Aturan Minum Obat Antibiotik untuk Ibu Hamil

Aturan Minum Obat Antibiotik untuk Ibu Hamil

Saat hamil, tubuh wanita akan mengalami sejumlah perubahan yang membuatnya jadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Untuk melawan infeksi bakteri tersebut, ibu hamil bisa minum obat antibiotik. Akan tetapi, perlu diperhatikan aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil supaya janin tetap aman. 

Ketika Moms sedang hamil, memang sebaiknya menghindari konsumsi beberapa jenis obat tertentu kecuali yang diresepkan oleh dokter. Untuk antibiotik sendiri, ini merupakan kelompok obat yang biasa dimanfaatkan untuk mengatasi serta mencegah berkembangnya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri.

Kenapa Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Antibiotik?

Antibiotik sendiri adalah salah satu obat yang memang sering diresepkan untuk ibu hamil. Namun, antibiotik ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan terutama saat awal-awal kehamilan. Jadi memang sebaiknya para wanita mengetahui aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil. 

Lalu mengapa ibu hamil terutama pada trimester satu dilarang mengkonsumsi antibiotik tanpa izin dokter? Alasannya adalah karena ada beberapa jenis antibiotik yang bisa membahayakan janin. Untuk keamanan antibiotik sendiri pada ibu hamil dipengaruhi oleh sejumlah faktor. 

Misalnya, dosis dan lama waktu konsumsi antibiotik, usia kehamilan serta jenis antibiotik yang digunakan. Ada penelitian yang memang menemukan bahwasanya ada hubungan antara penggunaan antibiotik tertentu selama masa kehamilan. 

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal serta British Journal of Clinical Pharmacology pada tahun 2017 yang lalu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan antibiotik. 

Efek samping tersebut adalah risiko keguguran dan bayi lahir cacat. Jadi apabila ditanya apakah obat antibiotik menyebabkan keguguran, maka jawabannya adalah iya dengan beberapa catatan tertentu dan apabila pengkonsumsiannya dilakukan secara sembarangan. 

Jenis Antibiotik Apa yang Harus Dihindari Ibu Hamil?

Meskipun antibiotik bisa mendatangkan efek samping yang buruk seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, namun ibu hamil masih boleh mengkonsumsinya kok jika memang diperlukan. Pasalnya, tidak semua jenis obat antibiotik itu berbahaya bagi ibu hamil. 

Dalam meresepkan obat antibiotik, tentunya dokter juga sudah memiliki pertimbangan tertentu serta tidak ada kemungkinan pilihan pengobatan yang lainnya. Pertimbangan lain dokter memutuskan untuk memberikan obat ini atau tidak pada ibu hamil diantaranya ialah.

  • Dampak yang mungkin bisa terjadi pada ibu serta janin kalau obat antibiotik tersebut diberikan atau tidak diberikan
  • Dosis serta jangka waktu pengkonsumsian obat antibiotik
  • Usia kehamilan

Satu hal lagi yang sangat penting ialah dokter baru akan memperbolehkan ibu hamil untuk mengkonsumsi obat antibiotik hanya apabila penyakit infeksi ibu hamil serius, jadi bukan hanya batuk atau pilek saja. Lalu daftar obat antibiotik yang harus dihindari oleh ibu hamil sebagai berikut. 

  • Fenoksimetilpenisilin (Penisilin V)

Jenis antibiotik yang pertama ini sebenarnya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan atau bayi lahir cacat. Akan tetapi, paparannya justru dikaitkan dengan risiko meningkatnya cacat sistem saraf pada janin.

  • Klindamisin

Klindamisin merupakan jenis antibiotik dari golongan linkomisin atau linkosamid. Paparan klindamisin serta ofloxacin yang golongan kuinolon kerap dihubungan dengan risiko bayi lahir cacat. 

  • Metronidazol

Obat antibiotik yang satu ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil yang usia kehamilannya masih muda atau masih trimester pertama. Namun obat ini bisa dipakai untuk mengatasi sejumlah penyakit seperti pneumonia, infeksi bakteri vagina serta trikomoniasis.

  • Golongan Sulfonamida

Antibiotik golongan ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi saluran kemih sekaligus pembasmi jerawat. Namun obat ini sebaiknya dihindari dan bisa diganti dengan jenis obat antibiotik lainnya yang lebih aman tanpa risiko keguguran, yakni nitrofurantoin.

  • Golongan Makrolida

Obat yang termasuk dalam golongan ini ialah eritromisin, clarithromycin serta azithromycin. Selain eritromicin, penggunaan makrolida dapat meningkatkan risiko keguguran dibandingkan dengan obat antibiotik jenis penisilin. 

  • Golongan Kuinolon

Antibiotik yang termasuk dalam golongan ini adalah moxifloxacin, norfloxacin dan ciprofloxacin. Golongan ini akan menghambat proses pertumbuhan serta pembelahan sel dan hal ini tentu dapat berpengaruh pada risiko keguguran. 

Selain itu, khusus obat moxifloxacin diketahui memiliki keterkaitan dengan peningkatan kecacatan pada sistem pernapasan janin. 

  • Golongan Tetrasiklin

Obat dengan golongan ini diantaranya ialah minosiklin, doksisiklin serta tetrasiklin. Untuk tetrasiklin, obat ini bisa menghambat produksi protein pada jenis tertentu serta mengganggu enzim yang sangat diperlukan dalam penataan ulang jaringan. 

Kondisi Medis yang Memerlukan Antibiotik

Infeksi bakteri sudah merupakan alasan yang cukup untuk seseorang mengkonsumsi antibiotik. Akan tetapi hal ini tidak berlaku pada ibu hamil kecuali jika memang sakitnya sudah parah dan alternatif pengobatan yang lain juga tidak ada. 

Sejumlah masalah kesehatan yang bisa memungkinkan ibu hamil mengkonsumsi obat ini adalah infeksi saluran kemih, infeksi pada amnion, korioamnionitis, radang kantong empedu, radang usus buntu serta gangguan ginjal. 

Bagaimana Aturan Minum Obat Antibiotik untuk Ibu Hamil?

Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui kategori obat-obatan. Biasanya obat-obatan akan dikelompokkan dalam 5 kategori yakni A, B, C, D serta C. Kategori A merupakan obat yang dianggap paling aman sedangkan kategori X adalah yang berbahaya untuk janin. 

Jadi sebelum Moms menerima obat, boleh bertanya dulu pada dokter obat itu termasuk aman atau justru membahayakan kehamilan. Untuk antibiotik sendiri, jenis yang terhitung aman bagi ibu hamil ialah nitrofurantoin, erythromycin, clindamycin, penisilin, ampicilin serta amoxilin. 

Semua obat itu boleh dikonsumsi ibu hamil kalau memang memerlukannya dan dokter menyarankannya. Kalau dokter sudah menyarankannya, sebaiknya jangan dihindari ya. Sebab, salah-salah nanti malah lebih berbahaya untuk kesehatan.

Terkait konsumsi obat antibiotik ini, ada beberapa aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil yang perlu diperhatikan, antara lain.

  • Obat antibiotik sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan obat jenis lainnya tanpa ada rekomendasi dari dokter. Sebab, tindakan ini hanya akan mengurangi keampuhan atau justru meningkatkan efek obat
  • Obat antibiotik dikonsumsi dengan dosis efektif yang paling rendah
  • Obat antibiotik yang dikonsumsi adalah yang terbukti aman 
  • Sebaiknya hindari minum obat antibiotik saat usia kehamilan masih trimester pertama. Pasalnya, pada usia ini adalah masa di mana pembentukan organ janin terjadi. Jadi kalau masih ada alternatif pengobatan lain, sebaiknya pilih alternatif pengobatan tersebut

ASI untuk Kekebalan Tubuh Si Kecil

Moms, kalau Si Kecil sudah lahir, usahakan untuk memberikan dia ASI eksklusif ya. ASI ini memiliki manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya. Moms tidak perlu khawatir kalau tidak bisa memberikan ASI secara langsung entah karena alasan pekerjaan atau karena alasan lainnya. 

Sebab, Moms bisa memerah ASI, menyimpannya serta memberikannya pada Si Kecil nanti dengan sejumlah media salah satunya dengan botol susu anti kolik. Botol susu seperti ini didesain secara khusus agar tidak terjadi kolik pada bayi. 

Moms bisa memilih botol susu Dr. Brown’s agar Si Kecil bisa mengasup nutrisi dengan nyaman tanpa khawatir kolik. Moms dapat mengecek produknya langsung di website resmi di sini

Aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil adalah hal yang benar-benar harus diperhatikan Moms. Ini perlu agar keselamatan janin serta ibu hamil itu sendiri lebih terjamin. Jangan lupa asup makanan yang bergizi dan selalu jaga kebersihan ya. 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dan Menstruasi

Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dan Menstruasi

Moms pernah mendengar istilah pendarahan implantasi? Pendarahan ini disebut-sebut mirip dengan haid sehingga banyak wanita yang tidak menyadari dirinya tengah hamil dan hanya menyangka sedang haid saja. Namun sebenarnya ada loh cara membedakan pendarahan implantasi dan menstruasi

Hal ini sebaiknya dipahami dengan betul ya Moms, supaya tidak keliru lagi membedakannya. Jadi kedepannya bisa diambil tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi apakah memang hamil atau sedang haid saja. 

Implantasi Terjadi pada Hari ke Berapa? 

Sebelumnya, mari pahami apa itu pendarahan implantasi terlebih dahulu. Pendarahan implantasi merupakan bercak darah yang keluar dari vagina ketika kehamilan masih berada di masa-masa awal. 

