Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Mie Instant?

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Mie Instan?

Makanan ibu hamil tentu berbeda dengan makanan yang biasa dikonsumsi. Jika biasanya Moms dapat bebas memilih makanan kesukaan, saat hamil tentu harus lebih teliti dalam mengkonsumsi makanan. Termasuk dalam hal ini adalah bolehkah ibu hamil mengkonsumsi mie instan?

Mie instan adalah makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat. Makanan ini biasa disantap untuk mengganjal perut ketika lapar dan menjadi opsi saat malas masak. Namun, sebagaimana makanan instan lain, ada aturan mengkonsumsi mie instan agar tidak berdampak buruk ke tubuh.

Kandungan Mie Instan

Jika melihat susunan bahan pada mie, maka akan didapati bahwa bahan utama mie instan hanyalah tepung terigu. Dengan begitu, kandungan nutrisi mie instan sebenarnya adalah kandungan nutrisi yang ada pada tepung terigu tersebut.

Tepung terigu sendiri merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi tubuh. Oleh karena itu, zat nutrisi yang lain seperti vitamin dan juga mineral tidak terdapat dalam mie instan. Padahal, banyak orang yang mengkonsumsi mie instan begitu saja tanpa diberi tambahan sayur ataupun lauk.

Menurut pedoman WHO sejak tahun 2001, produsen mie instan diharuskan untuk melakukan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam mie instan. Beberapa di antaranya, zinc, asam folat, zat besi, vitamin A, dan vitamin B untuk menaikkan kadar nutrisi dalam mie instan yang sangat rendah.

Mie instan mengandung pengawet, penguat rasa monosodium glutamate (MSG), pengatur keasaman kalium karbonat, serta natrium karbonat yang membuatnya terasa lezat. Mie instan juga mengandung pewarna yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, tidak baik untuk tubuh untuk jangka panjang.

Meskipun mie instan telah difortifikasi dengan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh, namun jumlahnya masih sangat rendah. 

Bahkan, lebih banyak mengandung zat yang tidak baik untuk pertumbuhan janin serta kesehatan ibu. Oleh karena itu, Moms tidak disarankan untuk mengkonsumsi mie instan terlalu sering.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Mie Instan?

Terkait penelitian yang menjelaskan jumlah aman ibu hamil makan mie instan memang belum ada. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah ahli di Korea Selatan menunjukkan bahwa konsumsi mie instan 2 kali per minggu ternyata berisiko memunculkan sindrom metabolic.

Sindrom metabolic sendiri adalah sekumpulan gangguan metabolisme dalam tubuh yang menyebabkan penderitanya bisa mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, kadar kolesterol baik yang rendah, penumpukan lemak berlebih di perut, kadar gula darah tinggi, serta trigliserida tinggi.

Sindrom metabolisme bisa terjadi dikarenakan kadar lemak jenuh, garam, gula, kalori dan juga zat aditif dalam mie instan yang tinggi. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi mie instan maksimal 2 kali dalam sebulan atau sekali dalam seminggu.

Tips Aman Ibu Hamil Makan Mie Instan

Jika Moms benar-benar dalam kondisi sangat ingin atau terpaksa mengkonsumsi mie instan sesekali selama masa kehamilan, hal ini masih bisa. Sebaiknya, Moms mengikuti beberapa tips mengolah mie instan agar lebih aman untuk kesehatan Moms dan janin.

  • Mengurangi Jumlah Bumbu

Zat aditif pada mie instan seperti penguat rasa, pengawet, dan sebagainya banyak terdapat di dalam bumbunya. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak negatif konsumsi mie instan, Moms sangat disarankan untuk mengurangi jumlah bumbu yang dimasukkan ke dalamnya.

Sebaiknya, gunakan setengah dari bumbu mie instan atau bahkan Moms bisa mengolah dan membuat bumbu sendiri yang lebih segar dan alami.

  • Hindari Mengkonsumsinya dalam Bentuk “Polosan”

Tips kedua yang sangat penting adalah hindari mengkonsumsi mie instan dengan sajian yang “polosan” atau hanya mie instan saja tanpa ditambahkan sayuran dan protein. Moms sangat disarankan untuk menambahkan protein seperti seafood, daging, ataupun telur.

Tambahkan juga sayuran seperti tomat, sawi, dan brokoli yang dimasak hingga matang. Untuk menambah cita rasa sebaiknya gunakan bawang dan cabai. Tambahan bahan alami ini diharapkan dapat menambah nilai gizi mie instan.

  • Merebus Mie dengan Jumlah Air Lebih Banyak

Untuk mengurangi kadar zat pengawet dan aditif lain di dalam mie instan, Moms sebaiknya merebus mie dengan jumlah takaran air lebih banyak dari yang disarankan. Misalnya, 2 kali jumlah air yang disarankan. Mie yang sudah direbus kemudian ditiriskan dan buang air sisa rebusan.

Panaskan air kembali dan masukkan mie ke dalam air panas tersebut beserta bahan pelengkap yang sehat, seperti telur dan sayuran.

Dampak Ibu Hamil Sering Makan Mie Instan

Moms tidak disarankan untuk sering mengkonsumsi mie instan. Moms boleh mengkonsumsi mie instan sekali-sekali saja ketika memang sedang lapar dan tidak ada makanan lain yang bisa segera disantap. 

Hal ini mengingat ada banyak dampak negatif apabila Moms terlalu sering mengkonsumsi mie instan:

  • Kelainan Pembentukan Organ Pada Janin

Mie instan mengandung beberapa zat aditif seperti zat pewarna, pengawet, dan penguat rasa yang memiliki dampak negatif terhadap jaringan otak apabila dikonsumsi terlalu berlebihan dan terus-menerus. Karena itu, Moms harus sangat menghindari konsumsi mie instan terlalu sering.

Ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari konsumsi mie instan terlalu sering terutama di fase awal kehamilan atau trimester pertama. 

Hal ini karena pada fase awal kehamilan janin sedang berada di fase pembentukan organ sehingga kemungkinan terjadinya kelainan pembentukan organ sangat tinggi.

  • Gangguan Metabolisme

Efek negatif lainnya terlalu sering mengkonsumsi mie instan adalah gangguan metabolisme. Kandungan zat aditif di dalam mie instan dapat membuat gangguan sistem metabolisme dalam tubuh bisa berakibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga kadar gula darah tinggi.

Tekanan darah tinggi sangat berbahaya untuk ibu hamil terutama saat persalinan karena dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan. Untuk itu Moms diharapkan jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan.

  • Gangguan Pencernaan

Masalah berikutnya yang mungkin Moms rasakan apabila terlalu sering mengkonsumsi mie instan adalah gangguan sistem pencernaan. Mie instan mengandung sedikit serat sehingga berisiko menyebabkan terjadinya sembelit pada ibu hamil .

Sebagai calon orang tua, Moms dan pasangan tentu menginginkan yang terbaik untuk si Kecil.  Oleh karena itu, selalu cari informasi mengenai apa yang terbaik bagi kehamilan dan saat si Kecil lahir.

  • Risiko Kanker

Kandungan bahan kimia TBHQ dan BHA di dalam mie instan bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Bagi Moms yang sedang mempersiapkan kebutuhan Si Kecil, bisa mendapat penawaran produk unggulan Dr. Brown’s dengan harga spesial seperti botol susu anti kolik. 

Produk botol bayi Dr. Brown’s bahkan mendapat penghargaan selama 13 tahun berturut-turut berkat desainnya yang unik untuk mencegah kolik pada bayi. Produk ini bisa didapatkan dengan mudah melalui website resmi di sini.

Boleh tidaknya ibu hamil makan mie instan tentu sangat bergantung kepada kondisi setiap orang. Secara umum, ibu hamil tidak dilarang untuk mengkonsumsi mie instan namun frekuensinya harus dikurangi. Moms sebaiknya mengganti konsumsi mie instan dengan membuat bumbu mie sendiri.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Manfaat Buah Mangga Untuk Ibu Hamil

Manfaat Buah Mangga Untuk Ibu Hamil 

Mangga adalah salah satu jenis makanan yang biasanya paling dicari oleh ibu hamil, terutama pada masa awal kehamilan. Umumnya, ibu hamil ngidam mangga muda yang terasa asam ini. Namun, ternyata ada banyak manfaat buah mangga untuk ibu hamil yang baik dikonsumsi secara rutin.

Buah mangga sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil terutama ketika memasuki kehamilan trimester ketiga. Mangga sendiri sangat kaya akan berbagai nutrisi baik itu multivitamin, mineral, dan juga kalori sehingga dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.

10 Manfaat Buah Mangga Untuk Ibu Hamil

Buah mangga kaya akan berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C serta mineral seperti zat besi yang sangat baik untuk tubuh. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu hamil serta janin apabila mengkonsumsi buah kaya serat satu ini.

  • Mencegah Anemia

Salah satu manfaat buah mangga untuk ibu hamil muda adalah kemampuan buah ini untuk mencegah anemia. Salah satu keluhan yang kerap dialami oleh ibu hamil muda adalah anemia atau kurang sel darah merah. 

Hal ini dapat membuat Moms menjadi mudah lelah bahkan pusing berkunang-kunang. Mangga sangat kaya akan kandungan zat besi dan juga vitamin C. Zat besi adalah nutrisi yang sangat baik untuk menjaga ketersediaan darah di dalam tubuh. 

Sementara vitamin C bermanfaat untuk membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sehingga dengan konsumsi buah mangga, dapat membantu ibu hamil mencegah terjadinya anemia selama kehamilan dan juga ketika proses persalinan.

  • Menjaga Kesehatan Organ Pencernaan

Mangga merupakan salah satu buah yang mengandung banyak serat. Dalam satu buah mangga dengan 52 kalori, terdapat serat sekitar 1,6 gram yang memang sangat baik untuk menjaga kesehatan organ pencernaan.

Apalagi selama masa kehamilan, salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil adalah sembelit atau sulit buang air besar. Hal ini dikarenakan perubahan hormon tubuh dan juga faktor tekanan dari ukuran rahim.

Serat dari sumber alami seperti mangga akan dapat menyerap air ke usus besar sehingga tinja dapat dibuang dengan lebih mudah.

  • Membantu Perkembangan Janin

Berdasarkan data Komposisi Pangan Indonesia, mangga mengandung asam folat sebanyak 43 mcg yang tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan si Kecil di dalam rahim. 

