mengetahui mengenai apa saja gejala dan keluhan yang kerap muncul saat kandungan menginjak usia 8 bulan, maka penting juga untuk dipahami mengenai cara mengatasi keluhan ibu hamil 8 bulan. 

Hal tersebut penting untuk dipahami untuk mencegah terjadinya keluhan ataupun mengurangi rasa sakit yang muncul. Berikut ialah beberapa diantaranya:

  • Menerapkan Pola Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup sehat merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah munculnya berbagai keluhan saat hamil tua. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan diantaranya ialah menjaga pola makan secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, rajin olahraga dan tidur cukup.

 

Dalam hal ini, ibu hamil bisa melakukan olahraga-olahraga ringan seperti bersepeda ataupun yoga sesuai arahan. Dengan begitu, ketegangan otot akan semakin berkurang sehingga rasa sakit dan berbagai keluhan nyeri bisa diminimalisir.

 

Selain itu, melakukan terapi pijat sesuai anjuran dokter dan kerap mandi menggunakan air hangat juga dipercaya bisa mengatasi rasa nyeri yang muncul ketika hamil tua.

  • Mengenakan Pakaian yang Tepat

Mengenakan pakaian yang tepat seperti jenis bahan yang menyerap keringat dan longgar merupakan cara ampuh untuk mengatasi rasa gerah atau kepanasan saat hamil. Adapun pakaian yang bisa dipakai yakni jenis daster ataupun pakaian khusus ibu hamil.

  • Menghindari Pemakaian Heels

Pemakaian heels sangat tidak dianjurkan pada ibu hamil, hal ini dikarenakan heels yang tinggi dapat meningkatkan resiko terjatuh. Selain itu, pemakaian heels ini juga dapat mengakibatkan pembengkakan pada kaki.

  • Minum Air Putih yang Cukup

Konsumsi air putih yang cukup selama sehari merupakan hal yang sangat penting. Kebutuhan cairan tubuh bisa terpenuhi dengan mengkonsumsi minimal 8 gelas air putih dalam satu hari. 

 

Meski demikian, ibu hamil tua juga disarankan untuk menghindari minum terlalu banyak saat malam hari agar dapat mengurangi intensitas buang air kecil saat tidur. 

  • Menerapkan Posisi Tidur yang Sesuai

Posisi tidur yang sesuai yakni miring dengan bantuan bantal sebagai penyangga bagian perut, lutut dan bagian punggung jika diperlukan. Buat posisi tidur senyaman mungkin agar kualitas tidur bisa maksimal.

Beberapa cara mengatasi keluhan ibu hamil 8 bulan di atas bisa diterapkan dibarengi dengan pemeriksaan kehamilan ya rutin ya Moms! Sementara itu, trimester terakhir merupakan waktu yang tepat untuk mempersiapkan berbagai peralatan persalinan dan kebutuhan Si Kecil. 

Dr. Brown’s Indonesia menghadirkan botol susu anti kolik yang dapat mencegah berbagai masalah menyusui, seperti masuk angin, kembung dan kolik pada Si Kecil. Selain itu, Moms tidak perlu khawatir jika Si Kecil akan menolak menyusui karena adanya cara kerja menyusui dari payudara ke botol susu. Dr. Brown’s juga menyediakan Botol Susu Options+ yang dapat memberi kesan menyusui seperti dari payudara Ibu. 

Tidak hanya botol susu, Dr. Brown’s Indonesia juga menyediakan berbagai kebutuhan dan peralatan yang tentu aman untuk Si Kecil. 

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Bagaimana Trik Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil? Simak Ulasannya Dibawah Ini!

Bagaimana Trik Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil? Simak Ulasannya Dibawah Ini!

Bagaimana Trik Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil? Simak Ulasannya Dibawah Ini!