Biasanya, pendarahan implantasi terjadi pada waktu antara 7 hari sampai dengan 14 hari setelah berhubungan seksual atau pembuahan terjadi. Inilah alasannya kenapa pendarahan implantasi juga disebut sebagai salah satu tanda awal kehamilan. 

Biasanya pula pendarahan implantasi ini terjadinya berdekatan dengan masa seharusnya haid terjadi. Jadi jelas ya Moms untuk pertanyaan apakah implantasi terjadi sebelum haid, maka jawabannya adalah iya. 

Pendarahan implantasi ini sendiri terjadi pada saat telur yang telah dibuahi menempel di lapisan rahim. Ketika embrio itu menempel pada dinding rahim, maka akan terjadi infiltrasi atau pembuluh darah yang masuk dan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada lapisan dinding rahim atau endometrium. 

Sedangkan dari American Pregnancy Association, diketahui bahwa gerakan telur yang menempel pada rahim bisa mengakibatkan bercak atau pendarahan ringan dan ini sepenuhnya normal serta tidak membutuhkan perhatian medis apa saja. 

Apa yang Kita Rasakan Saat Terjadi Implantasi? 

Berdasarkan keterangan yang ada di The National Institutes of Health, diketahui bahwa 1 dari 4 orang wanita akan mengalami bercak darah yang menjadi tanda awal kehamilan. Artinya, pendarahan ini adalah hal yang normal terjadi dan sebenarnya juga tidak berbahaya. 

Lalu bagaimana rasa nyeri implantasi? Untuk pendarahan implantasi, ibu hamil juga bisa merasakan kram. Kramnya itu menyerupai kram ketika menstruasi. Akan tetapi, kram pada pendarahan implantasi tidak terlalu lama dan tidak sakit saat haid. 

Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dan Menstruasi

Apa ciri-ciri pendarahan implantasi? Mengenali ciri-ciri pendarahan implantasi akan mempermudah Moms membedakannya dengan menstruasi. Kalau Moms sedang dalam program hamil, pendarahan implantasi bisa menimbulkan kekecewaan karena menganggap program hamilnya gagal. 

Akan tetapi, tidak ada cara yang konklusif untuk mengetahui apakah program hamil gagal atau tidak. Moms bisa menunggunya dulu selama beberapa hari dan lakukan tes kehamilan untuk memastikannya. 

Atau kalau ingin menduga-duga dulu, yuk kenali cara membedakan pendarahan implantasi dan menstruasi melalui pemaparan ciri-ciri keduanya di bawah ini.

  • Dilihat Dari Konsistensinya

Pertama, dari segi konsistensinya terlebih dahulu. Pendarahan implantasi pada umumnya keluarnya sedikit demi sedikit dan bahkan terkadang tidak keluar, lalu keluar lagi dan seperti itu terus. Jadi belum tentu mengalir dengan deras. 

Pada pendarahan implantasi juga tidak terdapat gumpalan darah yang biasa dijumpai pada darah menstruasi. Jadi kalau ada pertanyaan apakah darah implantasi encer, maka jawabannya adalah iya. Sebab, pendarahan implantasi umumnya hanya berupa tetesan darah cair. 

Sementara pada menstruasi, pada awalnya bisa saja diawali oleh flek, akan tetapi darah akan keluar terus dari vagina hingga periode menstruasi selesai. 

  • Lama Waktu Pendarahan

Lama waktu terjadinya pendarahan juga bisa menjadi pembeda antara pendarahan implantasi dengan menstruasi. Pada pendarahan implantasi, biasanya pendarahan tersebut terjadinya tidak terlalu lama sekitar 1 hari sampai dengan 3 hari. 

Berdasarkan keterangan dari seorang Dokter Kebidanan dan Kandungan di Weill Cornell Medicine di New York, yakni Dr. Linda Burke-Galloway, diketahui bahwa darah implantasi umumnya berlangsung tidak lebih dari 24 jam sampai dengan 48 jam. 

Lama waktu tersebut memang lama waktu yang diperlukan oleh telur yang sudah dibuahi untuk ditanam ke dalam lapisan rahim.  Pendarahan implantasi juga mempunyai jeda waktu.

Biasanya, bercak darah akan muncul pada pagi hari lalu berhenti selama beberapa saat dan akan keluar lagi setelahnya. Berbeda dengan pendarahan menstruasi, umumnya akan berlangsung antara 4 hari sampai dengan 7 hari. 

Walaupun memang ada beberapa wanita yang memiliki durasi waktu menstruasi lebih lama atau bahkan lebih cepat dari waktu tersebut. Selama menstruasi, darah biasanya juga akan mengalir secara terus menerus, bukan dengan sistem on off seperti pada pendarahan implantasi. 

  • Kram pada Otot Perut

Perbedaan antara pendarahan implantasi dengan menstruasi lainnya ada pada kram otot perut yang dirasakan. Kalau pada pendarahan implantasi, rasa kramnya lebih ringan, lebih singkat intervalnya dan durasinya juga pendek-pendek. 

Berbeda dengan kram akibat menstruasi. Kramnya akan lebih tajam, durasinya lebih lama dan rasanya pun lebih menyiksa. Bahkan tidak sedikit wanita yang sampai tidak sadarkan diri karenanya. 

  • Volume Darah yang Keluar

Darah implantasi umumnya akan keluar sedikit demi sedikit dan perlahan, bahkan banyak juga diantaranya yang hanya berupa flek. Kalaupun darah ini mengalir, alirannya itu akan pelan dan tidak deras. 

Ini berbeda dengan darah menstruasi yang keluarnya semakin lama semakin deras sekalipun pada awalnya hanya berupa flek. Derasnya darah menstruasi ini juga nantinya akan berkurang saat masa menstruasi akan berakhir sampai akhirnya benar-benar berhenti. 

  • Warnanya

Dilihat secara kasat mata pun antara darah implantasi dengan darah menstruasi juga berbeda. Kalau pada darah implantasi, warnanya beragam mulai dari merah muda hingga coklat muda. Biasanya yang akan keluar pertama kali warnanya adalah merah muda. 

Setelah nanti jumlah darah yang keluar berangsur berkurang jumlahnya, warna darah juga akan ikut berubah menjadi coklat muda yang akhirnya hanya akan keluar sebagai flek. Sedangkan pada darah menstruasi, warnanya juga beragam namun dimulai dari warna merah terang sampai dengan coklat gelap.

Kunjungi Dokter untuk Memastikan Apakah Darah Itu Adalah Darah Implantasi atau Menstruasi

Walaupun dari segi warna darah implantasi dan darah menstruasi sudah berbeda, namun tetap keduanya masih sulit dibedakan. Kalau memang Moms merasa ada kemungkinan hamil, sebaiknya lakukan tes kehamilan saja. 

Tes kehamilan dari darah umumnya dilakukan oleh dokter yang biasanya dengan mengukur tingkat hormon hCG atau human chorionic gonadotropin. Ini adalah hormon yang dihasilkan plasenta yang akan memberikan nutrisi pada embrio yang tengah berkembang. 

hCG ini akan diproduksi setelah darah implantasi. Jadi, ketika pendarahan implantasi terjadi, sebenarnya Moms masih harus bersabar dulu. Jangan terburu-buru menemui dokter karena besar kemungkinan hasilnya akan negatif. Tunggu dulu sampai beberapa hari, baru kemudian lakukan tes. 

Nutrisi Diperlukan untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Tidak hanya saat masih dalam kandungan, kebutuhan nutrisi juga harus diperhatikan betul agar Si Kecil yang sudah lahir tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Untuk itu, Moms jangan sampai skip pemberian ASI atau susu formula sebagai penggantinya ya. 

ASI perah juga tidak masalah kalau memang Moms berhalangan untuk menyusui Si Kecil secara langsung. Nantinya Moms bisa memberikan ASI perah tersebut menggunakan botol susu anti kolik untuk menghindari terjadinya kolik pada bayi. 

Moms bisa memilih botol susu dari Dr. Brown’s untuk mencegah bayi mengalami kolik saat minum susu. Untuk informasi produknya, bisa kunjungi website remi di sini. Banyak juga produk lainnya selain botol susu loh Moms, tentunya yang berhubungan dengan upaya pemenuhan nutrisi Si Kecil. 

Setelah mengetahui cara membedakan pendarahan implantasi dan menstruasi, kini Moms bisa semakin waspada jika sewaktu-waktu mengalami hal demikian. Tetap jaga kesehatan dengan pola hidup sehat ya Moms!

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Operasi Caesar untuk Ibu Hamil dengan Panggul Sempit

Operasi Caesar untuk Ibu Hamil dengan Panggul Sempit

Sudah menjadi hal umum jika wanita kebanyakan pinggulnya lebih lebar dari pria. Panggul yang seperti ini memang untuk mempermudah kehamilan serta persalinan. Namun ada juga yang panggulnya sempit dan konon operasi caesar untuk ibu hamil dengan panggul sempit.

Panggul yang sempit seperti ini memang berpotensi membuat persalinan normal sulit terjadi. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan panggul dulu untuk mendapatkan gambaran bagaimana bentuk pinggulnya sendiri. 

Panggul Sempit Itu Seperti Apa? 

Panggul sempit atau yang dalam istilah kedokteran disebut dengan Cephalopelvic Disproportion atau CPD merupakan kondisi di mana bayi tidak dapat melewati panggul pada saat lahir. Ini juga bisa diartikan sebagai kepala atau tubuh bayi terlalu besar sehingga panggul tidak muat. 