Asam folat dikenal merupakan nutrisi yang memainkan peranan penting dalam perkembangan otak dan juga sumsum tulang belakang janin. Kandungan asam folat yang cukup banyak di dalam buah mangga membuat buah ini sebagai pilihan terbaik bagi ibu hamil.

Apalagi untuk ibu hamil yang berada di trimester pertama kehamilan. Buah mangga akan membantu perkembangan saraf janin yang memang sedang dalam tahap perkembangan cukup pesat di trimester pertama kehamilan.

Dengan mengkonsumsi buah mangga, maka dapat membantu mengurangi risiko terjadinya cacat tabung saraf yang sangat mengancam kesehatan janin di awal kehamilan. Namun, bukan berarti mengkonsumsi mangga berlebihan karena dapat menyebabkan penumpukan gas di perut.

  • Mencegah Preeklampsia

Preeklampsia merupakan kondisi dimana ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah serta ditemukan adanya protein di dalam urinnya. Preeklamsia umumnya terjadi setelah usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu atau sudah memasuki trimester kedua kehamilan. 

Preeklampsia adalah kondisi yang berbahaya jika tidak segera diberi penanganan yang tepat karena dapat berkembang menjadi eklamsia yang mengancam nyawa janin dan ibu hamil. Manfaat buah mangga untuk ibu hamil dan juga janin adalah mencegah kondisi preeklampsia.

Hal ini karena kandungan magnesium di dalam mangga yang mencukupi yang merupakan obat alami untuk tekanan darah tinggi.

  • Mengandung Senyawa Antioksidan Alami

Dalam satu buah mangga, terkandung vitamin C alami mencapai 12 mg yang tergolong cukup tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan harian. Vitamin C dikenal merupakan salah satu senyawa antioksidan yang bisa melawan radikal bebas penyebab gangguan kesehatan Moms dan si Kecil.

Bahkan, penelitian yang diterbitkan melalui jurnal National Library of Medicine menyebutkan bahwa konsumsi vitamin C dari sumber alami memiliki manfaat untuk menurunkan kemungkinan kelahiran prematur pada bayi.

  • Mendukung Perkembangan Organ Janin

Buah mangga juga sangat kaya akan kandungan vitamin A di dalamnya. Dalam satu buah mangga seberat 100 gram, terkandung vitamin A sebanyak 1082 IU yang mempunyai manfaat sangat baik terhadap tumbuh dan kembang organ tubuh janin di dalam rahim.

Vitamin A bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan gigi, tulang, dan juga perkembangan organ tubuh seperti ginjal, paru-paru dan jantung. Bahkan, konsumsi mangga muda di trimester awal memiliki manfaat terhadap perkembangan otot janin karena kandungan vitamin E di dalamnya.

  • Mengatasi Keluhan Morning Sickness

Salah satu keluhan semasa hamil yang paling banyak dirasakan wanita, terutama pada trimester pertama kehamilan adalah adanya morning sickness atau mual di pagi hari. Keluhan mual ini hampir tidak bisa dihindari dan membuat pagi Moms menjadi berantakan.

Untuk mengurangi morning sickness, sebenarnya Moms bisa mengatasinya hanya dengan mengkonsumsi beberapa camilan sehat, seperti mangga yang sangat menyehatkan. 

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak ibu hamil yang mengidam mangga terutama mangga muda ketika hamil trimester pertama. Apalagi buah mangga memang mengandung vitamin B6 yang memiliki khasiat untuk membantu mengurangi mual dan muntah

  • Mencegah Kram Kaki

Buah mangga kaya akan kandungan kalium yang memiliki manfaat sangat baik untuk mencegah kram kaki selama masa kehamilan. Di dalam 100 gram buah mangga, terdapat 140 mg kalium yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi kalium harian.

Kalium sendiri memiliki manfaat untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan dalam tubuh serta mengatur kontraksi otot pada tubuh.

  • Meningkatkan Kualitas Tidur

Manfaat mengkonsumsi buah mangga selanjutnya untuk ibu hamil adah dapat meningkatkan kualitas tidur. Di dalam satu buah mangga, terkandung vitamin B6 yang dapat merangsang pembentukan hormon serotonin untuk memperbaiki suasana hati serta membantu lebih cepat terlelap.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Kandungan kalium serta natrium di dalam mangga memiliki manfaat terhadap kontrol tekanan darah dalam tubuh. Kedua nutrisi ini saling bekerja sama untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam sel.

Mangga ternyata tidak hanya baik untuk Moms selama kehamilan namun juga bisa menjadi opsi makanan bernutrisi yang baik bagi Si Kecil. Dapatkan informasi dan tips parenting terbaik dengan bergabung ke parenting club Dr. Brown’s. Moms bisa mendapat tips merawat Si Kecil seperti mengatasi kolik pada bayi.

Moms juga akan mendapatkan informasi produk terbaru Dr. Browns, termasuk penawaran produk unggulan seperti botol susu anti kolik dengan harga spesial. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, kunjungi website resmi di sini

Mengingat manfaat buah mangga untuk ibu hamil yang sangat besar, Moms disarankan untuk menjadikan buah ini sebagai salah satu alternatif konsumsi buah harian. Variasikan jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari agar Moms mendapatkan nutrisi yang beragam dan lebih seimbang. 

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Gejala Kista Saat Hamil

Gejala Kista Saat Hamil

Munculnya kista saat hamil terutama di kehamilan pertama tentu membuat ibu hamil sangat khawatir. Sebenarnya, keberadaan kista ketika hamil tidak selalu menandakan bahaya. Kista masih dapat diatasi dengan pengobatan, bahkan beberapa tidak perlu penanganan khusus sama sekali.

Menurut BMH Medical Journal, kasus kista ovarium terjadi pada 1 dari 1.000 kehamilan dan sudah terbentuk sebelum terjadi pembuahan. Ukuran kista pada rahim sangat beragam bahkan beberapa tidak terdeteksi kecuali dengan pemeriksaan ultrasonografi atau USG.

Gejala yang Muncul Pada Penderita Kista Saat Hamil

Keberadaan kista pada rahim sebenarnya tidak selalu memiliki gejala yang khusus. Bahkan, pada beberapa kasus keberadaannya tidak terdeteksi sama sekali karena memang tidak memiliki gejala. 

Hal ini terjadi karena ukuran kista yang masih kecil. Jika kista semakin membesar, maka gejala yang muncul berupa:

  • Rasa sakit pada perut bagian bawah yakni perut di atas kemaluan atau nyeri bagian panggul.
  • Perut yang mudah terasa penuh atau tertekan seperti kembung.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Nyeri ketika buang air besar.
  • Mual dan muntah yang tidak wajar ketika hamil.
  • Sakit perut yang sangat parah.
  • Napas cepat.
  • Mudah lelah dan lemah bahkan bisa menyebabkan pingsan.

Secara sekilas, gejala keberadaan kista di atas memang mirip dengan gejala wanita yang mengalami kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik. 

Selain itu, gejala yang semakin parah bisa merupakan tanda bahwa kista ovarium telah pecah ataupun ovarium bergeser karena pertumbuhan kista.

Penyebab Terbentuknya Kista Saat Hamil

Gejala kista saat hamil memang tidak selalu terdeteksi, terutama jika ukuran kista masih sangat kecil. Kista ovarium sendiri merupakan masalah pada kehamilan yang cukup sering ditemukan terutama pada trimester awal kehamilan. 

Berikut beberapa kista yang muncul selama masa kehamilan:

  • Kista Ovarium Fungsional

Dilihat dari penyebabnya, ada beberapa jenis kista ovarium yang muncul selama kehamilan, yakni kista ovarium fungsional dan kista non fungsional. Contohnya kista teratoma, endometrioma dan cystadenoma. 

Kista ovarium fungsional atau kista korpus luteum adalah jenis kista yang paling umum muncul pada ibu hamil. Kista ovarium sudah dapat terdeteksi di trimester pertama dan kemudian akan menyusut pada minggu ke 14 kemudian menghilang saat memasuki minggu ke 16 kehamilan. 

Kista ovarium fungsional terbentuk saat folikel gagal menyusut setelah melepaskan sel telur. Ketika terjadi proses pembuahan, folikel yang gagal menyusut tersebut akan tetap berada di dalam ovarium dan membentuk kista sampai kehamilan terjadi.

  • Kista Ovarium Non Fungsional

Kista ovarium non fungsional juga dikenal sebagai kista ovarium patologis. Kista ovarium patologis terbentuk disebabkan oleh faktor yang tidak terkait dengan fungsi normal pada siklus haid wanita. Kista ovarium non fungsional terjadi karena adanya riwayat penyakit tertentu yang diderita.

Kista ovarium non fungsional terdiri dari beberapa jenis seperti kista dermoid, kistadenoma, dan endometrioma. Masing-masing memiliki penyebab yang berbeda:

  • Kista dermoid dikenal dengan sebutan kista teratoma terbentuk karena sel-sel embrionik berkembang secara abnormal sehingga kita bisa menemukan adanya jaringan kulit, rambut dan gigi di dalam kista. Kista jenis dermoid jarang bersifat ganas.
  • Endometrioma adalah jenis kista yang muncul dikarenakan sel yang melapisi dinding bagian dalam rahim tumbuh pada bagian luar rahim, umumnya di bagian ovarium. Ketika seorang wanita menstruasi, sel ini akan terisi darah dengan isi jaringan endometrioma merah kecoklatan.

Sel yang terisi jaringan endometrioma dan darah ini membentuk kista berwarna coklat yang dikenal dengan kista coklat.

  • Sindrom ovarium polikistik adalah kondisi dimana banyak terbentuk kista kecil pada rahim. Hal ini terjadi karena masalah hormonal pada wanita yang merupakan faktor penyebab kemandulan paling sering pada wanita.

Diagnosa Kista Ovarium Selama Kehamilan

Untuk mendiagnosa keberadaan kista saat hamil, dokter akan melakukan pengecekan kandungan lewat pemindaian ultrasonografi atau USG. Dari gambar yang terlihat di USG inilah akan tampak ukuran kista dan juga lokasi kista pada rahim. 

Tes lanjutan terkadang dibutuhkan untuk memastikan kondisi ibu hamil:

  • Tes Darah

Tes darah pada ibu hamil dibutuhkan untuk mengecek keberadaan hormon FSH, testosterone dan hormon LH.