Sakit pinggang pada saat hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Akan tetapi, hal ini harus tetap ditangani dengan baik agar tidak mengganggu kenyamanan dalam jangka panjang. Memperhatikan beberapa trik mengatasi sakit pinggang saat hamil merupakan hal yang sangat penting.  

Kemunculan sakit pinggang saat hamil juga harus segera ditangani dengan baik karena ditakutkan hal ini menjadi pertanda penyakit yang cukup serius. 

Apa Penyebab Sakit Pinggang Saat Hamil?

Menurut (Robson & Jason, 2012) munculnya rasa sakit pinggang pada ibu hamil merupakan fenomena yang umum terjadi, hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor ataupun adanya riwayat sakit punggung yang sebelumnya pernah diderita.

Pada umumnya sakit pinggang saat hamil disebabkan adanya perubahan gravitasi tubuh ibu hamil sebagai akibat perkembangan kandungan. Dalam hal ini, ibu hamil akan mengalami perubahan hormon dan peregangan bagian ligamen. 

Berawal dari peregangan tersebut, nantinya dapat menyebabkan munculnya tekanan dan rasa sakit pada punggung bawah dan pinggang. Selain itu, adanya penyesuaian postur tubuh ketika berdiri dan berjalan juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit pada bagian pinggang. 

Rasa sakit pinggang pada umumnya muncul saat janin mulai masuk usia trimester pertama. Semakin besar ukuran janin, maka besar kemungkinan pinggang akan menjadi lebih sakit. Hal ini dikarenakan adanya pertambahan beban yang harus ditanggung oleh pinggang dan punggung.

Bagaimana Trik Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil?

Setelah mengetahui apa penyebab sakit pinggang saat hamil , maka penting juga untuk mengetahui mengenai trik mengatasi sakit pinggang saat hamil yang bisa dilakukan. Hal ini tentunya akan sangat penting untuk mengurangi ataupun mencegah sakit pinggang saat hamil. 

Berikut ini ialah beberapa diantaranya:

  • Olahraga Secara Teratur

Melakukan olahraga secara rutin merupakan suatu hal yang banyak membawa manfaat bagi tubuh, termasuk salah satunya dalam meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot pinggang dan perut bagian bawah. 

Adapun jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil ialah berjalan kaki, berenang, bersepeda ataupun yoga. Melakukan olahraga secara rutin saat hamil dinilai sangat ampuh untuk mengurangi sakit pinggang. 

Hal tersebut dikarenakan beberapa gerakan peregangan dalam yoga bisa membantu melancarkan aliran-aliran darah menuju pinggang sekaligus merelaksasi toto-otot tubuh. Melalui tempat latihan khusus yoga ibu hamil, nantinya akan diperoleh pengarahan yang aman.

Meski demikian, Moms tetap perlu berhati-hati, mengingat persendian tubuh menjadi longgar ketika sedang hamil. Moms juga dilarang melakukan yoga sendiri tanpa pengawasan orang yang sudah ali.

  • Menerapkan Posisi Tidur yang Benar

Selanjutnya, menerapkan posisi tidur yang tepat juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. 

Dalam hal ini, posisi yang dianjurkan adalah miring ke samping dengan menekuk salah satu lutut dengan bantuan alas bantal di bawahnya agar ketegangan otot berkurang dan menjadi lebih rileks. 

Selain itu, meletakkan bantal yang empuk di bagian bawah perut dan bagian punggung juga menjadi suatu hal yang bisa menambah tingkat kenyamanan Ibu hamil saat tidur. 

  • Menghindari Pemakaian High-heels

Keinginan untuk tetap tampil fashionable dan trendy saat hamil sebaiknya bisa dipendam dulu ya Moms, jangan sampai hal tersebut nantinya justru berbahaya bagi si kecil dalam kandungan.  Penggunaan sepatu ataupun sandal dengan high-heels sangat tidak disarankan bagi ibu hamil. 