Apabila dokter sudah menerangkan bahwa seorang ibu hamil memiliki panggul yang sempit dengan akurat, maka memang operasi caesar lebih aman. Lalu berapa ukuran panggul sempit dan berapa ukuran panggul normal ibu hamil? 

Seorang ibu hamil akan disebut mempunyai panggul yang kecil apabila ukuran diameter panggul kurang dari angka rata-rata. Berdasarkan keterangan dari Dr Dwi Rasyanti, SpOG dari RSIA YPK Mandiri Jakarta, panggul sempit itu ada 3 macam, yakni sempit ringan, sempit berat serta sangat sempit. 

Panggul dikatakan sempit ringan jika ukurannya antara 9 cm hingga 10 cm. Panggul akan dikatakan sempit berat kalau ukurannya antara 6 cm hingga 8 cm dan panggul akan dikatakan sangat sempit apabila ukurannya kurang dari 6 cm. 

Akan tetapi, panggul sempit ini terjadi sedikit sekali pada perempuan, hanya sekitar 3% dari populasi penduduk wanita yang ada di dunia. Untuk menghindari kemungkinan buruknya, biasanya dokter akan menyarankan operasi caesar untuk ibu hamil dengan panggul sempit. 

Diagnosis Panggil Sempit

Lalu bagaimana panggul sempit ini didiagnosis? Sayangnya, panggul sempit jarang bisa didiagnosis sebelum tiba masa persalinan. Pasalnya, selama persalinan nanti kepala bayi bisa mengerut dan sendi panggul akan menyebar supaya ada lebih banyak ruang untuk janin melewati panggul tersebut.

Jadi pada umumnya memang panggul sempit baru bisa diketahui saat kemajuan persalinan tidak cukup dan pelaksanaan terapi medis seperti pemakaian oksitosin juga tidak bisa dicoba atau tidak berhasil. Saat inilah bisa diputuskan apakah panggul ibu terlalu kecil dan memerlukan operasi caesar atau tidak.

Penyebab Pinggul Sempit

Kondisi panggul sempit yang dialami oleh ibu hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut.

  • Pengaruh dari Posisi Bayi Ketika Persalinan

Bayi akan turun menuju jalan lahir secara alami. Bayi juga akan aktif, bergerak dan tubuhnya juga lentur ketika melewati panggul. Bayi seringkali tidak berada dalam posisi yang optimal dan membuat persalinan menjadi sulit. Bahkan terkadang bayi juga tidak mungkin untuk turun ke jalan lahir. 

Dalam banyak kasus, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar bayi terdorong ke posisi yang optimal agar melahirkan secara normal bisa dilakukan. Namun kalau ini tidak berhasil, maka ibu hamil mungkin harus melakukan persalinan dengan jalan operasi caesar.

  • Pengaruh dari Posisi Ketika Melahirkan

Ada posisi ibu hamil yang membuat panggul jadi lebih sempit. Posisi itu ialah semi berbaring atau telentang. Posisi ini akan membuat panggul jadi lebih sempit hingga 30%. Walaupun 30% itu terdengar kecil, namun saat kelahiran bisa memberikan perbedaan yang besar. 

  • Kondisi Janin dengan Marcosomia

Bayi bisa mengalami hydrocephalus atau marcosomia. Ini adalah kondisi dimana terjadi peningkatan jumlah cairan yang tidak normal pada kepala bayi yang membuat tulang tengkoraknya menjadi lebih lebar. Bayi dengan kondisi ini beratnya bisa lebih dari 4 kg dan bisa membuat ibu jadi memiliki CPD.

  • Faktor Tinggi Badan dan Kesehatan

Ibu hamil yang bertubuh pendek juga ada yang disarankan melahirkan dengan jalan operasi caesar karena panggulnya sempit. Biasanya ibu hamil yang demikian adalah yang tinggi badannya kurang dari 150 cm. 

Selain masalah tinggi badan, operasi caesar semakin disarankan apabila ibu hamil pernah memiliki penyakit panggul. Sebab, trauma atau penyakit panggul ini juga membuat ibu hamil jadi berisiko lebih tinggi mempunyai panggul sempit. 

Rekomendasi Operasi Caesar untuk Ibu Hamil dengan Panggul Sempit

Panggul itu adalah bagian tubuh yang menjadi jalan lahir supaya janin bisa keluar dari vagina pada saat proses persalinan. Ibu hamil yang panggulnya sempit memiliki kemungkinan sulit menjalani persalinan yang normal. 

Apabila panggul ibu yang sempit ini memang tidak bisa dilewati oleh janin ketika akan lahir, ini hanya akan membuat proses persalinan jadi lebih lama, bahkan bisa terjadi juga persalinan macet. Hal ini hanya akan membuat kepala bayi jadi tertekan dan tulang tengkoraknya jadi terhimpit. 

Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya pendarahan pada otak yang tentu saja tidak bagus untuk kondisi bayi. Persalinan yang berlangsung lama juga bisa mengakibatkan terjadinya gawat janin. 

Tidak hanya berbahaya untuk janin, ibu hamil yang panggulnya sempit juga bisa mengalami sejumlah komplikasi jika tetap menjalani persalinan normal. Diantaranya ialah cedera pada rahim serta pendarahan berat. 

Mengingat tingginya risiko jika ibu hamil tetap memaksa melahirkan normal padahal kondisi panggulnya tidak memungkinkan, makanya ibu hamil disarankan untuk melahirkan dengan jalan operasi caesar. Dengan metode ini, janin tidak akan melewati panggul, namun langsung dikeluarkan dari rahim. 

Wanita dengan Panggul Sempit Apakah Bisa Melahirkan Normal? 

Walaupun disebutkan bahwa operasi caesar untuk ibu hamil dengan panggul sempit itu adalah pilihan cara persalinan yang tepat, namun ini tidak menutup kemungkinan ibu hamil untuk melahirkan secara normal. 

Tentunya, ini tergantung pada ukuran janin atau berat badan janin, kekuatan mendorong dari ibu, presentasi serta posisi janin, penyakit yang menyertai ibu hamil serta usia ibu yang akan melahirkan. Intinya, dokter tidak akan menyarankan operasi caesar jika memang persalinan normal bisa dilakukan. 

Agar peluang melahirkan dengan normal lebih besar, maka ibu hamil yang panggulnya sempit harus menjaga berat badannya sebisa mungkin supaya tidak sampai obesitas. Ibu hamil perlu mengurangi camilan-camilan manis selama masa kehamilan karena bisa membuat ukuran bayi bertambah besar. 

Kondisi panggul sempit sebenarnya merupakan hal yang sangat jarang terjadi, yakni sekitar 1 dari 250 kehamilan. Apabila Moms terdiagnosa memiliki panggul sempit, jangan khawatirkan soal kehamilan yang berikutnya. 

Pasalnya, masalah yang Moms hadapi saat masa kehamilan pertama ini tidak selalu terjadi pada kehamilan yang berikutnya. Moms hanya perlu menjaga kesehatan dan asupan nutrisi dengan baik untuk memperbesar peluang melahirkan secara normal. 

Bayi Harus Terpenuhi Kebutuhan Gizinya

Operasi caesar untuk ibu hamil dengan panggul sempit bertujuan untuk menyelamatkan ibu hamil sekaligus janin. Setelah janin keluar, dia akan membutuhkan perhatian serta nutrisi yang cukup agar badannya tetap sehat.

Nutrisi terbaik untuk bayi yang baru lahir adalah ASI dan ASI sebaiknya diberikan eksklusif hingga usianya 6 bulan. Akan tetapi, untuk Moms tidak bisa menyusui Si Kecil secara langsung, bisa memberikannya ASI perah saja. 

Jadi ASI diperah lalu disimpan, nanti setelah Si Kecil menangis karena lapar, bisa diberikan pada Si Kecil. Media pemberiannya macam-macam, namun kalau mau menggunakan botol, gunakan botol susu anti kolik ya Moms agar Si Kecil tidak kolik. 

Kolik pada bayi memang tidak berbahaya, akan tetapi ini membuat Si Kecil jadi tidak nyaman perutnya. Moms bisa memilih botol susu yang didesain khusus agar tidak menyebabkan kolik pada Si Kecil dari Dr. Brown’s.

Botol ini bisa Moms dapatkan dengan mengunjungi website resmi di sini. Selain botol susu, ada juga produk lain yang sangat membantu Moms untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil. 

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Ini Kemungkinan Penyebab Pendarahan Saat Hamil

Penyebab Pendarahan Saat Hamil

Keluarnya darah dari vagina adalah hal yang lumrah bagi para wanita. Namun bagaimana jika ini terjadi saat wanita tersebut sedang hamil? Pendarahan tidak selalu menjadi pertanda adanya masalah, akan tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apa kemungkinan penyebab pendarahan saat hamil?

Penyebab Pendarahan Saat Hamil Secara Umum

Sebelum membahas soal apa yang menyebabkan pendarahan saat hamil, perlu diketahui bahwa pendarahan ini merupakan suatu kondisi yang umum terjadi terutama pada trimester pertama. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah serius. 

Walaupun demikian, harus tetap diwaspadai. Pasalnya, pendarahan juga bisa menjadi pertanda adanya kondisi yang bisa membahayakan janin sekaligus hamil. Lalu apa saja penyebab pendarahan dan bagaimana cara mengatasi pendarahan pada ibu hamil? Ini jawabannya.