  • Tes Pencitraan

Untuk melihat lokasi dan bentuk dari kista secara lebih jelas, maka dokter akan melakukan tes pencitraan berikutnya. Misalnya PET scan, CT atau MRI yang mampu menghasilkan gambar pencitraan lebih akurat.

  • Tes CA-125

Tes CA-125 terkadang diterapkan oleh dokter apabila dokter mencurigai bahwa pasien memiliki potensi kanker. Umumnya, tes CA-125 dilakukan oleh dokter terutama pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun karena pada usia 35 tahun ke atas, risiko mengalami kanker ovarium lebih tinggi.

Prosedur Penanganan Kista Selama Kehamilan

Kista dengan ukuran kecil pada umumnya tidak berbahaya sehingga dokter biasanya hanya menganjurkan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin USG ke dokter kandungan. 

Tujuannya agar dokter bisa memantau perkembangan kista apakah menghilang, mengecil, atau justru membesar.

  • Pemantauan Rutin

Prosedur pertama yang akan dianjurkan dokter kepada pasien ibu hamil apabila ditemukan kista di dalam ovariumnya adalah melakukan pemantauan rutin. Pemantauan rutin akan direkomendasikan terutama untuk kista yang terlihat tidak berbahaya dan tanpa gejala yang terdeteksi.

Kista jenis ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus karena bisa menghilang dengan sendirinya seiring perkembangan janin. Oleh karena itu, dokter hanya akan menganjurkan Moms untuk melakukan pemeriksaan USG rutin.

  • Pemberian Obat

Pemberian obat biasa dilakukan oleh dokter apabila ibu hamil mengeluhkan rasa nyeri akibat keberadaan kista. Kista yang pecah misalnya akan membuat ibu hamil merasakan nyeri sehingga dokter harus memberikan obat pereda nyeri.

Pada kondisi ini, tubuh ibu hamil biasanya akan menyerap kista yang sudah pecah tersebut. Ibu hamil kemudian akan disarankan oleh dokter untuk beristirahat selama beberapa hari sembari dilakukan pemantauan untuk melihat apakah muncul gejala infeksi pada kehamilan.

  • Operasi Pengangkatan Kista

Kista yang berukuran besar dan dapat menghalangi jalan lahir bayi biasanya akan diambil prosedur operasi. Pengangkatan kista biasanya akan dilakukan oleh dokter pada trimester kedua kehamilan.

Dr. Brown’s sebagai produsen produk bayi yang inovatif kini hadir menawarkan kesempatan bagi para ibu di Indonesia untuk bergabung ke dalam parenting club Dr. Brown’s. Di sini, Moms berkesempatan memperoleh berbagai informasi, seperti tips mengurangi kolik pada bayi.

Tidak hanya memperoleh berbagai tips, Moms juga akan memperoleh informasi terbaru terkait produk Dr. Brown’s dan juga diskon-diskon menarik lainnya. Salah satu produk terbaik Dr. Brown’s adalah botol susu anti kolik yang telah memenangkan penghargaan selama 13 tahun berturut-turut.

 

Apabila Moms mengalami gejala kista saat hamil, segera konsultasikan ke dokter kandungan untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Dengan pemantauan yang rutin oleh dokter kandungan, maka akan mengurangi risiko terjadinya masalah selama kehamilan. 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

10 Keluhan Saat Hamil 7 Bulan

10 Keluhan Saat Hamil 7 Bulan

Masa kehamilan merupakan masa yang penuh ujian bagi ibu hamil. Sejak trimester pertama kehamilan, tentu sudah merasakan berbagai keluhan mulai morning sickness hingga mudah lelah. Hingga memasuki trimester ketiga, beberapa keluhan hamil 7 bulan bisa jadi masih terus dialami.

10 Keluhan Hamil 7 Bulan yang Paling Sering Dirasakan

Keluhan saat hamil memasuki 7 bulan biasanya disebabkan oleh ukuran dan berat janin yang bertambah dan perkembangan janin yang semakin aktif. Selain itu, terjadi juga perubahan hormon menjelang persalinan yang signifikan dan sebagainya.

  • Sering Merasa Sakit Punggung

Rasa sakit pada punggung adalah keluhan yang paling sering dirasakan oleh hampir setiap ibu hamil ketika kehamilan sudah mencapai usia 7 bulan. Rasa sakit pada punggung disebabkan karena pertumbuhan janin dalam rahim yang semakin besar sehingga postur tubuh Moms menjadi berubah.

Selain disebabkan oleh perubahan postur tubuh, kinerja hormon relaxin juga membuat merenggangnya tulang panggul sehingga punggung terasa sakit. Kinerja hormon relaxin yang semakin meningkat dibutuhkan untuk membuka jalan lahir sebagai persiapan pada proses kelahiran.

Untuk mengurangi sakit punggung yang timbul di usia kehamilan 7 bulan, Moms sangat disarankan untuk menghindari posisi tidur terlentang. Sebaiknya, Moms tidur menyamping ke sisi kiri dan meletakkan bantal sebagai ganjalan perut di antara kedua paha.

  • Heartburn

Heartburn adalah perasaan panas atau seperti terbakar pada bagian dada. Moms mungkin akan merasa bagian ulu hati terasa seolah sedang ditusuk benda tajam yang membuat Moms merasa ingin muntah. Heartburn muncul karena dipengaruhi oleh hormon kehamilan.

Selain itu, pertumbuhan janin yang semakin besar juga membuat rongga perut terasa lebih tertekan yang menyebabkan cairan asam lambung naik ke bagian tenggorokan. Cairan asam lambung yang naik ke dada inilah yang menyebabkan rasa terbakar di bagian dada.

Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul pada ulu hati dan juga mual ketika makan, Moms disarankan untuk makan dengan porsi yang lebih sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering. 

Sebagai contoh Moms bisa mengurangi porsi makan setengah piring namun dikonsumsi sebanyak 5 kali dalam sehari.

  • Sering Merasakan Kontraksi Palsu

Salah satu keluhan hamil 7 bulan yang paling umum dirasakan adalah sering mulas yang mirip dengan kontraksi palsu. Rasa mulas yang mirip dengan kontraksi palsu ini disebabkan oleh pertumbuhan janin yang semakin besar serta si Kecil yang semakin aktif bertumbuh di dalam perut.

Apabila Moms merasakan mulas yang mirip dengan kontraksi palsu ini, tidak perlu merasa khawatir karena rasa mulas ini hanya muncul sebentar dan kemudian akan menghilang dengan sendirinya. 

Agar tetap kuat dan si Kecil sehat, Moms diminta untuk mengurangi aktivitas berlebih serta mengkonsumsi makanan sehat yang sesuai dengan usia kehamilan.

  • Sesak Nafas

Seiring dengan ukuran perut yang semakin membesar di usia kehamilan 7 bulan, Moms tentu merasakan keluhan berupa sesak napas yang membuat Moms kesulitan bernapas. 

Hal ini terjadi karena perkembangan si Kecil di dalam rahim yang terus bertumbuh sempurna sehingga menyita ruang di perut.

  • Wasir

Menurut penjelasan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Pondok Indah, Muhammad Fadli, wasir adalah salah satu keluhan yang banyak dialami oleh ibu hamil dengan usia kehamilan memasuki 7 bulan.

Wasir timbul dikarenakan motilitas usus yang menurun. Hal ini menyebabkan ibu hamil kesulitan untuk buang air besar sehingga lebih sering mengejan dan menyebabkan timbulnya wasir. 

Apabila wasir yang timbul merupakan wasir sementara atau temporer, dokter akan memberi obat berupa salep wasir. Jika Moms mengalami gejala kesulitan buang air besar atau wasir temporer selama kehamilan, Moms sangat disarankan untuk menjalani diet tinggi serat. 

Jangan lupa juga untuk minum cukup air dalam sehari, yaitu 2,5 liter per hari.

  • Pembengkakan Pada Kaki

Pembengkakan pada kaki selama kehamilan atau edema terjadi karena ukuran rahim yang membesar sehingga rahim menekan pembuluh darah balik ke jantung. 

Tekanan oleh rahim ke pembuluh darah balik menuju jantung akan menyebabkan timbulnya bendungan sehingga kaki membengkak. Selain faktor ukuran rahim yang membesar, kurangnya konsumsi albumin oleh ibu hamil juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki. 

Moms juga harus memastikan tekanan darah tidak meningkat. Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Fadli menyarankan agar wanita hamil tidur dengan posisi kaki yang sedikit lebih tinggi dari jantung. 

Ibu hamil juga diminta untuk mengkonsumsi protein dalam jumlah mencukupi dan mengurangi konsumsi garam.

  • Keputihan

Keputihan sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi selama kehamilan. Keputihan sendiri lebih sering terjadi pada kehamilan trimester pertama. Keputihan pada wanita hamil terjadi karena peningkatan kadar estrogen serta tingginya aliran darah menuju vagina.

Namun, keputihan sendiri bisa jadi disebabkan oleh lingkungan vagina yang terlalu lembab sehingga menjadi tempat tumbuhnya jamur, bakteri, dan protozoa. Keberadaan bakteri dan jamur ini akan menyebabkan infeksi pada organ reproduksi.

Untuk menghindari infeksi di area vagina, Moms disarankan untuk lebih sering mengganti celana dalam. Jangan gunakan celana dalam yang lembab baik karena keringat dan sebagainya. 

Sering membersihkan area vagina menggunakan air bersih dan keringkan vagina menggunakan kain atau tisu toilet.

  • Perubahan Warna Pada Kulit

Keluhan lain yang sering dihadapi oleh wanita hamil usia 7 bulan adalah perubahan warna pada kulit. Perubahan pada kulit yang biasa dialami oleh wanita hamil tua adalah hiperpigmentasi atau menggelapkan bagian tertentu pada tubuh.

Beberapa area yang mengalami hiperpigmentasi seperti area genitalia, leher, puting. Beberapa wanita mungkin akan mengalami melasma atau munculnya bercak coklat tua di wajah serta rosacea yaitu gatal, kemerahan, dan bengkak.

Untuk mengurangi hiperpigmentasi, Moms disarankan untuk menggunakan pelembab. Jangan biarkan kulit terlalu kering. Tidak hanya itu saja, tapi sebaiknya juga mengurangi frekuensi mandi dengan air terlalu hangat.

  • Mood Swing

Selain keluhan fisik, keluhan psikis juga sering dialami oleh wanita hamil. Moms biasanya akan lebih mudah merasa khawatir dan juga was-was. Hal ini dipengaruhi oleh hormon kehamilan dan juga perubahan kondisi tubuh. Moms disarankan untuk senam hamil agar pikiran lebih tenang dan rileks.