Hal ini dikarenakan pemakaian sepatu tersebut bisa meningkatkan resiko terjatuh, tidak nyaman dan memicu munculnya rasa nyeri pada pinggang.

Dengan begitu, mengenakan sepatu kehamilan ataupun sepatu flat merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ibu hamil.

  • Mengompres Pinggang

Mengompres pada dasarnya tidak hanya berfungsi untuk menurunkan demam, melainkan juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada beberapa bagian tubuh, termasuk salah satunya bagian pinggang. 

Teknik mengompres ini banyak dipercaya masyarakat untuk mengurangi rasa sakit pada bagian pinggang, baik itu menggunakan air dingin ataupun air panas. Dalam hal ini, penggunaan air dingin (air es) ataupun air panas bisa dilakukan secara bergantian sampai rasa sakit berkurang.

Hal ini termasuk cara klasik yang bisa dijadikan pertolongan pertama ketika sakit pinggang melanda. Sebaiknya lakukan ini saat Moms sedang bersantai atau rebahan.

  • Menggunakan Pakaian Khusus Ibu Hamil

Menggunakan pakaian yang tepat juga bisa menjadi cara untuk mengurangi atau mencegah munculnya sakit pinggang. Dalam hal ini, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang kendor seperti misalnya daster ataupun pakaian-pakaian khusus ibu hamil.

Penggunaan pakaian yang ketat saat hamil sangat tidak disarankan karena dapat menekuk perut dan mengakibatkan pinggang menjadi sakit. Bahkan, tidak jarang juga pakaian ketat dapat mengganggu proses pencernaan selama masa kehamilan.

  • Menjaga Postur Tubuh dengan Baik

Menjaga postur tubuh dengan baik selama masa kehamilan bisa dilakukan dengan cara menghindari membungkuk, berdiri maupun duduk terlalu lama. Selanjutnya, biasakan untuk tetap menjaga postur tubuh saat berjalan agak tetap tegak atau tidak membungkuk.

Beberapa hal  tersebut penting untuk diperhatikan karena kebanyakan ibu hamil akan merasakan sakit pinggang yang serius ketika melakukan gerakan-gerakan ataupun aktivitas tertentu. 

  • Meningkatkan Asupan Air Putih

Kurangnya asupan air putih merupakan salah satu penyebab munculnya sakit pinggang pada ibu hamil. Dalam hal ini, air memegang peranan yang cukup tinggi dalam menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. 

Selain itu, kekurangan air putih juga dapat berakibat pada masalah kandung kemih, yang biasanya ditandai dengan urine berwarna kuning yang mengakibatkan munculnya sakit pinggang. 

Dengan begitu, ibu hamil sangat dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 1,5-2 liter tiap harinya. 

Itulah beberapa trik mengatasi sakit pinggang saat hamil yang bisa diterapkan selama masa kehamilan. Trik di atas biasanya akan banyak bermanfaat ketika muncul sakit pinggang saat hamil 3 bulan atau trimester pertama. 

Beberapa hal di atas bisa diterapkan bersamaan dengan melakukan check up kehamilan pada dokter secara rutin dan menggunakan beberapa produk-produk penunjang kehamilan yang telah terpercaya atau sesuai anjuran dari dokter.

Persiapan Sebelum Si Kecil Lahir

Selama masa kehamilan, tidak ada salahnya jika mulai mempersiapkan beberapa peralatan untuk si kecil. Seperti misalnya botol susu anti kolik bayi new born untuk mencegah terjadinya kembung atau kolik pada bayi. 

Selain itu, terdapat juga nipple botol susu dari DrBrown’s dengan teknologi venting system yang mampu menciptakan pengalaman menyusui senyaman menyusui langsung dari payudara. Mengenai jenis dan beberapa informasi lengkapnya bisa disimak melalui Dr. Brown’s Indonesia (drbrowns.id) 

Memperhatikan beberapa trik mengatasi sakit pinggang saat hamil dibarengi konsultasi merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh, mengingat adanya sakit pinggang pada ibu hamil ditakutkan menjadi gejala atau gangguan masalah kesehatan yang serius. 