  • Pada Trimester Pertama

Berdasarkan keterangan yang ada di American Academy of Family Physicians, bisa diketahui bahwa hampir 1 dari 4 orang wanita yang hamil mengalami pendarahan saat kehamilan ada di usia trimester pertama. 

Saat usia kandungan masih di trimester pertama, beberapa penyebab pendarahan umumnya sebagai berikut. 

  • Gagal Embrio

Kemungkinan penyebab yang pertama ialah gagal embrio atau blighted ovum. Untuk memastikannya, bisa menggunakan ultrasonografi dan gagal embrio bisa terjadi apabila janin berkembang tidak normal.

  • Infeksi pada Vagina

Setiap infeksi seperti infeksi vagina, serviks maupun infeksi menular seksual seperti herpes, gonore dan klamidia juga bisa mengakibatkan pendarahan ketika hamil di trimester pertama.

  • Perubahan Serviks

Saat wanita sedang hamil, darah akan mengalir secara ekstra ke serviks. Apabila nanti terjadi hubungan seksual maupun tes pap smear yang cenderung menimbulkan kontak dengan serviks, ini juga bisa memicu pendarahan. 

  • Kehamilan Molar atau Trofoblas Gestasional

Pendarahan yang terjadi akibat penyebab satu ini merupakan kondisi yang langka. Kondisi ini adalah kondisi di mana terdapat jaringan abnormal yang tumbuh di dalam rahim, bukannya pada bayi. 

Sangat jarang terjadi jaringan tersebut memiliki sifat kanker serta bisa menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan adanya gejala muntah serta mual yang parah dan juga pembesaran rahim yang terhitung cepat.

  • Kelainan Pembuahan

Penyebab pendarahan saat hamil lainnya ialah kelainan pembuahan. Kelainan ini akan menghasilkan pertumbuhan jaringan yang abnormal yang terdapat di dalam rahim, Dalam sejumlah kasus, jaringan yang abnormal ini hanya ada di uterus dan tidak ada janin.

Namun ada juga yang tidak hanya mengalami pertumbuhan jaringan abnormal, tetapi hadir pula janin dengan cacat lahir yang lumayan parah.

  • Kehamilan Ektopik

Ada pertanyaan berbahayakah keluar darah saat hamil? Jika penyebabnya adalah kehamilan ektopik, ini bisa jadi berbahaya. Dalam kasus kehamilan ektopik, implan embrio yang dibuahi biasanya ada di tuba falopi atau di tempat lain namun di luar rahim. 

Apabila embrio ini terus tumbuh, tuba falopi bisa saja pecah dan akhirnya mengancam jiwa ibu hamil. Kehamilan ektopik memang berpotensi berbahaya, namun ini hanya terjadi pada sekitar 2% kehamilan saja. 

Kehamilan ektopik biasanya didahului dengan gejala munculnya rasa sakit di perut bagian bawah serta sakit kepala ringan. Hanya sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan ini.

  • Keguguran

Apakah keluar darah saat hamil tanda keguguran? Ini mungkin saja terjadi. Keguguran lebih rentan terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan dan kasusnya sekitar 15% – 20%. Akan tetapi perlu diingat lagi, munculnya darah ini tidak selalu berarti Moms kehilangan buah hati. 

Bahkan ada beberapa kasus di mana keguguran masih dapat diselamatkan. Biasanya penyebab keguguran yang paling umum ialah kekurangan genetik terbatas pada embrio spesifik. 

  • Pendarahan Implantasi

Ini merupakan pendarahan ketika hamil yang umumnya terjadi sekitar 7 hari – 14 hari setelah pembuahan. Umumnya pendarahan akan segera berhenti antara 1 hari – 2 hari. Pendarahan seperti ini tidak berbahaya serta tidak memerlukan pengobatan. 

Umumnya juga akan terjadi pada periode haid yang seharusnya memang sedang berlangsung. Inilah kenapa ada ibu hamil yang tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil dan menganggap bahwa pendarahan implantasi tersebut merupakan pendarahan haid biasa. 

  • Pada Trimester Kedua dan Ketiga

Pendarahan saat hamil tidak hanya bisa terjadi pada trimester pertama saja, namun juga bisa terjadi saat trimester kedua bahkan trimester ketiga. Beberapa kemungkinan penyebabnya sebagai berikut.

  • Plasenta Previa

Ini merupakan kondisi di mana plasenta melekat di rahim bagian bawah, dekat mulut rahim atau bahkan menutupi leher rahim sehingga jalan lahir bayi menjadi terhalang. Kalau ini terjadi, pilihannya adalah ibu hamil melahirkan dengan cara operasi caesar saat usia janin mencukupi.

  • Solusio Plasenta

Ini adalah kondisi di mana plasenta lepas dari dinding rahim baik itu sebelum persalinan ataupun saat proses persalinan. Selain pendarahan, kondisi ini juga menimbulkan gejala lain yakni rahim terasa sakit, nyeri pada perut, nyeri pada punggung dan bisa juga janin kekurangan oksigen.

  • Hubungan Seksual

Selama kehamilan, tubuh akan mengalami perubahan yang begitu signifikan. Termasuk dalam hal ini ialah serviks atau leher rahim menjadi lebih sensitif. Darah yang muncul setelah melakukan hubungan seksual sebenarnya adalah hal yang wajar, asalkan tidak disertai rasa nyeri. 

  • Bukaan Lahir

Wanita yang akan melahirkan juga bisa mengalami pendarahan. Pendarahan ini terjadi akibat pembukaan yang mungkin bisa terjadi selama beberapa hari sebelum kontraksi ataupun selama proses persalinan. Dalam sejumlah kasus, pendarahan juga salah satu tanda persalinan prematur.

Mengatasi Pendarahan Saat Hamil

Saat seorang wanita hamil mengalami pendarahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan ataupun bidan. Biasanya dokter kandungan dan bidan akan memeriksa kondisi janin. Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan spekulum vagina. 

Tujuannya adalah untuk mengetahui kemungkinan adanya penyebab lain dari pendarahan saat hamil. Sementara untuk mengatasi pendarahannya itu sendiri, di Better Health sudah dijelaskan bahwa:

  • Mengkonsumsi obat pereda nyeri yang sifatnya ringan
  • Menghindari hubungan seksual, dan hubungan seksual bisa kembali dilakukan setelah pendarahan berhenti
  • Perbanyak istirahat

Apabila pendarahan ini terjadi dalam jumlah yang lumayan banyak baik disertai ataupun tanpa demam, Moms sebaiknya juga segera periksa ke dokter kandungan. Sembari menunggu, Moms bisa duduk, mengangkat kaki serta minum air. 

Terlepas dari apa yang kemungkinan menjadi penyebab pendarahan saat hamil, Moms juga tanyakan pada diri sendiri ya apakah mengalami gejala lainnya juga seperti penurunan aktifitas janin, perubahan penglihatan, mual, sakit punggung serta kontraksi. 

Cukupi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Setelah Si Kecil lahir, harus diberikan perawatan yang tepat. Kebutuhan nutrisinya juga harus dipenuhi supaya bayi bisa tumbuh dengan baik. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil, Moms harus memberikan ASI, sebaiknya eksklusif ya hingga usia si Kecil 6 bulan. 

Kalaupun tidak bisa memberinya langsung karena berbagai alasan, Moms bisa memberikannya ASIP atau ASI perah. Media pemberiannya banyak kok, bisa gelas sloki, cup feeder bahkan botol dot. Namun botolnya usahakan botol susu anti kolik ya.

Kolik pada bayi memang merupakan hal yang umum terjadi. Namun begitu terjadi, ini akan membuat si Kecil jadi tidak nyaman. Untuk menemukan botol anti kolik tidak susah kok Moms, karena Moms bisa memilih botol susu dari Dr. Brown’s. 

Keterangan mengenai apa dan bagaimana botol ini bisa mencegah kolik pada si Kecil, Moms bisa mengeceknya langsung di website resminya di sini. Bisa bergabung dengan Parenting Club-nya juga loh buat menambah pengetahuan.

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Tahapan Perubahan Bentuk Payudara Ibu Hamil

Tahapan Perubahan Bentuk Payudara Ibu Hamil

Berada dalam masa kehamilan tidak hanya membuat perut wanita menjadi lebih besar, namun juga menyebabkan perubahan pada payudaranya. Perubahan bentuk payudara ibu hamil ini adalah hal yang sangat normal terjadi karena peningkatan kadar hormon. 

Hormon yang dimaksud diantaranya ialah progesteron, estrogen dan juga hormon prolaktin yang bisa memicu produksi ASI. Meskipun merupakan hal yang normal, perubahan ini juga terkadang membuat ibu hamil jadi tidak nyaman. Lalu, bagaimana perubahan payudara saat hamil? Ini jawabannya. 

Perubahan Bentuk Payudara Ibu Hamil Berdasarkan Usia Kandungan

Selain merupakan hal yang normal, terjadinya perubahan pada payudara ini juga sebenarnya adalah pertanda bahwasanya tubuh si ibu hamil tengah mempersiapkan diri untuk menyusui nanti. Berikut sejumlah perubahan yang terjadi pada payudara seorang wanita saat sedang hamil.

  • Kehamilan 1 – 12 Minggu atau Trimester Pertama

Apa perubahan payudara ketika hamil minggu pertama? Saat minggu pertama dan selama trimester pertama ini, terjadi perubahan hormon yang membuat aliran darah jadi meningkat serta mengubah jaringan yang terdapat pada payudara. 

Peningkatan volume darah ini terjadi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan janin yang tengah tumbuh yang bisa membuat pembuluh darah pada payudara jadi lebih biru, lebih terlihat serta lebih besar. Payudara ini juga akan menjadi lebih lunak serta bengkak.