  • Nyeri Payudara

Pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga, payudara mulai memproduksi air susu yang menyebabkan rasa nyeri pada bagian dada. Moms bisa mengurangi nyeri dengan melakukan pemijatan menggunakan handuk hangat.

Sebagai calon orangtua, Moms harus membekali diri dengan pengetahuan yang mumpuni terkait perawatan Si Kecil. Oleh karena itu, Moms dapat bergabung ke parenting club yang akan membekali Moms dengan tips dan pengetahuan terkait parenting, seperti cara mengatasi kolik pada bayi.

Moms juga akan memperoleh penawaran spesial produk terbaik Dr. Brown’s berupa botol susu anti kolik yang telah dipercaya oleh ribuan ibu di Indonesia untuk memberi nutrisi Si Kecil. 

Dr. Brown’s menawarkan berbagai produk keperluan Si Kecil, seperti botol susu, teether, breastfeeding dan berbagai produk babycare lainnya. Semua produk Dr. Brown’s berasal dari bahan yang alami dan aman untuk Si Kecil. Lebih lanjut, Moms dapat langsung mengunjungi website resmi di sini

Disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika keluhan hamil 7 bulan tidak kunjung membaik dan dirasa mengganggu. Pastinya ibu hamil berharap bisa merasa nyaman selama masa kehamilan. Cobalah mulai berpikiran lebih positif dalam menghadapi setiap keluhan jika dirasa masih bisa diatasi.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Penyebab Gatal Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Gatal Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Keluhan gatal saat hamil tentu sangat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Rasa gatal yang dirasakan akan semakin parah jika terbentuk luka dan infeksi yang disebabkan oleh respon menggaruk pada area yang gatal tersebut.

Oleh karenanya, rasa gatal-gatal tersebut harus segera diatasi dengan cara yang tepat dan benar. Keluhan gatal selama kehamilan sendiri sebenarnya bukanlah perkara yang patut dikhawatirkan. Respon berupa gatal ini normal karena terjadinya peregangan dan peningkatan suplai darah ke kulit.

Penyebab Timbulnya Gatal Saat Hamil

Ada sekitar 20 persen wanita hamil di seluruh dunia mengeluhkan rasa gatal yang timbul selama kehamilan. 

Menurut Michael Cackovic, MD, Direktur Kebidanan Penyakit Jantung Ibu Wexner Medical Center di The Ohio State University, eksim semakin parah saat hamil meski beberapa mengaku membaik.

  • Meningkatnya Suplai Darah ke Kulit

Selama masa kehamilan, tubuh akan memproduksi dan menyuplai darah lebih banyak ke kulit. Peningkatan suplai darah ke kulit akan menyebabkan rasa gatal di permukaan kulit, Moms mungkin akan merasa seolah ada semut yang bergerak di permukaan kulit akibat suplai darah yang banyak.

Peningkatan suplai darah ke kulit akan membuat kulit mensekresi minyak lebih banyak yang menyebabkan timbulnya masalah kulit lain berupa jerawat.

  • Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy

Salah satu penyebab gatal saat hamil yang banyak terjadi pada kehamilan di trimester akhir serta sesaat sesudah persalinan kehamilan pertama adalah karena kondisi Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy atau PUPPP.

Kondisi Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy juga banyak dialami oleh wanita yang sedang hamil anak kembar. Terkadang kondisi PUPPP akan berulang di kehamilan selanjutnya. 

Namun, PUPP relatif lebih aman serta biasanya akan sembuh dengan sendirinya sehingga Moms tidak perlu khawatir. Gejala PUPPP biasanya berupa munculnya bintik-bintik pada kulit dan juga plak yang meluas di sekitar permukaan kulit perut. 

Plak juga terkadang bisa muncul di lipatan paha dan area pantat. Gejala PUPPP akan semakin parah ketika Moms mempunyai stretch mark. Gatal akibat PUPPP akan terasa lebih parah ketika malam hari.

  • Kulit yang Meregang

Dokter kandungan bersertifikat, Christine Greves, MD di Rumah Sakit Winnie Palmer menyatakan bahwa selama masa kehamilan, kulit perut secara otomatis akan ikut meregang yang secara otomatis akan menyebabkan timbulnya stretch mark.

Permukaan kulit yang ikut meregang ini akan menyebabkan kelembapan pada kulit berkurang. Kelembaban pada kulit yang berkurang sangat rentan menyebabkan kulit terasa lebih gatal selama kehamilan karena kulit lebih kering.

  • Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP)

Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP) adalah kondisi dimana aliran sistem biliary selama kehamilan terganggu yang pada umumnya muncul di trimester kedua atau ketiga. Terkadang Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP) juga bisa terjadi secara mendadak.

Tanda terjadinya ICP adalah rasa gatal di telapak tangan serta telapak kaki secara mendadak. Moms juga mungkin akan merasakan gejala penyerta lain ketika mengalami ICP berupa warna urine yang menjadi lebih gelap seperti warna teh.

Beberapa ibu hamil juga tercatat mengalami perubahan warna kulit menjadi kuning atau jaundice ketika menderita ICP. Kasus ini tercatat dialami oleh 10 persen wanita hamil yang mengidap ICP.

  • Kulit Lebih Sensitif

Masalah kulit gatal-gatal yang biasa dialami wanita hamil juga bisa jadi dikarenakan kulit yang menjadi lebih sensitif. Saat hamil, beberapa wanita mengaku kulitnya menjadi lebih sensitif sehingga lebih mudah terdampak.

Padahal hanya karena beberapa faktor yang sebelumnya bahkan tidak berpengaruh apapun ke kulit. Beberapa wanita mengaku kulitnya menjadi ruam dan gatal-gatal hanya karena udara dingin, keringat, debu, ataupun klorin di kolam renang. 

Jika hal ini terjadi pada Moms, segera konsultasikan ke dokter agar tidak menjadi semakin parah.

  • Obstetric Cholestasis (OC)

Obstetric Cholestasis adalah salah satu penyakit yang terkadang dapat dialami oleh wanita hamil terutama menginjak kehamilan trimester ketiga. Kasus ini dialami oleh kurang lebih 1% wanita saja.

Wanita yang menderita OC akan mengalami gangguan penumpukan cairan empedu yang menyebabkan gatal di kaki dan tangan. Moms disarankan segera konsultasi ke dokter jika mengalami OC.

Cara Mengatasi Gatal-Gatal Saat Hamil

Apabila rasa gatal yang Moms rasakan selama masa kehamilan masih dalam batas yang wajar dan tidak disertai oleh gejala sakit lainnya, Moms dapat meredakan rasa gatal tersebut dengan melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Mengompres Kulit dengan Air Dingin

Apabila Moms mulai merasakan sensasi gatal di kulit yang sangat mengganggu, cara paling aman untuk mengurangi rasa gatal tersebut adalah dengan menggunakan kompres dingin yang ditempelkan di area yang gatal. 

Cara ini lebih aman untuk meredakan gatal dibandingkan dengan menggaruknya. Jika Moms menggaruk area yang gatal, maka kulit Moms justru akan mengalami iritasi dan menyebabkan rasa gatal semakin parah. 

Cobalah terlebih dahulu menggunakan es batu yang dibungkus di dalam kain, kemudian ditempelkan selama beberapa detik di kulit yang gatal.

  • Memakai Pelembab Kulit

Memakai pelembab kulit adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengurangi gatal-gatal akibat efek kulit yang terlalu kering semasa kehamilan. Gunakan pelembab kulit yang aman untuk wanita hamil dengan bahan kimia yang sedikit agar tidak berpengaruh ke kehamilan.

Usahakan menggunakan pelembab tanpa kandungan alkohol, pewangi, ataupun zat berbahaya lainnya. Oleskan secara rutin ke bagian kulit yang sering mengalami kekeringan dan rasa gatal. Dengan menggunakan pelembab, maka kulit menjadi lebih lembab dan gatal berkurang.

  • Hindari Mandi Menggunakan Air Hangat

Banyak orang yang berpikir bahwa mandi menggunakan air hangat dapat meredakan kulit gatal. Padahal, mandi dengan air hangat justru akan membuat kulit semakin mengering sehingga risiko kulit gatal semakin meningkat. 

Sebaiknya, hindari mandi dengan air hangat terutama jika kulit Moms sudah kering.

  • Memakai Pakaian yang Longgar

Pakaian yang longgar dan dibuat dari bahan yang sejuk akan mengurangi kemungkinan kulit menjadi gatal. Pakaian yang terlalu ketat akan menimbulkan iritasi di kulit sehingga kulit mudah terasa gatal. Moms sebaiknya memakai pakaian dari bahan katun sehingga gatal pada kulit bisa dikurangi.

Untuk membantu para calon ibu dan ayah di Indonesia membekali diri dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menyambut si Kecil, Dr. Browns memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung ke parenting club Dr. Browns.

Di sini, Moms akan mendapat tips merawat calon buah hati yang tepat sesuai usianya. Moms akan belajar bagaimana mengatasi kolik pada bayi dan juga keluhan lainnya. Moms juga berkesempatan untuk mendapatkan penawaran produk seperti botol susu anti kolik dengan harga terbaik.

Dr. Brown’s menawarkan berbagai perlengkapan untuk Si Kecil dengan bahan yang tentu aman dan berkualitas. Moms bisa mendapatkan produk, seperti botol susu, teether, breastfeeding dan lain sebagainya. Lebih lanjut, Moms dapat langsung mengunjungi website resminya di sini

Secara umum, keluhan gatal saat hamil bukan merupakan gejala berbahaya yang harus Moms khawatirkan. Namun, jika gatal tidak kunjung membaik dan dirasa sangat mengganggu, Moms sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mendapat perawatan terbaik. 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Faktor Ibu Hamil Sulit Tidur

Faktor Ibu Hamil Sulit Tidur

Saat hamil memang penuh dengan tantangan. Moms mungkin akan merasakan beberapa perubahan baik pada bentuk tubuh, kondisi fisik, hingga mental, tak terkecuali juga pada pola tidur. Salah satu keluhan yang paling banyak dialami adalah ibu hamil susah tidur.

Tentunya ada banyak penyebab yang bisa membuat ibu hamil kesulitan untuk tidur. Ibu hamil sulit untuk tidur karena ada rasa tidak nyaman baik pada salah satu bagian tubuh maupun tubuh secara umum ketika malam hari. Penting mengetahui cara mengatasi kesulitan tidur sesuai penyebabnya.