Sementara itu, mempersiapkan berbagai keperluan persalinan dan kebutuhan si kecil juga tidak kalah pentingnya. Terlebih jika masa kehamilan sudah memasuki trimester ketiga atau bulan-bulan akhir mendekati hari perkiraan kelahiran atau persalinan. 



5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Langsung Hamil Setelah Keguguran Apakah Bisa?

Langsung Hamil Setelah Keguguran Apakah Bisa?

Langsung Hamil Setelah Keguguran Apakah Bisa?

Keguguran adalah hal yang pasti tidak diinginkan oleh para Ibu. Perasaan sedih dan kecewa pasti dirasakan untuk Ibu yang pernah mengalaminya. Namun, ikhtiar tetap perlu dijalankan apabila Moms memang menginginkan sekali hamil setelah keguguran

Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah bisa, ya Moms langsung hamil setelah mengalami keguguran? Dan selanjutnya, bagaimana menjaga kehamilan setelah keguguran?

Pengertian dan Gejala Keguguran 

Mengutip dari Dr. Jeffry Kristiawan, keguguran (abortus) merupakan kondisi keluarnya bakal janin kurang dari 20 minggu atau kurang dari lima bulan. Bakal janin tersebut tidak bertahan berada diluar rahim sehingga mengalami kematian yang bisa menyebabkan keguguran. 

Terdapat dua gejala keguguran berdasarkan pemaparan dari dr. Jeffry Kristiawan:

  • Kram Perut 

Gejala pertama ini disebabkan dari adanya kontraksi otot rahim, sehingga perut terasa sakit atau kram.

  • Keluarnya Darah

Darah yang keluar pada saat keguguran ini tidak hanya seperti bercak atau flek saja, namun bisa saja seperti darah haid. Bahkan, apabila usia kehamilan sudah cukup besar, maka yang keluar akan seperti gumpalan atau jaringan.

Penyebab Keguguran

Berbagai macam yang bisa menjadi penyebab seorang Ibu mengalami keguguran. Dilansir dari kanal Youtube kesehatan, sekitar 50% keguguran tidak diketahui penyebabnya. Namun jika ditelisik secara teori terdapat beberapa penyebab keguguran.

  • Penyakit Ibu 

Ibu yang memiliki riwayat penyakit diabetes, hormon, infeksi tokso, dan lain sebagainya bisa menyebabkan keguguran. 

  • Rahim Lemah 

Kondisi mulut rahim Ibu yang lemah menyebabkan rahim tidak bisa menopang bakal janin dengan baik sehingga risiko terjadi keguguran tinggi atau bisa juga terjadi kelahiran yang prematur. 

  • Penyakit Autoimun

Karena kondisi imun Moms menyerang tubuh sendiri, maka akan meningkatkan risiko keguguran. Misalnya ketika seorang Ibu hamil yang terkena lupus bisa mengalami keguguran. 

  • Mengonsumsi Obat-Obatan

Ibu yang mengonsumsi obat-obatan yang ternyata tidak boleh dikonsumsi pada saat kehamilan juga bisa menyebabkan keguguran, loh Moms. Jadi hati-hati ya! Jika ingin mengonsumsi obat sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter langganan yang tentunya sudah berpengalaman.

  • Kelainan Rahim

Selain itu keguguran dapat terjadi pada Ibu yang memiliki kondisi kelainan pada rahim. Seperti adanya miom, kista, atau penyakit pada rahim lainnya.

  • Kelainan Kromosom

Untuk bisa terjadi kehamilan terdapat sel telur dan sperma yang saling membuahi. Ketika terdapat kelainan kromosom pada sel telur dan sperma menyebabkan bakal janin yang tidak bagus sehingga rentan mengalami keguguran. 