Perubahan seperti ini sering muncul dan hilang, namun ini adalah masa di mana tubuh ibu hamil akan menyesuaikan dirinya dengan perubahan hormon yang tengah dialami. Lalu kapan mulai nyeri payudara saat hamil? Jawabannya adalah mulai minggu pertama hingga minggu ke-13 kehamilan.

Berdasarkan National Institute of Child Health and Human Development, payudara akan terasa sakit atau geli semenjak minggu pertama sampai minggu kedua setelah terjadinya pembuahan. Berikut sejumlah perubahan lain pada payudara saat kehamilan trimester pertama.

  1. Puting jadi lebih sensitif dan bahkan terasa sakit ketika disentuh
  2. Ukuran bra akan berubah, bisa naik hingga 2 cup jika ini adalah kehamilan pertama
  3. Payudara akan terasa gatal dan kadang juga muncul garis stretch mark di sekitar payudara
  • Kehamilan 13 – 26 Minggu atau Trimester Kedua

Pada trimester kedua, perubahan bentuk payudara ibu hamil jadi lebih signifikan. Pada trimester kedua ini, hormon estrogen akan bertambah yang membuat payudara jadi lebih penuh atau berat dan payudara juga semakin besar. 

Pada beberapa minggu pertama di trimester yang kedua ini payudara mulai memproduksi kolostrum, yakni bentuk pertama dari ASI. Pada fase ini, ada sebagian ibu hamil yang tidak menyadarinya dan sebagiannya lagi merasakan kebocoran pada bagian payudaranya. 

Kebocoran seperti ini sebenarnya wajar, namun sebaiknya usahakan agar jangan sampai berlebihan. Sebab kalau sampai berlebihan, bisa meningkatkan kemungkinan bayi terlahir prematur. Selanjutnya perubahan lain yang bisa diamati saat trimester kedua ini sebagai berikut. 

  1. Areola atau lingkaran di sekitar puting susu jadi lebih besar dan hitam untuk membantu bayi menemukan puting saat menyusu nanti. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh proses perubahan hormon selama masa kehamilan
  2. Munculnya benjolan kecil di areola. Benjolan ini tidak nyeri dan merupakan kelenjar penghasil minyak yang biasa disebut dengan Tuberkel Montgomery yang fungsinya adalah untuk melumasi payudara supaya ibu bisa lebih mudah saat menyusui nanti
  3. Sebagian ibu juga akan merasakan putingnya jadi lebih menonjol, namun sebenarnya ini bisa terjadi kapan saja, bisa saat trimester ketiga atau bahkan setelah melahirkan terutama saat payudara terstimulasi
  4. Munculnya benjolan pada payudara yang sering dialami ibu hamil namun sebenarnya tidak berbahaya. Meskipun demikian, ada baiknya memberitahu dokter mengenai benjolan ini supaya bisa diketahui pastinya. 
  • Kehamilan Usia 27 Minggu sampai Menjelang Persalinan (Trimester Ketiga Kehamilan)

Pada trimester ketiga, khususnya beberapa minggu sebelum persalinan, payudara serta puting ibu hamil akan semakin membesar mengingat produksi ASI terus meningkat. 

Berdasarkan dari Obstetrics and Gynecology Science, diketahui bahwa adanya pengaruh dari hormon oksitosin serta hormon prolaktin yang disekresikan dari kelenjar hipofisis posterior saat akhir kehamilan, sel-sel alveolar bisa menghasilkan ASI dini yang umum disebut sebagai kolostrum. 

American Pregnancy Association juga menyebutkan bahwasanya kolostrum ini mempunyai banyak manfaat khususnya untuk bayi yang baru lahir. Diantara manfaat tersebut ialah membantu meningkatkan sistem imun bayi, meningkatkan kesehatan mata bayi dan meningkatkan kesehatan otak bayi. 

Selain itu, kolostrum juga membantu meningkatkan kesehatan hati bayi serta mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh bayi. Akan tetapi memang tidak semua ibu hamil mengalami yang namanya kolostrum muncul saat akhir persalinan. Sebab ada juga yang kolostrumnya keluar setelah persalinan.

Pemilihan Bra untuk Ibu Hamil

Terkait dengan perubahan bentuk payudara ibu hamil ini, tidak semuanya mengalami perubahan sesuai dengan yang telah disebutkan di atas. Namun, sebaiknya ibu hamil menyesuaikan ukuran bra yang dikenakannya dengan bentuk serta ukuran payudaranya. 

Menyesuaikan ukuran bra seperti ini bisa menjadi salah satu upaya supaya ibu hamil bisa tetap merasa nyaman sekalipun terjadi sejumlah perubahan pada payudaranya tersebut. Berikut ini sejumlah tips dalam memilih bra untuk ibu hamil.

  • Untuk bra yang akan dikenakan saat tidur, pilih yang dibuat dari bahan katun yang lembut yang sekiranya tidak akan membatasi ruang gerak payudara
  • Apabila ibu hamil tetap ingin berolahraga, bra yang dikenakan sebaiknya adalah bra khusus yang bisa menopang payudara dengan pas
  • Sebaiknya pilih bra yang dibuat dari serat alami atau katun karena bahan ini memiliki sirkulasi udara yang cukup baik dan akan membuat payudara tetap terasa nyaman
  • Pastikan ukuran bra yang dikenakan tidak terlalu longgar serta tidak terlalu ketat, namun tetap bisa menopang payudara dengan baik

Lalu untuk cairan kolostrum yang mulai keluar dari puting, ibu hamil bisa mengakalinya dengan menempatkan kain kasa atau sapu tangan katun ke dalam masing-masing cup bra supaya cairan tersebut bisa terserap. 

Kain kasa atau sapu tangan ini harus diganti secara rutin ya agar tidak menimbulkan iritasi di sekitar puting. Usahakan juga tidak membersihkan payudara dengan sabun maupun deterjen dengan bahan kimia yang keras untuk menghindari munculnya iritasi serta nyeri pada payudara. 

Menyusui Setelah Melahirkan

Setelah bayi lahir, ASI merupakan makanan yang paling baik untuknya. Sayangnya tidak semua ibu bisa menyusui bayinya secara langsung karena berbagai alasan. Agar bayi tetap mendapatkan asupan ASI, Moms bisa memerah kemudian menyimpan ASI tersebut untuk diberikan pada si kecil nantinya. 

ASI perah ini biasa diberikan melalui botol dot. Kalau Moms terpaksa memilih alternatif ini, sebaiknya pilih botol susu anti kolik untuk menghindari kolik pada bayi. 

Pasalnya, ada beberapa botol yang desainnya kurang bagus yang dapat mengakibatkan udara menjadi bercampur dengan susu saat Si Kecil meminumnya. Udara ini bisa membuat si Kecil jadi tidak nyaman sehingga mengalami kolik. 

Untuk menghindari kolik tersebut, Moms bisa memilih botol susu dari DrBrowns. Botol ini didesain secara khusus memang untuk memberikan solusi kepada Moms agar lebih mudah dalam merawat si Kecil. 

Selain botol susu, ada juga produk yang lainnya. Moms bisa mengecek nya langsung di website resminya di sini.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Manfaat DHA untuk Ibu Hamil dan Janin

Manfaat DHA untuk Ibu Hamil dan Janin

DHA atau Docosahexaenoic acid adalah asam lemak omega-3 yang sekarang sudah diformulasikan dalam susu untuk ibu hamil, susu untuk bayi dan susu untuk anak-anak. Manfaat DHA untuk ibu hamil dan janin ini sangat besar khususnya untuk menjaga kesehatan ibu selama mengandung. 

Inilah mengapa konsumsi DHA adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh ibu hamil. Selain demi menjaga kesehatan si ibu, DHA juga bisa mendukung perkembangan saraf serta otak janin dan sekaligus membuat janin terhindar dari potensi lahir prematur. 

Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Konsumsi DHA dan Berapa Dosisnya?

Suplementasi DHA adalah hal yang umum diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. DHA menjadi lebih dibutuhkan lagi saat usia kehamilan berada pada trimester ketiga, yakni ketika tahap lanjutan perkembangan retina dan otak. 

Sementara untuk dosis yang diperlukan, ibu hamil memerlukan asupan DHA sebanyak 300 mg per hari. Ibu hamil bisa mendapatkan asupan DHA tersebut dari makanan yang diperkaya dengan DHA. 

Namun kalau asupan DHA dari makanan masih kurang, bisa ditambah dengan suplemen yang mengandung DHA, baik itu suplemen makanan ataupun suplemen kehamilan. Namun agar lebih aman, konsultasi dulu dengan dokter terkait jenis serta dosis suplemen DHA yang akan dikonsumsi ya.

Makanan Apa Saja yang Mengandung Omega-3 Dan DHA? 

Asam lemak omega-3 terdiri atas 3 macam, yaitu ALA atau asam alfa-linolenat, EPA atau asam eicosapentaenoate dan DHA atau asam dokosaheksaenoat. Untuk ALA umumnya ada pada biji-bijian dan EPA serta DHA ada pada bahan pangan hewani. 

Contohnya kelompok ikan makarel, tiram, ikan salmon, ikan sarden dan ikan teri. Untuk mendapatkan manfaat DHA serta asam lemak omega-3 dengan lebih baik, perhatikan cara pengolahannya ya. Jangan lupa untuk membersihkan bahan makanan tersebut dengan baik juga.