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil Susah Tidur Sesuai Penyebabnya

Selama masa kehamilan, Moms mungkin akan merasakan beberapa rasa tidak nyaman di bagian tubuh tertentu yang menyebabkan Moms sulit untuk tidur. Jika dirasakan terus-menerus, pastinya sulit tidur akan membuat badan tidak terasa segar.

Berikut beberapa masalah yang biasa dialami oleh ibu hamil ketika tidur dan cara mengatasinya:

  • Sakit Pada Punggung

Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Sleep Foundation, diketahui bahwa umumnya ibu hamil mengalami masalah tidur di malam hari hingga 2 sampai 3 hari setiap minggu. 

Keluhan ini paling banyak dialami karena posisi tidur kurang nyaman seiring usia kehamilan terutama trimester ketiga. Posisi tidur yang kurang nyaman membuat ibu hamil merasakan sakit pada punggung. 

Jika Moms merasakan sakit punggung, Moms dapat mengurangi rasa sakit ini dengan mengubah posisi tidur menyamping ke kiri dengan kaki yang merangkul guling. Teknik ini dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan pada punggung ibu hamil ketika tidur dalam posisi terlentang. 

Manfaat tidur menyamping ke sisi kiri adalah dapat meningkatkan aliran darah serta oksigen ke dalam rahim. Jika Moms sering merasakan sakit punggung, Moms disarankan untuk melakukan stretching dan rutin berolahraga ringan. 

Ada beberapa jenis olahraga ringan yang aman dan disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil seperti yoga kehamilan, berenang, menari dan senam hamil.

  • Mual

Keluhan mual atau morning sickness paling banyak dirasakan oleh ibu hamil pada trimester pertama. Meskipun dikenal dengan istilah morning sickness, beberapa wanita mungkin merasakan keluhan ini pada malam hari.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat mual, Moms disarankan untuk mengkonsumsi beberapa cemilan yang terasa tawar sebelum berangkat tidur. Dengan mengkonsumsi beberapa camilan, maka perut Moms pun tidak akan kosong sehingga tidak mudah merasa mual.

Setiap kali Moms terbangun karena mual, Moms sebaiknya segera mengkonsumsi cemilan tersebut.  

  • Kram Pada Kaki

Salah satu penyebab ibu hamil susah tidur yang paling lumrah dirasakan adalah karena rasa kram pada kaki. Penyebab kram pada kaki sendiri sangat beragam, namun penyebab paling sering adalah karena ibu hamil kekurangan kadar magnesium dan kalsium di dalam tubuh.

Agar Moms tidak lagi merasakan kram pada kaki, Moms sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan kaya kalsium dan magnesium. Contohnya, susu serta produk olahannya seperti keju dan yoghurt. 

Moms juga sangat disarankan untuk banyak mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, seafood dan kacang kedelai. Bisa juga coba menambah asupan kalsium dan magnesium dari suplemen yang disarankan oleh dokter. 

Saat mengalami kram kaki, Moms disarankan untuk meregangkan kaki dengan cara menggerakkan jari-jari kaki kemudian meluruskan kaki. Kemudian betis dipijat secara lembut dan perlahan.

  • Heartburn

Keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil pada trimester ketiga adalah heartburn atau muncul rasa perih di tenggorokan dan juga ulu hati. Munculnya sensasi perih pada tenggorokan dan ulu hati ini biasanya dikarenakan ukuran rahim dan janin yang semakin besar.

Selain itu, perubahan hormon pada tubuh juga menjadi penyebab umum munculnya sensasi perih di ulu hati dan tenggorokan. Beberapa tips yang bisa dilakukan oleh ibu hamil sebagai berikut:

  1. Hindari makanan yang terlalu asam, berlemak, pedas dan berminyak.
  2. Hindari konsumsi minuman berkafein.
  3. Tunggu sekurang-kurangnya 1 jam setelah makan baru kemudian berbaring.
  4. Kurangi porsi makanan, namun perbanyak frekuensi makan dalam sehari. Ubah kebiasaan makan sebanyak 3 kali dalam sehari dengan porsi besar dengan memecahnya menjadi makan 5 sampai 6 kali sehari dengan porsi kecil. Makan secara pelan-pelan.
  5. Apabila Moms merasakan heartburn di malam hari, minum susu untuk meredakan rasa sakit atau sensasi perih ini.
  • Hidung Tersumbat

Keluhan hidung tersumbat juga biasa dirasakan oleh ibu hamil yang disebabkan oleh perubahan hormon di awal masa kehamilan. Masalah hidung tersumbat menjadi penyebab banyak ibu hamil kesulitan tidur. 

Beberapa tips yang bisa dilakukan oleh Moms jika mengalami hidung tersumbat adalah:

  1. Meneteskan air garam steril atau cairan saline ke dalam hidung.
  2. Konsumsi air putih lebih banyak.
  3. Memakai pelembab ruangan di kamar tidur.
  4. Saat tidur, gunakan beberapa tumpukan bantal agar posisi kepala lebih tinggi.
  5. Sebelum tidur mandi air hangat.
  6. Menjauhi debu, polusi dan asap rokok.
  • Sering Buang Air Kecil

Ibu hamil susah tidur di malam hari salah satunya disebabkan oleh keinginan buang air kecil yang terlalu sering. Frekuensi buang air kecil yang sangat sering disebabkan ukuran janin dan rahim yang membesar sehingga memberikan tekanan pada kandung kemih.

Hal ini lumrah terjadi di usia trimester ketiga kehamilan sehingga Moms tidak perlu khawatir jika mengalaminya. Untuk mengatasi atau mengurangi intensitas buang air kecil terutama di malam hari ketika tidur, Moms sebaiknya mengurangi konsumsi minuman 2 jam sebelum tidur.

Sebaiknya, Moms memperbanyak minum air putih di waktu siang atau sebelum tidur.

  • Insomnia

Banyak ibu hamil yang mengeluhkan insomnia sehingga mengganggu pola tidur mereka di malam hari. Hal ini jika dibiarkan akan menyebabkan tubuh tidak segar dan lesu ketika bangun pagi. Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan apabila mengalami insomnia:

  1. Jangan konsumsi kafein setelah siang hari.
  2. Sebaiknya mandi air hangat dan melakukan pemijatan beberapa kali dalam seminggu.
  3. Jauhkan peralatan elektronik termasuk telepon seluler menjelang waktu tidur.
  • Sleep Apnea

Apnea tidur adalah kondisi gangguan tidur yang menyebabkan berhentinya napas sesekali ketika tidur. Hal ini terjadi karena saluran pernapasan terhalang. Untuk mengatasi sleep apnea, Moms harus berkonsultasi ke dokter kandungan.

Sebagai calon ibu, Moms tidak hanya harus memperhatikan kesehatan tubuh selama kehamilan namun juga mempelajari bagaimana cara merawat si Kecil setelah lahir. Misalnya, cara menangani kolik pada bayi yang tepat.

Untuk membekali Moms dengan pengetahuan yang mumpuni terkait dunia parenting, Moms bisa bergabung ke Parents Club. Dengan bergabung ke Dr. Brown’s Parents Club, Moms tidak hanya mendapatkan ilmu terkait dunia parenting namun juga diskon botol susu anti kolik Dr. Brown’s.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan keperluan untuk Si Kecil, Moms bisa langsung mengunjungi website resmi Dr. Brown’s Indonesia di sini.  

Keluhan ibu hamil susah tidur memang menjadi salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan selama masa kehamilan. Ada banyak penyebab mengapa ibu hamil mengalami hal ini. Mengetahui penyebabnya dapat membantu Moms menentukan cara penanganan yang tepat. 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

8 Keluhan Ibu Hamil yang Sering Terjadi

8 Keluhan Ibu Hamil yang Sering Terjadi

Masa kehamilan merupakan masa yang sangat mendebarkan bagi Moms. Ada banyak hal yang akan Moms alami selama kehamilan seperti beragam keluhan ibu hamil. Beberapa keluhan tersebut mungkin akan terasa sangat mengganggu sehingga harus segera diatasi.

Keluhan yang umum dialami seperti mual, mudah lelah, sakit kepala, susah tidur hingga muntah-muntah. Beberapa gejala keluhan tersebut sebenarnya merupakan gejala biasa dan bukan merupakan sesuatu yang berbahaya. 

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil yang Sering Terjadi

Saat hamil muda, mungkin banyak yang bertanya apa saja keluhan ibu hamil muda? Cara mengatasi berbagai keluhan pada ibu hamil harus disesuaikan dengan jenis keluhan tersebut sendiri. Moms bisa melakukan beberapa cara di bawah untuk mengurangi keluhan yang terasa.

Berikut adalah berbagai keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil serta cara mengatasinya yang tepat agar aman untuk ibu hamil serta Si Kecil:

  • Mudah Merasa Lelah

Mudah merasa lelah merupakan keluhan ibu hamil yang paling lumrah dialami wanita, baik di trimester pertama kehamilan hingga trimester ketiga. 

Keluhan mudah lelah disebabkan oleh adanya perubahan besar di tubuh ibu hamil, seperti perubahan kadar hormon sampai perubahan pada metabolisme tubuh. 

Moms juga mudah merasa lebih lelah dikarenakan tubuh sedang berfokus terhadap proses pembentukan plasenta dan juga jaringan tubuh janin. Apabila keluhan yang dialami oleh ibu hamil sudah terasa sangat mengganggu, Moms disarankan untuk tidur malam lebih awal.

Moms juga sebaiknya meluangkan waktu untuk tidur siang walaupun hanya sebentar sehingga rasa kantuk ketika bekerja siang hari bisa berkurang. Pastikan Moms mencukupi kebutuhan nutrisi dan energi melalui makanan sehat.

  • Mood Swing

Saat hamil, Moms tidak perlu merasa heran jika Moms berubah menjadi lebih sensitif dan juga mudah mengalami perubahan suasana hati. Perubahan suasana hati secara tiba-tiba atau mood swing ini biasanya dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama serta trimester ketiga.

Mood swing bisa dipicu oleh berbagai faktor meliputi perubahan hormon, rasa cemas jika tidak bisa merawat Si Kecil nantinya, stres karena tekanan dari banyak pihak, hingga kelelahan atau kurang tidur.

Moms bisa mengurangi atau mengantisipasi mood swing dengan memperbanyak istirahat, berolahraga ringan secara rutin seperti jalan-jalan, senam, berenang, dan sebagainya. 