Kapan Bisa Hamil Setelah Keguguran? 

WHO menyarankan jeda selama enam bulan bagi Ibu yang ingin hamil setelah keguguran. Terdapat juga berbagai penelitian yang menyebabkan bisa hamil kembali setelah jeda tiga minggu, Ibu harus haid dulu sebelum hamil. 

Namun, yang terpenting dari itu semua adalah kondisi mental Ibu. Mengalami kehilangan calon bayi adalah sebuah pukulan yang dapat membuat mental si Ibu syok. Diperlukan beberapa waktu untuk untuk bisa hamil setelah keguguran kembali, baik dari sisi mental maupun fisik. 

  • Menunggu 3 Hingga 6 Bulan

Beberapa dokter menyarankan untuk menunggu selama tiga hingga enam bulan jika ingin hamil kembali. Dilansir dari kanal Youtube Halosehat, alasannya adalah untuk menormalkan kadar hormon setelah keguguran. Tapi saran ini sifatnya teoritis saja. 

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa menunggu 3 hingga 6 bulan sebenarnya tidak diperlukan kecuali pada Moms yang mengalami hamil anggur. Hal tersebut memang membutuhkan masa pemulihan selama enam bulan sebelum boleh hamil lagi. 

  • Tanpa Didahului Haid Normal

Banyak juga Moms yang sudah hamil bahkan sebelum haid. Menurut dr. Erfenes Ho, ada hal yang harus dipahami lagi jika Moms malah sudah hamil setelah keguguran, bahkan sebelum haid.

Pikirkan apa betul setelah melakukan test pack dan positif, hasil tersebut merupakan pertanda kehamilan yang baru?

Jangan-jangan hasil positif dikarenakan dari sisa-sisa keguguran yang lalu. Hal yang perlu dilakukan adalah cek ke dokter ahli, ya Moms. Jika memang karena masih ada sisa-sisa keguguran, maka perlu dilakukan tindakan pembersihan. 

Sementara untuk yang ternyata memang positif hamil, dokter akan melakukan pemeriksaan kembali dalam jangka waktu 2 hingga 3 minggu setelah cek pertama untuk mengecek perkembangannya. 

Jadi, jika Moms sudah melakukan test pack dan hasilnya positif, ada baiknya untuk segera cek ke dokter untuk mengetahui apakah benar hamil atau tidak. Jika iya maka Moms bisa bersyukur namun jika tidak berarti ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan. 

Cara Pencegahan Agar Tidak Terjadi Keguguran dan Bisa Hamil Kembali

Berikut adalah beberapa tips agar Moms terhindar dari keguguran, atau ingin bisa hamil kembali pasca keguguran:

  • Cari Tahu Penyebabnya

Tidak ada seorang Ibu yang ingin mengalami keguguran untuk kedua kalinya. Untuk itu sebelum melakukan pencegahan, pastikan dulu mencari tahu penyebab terjadinya keguguran. Konsultasikan ke dokter ahli agar bisa membantu untuk menanganinya. 

  • Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat yang banyak disepelekan ini memang memiliki banyak sekali dampak positif bagi tubuh, termasuk juga pada yang sudah mengalami keguguran. Dimulai dari memiliki tidur dengan kualitas yang baik. 

Selanjutnya adalah menjaga pola makan dengan menetapkan jam makan teratur dengan menu seimbang, perbanyak asupan air putih setiap hari, dan juga melakukan olahraga teratur. Selain itu hindari konsumsi alkohol, obat-obatan, dan juga rokok, ya Moms. 

Ini bukan hanya ditujukan bagi kaum Ibu saja, tapi Ayah juga harus menerapkan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk tambah konsumsi vitamin asam folat, zat besi, protein, vitamin E jika ingin cepat hamil lagi setelah keguguran. 