Ragam Manfaat DHA untuk Ibu Hamil dan Janin

Berdasarkan keterangan yang ada dalam The American Journal of Clinical Nutrition, diketahui bahwa kandungan DHA mempunyai potensi dapat melindungi ibu hamil dari berbagai komplikasi terkait kehamilan. Selain itu, DHA juga bisa meningkatkan kesehatan anak yang tengah berkembang. 

DHA berfungsi membuat sel saraf jadi lebih mudah mengirim serta menerima sinyal rangsangan dari seluruh tubuh. Di samping itu, DHA juga ikut berperan penting dalam pembentukan sel serta jaringan saraf baik di otak maupun di seluruh tubuh. 

Mengingat peran DHA yang begitu penting tersebut, sebaiknya ibu hamil memang tidak melewatkan waktu konsumsi DHA. Sedangkan manfaat DHA untuk ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya sebagai berikut.

1. Manfaat DHA untuk Ibu Hamil

  • Meningkatkan Penglihatan Mata

Ada ibu hamil yang mengalami penglihatan buram dan kondisi ini umumnya juga disebabkan oleh hormon. Terjadinya perubahan hormon pada ibu hamil bisa mengganggu produksi air mata. Apabila air mata yang dihasilkan lebih sedikit, ini dapat membuat penglihatan jadi buram. 

Berdasarkan keterangan dari National Institutes of Health, diketahui bahwa DHA bisa mengaktifkan rhodopsin, yakni protein membran di batang mata. Dengan aktifnya rhodopsin, otak ibu hamil akan menerima gambar dengan mengubah ketebalan, fluiditas serta permeabilitas selaput mata. 

  • Mengurangi Sesak Nafas

Selama kehamilan, perut akan bertambah besar dan terasa kencang karena rahim meregam untuk menampung janin yang juga tengah berkembang. Hal ini sering membuat ibu hamil jadi sering merasa nyeri bahkan sesak nafas.

Apabila ibu hamil memang memiliki asma, biasanya asmanya itu akan sering kambuh saat hamil. Rupanya, konsumsi DHA secara rutin bisa membantu mencegah serta mengurangi gejala asma pada ibu hamil.

  • Membantu Menguatkan Tulang

Nyeri tulang pada ibu hamil bisa diakibatkan oleh berbagai hal, seperti perubahan hormon, perubahan postur tubuh dan penambahan berat badan. Sementara itu, konsumsi DHA bisa membantu menguatkan tulang sehingga ibu hamil akan terhindar dari nyeri tulang. 

  • Membantu Meningkatkan Mood

Sebagian ibu hamil merasakan moodnya tidak stabil. Hal yang seperti ini terjadi akibat perubahan hormon yang membuat hati ibu hamil jadi lebih sensitif. Ada penelitian yang menjelaskan bahwa mood yang tidak stabil telah dikaitkan dengan komplikasi pada janin setelah lahir. 

Namun ibu hamil tidak perlu khawatir, mood yang tidak stabil itu adalah hal yang normal dan bisa dikurangi salah satu caranya dengan konsumsi DHA. 

Berdasarkan keterangan dari Journal Translational Psychiatry, DHA dikatakan bisa membantu meningkatkan mood depresi pada akhir kehamilan sampai dengan awal postpartum atau periode perinatal. 

  • Bayi Terhindar dari Potensi Lahir Prematur

Bayi yang lahir prematur sering mempunyai masalah kesehatan yang cukup serius. Untuk mencegah supaya bayi lahir sebelum waktunya, ibu hamil bisa mengkonsumsi DHA. Pasalnya, DHA akan berperan sebagai blok yang membangun lemak esensial yang terlibat dalam perkembangan janin. 

Nutrients juga telah menerangkan bahwasanya risiko kelahiran prematur bisa dikurangi salah satunya dengan konsumsi suplemen DHA khusus untuk ibu hamil. 

2. Manfaat DHA untuk Janin

  • Mendukung Perkembangan Mata Janin

DHA memiliki peran yang sangat penting untuk janin, salah satunya adalah untuk mendukung perkembangan organ matanya. 

Berdasarkan salah satu hasil penelitian yang dilakukan pada ibu hamil, jika asupan DHA selama hamil tercukupi, bisa membuat janin terhindar dari gangguan penglihatan. Akan tetapi, hasil penelitian ini juga masih memerlukan penelitian lebih lanjut lagi. 

  • Mendukung Perkembangan Otak

Tidak hanya berperan dalam mendukung perkembangan mata janin, DHA juga diperlukan untuk mendukung perkembangan otak, terutama saat perkembangan otak tersebut mencapai puncaknya, yakni pada trimester ketiga kehamilan. 

Ada studi yang telah berhasil membuktikan bahwasanya kadar DHA di dalam tubuh wanita hamil bisa merangsang fungsi serta kecerdasan otak janin setelah lahir nanti. 

DHA Juga Diperlukan Oleh Bayi yang Sudah Lahir

Bukan hanya saat masih berupa janin saja, bayi yang sudah lahir juga memerlukan asupan DHA. Asupan ini diperlukan untuk menghindarkan bayi dari kondisi tertentu, diantaranya kesulitan belajar, gangguan tumbuh kembang serta gangguan perilaku. 

Moms bisa memberikan Si Kecil susu formula yang dilengkapi dengan kandungan DHA untuk menghindari kondisi tersebut. Namun hati-hati Moms, Si Kecil rawan mengalami kolik kalau botol susu yang digunakan tidak didesain secara khusus. 

Kolik pada bayi itu sendiri bisa terjadi apabila ada udara bercampur dengan susu sewaktu Si Kecil meminumnya. Memang tidak berbahaya, namun kolik tetap bukan kondisi yang menyenangkan. Untuk menghindari hal itu, Moms bisa memilih botol susu anti kolik dari Dr.Brown’s. 

Bagaimana cara mendapatkannya? Bisa dengan mengunjungi website resmi di sini. Tidak hanya ada botol susu Moms, ada juga peralatan lainnya seperti sendok dan piring yang didesain khusus serta dibuat dari bahan yang ramah untuk Si Kecil.

Setelah mengetahui apa saja manfaat DHA untuk ibu hamil dan janin, maka pastikan Moms tidak melewatkannya ya. Moms bisa konsumsi makanan-makanan yang mengandung DHA dan bisa menambahnya dengan suplemen DHA kalau memang masih belum cukup.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Protein Urine Berlebih pada Anak dan Ibu Hamil

8 Makanan Berbahaya Saat Hamil, Hindari Segera!

Proteinuria adalah sebutan untuk kondisi di mana ada protein di dalam urine. Proteinuria bisa dialami siapa saja termasuk anak dan ibu hamil. Jika kadar protein dalam urine masih dalam batas normal, maka ini tidak perlu dikhawatirkan. Lalu bagaimana jika ada protein urine berlebih pada anak dan ibu hamil?

Tentu ini bukanlah sesuatu yang bagus karena ada masalah pada kesehatan pada anak dan juga ibu hamil. Adanya protein dalam urine terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi penyaringan ginjal. Ginjal kalau fungsinya sudah terganggu, maka ia tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. 

Salah satunya, ginjal tidak bisa menyaring protein dengan baik. Akibatnya, protein yang ada dalam darah bisa masuk ke dalam urine sehingga begitu dilakukan pemeriksaan, ditemukan protein dengan jumlah yang banyak di dalam urine. 

Cek Protein Urine Ibu Hamil untuk Apa? 

Selain disarankan untuk menjaga kesehatan, ibu hamil juga disarankan untuk mengikuti tes urine di sepanjang kehamilannya secara rutin. Tujuannya adalah untuk mengetahui kadar protein urine pada ibu hamil.

Nantinya tes ini dipakai untuk memeriksa keton, gula atau bakteri yang ada di dalam tubuhnya. Tes ini juga berfungsi untuk mengetahui bagaimana fungsi ginjal ibu hamil, infeksi ataupun mendapatkan informasi masalah kesehatan lainnya. 

Berdasarkan keterangan yang ada di BellyBelly, diketahui bahwa kadar protein yang rendah selama kehamilan merupakan hal yang normal. Sementara jika kadar protein urine tinggi hingga melampaui batas normal, ini malah akan menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu hamil. 

Kelebihan protein urine seperti ini bisa menunjukkan bahwa ginjal ibu hamil mungkin bekerja lebih keras dibandingkan dengan masa sebelum kehamilan. Lalu seperti yang disampaikan sebelumnya, adanya protein urine berlebih pada anak dan ibu hamil bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan. 

Protein Urine Positif 1 Artinya Apa?

Protein urine positif 1 menunjukkan adanya kebocoran protein di dalam urine. Berdasarkan keterangan American College of Obstetricians and Gynecology atau ACOG, ibu hamil akan dikategorikan sebagai protein urine positif apabila lebih dari 300 mg per 24 jam kapan saja selama masa kehamilan. 

Kemudian protein urine positif penyebabnya apa? Jawabannya adalah beragam, namun ini biasanya berhubungan dengan adanya gangguan pada ginjal. Alasannya adalah karena ginjal yang memiliki tugas menyaring zat sisa tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik sehingga protein masuk ke urine. 

Terkait dengan hal ini, ada pertanyaan lain protein urine positif 1 bisakah melahirkan normal? Untuk ini perlu diketahui bahwa hasil pemeriksaan yang menunjukkan ibu hamil terdeteksi protein urine positif 1 tidak menjadi indikasi apakah ibu hamil akan melahirkan secara caesar atau normal. 