Luangkan waktu untuk melakukan hal yang memang Moms senangi baik itu menonton film, me time, memanggang kue, dan lainnya.

  • Morning Sickness

Morning sickness adalah keluhan yang paling sering dirasakan oleh ibu hamil terutama ketika baru memasuki kehamilan trimester pertama. Namun, pada beberapa wanita, morning sickness bisa dirasakan pada trimester kedua maupun ketiga tergantung dari kondisi sang ibu.

Wanita yang mengalami morning sickness akan merasa mual dan muntah-muntah tanpa sebab. Penyebab pasti morning sickness memang belum diketahui, namun secara umum para ahli menduga morning sickness terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh selama kehamilan.

Hormon yang mengalami peningkatan selama kehamilan adalah estrogen dan juga human chorionic gonadotropin atau hCG. Meskipun penyebab morning sickness diduga adalah karena hormon, namun coba mengatasi morning sickness dengan menghindari makanan pemicu mual dan muntah.

Beberapa makanan yang dapat memicu rasa mual adalah makanan yang berlemak, makanan berbau menyengat, serta makanan dengan cita rasa sangat pedas. 

Moms disarankan untuk lebih sering mengkonsumsi makanan, namun dalam porsi yang lebih sedikit agar mual dan muntah bisa berkurang.

  • Berat Badan Naik Berlebihan

Keluhan yang biasa dialami wanita ketika hamil adalah berat badan yang naik secara berlebihan. Kenaikan berat badan secara berlebihan merupakan hal normal mengingat berat badan janin juga turut bertambah seiring usia kehamilan. 

Hal ini juga membuat ukuran rahim bertambah dan juga jumlah cairan ketuban. Ibu hamil yang mempunyai berat badan ideal biasanya akan mengalami kenaikan berat badan dengan total mencapai 11 sampai 16 kilogram selama kehamilan. 

Moms sangat disarankan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin khusus ibu hamil, makanan sehat, dan olahraga rutin sesuai yang dianjurkan dokter.

  • Sakit Kepala dan Pusing

Ibu hamil sangat mungkin mengalami keluhan berupa sakit kepala dan juga pusing dikarenakan perubahan hormon selama kehamilan. 

Selain karena perubahan hormon, beberapa faktor juga turut memainkan peran terhadap sakit kepala wanita hamil seperti makanan, stres, kelelahan, kurang tidur, dan kurang cairan. 

Untuk mengurangi keluhan sakit kepala dan juga pusing selama kehamilan, sangat disarankan untuk memperbanyak istirahat baik tidur malam dan juga tidur sebentar di siang hari. Moms juga disarankan untuk mengkonsumsi makan dan minuman yang cukup serta berolahraga rutin.

  • Keputihan

Keputihan sebenarnya merupakan kondisi normal yang biasa dialami oleh setiap wanita dan sangat terkait dengan siklus bulanan wanita. Namun pada wanita hamil, keluhan keputihan biasanya disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen dan juga aliran darah ke organ reproduksi vagina.

Moms tidak perlu khawatir jika keputihan yang dialami mempunyai ciri-ciri berupa tidak gatal, tidak perih, tidak berbau apapun, serta mempunyai tekstur sedikit lebih kental seperti putih telur. Ini adalah ciri-ciri keputihan normal.

Namun, jika Moms mengalami rasa tidak nyaman akibat keputihan yang terus-menerus, Moms bisa mengurangi keputihan dengan cara lebih rutin membersihkan vagina. Dengan cara membasuhnya dari depan vagina menuju anus sesudah buang air kecil.

Pakai pakaian dalam yang bersih dan lebih sering menggantinya, terutama jika lembab. Pakai pakaian dalam berbahan katun agar mudah menyerap keringat.

  • Nyeri Pada Ulu Hati

Keluhan yang biasa dialami pada trimester kedua serta trimester ketiga kehamilan adalah nyeri pada ulu hati. Keluhan ini timbul karena katup pada lambung serta tenggorokan yang melemah. 

Selain itu, tekanan dari ukuran rahim dan janin yang membesar menyebabkan cairan asam lambung naik ke kerongkongan. Moms dapat mengurangi rasa nyeri pada ulu hati atau heartburn dengan cara lebih sering mengkonsumsi makanan namun dengan porsi yang lebih kecil. 

Batasi konsumsi makanan berlemak dan makanan pedas. Jangan langsung berbaring setelah makan karena dapat menyebabkan makanan naik kembali.

  • Kaki Membengkak

Edema atau penumpukan cairan biasa dialami oleh wanita hamil hingga menyebabkan kaki wanita tersebut terlihat membengkak. Edema biasa muncul pada ibu hamil yang mengandung anak kembar serta terdapat kelebihan cairan ketuban.

Dokter Muhammad Fadli, spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Pondok Indah, menyarankan ibu hamil untuk tidur dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi dari jantung. 

Moms juga sebaiknya duduk bersilang kaki serta mengenakan kaos kaki yang lebih ketat terutama di pergelangan kaki. Untuk membantu Moms mempersiapkan diri menjadi orangtua, Dr. Brown’s menghadirkan program parenting club yang bisa Moms ikuti.

Di sini Moms bisa belajar banyak hal mengenai tips dan edukasi dalam merawat Si Kecil seperti cara mengatasi kolik pada bayi. Moms juga berkesempatan mendapatkan penawaran terbaik untuk produk andalan Dr. Browns seperti botol susu anti kolik yang menjadi idola para ibu di Indonesia. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan perlengkapan Si Kecil, Moms dapat langsung mengunjungi website resmi di sini

Keluhan ibu hamil akan berbeda di setiap trimester. Apabila keluhan dirasa terlalu mengganggu, Moms disarankan untuk segera konsultasi ke dokter. Keluhan memang wajar, tapi jangan abaikan jika hal tersebut sudah parah.



5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Rekomendasi Senam Hamil Untuk Persalinan

Rekomendasi Senam Hamil Untuk Persalinan

Saat sedang hamil, bukan berarti Moms harus berdiam diri di rumah dan tidak melakukan aktivitas apapun. Justru disarankan untuk berolahraga ringan, seperti senam hamil untuk persalinan agar tubuh tetap sehat dan bugar hingga persalinan tiba.

Hanya saja, memang benar bahwa tidak sembarang aktivitas senam bisa dilakukan. Moms harus berhati-hati memilih kegiatan senam untuk mencegah cedera saat berolahraga ringan. Ada beberapa kegiatan senam hamil yang bisa Moms jadikan alternative olahraga ringan menjelang persalinan.

Rekomendasi Senam Hamil Untuk Persalinan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Senam hamil untuk persalinan disarankan untuk dilakukan dengan intensitas sedang selama 20 menit sampai 30 menit setiap harinya. Moms bisa belajar terkait tata cara melaksanakan senam hamil sendiri di rumah dengan aman melalui internet maupun buku senam hamil. 

Banyak ibu hamil semangat melakukan senam dan bertanya-tanya senam ibu hamil baik dilakukan jam berapa? Lakukan pada saat yang nyaman dan udara tidak terlalu panas maupun dingin.

  • Gerakan Push-Up Dinding

Gerakan push-up dengan tangan menempel di dinding memiliki manfaat untuk menguatkan otot trisep dan juga otot dada. Otot trisep adalah otot yang berada di bagian belakang lengan atas. Untuk melakukan gerakan push-up dinding sangat mudah dan tidak membutuhkan alat-alat khusus.

  1. Pertama-tama, Moms berdiri menghadap dinding dengan menempatkan kedua tangan lurus menyentuh ke tembok.
  2. Buka kedua lutut sedikit lebar, kemudian jauhkan tubuh dari dinding.
  3. Siku ditekuk secara perlahan, kemudian turunkan dada sampai dagu mencapai tembok.
  4. Pastikan punggung tetap dalam kondisi lurus, kemudian kembali ke kondisi awal.
  5. Lakukan gerakan ini hingga 15 kali.
  • Berjongkok Menggunakan Bola Senam

Bola senam khusus hamil didesain untuk membantu ibu hamil senam jongkok sehingga dapat membuka jalan lahir. Berjongkok dengan bantuan bola senam merupakan senam ibu hamil 9 bulan agar cepat melahirkan karena dapat mempermudah proses persalinan nantinya.

Cara untuk melakukan senam jongkok sangat mudah seperti berikut:

  1. Pertama-tama, bola senam diletakkan di antara dinding dan punggung. Moms berdiri dengan membuka kaki selebar bahu dengan posisi tubuh membelakangi dinding.
  2. Turunkan tubuh secara perlahan sampai lutut membentuk sudut 90 derajat.
  3. Lakukan gerakan ini secara berulang 10 kali setiap hari.
  • Senam Kegel

Senam kegel merupakan jenis senam untuk wanita hamil yang paling populer karena manfaatnya yang baik untuk kehamilan serta mudah untuk dilakukan. Moms bisa melakukan senam kegel dimana saja. Cara untuk melakukan senam kegel juga tidak sulit, berikut langkah melakukan senam kegel:

  1. Pertama-tama, lakukan gerakan seperti menahan kencing untuk mengkontraksikan otot sekitar saluran kencing dan vagina. Tahan posisi ini selama 3 sampai 10 detik.
  2. Lakukan gerakan senam kegel sebanyak 10 kali dalam sehari. Moms bisa melakukannya saat sedang berdiri dan duduk.

Manfaat senam kegel sangat besar bagi ibu hamil. yakni untuk menguatkan otot panggul serta memudahkan proses persalinan. 

Senam kegel juga memiliki manfaat untuk melatih otot yang ada di daerah kandung kemih, rahim, rektum. dan uretra. Senam kegel juga bermanfaat untuk mengencangkan vagina.

  • Yoga Kupu-Kupu atau Pose Tailor

Senam hamil untuk persalinan berupa yoga kupu-kupu atau pose tailor memiliki manfaat yang sangat besar untuk mengurangi resiko sakit punggung. Masalah ini biasa dialami oleh ibu hamil dengan usia kehamilan mencapai trimester ketiga. Yoga kupu-kupu juga bermanfaat untuk melatih otot paha.