Mengapa pola hidup sehat diperlukan? Karena adanya penyebab keguguran yang berasal dari kelainan kromosom. Sel telur dan juga sel sperma dapat ditingkatkan kualitasnya dari pola hidup yang sehat. 

  • Berhubungan Intim secara Intens

Rutin berhubungan terutama saat masa subur juga sangat penting Moms. Ada baiknya untuk memberikan jeda selama dua hari setelah berhubungan intim untuk melanjutkan kembali berhubungan agar sel sperma bisa dalam kondisi yang baik. 

Yang paling terpenting jika Ibu ingin hamil setelah keguguran atau tidak adalah kondisi psikis dan juga fisik Ibu. Jangan terlalu terburu-buru ingin hamil lagi karena pemulihan psikis itu memerlukan beberapa waktu.

Ambil jeda untuk rileks dan melakukan penerimaan terhadap apa yang sudah terjadi adalah hal yang baik dan perlu dilakukan untuk kebaikan Moms. Ingat, Ibu yang sehat juga akan melahirkan si kecil yang sehat dan pintar, bukan?

Jika memang diberi rezeki lebih langsung hamil itu berarti memang anugerah Tuhan yang sangat besar bagi Moms. Bagi Ibu yang sedang menanti kelahiran si calon buah hati dan ingin mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, terutama botol susu anti kolik yang sangat penting bagi si kecil

Moms bisa langsung saja cek ke website drbrowns.id yang menjual berbagai produk botol susu yang aman serta dapat mencegah terjadinya kolik pada bayi.

Sumber : 

Halosehat. 2020, 06 Agustus. Kapan Waktu Terbaik Hamil Lagi Setelah Keguguran? Ini 6 Tips yang Harus Diperhatikan. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=pif-R1jY_dU

Erfenes Ho. 2020, 13 Desember. Langsung Hamil Setelah Keguguran Tanpa Didahului Haid Norma dr. Erfenes Ho. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=n1f6fr_PNxw

Tanyakan Dokter. 2019, 18 Juli. Keguguran – Kapan Bisa Hamil Lagi Setelah Keguguran- Tanyakan Dokter. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=w6oyByl4NWw

Dokter Fransiska di Perancis. 2020, 14 Februari. Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=hYB-Di3uDhY



5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Moms Mengalami Kembung Saat Hamil? Yuk, Intip Penjelasannya

Moms Mengalami Kembung Saat Hamil? Yuk, Intip Penjelasannya

Moms Mengalami Kembung Saat Hamil? Yuk, Intip Penjelasannya

Perut kembung adalah keadaan dimana perut terasa penuh, sesak, dan tidak nyaman. Seringkali, perut kembung dibarengi dengan sendawa yang berlebihan. Begitu pun dengan ibu yang sedang mengandung. Kondisi kembung saat hamil juga sering terjadi dan bisa dirasakan kapan pun selama masa kehamilan.  

Perut begah atau kembung pada saat hamil memang terasa tidak nyaman dan tentu saja bukan keadaan yang Ibu biarkan saja dan tidak diatasi dengan baik. Walaupun memang fenomena wajar, namun jika ada gejala kembung berkepanjangan sehingga menyebabkan hal lain, Moms tetap harus memeriksakan ke dokter. 

Penyebab Kembung Saat Hamil 

Menurut dr. L. Aswin, Sp.PD, fenomena perut kembung sebenarnya bisa dialami siapa saja. Namun, Ibu hamil sering merasakan seperti kembung karena ada tekanan dalam perutnya sehingga dapat menimbulkan tekanan pada rongga perut yang menyebabkan perut begah, nyeri ulu hati, dan perut terasa penuh. 

  • Meningkatnya Hormon Progesteron 

Progesteron adalah hormon yang berperan dalam merelaksasi otot di seluruh tubuh, termasuk organ-organ dalam. Sistem pencernaan akan berjalan lebih lambat sehingga menimbulkan berkumpulnya gas yang menyebabkan kembung. 