Kondisi ibu serta janin saat kehamilan serta saat persalinan bisa saja berbeda-beda. Kalau saja saat persalinan terjadi kondisi darurat seperti gawat janin atau ibu mengalami gangguan kesehatan mendadak, maka tindakan operasi caesar harus dilakukan agar ibu dan janin selamat. 

Ini Penyebab Protein Urine Berlebih pada Anak dan Ibu Hamil

Protein pada dasarnya sangat diperlukan untuk pertumbuhan serta perbaikan tubuh. Akan tetapi, jika sampai protein ini ditemukan ada dalam urine, ini adalah sinyal pertanda bahaya tengah mengancam kesehatan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai protein urine berlebih pada anak dan ibu hamil.

1. Protein Urine pada Anak

Protein urine pada anak bisa terjadi karena berbagai hal dan kalau kasusnya masih terhitung ringan, maka ini hanya akan bersifat sementara dan nanti akan menghilang dengan sendirinya. Diantara penyebab protein urine ringan ini ialah stres, demam dehidrasi serta suhu dingin yang ekstrem. 

Sementara bila kadar protein dalam urine pada anak lumayan tinggi, ini bisa menjadi tanda bahwa anak tengah mengalami gangguan kesehatan. Biasanya, akan muncul gejala lainnya juga seperti bengkak pada kelopak mata, pergelangan kaki serta kaki. 

Untuk kasus di mana kadar protein dalam urine sudah tinggi seperti ini, terutama jika masalah di atas juga muncul, penyebabnya bisa saja kanker, gangguan sistem imun, infeksi seperti hepatitis C, hepatitis B dan malaria, penyakit ginjal serta penyakit diabetes. 

2. Protein Urine pada Ibu Hamil

Selayaknya kasus protein urine berlebih pada anak, protein urine berlebih pada ibu hamil juga ada penyebabnya. Penyebab tersebut diantaranya sebagai berikut.

  • Preeklamsia

Preeklamsia merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah ibu hamil tinggi dan umumnya terjadi setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Berdasarkan keterangan dari Obstetrics and Gynecology, diketahui bahwa tekanan darah tinggi pada kehamilan lebih dari 140 mmHg sistolik.

Atau dalam kondisi lebih besar dari 90 mmHg diastolik. Walaupun tekanan darah tinggi sering dihubungkan dengan preeklamsia, sebagian wanita yang tekanan darahnya normal namun perlahan-lahan naik di sepanjang kehamilan menjadi sulit dideteksi. 

Preeklamsia adalah suatu kondisi yang harus diobati. Apabila kondisi ini dibiarkan saja, maka akan muncul kondisi lain yang lebih serius seperti persalinan prematur, cairan ketuban menjadi sedikit, solusio plasenta atau pertumbuhan janin yang buruk. 

  • Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis menjadi salah satu penyebab sekunder adanya protein berlebih di dalam urine. Untuk wanita yang mengalami hipertensi kronis, sebenarnya harus dievaluasi dulu sebelum kehamilan.

Fokus evaluasi ini adalah pada kemungkinan adanya kerusakan organ akhir, penyesuaian obat-obatan, bukti penyebab sekunder hipertensi serta konseling tentang risiko preeklamsia sekaligus efek samping janin pada kehamilan. 

  • Diabetes

Salah satu penyebab umum adanya protein dalam urine ibu hamil ialah diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2. Jika seorang wanita hamil memiliki hipertensi serta diabetes, bisa saja dia akan mengalami protein urine yang kronis. 

  • Penyakit Ginjal

Urine adalah salah satu hal yang berhubungan dengan ginjal dan adanya protein di dalam urine bisa diakibatkan oleh penyakit pada organ satu ini. Penyebutan penyakit ginjal umumnya mengacu pada berbagai kondisi yang terkait dengan fungsi ginjal. 

Ginjal sendiri bertugas menyaring sekaligus mengatur tekanan darah. Apabila ginjal tidak mampu melakukan tugasnya, maka produk limbah serta cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan akhirnya akan menciptakan kondisi yang bisa membahayakan nyawa. 

Sebagian besar penyakit ginjal akan berkembang dalam waktu beberapa tahun. Tergantung pada tingkat keparahannya, penyakit ini bisa mempengaruhi ibu hamil beserta janinnya. 

Jadi apabila seorang ibu hamil sudah tahu bahwa dirinya mengidap penyakit ginjal, maka jangan ragu untuk memberitahukannya pada dokter kandungan sejak dini. Pasalnya, kondisi ini memerlukan pemantauan yang ketat selama masa kehamilan. 

  • Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih dan umum juga dikenal sebagai infeksi kandung kemih. Berdasarkan keterangan dari American Pregnancy Association, diketahui wanita hamil mempunyai risiko infeksi saluran kemih yang lebih besar.

Pasalnya, terdapat peningkatan tekanan terhadap saluran kemih serta kandung kemih. Adanya tekanan ini mengakibatkan penyumbatan dan membuat kandung kemih tidak kosong sepenuhnya yang mengakibatkan infeksi. 

Jaga Si Kecil Tetap Sehat dengan Nutrisi yang Cukup

Moms, Si Kecil harus diusahakan mengasup nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Moms bisa memberikannya ASI eksklusif sampai Si Kecil berusia 6 bulan. Namun Moms sudah bisa mengajari si Kecil minum ASI dari botol setelah usianya mencapai 3 minggu hingga 6 minggu. 

Ini adalah suatu kabar yang bagus untuk Moms yang bekerja sehingga tidak bisa langsung menyusui Si Kecil. Kalau memang mau menggunakan botol, gunakan botol susu anti kolik dari Dr. Brown’s ya. Sebab, botol ini didesain secara khusus agar Si Kecil tetap nyaman mengkonsumsi ASI. 

Kolik pada bayi itu sendiri bukan hal yang berbahaya memang, tetapi ini akan membuat Si Kecil jadi tidak nyaman. Untuk mendapatkan botol itu, Moms bisa mengunjungi website resmi di sini. Sekalian bisa gabung dengan Parenting Club-nya juga di sana untuk mendapatkan informasi terbaru soal mengasuh anak. 

 

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

8 Makanan Berbahaya Saat Hamil, Hindari Segera!

8 Makanan Berbahaya Saat Hamil, Hindari Segera!

Pada masa kehamilan tentu harus menjaga pola makan, Moms juga perlu tahu makanan berbahaya saat hamil. Beberapa makanan mengandung zat yang tidak baik untuk pertumbuhan Si Kecil, jadi Moms perlu hati-hati memilih makanan yang tepat di masa kehamilan.

Menjaga kesehatan ibu dan janin dalam perut menjadi hal utama, terutama jika kandungan masih muda karena rentan mengalami keguguran jika tidak dirawat dengan benar. Sebagai acuan untuk Moms dirumah, berikut ini beberapa makanan yang perlu dihindari saat hamil.

8 Makanan Berbahaya Saat Hamil

Makanan selain sebagai penambah nutrisi juga mampu menciptakan energi, namun tidak semua makanan baik bagi kesehatan ibu hamil. Makanan yang berbahaya bagi ibu hamil berikut perlu dihindari saat hamil karena ditakutkan terkontaminasi bakteri atau parasit yang berbahaya bagi janin.

1. Telur Mentah

Moms harus memperhatikan bahwa telur yang dimasak dan dikonsumsi bukanlah telur setengah matang. Mengkonsumsi telur setengah matang perlu dihindari karena bisa jadi makanan berbahaya saat hamil. Telur belum sepenuhnya matang terdapat bakteri salmonella yang masih hidup.

Meskipun bakteri Salmonella yang berada dalam telur tidak langsung membahayakan janin namun hal tersebut dapat membuat perut mengalami gangguan pencernaan. Kondisi seperti ini dapat membuat ibu hamil merasakan dehidrasi yang berbahaya bagi kesehatan janin.

Menurut jurnal dari Salmonella Sepsis anda Second-Trimester Pregnancy Loss mengungkapkan bahwa infeksi ini dapat menyebabkan bayi terlahir prematur dan meninggal di dalam kandungan, meskin hal tersebut jarang dijumpai.

Beberapa olahan yang mengandung telur setengah matang diantaranya mayones buatan sendiri, telur rebus, lapisan gula buatan sendiri, orak arik dan beberapa makanan lain yang sebaiknya dihindari. Agar lebih aman sebaiknya Moms memasak telur sendiri dirumah dengan kematangan yang pas.

2. Daging Mentah

Sama halnya dengan telur setengah matang, daging yang belum dimasak juga sebaiknya dihindari saat mengandung. Makanan seperti sashimi, sushi dan steak biasanya mengandung daging yang belum matang sehingga sebaiknya jauhi dulu makanan tersebut.

Daging yang belum dimasak dengan matang bisa saja mengandung bakteri di dalamnya. Biasanya bakteri yang terkandung dalam daging mentah yaitu E. Coli, Salmonella, Campylobacter dan parasit. Bakteri tersebut belum mati jika tidak dimasak dalam suhu tertentu.

Bakteri tersebut dapat membahayakan kesehatan si Kecil bahkan beberapa kasus menyebabkan kematian dalam kandungan, cacat dan epilepsi. Walaupun pada umumnya bakteri berada di permukaan daging namun bisa jadi ada beberapa bakteri yang terperangkap dalam serat daging.

3. Buah dan Sayur Mentah

Menjaga kebersihan sangat penting terutama pada makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu hamil. Moms harus memastikan buah dan sayuran yang dikonsumsi bersih, cuci dengan air bersih serta mengalir buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.