Cara untuk melakukan yoga kupu-kupu sangat mudah karena tidak dibutuhkan peralatan khusus sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, Moms duduk bersila dengan posisi punggung yang ditegakkan.
  2. Kedua telapak kaki dipertemukan di bagian depan tubuh. Selanjutnya, dorong lutut sampai menyentuh lantai.
  3. Tahan posisi yoga kupu-kupu selama kurang lebih 10 hingga 20 detik. Lakukan gerakan ini hingga beberapa kali dalam sehari.
  • Gerakan Mini Sit-Ups

Gerakan sit-ups memang sudah lama dikenal memiliki beragam manfaat terutama untuk mengencangkan otot-otot di beberapa bagian tubuh, termasuk otot perut. Namun, pada wanita hamil gerakan sit-ups sangat tidak dianjurkan karena dikhawatirkan dapat menyebabkan tekanan ke perut.

Oleh karena itu, Moms dapat mengganti gerakan sit ups dengan mini sit ups. Olahraga mini sit ups dapat membantu mengencangkan otot perut serta menurunkan tegang pada area punggung. 

Melakukan gerakan mini sit-ups sangat bermanfaat untuk menguatkan otot yang mendorong bayi untuk keluar. Berikut cara melakukan gerakan mini sit-ups yang berguna untuk ibu hamil:

  1. Pertama-tama, Moms berbaring dengan posisi terlentang. Sebelumnya, letakkan bantal di bawah panggul.
  2. Tekuk kedua lutut dan tempatkan telapak kaki hingga menyentuh lantai supaya area perut tidak terlalu tertekan.
  3. Hembuskan napas sembari angkat kepala dan bahu. Ulurkan tangan untuk meraih lutut untuk membantu Moms mengangkat kepala dan bahu.
  4. Kembali ke posisi awal sembari menarik napas.
  5. Ulangi kembali gerakan ini selama beberapa kali.
  • Gerakan Merangkak

Jika Moms ingin proses persalinan dapat berjalan dengan lancar dan normal, Moms sebaiknya melakukan gerakan senam merangkak. Senam dengan posisi merangkak akan melatih otot tubuh bagian bawah agar lebih kuat mendorong persalinan. 

Untuk melakukan gerakan merangkak sangat mudah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, Moms ambil posisi akan merangkak.
  2. Kepala diarahkan ke depan dengan posisi punggung dan kepala terangkat.
  3. Tarik napas dalam-dalam namun perlahan dengan melengkungkan punggung ke dalam.
  4. Punggung diluruskan kembali ke posisi awal sembari menarik napas perlahan.
  5. Ulangi gerakan ini secara berulang-ulang.
  • Senam Hamil Mengangkat Panggul

Manfaat melakukan gerakan senam hamil mengangkat panggul ke atas adalah untuk membantu memberikan rasa rileks selama persiapan sebelum kelahiran buah hati. Senam mengangkat panggul ke atas juga dapat mengencangkan otot pada perut. Cara melakukan senam ini sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, Moms berbaring dengan posisi telentang serta menekuk kedua lutut.
  2. Tarik napas melalui hidung sembari mengencangkan otot bokong dan juga otot perut.
  3. Punggung dipastikan rata dengan matras.
  4. Secara perlahan, cobalah angkat panggul ke atas dan tahan selama 5 kali menarik napas.
  5. Turunkan panggul secara perlahan ke bawah.
  • Latihan Mengangkat Kaki

Untuk menguatkan otot perut dan juga otot punggung, Moms disarankan untuk melakukan latihan angkat kaki. Untuk melakukan senam angkat kaki cukup mudah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, ambil posisi seperti akan merangkak dengan posisi lutut yang membentuk sudut 90 derajat. Letakkan telapak tangan di lantai secara lurus.
  2. Salah satu kaki diangkat ke belakang sampai lurus sejajar dengan punggung. Tahan posisi ini selama beberapa detik.
  3. Ulangi gerakan yang sama dengan mengangkat kaki yang lain.
  4. Ulangi gerakan ini secara bergantian antara kanan dan kiri.

Mulai persiapkan diri Moms menyambut si Kecil dengan bergabung ke parenting club Dr. Brown’s. Di sini, Moms bisa mendapatkan berbagai tips dan saran terbaik dalam hal parenting. Moms juga bisa mendapat penawaran harga spesial khusus produk Dr. Browns, seperti botol susu anti kolik.

Menjadi orangtua memang bukanlah perkara mudah. Ada banyak hal yang harus Moms persiapkan termasuk pengetahuan mengenai merawat si Kecil. Sembari menjalani program senam hamil untuk persalinan, Moms juga harus mengetahui tips merawat bayi seperti cara mengatasi kolik pada bayi.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Faktor Penyebab Sulit Hamil

Faktor Penyebab Sulit Hamil

Memperoleh keturunan tentu merupakan impian setiap pasangan suami istri. Namun, tidak semua pasangan memperoleh keturunan. Meskipun kita meyakini bahwa memperoleh keturunan sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa, namun hal ini bisa dikarenakan adanya faktor penyebab sulit hamil.

Penyebab pasangan suami istri tidak kunjung mendapatkan keturunan bisa dikarenakan faktor medis, faktor kesehatan kedua pasangan, ataupun pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua pasangan untuk mengkomunikasikan hal ini ke dokter kandungan.

8 Faktor Penyebab Sulit Hamil yang Umum Terjadi

Penyebab sulit untuk hamil pada pasangan suami istri bisa terjadi dikarenakan adanya masalah kesehatan pada pihak istri maupun pihak suami. Sayangnya, masih banyak yang beranggapan bahwa penyebabnya diakibatkan oleh perempuan saja. 

Kunjungi dokter untuk mengetahui penyebabnya secara jelas. Dengan cara tersebut, penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

  • Sumbatan Pada Tuba Falopi

Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan rahim serta ovarium. Sel telur akan dilepaskan oleh ovarium kemudian bergerak di saluran tuba falopi saat ovulasi hingga sel telur mencapai rahim.

Tuba falopi memainkan peranan penting sebagai tempat terjadinya pembuahan karena di saluran inilah sel telur dan juga sel sperma bertemu. Apabila tuba falopi mengalami penyumbatan, maka sel telur tidak dapat mencapai rahim serta tidak dapat bertemu dengan sperma.

Tidak dapat bertemunya sel telur dengan sperma adalah penyebab sulit hamil. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan penyumbatan pada saluran tuba falopi:

  • Wanita mengalami penyakit menular seksual atau PMS seperti gonore dan chlamydia.
  • Wanita memiliki riwayat kehamilan ektopik.
  • Menderita radang panggul.
  • Pernah menjalani operasi di bagian panggul ataupun perut.
  • Menderita infeksi pada rahim karena keguguran dan juga aborsi.
  • Gangguan Proses Ovulasi

Salah satu bagian dari siklus bulanan wanita yang sangat penting adalah siklus ovulasi. Siklus ovulasi adalah siklus dimana tubuh wanita akan melepaskan sel telur dari indung telur menuju tuba falopi. Pelepasan sel telur ini merupakan saat dimana masa subur wanita tengah terjadi.

Pada masa subur, kemungkinan wanita mengalami kehamilan lebih tinggi dibandingkan pada masa lainnya. Namun, pada beberapa wanita mungkin saja akan mengalami gangguan pada proses ovulasi. 

Bahkan, studi menunjukkan bahwa salah satu sebab utama kemandulan wanita adalah gangguan ovulasi. Gangguan ovulasi sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  • Kelenjar hipofisis di otak mengalami gangguan.
  • Mengidap Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS. PCOS merupakan kondisi jumlah hormon progesteron dan estrogen tidak seimbang. Pemicu PCOS sendiri beragam bisa disebabkan oleh disfungsi tiroid, mutasi genetik, olahraga berlebihan, hiperprolaktinemia, dan hormon.
  • Kelebihan produksi hormon prolaktin.
  • Mengalami kegagalan ovarium prematur. Kondisi ini membuat ovarium atau indung telur wanita dengan usia kurang dari 40 tahun berhenti melepaskan telur secara teratur.
  • Bentuk Rahim yang Abnormal

Beberapa wanita mungkin mengalami kondisi di mana bentuk rahim mereka abnormal. Kelainan bentuk abnormal pada rahim akan menyulitkan sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma di tuba falopi untuk menempel di dinding rahim.

Kondisi kelainan bentuk rahim bisa terjadi secara alami dan juga disebabkan oleh adanya fibroid rahim atau miom. Kelainan bentuk rahim juga bisa terjadi karena terbentuknya jaringan parut akibat infeksi dan pembedahan.

  • Endometriosis

Tercatat sekitar 50% wanita yang mengidap kondisi endometriosis kesulitan untuk memiliki keturunan. Endometriosis adalah kondisi dimana jaringan yang melapisi rahim atau endometrium justru tumbuh di bagian luar rahim.

Menurut dokter kandungan di New York, yakni dr. Alexis Melnick, beberapa gejala seorang wanita yang mengalami endometriosis adalah rasa kram yang sangat menyakitkan ketika wanita sedang menstruasi, durasi menstruasi yang lama, volume darah yang keluar sangat banyak hingga mual.

Wanita yang mengalami endometriosis juga mengalami gangguan pada kandung kemih dan juga ususnya serta rasa sakit ketika berhubungan seksual. 

Apabila wanita mengalami kondisi endometriosis sebagai penyebab sulit hamil dan solusinya yang mungkin diberikan dokter adalah tindakan pembedahan. 

Menurut dr. Alexis Melnick, apabila endometriosis masih dalam tahap yang ringan, maka teknik bayi tabung atau In Vitro Fertilization diharapkan dapat membantu.

  • Tumor Jinak

Tumor jinak yang tumbuh di dalam rongga rahim akan menghambat terjadinya proses pembuahan atau implantasi. Hal ini dapat meningkatkan risiko seorang wanita menjadi mandul. 

Untuk mengevaluasi rongga uterus, dokter akan menggunakan tes hysterosalpingogram (HSG) pada wanita. Untuk mengatasi tumor jinak, dokter akan menyarankan agar dilakukan prosedur pengangkatan tumor melalui bedah minimal invasif yang disebut dengan histeroskopi. 

Apabila tumor berukuran besar, maka dokter akan menyarankan agar dilakukan prosedur operasi kedua.

  • Faktor Ketidaksuburan Suami

Menurut dr. Alexis Melnick, faktor penyebab sulit hamil juga bisa jadi berasal dari suami. Bahkan, menurutnya kesuburan pria akan menyumbang porsi penyebab kesulitan hamil hingga 20 persen. Faktor kondisi si pria akan berkontribusi terhadap ketidaksuburan hingga 30 dan 40 persen.