  • Ukuran Rahim Membesar

Ukuran rahim yang semakin membesar juga membuat rongga perut semakin bertambah penuh dan memperlambat sistem pencernaan sehingga menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit dan gas berlebih yang membuat Ibu hamil menjadi kurang nyaman. 

  • Sembelit

Mengutip dari Ayah Bunda Pintar, sembelit adalah suatu keadaan dimana Moms tidak bisa buang air besar secara teratur, sehingga menyebabkan perut terasa keras dan penuh.

Hal ini wajar dialami para Ibu yang sedang hamil walaupun memang tidak nyaman. Sembelit ini dapat menyebabkan perut menjadi kembung. 

  • Pola Makan yang Tidak Teratur

Bagi para Ibu yang sering makan sembarangan dengan pola yang tidak teratur bisa meningkatkan kemungkinan terkena kembung. Selain itu, makan dengan cepat juga menyebabkan banyak udara masuk yang dapat menimbulkan gas. 

Ditambah lagi jika Ibu mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi, tidak berserat, berminyak, ngemil, dan minum kafein berlebih, bisa dipastikan Moms bisa mengalami begah di perut. 

  • Stres Berlebihan

Hal yang sering disepelekan oleh sebagian Ibu adalah tingkat stres. Stres adalah penyakit psikis yang dapat berdampak besar pada kondisi kesehatan fisik, apalagi Ibu hamil yang sedang mengandung janin dalam tubuhnya. 

Perut kembung wajar dialami oleh para Ibu yang sedang dalam trimester pertama kehamilan. Pada usia tersebut, Ibu rentan mengalami mual muntah yang bisa disebabkan selain pada perubahan hormon hcg, juga bisa disebabkan dari asam lambung yang meningkat. 

Cara Mengatasi Kembung Saat Hamil 

Kembung umumnya memang dirasakan oleh banyak Ibu hamil. Bagaimana cara mengatasi perut begah saat hamil muda? Berikut adalah beberapa tips cara mengatasi kembung pada saat mengandung, ya Moms. 

  • Pola Makan Teratur

Jangan makan terlalu banyak pada saat tertentu, makan yang mengandung banyak gas seperti  kol, brokoli. Makan yang mudah diserap, seperti daging dan telur yang mengandung protein. Selain itu tetapkan jam makan teratur untuk pagi, siang, dan malam. 

Hindari makanan yang kurang baik bagi tubuh seperti minuman bersoda, makanan berminyak, dan juga makanan minuman yang mengandung pemanis buatan. Oh ya, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi air putih yang cukup ya Moms setiap hari. 

  • Makan Secara Perlahan

Saat makan terlalu cepat, apalagi dalam kondisi perut yang sebelumnya kosong akan menyebabkan udara lebih banyak masuk bersama makanan ke dalam sistem pencernaan. Udara tersebut akan mengendap dalam perut Moms dengan bentuk gas yang dapat membuat perut begah. 

Dilansir dari pernyataan para dokter, disarankan untuk para Ibu makan lebih sering dengan porsi sedikit untuk menghindari perut terasa begah. 

  • Tidur yang Cukup

Tidur adalah keadaan dimana seluruh tubuh istirahat dan rileks setelah seharian beraktivitas. Kualitas tidur menentukan kebugaran fisik, terutama bagi Ibu hamil. Pastikan Ibu untuk memiliki tidur yang cukup setiap harinya ya Moms. 

Walaupun memang kualitas tidur tidak selalu berpatokan pada berapa lama Ibu tidur, pastikan bahwa tubuh Ibu rileks dan hindari stres. Jangan mengurangi waktu tidur karena nonton drama korea, loh Moms. 

  • Berolahraga Secara Teratur

Pada Ibu hamil, olahraga dapat membantu pergerakan usus supaya lebih normal sehingga sensasi perut kembung saat hamil akan lebih jarang dirasakan para Moms sekalian. Tidak perlu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dulu, ya Moms. 

Walaupun memang keadaan tubuh setiap Ibu hamil itu berbeda. Ada yang memang sudah terbiasa berolahraga sehingga badan sudah adaptasi dan tetap melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. 

Tapi ada juga yang tidak. Sebaiknya lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki keliling kompleks perumahan, jogging, berenang, dan yoga. 

  • Rileks dan Atur Pernapasan

Kecemasan dan stres ternyata juga dapat menimbulkan gas pada tubuh yang nantinya akan berpengaruh pada tingkat asam lambung, loh Moms. Jika Ibu merasa cemas atau stres, lebih baik hentikan kegiatan untuk sementara lalu lakukan meditasi untuk mengatur pernapasan. 

  • Pijat Perut Perlahan dengan Minyak Alami

Membalurkan minyak herbal yang memberikan sensasi hangat dan nyaman ketika merasa kembung pada masa kehamilan dapat meredakannya dan membuat Ibu menjadi rileks. Pemijatan dapat dilakukan di area perut atau dada. 

Namun yang perlu digarisbawahi, hal ini dapat dilakukan pada saat usia awal kehamilan, Moms. Hal tersebut dikarenakan ukuran janin yang masih kecil dan posisi rahim yang belum menekan usus. Sehingga perut Moms nantinya bisa terasa lebih “lega”.

  • Menggunakan Pakaian Longgar

Pakaian ketat tentunya tidak nyaman digunakan ketika perut semakin membesar. Moms akan merasa lebih sesak dan juga begah. Untuk itu bagi para Ibu hamil disarankan menggunakan pakaian yang longgar untuk mengurangi gejala perut kembung saat Moms hamil. 

Apakah Kembung Berbahaya Bagi Janin?

Tidak ada hubungan antara kembung saat hamil dengan janin. Gas yang menekan dan menimbulkan kembung tidak akan dirasakan oleh janin. Janin tetap aman dan terlindungi di dalam rahim. Jika Moms menerapkan pola makan teratur, maka janin tetap akan aman meskipun merasa kembung. 

Hal yang perlu diwaspadai oleh Ibu dan sebaiknya langsung cek ke dokter adalah ketika merasakan nyeri dari kembung tidak kunjung reda, mual muntah lebih dari lima kali, sembelit berkelanjutan, terdapat darah saat buang air, dan terasa seperti ada kontraksi. 

Jadi, walaupun memang hal yang wajar terjadi, namun tidak ada salahnya jika Moms melakukan tindakan pencegahan di awal untuk menghindari ketidaknyamanan akibat kembung saat hamil. Untuk itu pastikan Moms menerapkan pola hidup yang sehat, ya. 

Bagi Moms yang sedang mencari produk botol susu anti kolik yang aman dan bagus, Moms bisa mencarinya di website drbrowns.id yang menjual berbagai produk botol susu yang aman, higienis, dan juga terpercaya. Pastikan Moms juga waspada pada serangan kolik pada bayi ya!

Sumber :

Gue Sehat. 2020, 03 Januari. Sering Kembung Saat Hamil? Ini Penyebabnya! – dr. L. Aswin, Sp.PD. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=nLrvH5rxAg4

Nakita Channel. 2020, 14 Maret. Bahayakah Sering Alami Perut Kembung Saat Hamil? Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=cC2HFYihJ4k

Ibu Pintar Sehat Channel. 2021, 16 September. Perut Kembung atau Begah Saat Hamil? Hilangkan Seketika dengan Cara Ini. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=IOfHl-IaoDQ

Ayah Bunda Pintar. 2021, 07 Februari. Penyebab Perut Kembung Saat Hamil. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=8m129FAtsMU

Dokter 24. 2019, 28 Februari. Penyebab Perut Begah Bumil!Penting!!! Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=6T3ScHkbdPc






5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?