Oleh karena itu, selain mengecek kondisi istri untuk mencari jenis perawatan kesuburan yang sesuai, dr. Alexis Melnick menyarankan agar pihak suami juga harus memperoleh analisis sperma untuk mengetahui apakah sperma dapat berenang hingga mencapai serviks, rahim, serta tuba falopi.

Apabila sperma tidak mampu berenang mencapai tuba falopi, maka prosedur bayi tabung atau inseminasi buatan bisa menjadi pilihan yang tepat.

  • Asap Rokok

Faktor lingkungan seperti asap rokok juga memainkan peranan penting terhadap tingkat kesuburan pasangan. Asap rokok yang mengandung banyak racun berbahaya dapat menurunkan tingkat kesuburan yang cukup signifikan serta juga menyebabkan komplikasi pada kehamilan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pusat Pengobatan Reproduksi Colorado dari Virginia Utara, yakni Mark Payson yang menyampaikan bahwa tembakau merupakan musuh lingkungan nomor satu bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan.

  • Kondisi Stres

Kondisi psikis seseorang sangat berpengaruh terhadap kondisi kesuburan dari sistem organ reproduksi. Stres kronis yang diidap seseorang akan memicu perubahan terhadap hormon dan berpengaruh terhadap semua sistem organ.

Stres bahkan dapat membuat seorang wanita berhenti ovulasi ataupun menyebabkan perubahan periode haid. Sangat penting bagi kedua pasangan untuk memastikan bahwa mereka tidak dalam kondisi stres dan penuh tekanan.

Apabila stres berasal dari lingkungan kerja, maka sangat disarankan bagi kedua pasangan untuk melepaskan diri dari lingkungan tersebut. Olahraga ringan juga dapat membantu untuk mengatasi stres dan meningkatkan kesuburan.

Persiapkan diri Moms dan pasangan untuk menjadi orangtua dengan bergabung ke Dr. Brown’s parenting club. Dr. Brown’s dengan produk andalan botol susu anti kolik sudah menjadi sahabat bagi ibu Indonesia. Desain pada botol susu Dr. Brown’s dapat mencegah timbulnya kolik pada bayi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan keperluan Si Kecil dari Dr. Brown’s, Moms dapat langsung mengunjungi laman resmi di sini.  

Segera lakukan konsultasi ke dokter kandungan apabila Moms dan pasangan kesulitan mendapat buah hati, meski sudah menikah bertahun-tahun. Dengan melakukan konsultasi sejak dini, maka akan dapat diketahui penyebab sulit hamil dan juga cara penanganannya yang tepat. 

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil

Salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu hamil selama masa kehamilan sering buang air kecil saat hamil. Buang air kecil atau berkemih adalah proses pengeluaran zat limbah, racun, dan sisa metabolisme dari dalam tubuh. Secara normal, frekuensi buang air kecil hanya 6 sampai 8 kali sehari.

Namun, ibu hamil biasanya mengalami keluhan frekuensi buang air kecil sangat sering bahkan lebih dari 10 kali dalam sehari. Keinginan sering buang air kecil ini biasanya dialami di waktu tertentu, seperti malam hari yang menyebabkan ibu hamil terganggu. Lantas, apakah keluhan ini normal?

Normalkah Keinginan Buang Air Kecil Terus Saat Hamil?

Ketika hamil, tubuh Moms akan mengalami sejumlah perubahan akibat aktivitas hormon yang terjadi. Perubahan hormon ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik dan emosi ibu hamil, namun juga menyebabkan perubahan pada intensitas buang air kecil.

Penyebab buang air kecil terus saat hamil muda dikarenakan adanya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Kondisi ini umum terjadi ketika usia kehamilan 20 minggu dan bukan merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Dokter kandungan dari Women’s College Hospital di Toronto, dr. Batya Grundland menjelaskan bahwa frekuensi buang air kecil yang lebih sering ketika hamil adalah gejala kehamilan yang normal dikarenakan adanya perubahan hormon dan bentuk tubuh.

Namun, Moms disarankan untuk waspada apabila merasakan rasa sakit ketika buang air kecil. Pada kondisi tertentu, buang air kecil juga disertai oleh keluarnya darah dalam urin dan demam. 

Jika ini terjadi, Moms sebaiknya segera periksa ke dokter karena bisa jadi ini merupakan gejala awal infeksi saluran kemih.

Penyebab Buang Air Kecil Terus Saat Hamil

Penyebab ibu hamil sering merasa ingin buang air kecil berbeda-beda bergantung kepada masa usia kehamilannya. Oleh karena itu, frekuensi buang air kecil saat masa kehamilan mungkin akan naik dan turun bergantung pada tahap trimester kehamilan seperti berikut:

  • Pada Trimester Pertama

Frekuensi buang air kecil pada trimester pertama kehamilan tergolong tinggi. Hal ini terjadi karena saat trimester pertama, hormon hCG (human chorionic gonadotropin) meningkat. 

Peningkatan hormon human chorionic gonadotropin akan menyebabkan produksi urin bertambah disertai ukuran rahim yang membesar. Perubahan hormon akan membuat tubuh lebih banyak memproduksi darah. 

Tubuh yang lebih banyak memproduksi darah akan membuat ginjal bekerja ekstra dalam menyaring darah tersebut dan meningkatkan produksi urin guna membuang zat sisa yang tidak berguna dalam tubuh.

  • Pada Trimester Kedua

Pada trimester kedua kehamilan, umumnya frekuensi buang air kecil ibu hamil akan menurun sehingga tidak sesering trimester pertama. Hal ini terjadi karena ukuran dan letak rahim yang menjauh dari posisi kandung kemih.

Namun, jika Moms juga masih merasa sering buang air kecil meskipun sudah memasuki trimester kedua, maka Moms tidak perlu khawatir. Hal ini karena keinginan buang air kecil yang sering bisa dikarenakan rasa stress dan cemas ketika hamil.

  • Pada Trimester Ketiga

Frekuensi buang air kecil terus saat hamil tua juga cukup besar dikarenakan beberapa sebab, terutama ukuran janin yang membesar. Ukuran janin yang semakin besar akan memberikan tekanan yang lebih kuat di kandung kemih. 

Apalagi posisi bayi juga akan menurun sehingga berada di bawah panggul. Selain itu, sisa metabolisme dari janin juga akan ikut dikeluarkan melalui urin ibu yang membuat produksi urin meningkat. 

Kondisi ini menyebabkan Moms akan lebih sering merasakan keinginan buang air kecil meskipun kandung kemih sesungguhnya dalam kondisi kosong. 

Dorongan buang air kecil saat hamil seringkali membuat Moms merasa terganggu karena bisa muncul kapan saja, termasuk di malam hari saat tidur.

Cara Menyiasati Keinginan Buang Air Kecil Terus

Dorongan untuk buang air kecil saat hamil memang tidak dapat dihindari ya, Moms. Namun, sebenarnya ada beberapa trik yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi frekuensi buang air kecil terutama di malam hari ketika tidur.

  • Kurangi Minum Air Putih Sebelum Tidur

Pengurangan konsumsi minum air putih sangat disarankan terutama untuk Moms yang akan berangkat tidur. Sebaiknya, kurangi konsumsi air putih minimal 1 jam sebelum berangkat tidur agar saat tidur Moms tidak terganggu karena dorongan ingin buang air kecil yang terlalu sering.

Namun, patut dicatat bahwa Moms harus memastikan bahwa kebutuhan cairan Moms dalam satu hari tersebut terpenuhi. Minumlah minimal 8 hingga 12 gelas air putih dalam sehari untuk menghindari risiko terjadinya dehidrasi selama masa kehamilan.

  • Kurangi Konsumsi Minuman dengan Kandungan Kafein

Cara menyiasati keinginan buang air kecil saat hamil selanjutnya adalah mengurangi konsumsi minuman dengan kandungan kafein. Beberapa minuman dengan kandungan kafein yang harus Moms hindari adalah soda, kopi, teh serta minuman lainnya.

Kafein di dalam minuman akan merangsang tubuh untuk buang air kecil lebih sering sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas Moms.

  • Kurangi Rasa Cemas dan Stres

Tingginya rasa cemas dan stres ketika hamil menjadi salah satu penyebab tingginya keinginan Moms untuk buang air kecil. Kurangi perasaan stres dan cemas ini dengan lebih terbuka kepada pasangan atau orang terdekat.

Sampaikan keluhan yang membuat cemas dan stres dengan harapan dapat mengurangi perasaan stres dan cemas tersebut.

  • Melakukan Senam Kegel dan Olahraga Ringan

Ketika kehamilan sudah memasuki trimester akhir, keinginan untuk lebih sering buang air kecil menjadi lebih besar. Moms mungkin merasa sangat sulit untuk menahan pipis saat sudah memasuki trimester akhir karena adanya tekanan sangat kuat dari janin ke kandung kemih.

Untuk mengurangi keluhan ini, Moms bisa mencoba melakukan senam kegel. Senam kegel dapat membantu mengurangi kemungkinan keluarnya urin ketika Moms bersin, berolahraga ataupun batuk. 

Hal ini dikarenakan senam kegel akan membantu mengencangkan otot yang mengatur keluarnya urin. Selain senam kegel, Moms juga disarankan untuk melakukan beberapa olahraga ringan serta relaksasi. Olahraga ringan untuk mengatasi stres yang bisa dilakukan seperti yoga untuk ibu hamil.

  • Cara Buang Air Kecil

Tips berikutnya untuk mengatasi keinginan buang air kecil yang terlalu sering adalah dengan buang air kecil hingga kandung kemih benar-benar kosong. Cara untuk mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil adalah dengan mencondongkan tubuh ke bagian depan.

Moms juga harus menghindari kebiasaan menahan pipis karena berisiko melemahkan otot panggul dalam jangka panjang.

Untuk membantu Moms mempersiapkan diri menjadi orangtua, Dr. Brown’s menghadirkan program parenting club yang akan memberikan tips dan edukasi terkait parenting hingga memperoleh penawaran spesial produk seperti botol susu anti kolik untuk mencegah terjadinya kolik pada bayi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan keperluan Si Kecil dari Dr. Brown’s, Moms bisa langsung mengunjungi laman resmi di sini

Keluhan buang air kecil terus saat hamil sebenarnya merupakan keluhan ringan yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu Moms khawatirkan. Pastikan Moms rutin memeriksakan kandungan ke dokter agar Moms dan si Kecil selalu sehat.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?