Buah dan sayur yang belum dicuci bersih atau dikupas dapat terkontaminasi bakteri dan parasit seperti bakteri salmonella, E. Coli, Listeria dan Toxoplasma. Dimana kontaminasi ini dapat terjadi ketika proses panen, produksi, pengangkutan, penyimpanan atau pada saat proses distribusi.

Orang yang terkena toksoplasmosis akan mengalami gejala seperti flu selama berbulan-bulan. Bahkan jika Moms tidak hati-hati bayi yang baru lahir juga dapat terkena bakteri tersebut. Menurut CDC atau Centers for Disease Control and Prevention gejala seperti catat dapat terjadi dikemudian hari.

4. Buah Nanas

Mungkin Moms sudah tau bahwa buah nanas kurang baik dikonsumsi oleh ibu hamil terutama saat usia kehamilan masih di trimester pertama. Meskipun nanas sebetulnya mempunyai banyak manfaat karena didalamnya terkandung vitamin C, magnesium dan zat besi.

Namun, nanas juga mengandung zat seperti bromelin yang dapat menyebabkan persalinan dini dan melunakkan serviks. Zat bromelain merangsang kontraksi pada rahim dengan kuat dan yang paling berbahaya janin dapat mengalami keguguran.

Menurut sumber yang didapat dari Babycenter, bromelin yang terdapat dalam satu buah nanas belum cukup untuk menyebabkan keguguran. Nanas dapat menyebabkan keguguran apabila dikonsumsi sebanyak 8 buah setiap hari, jadi masih wajar jika makan beberapa potong nanas dalam sehari.

5. Kecambah Mentah

Makanan berbahaya saat hamil berikutnya yaitu kecambah mentah, termasuk juga lobak, kacang hijau, semanggi dan kecambah alfalfa karena dapat terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Bakteri seperti ini membutuhkan tempat yang lembab untuk tumbuh kembang.

Oleh karena itu sejenis kecambah menjadi tempat yang paling nyaman sebagai tempat tinggal bakteri. Parahnya lagi bakteri salmonella yang berada dalam kecambah susah untuk dibersihkan, sehingga akan sangat berbahaya jika dikonsumsi sebelum dimasak.

6. Daging Organ

Daging organ mengandung beberapa nutrisi diantara seng, selenium, zat besi, vitamin A, vitamin 12 dan tembaga yang bermanfaat bagi si Kecil dan juga Moms. Namun, vitamin A yang terkandung dalam daging organ tidak dianjurkan dimakan saat hamil.

Mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A pada ibu hamil di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran atau kelainan bentuk bagi janin. Sebuah jurnal yaitu Vitamin A and Pregnancy: A Narrative Review mengungkapkan bahwa jeroan dan hati hanya boleh dikonsumsi berapa ons tiap minggunya.

7. Kafein

Bagi Moms yang menyukai kopi, minuman ringan, teh dan juga cokelat panas sebaiknya kurangi konsumsi minuman tersebut. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists atau ACOG wanita hamil disarankan membatasi kafein sebanyak kurang dari 200 mg per hari.

Kafein dapat diserap dengan cepat oleh plasenta sedangkan plasenta sendiri tidak memiliki enzim untuk metabolisme kafein, kafein yang diserap akan menumpuk. Kafein berlebih menyebabkan berat badan bayi rendah saat dilahirkan atau kurang dari 2,5 kg.

8. Makanan cepat saji

Makanan berbahaya saat hamil berikutnya yaitu makanan cepat saji yang sering Moms temui, terutama di era modern seperti saat ini makanan dapat dipesan antar kerumah. Masa kehamilan memang harus mendapatkan nutrisi yang lebih seperti zat besi, folat, kolin dan protein.

Namun, bukan berarti Moms harus makan banyak atau istilahnya “makan untuk dua orang” hal ini merupakan mitos. Menurut jurnal Nutrition Recommendation in Pregnancy and Lactation bahwa wanita hamil memerlukan kalori 350 per hari pada trimester kedua.

Kemudian meningkat menjadi 450 kalori tiap hari pada trimester ketiga. Makanan yang dipilih selama masa kehamilan sebaiknya makanan bernutrisi dan rendah kalori. Sedangkan makanan cepat saji justru rendah nutrisi namun tinggi kalori, lemak tambahan dan gula.

Menyiapkan kelahiran Si Kecil dimulai dari masih dalam kandungan, dengan menjaga dan memberi nutrisi terbaik. Setelah melahirkan, Moms harus memberikan yang terbaik untuk Si Kecil seperti produk-produk dari Dr. Brown’s. Moms dapat langsung cek di website resmi di sini untuk mendapatkan barang terbaik.

Selain itu DrBrowns juga menyediakan botol susu anti kolik dengan harga yang nyaman di kantong. Perlu Moms ketahui bahwa kolik pada bayi menyebabkan Si Kecil susah tidur, sakit perut dan menangis sepanjang waktu.

Menjaga kesehatan janin dan ibu dengan menghindari makanan berbahaya saat hamil, beberapa makanan masih boleh dikonsumsi asalkan dengan takaran yang cukup. Moms dapat lebih berhati-hati dalam memilih makanan terbaik agar bayi sehat dalam kandungan.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Makanan Sehat Penambah HB untuk Ibu Hamil

Makanan Sehat Penambah HB untuk Ibu Hamil

Seorang ibu hamil juga harus menjaga HB agar tidak menimbulkan anemia yang rentan dialami oleh ibu hamil. Ada beberapa makanan penambah HB ibu hamil yang dapat dikonsumsi agar HB stabil, anemia pada masa kehamilan dapat berbahaya ketika persalinan.

Oleh sebab itu sangat penting untuk mengkonsumsi makanan penambah HB di masa kehamilan untuk mencegah resiko anemia. HB atau hemoglobin merupakan protein yang ada dalam sel darah merah berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

10 Daftar Makanan Penambah HB Ibu Hamil

Menurut penjelasan yang dikeluarkan oleh Australian Red Cross, HB mengandung zat besi yang terdapat dalam sel darah merah. Hemoglobin berikatan dengan darah sehingga mampu mengangkutnya ke seluruh tubuh.

Selain itu, menurut American Pregnancy Association kekurangan HB pada ibu hamil berhubungan dengan anemia. Sehingga untuk mencegah hal tersebut Moms perlu mengkonsumsi makanan penambah HB seperti berikut ini.

1. Makanan Mengandung Vitamin B12

Makanan penambah HB ibu hamil yaitu makanan yang mengandung vitamin B12. Vitamin B12 dapat membantu penggunaan asam folat sehingga memproduksi HB atau hemoglobin dengan baik. Tubuh yang kekurangan asam folat serta HB akan mengalami anemia.

Sedangkan anemia menjadi pemicu komplikasi seperti gangguan jantung, saraf, cacat lahir dan komplikasi saat persalinan. Vitamin B12 dapat dijumpai pada makanan-makanan seperti ekstrak ragi, daging, telur, ikan, produk susu dan makanan yang disortasi dengan vitamin B12.

Makanan tersebut dapat dikonsumsi agar menaikkan HB pada ibu hamil agar terhindar dari anemia, atau jika sudah terkena anemia maka tingkatkan konsumsi makanan tersebut. Namun untuk kekurangan Vitamin B12 yang menyerang sistem syaraf harus dilakukan perawatan khusus.

2. Konsumsi Aneka Sayuran

Sayuran hijau menjadi salah satu makanan penambah HB ibu hamil. Moms yang sedang mengalami hamil muda sangat disarankan mengkonsumsi sayuran hijau selama proses kehamilan  karena sayuran hijau banyak mengandung zat besi.

Kadar hemoglobin yang rendah terutama selama masa kehamilan dapat dinaikkan dengan mengkonsumsi sayuran hijau yang kaya akan zat besi. Zat besi mampu membantu memproduksi hemoglobin pembentuk sel darah merah.

Sayuran mengandung zat besi diantara yaitu bayam,kangkung, ketumbar, fenugreek dan mint. Selain zat besi sayuran hijau juga mengandung nutrisi lain yang dibutuhkan saat hamil, yang bukan sayuran hijau namun mampu meningkatkan kadar hemoglobin yaitu bit.

3. Kacang Kering dan Buah

Makanan penambah HB ibu hamil berikutnya yaitu buah-buahan dan kacang kering seperti kacang merah, almond, chickpea dan kacang kedelai. Kacang-kacang tersebut mengandung vitamin dan asam folat yang baik untuk ibu hamil.

Ibu hamil juga disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan kering seperti kismis atau kurma yang dapat meningkatkan hemoglobin selama masa kehamilan. Jenis polong-polongan yang baik untuk dikonsumsi yaitu kacang tanah, kacang polong dan miju-miju juga dapat meningkatkan hemoglobin.

4. Beras Merah

Karbohidrat sangat penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, salah satu sumber karbohidrat untuk ibu hamil yaitu beras merah. Beras merah dirasa lebih sehat dibandingkan dengan beras putih biasa, beras merah selain penambah hemoglobin juga cocok dikonsumsi untuk diet.

Beras merah memiliki manfaat yang banyak karena selain untuk membentuk sel darah merah juga dapat mengurangi kolesterol jahat. Sehingga beras merah bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil terutama di usia kehamilan yang masih muda.

5. Makanan Mengandung Vitamin C

Vitamin C berperan sebagai media yang berguna untuk menyerap HB dalam tubuh karena HB tidak dapat terserap dengan sendirinya masuk dalam tubuh. Makanan yang banyak mengandung Vitamin C diantaranya adalah jeruk, beri, grapefruit dan tomat.

6. Udang dan Daging Sapi

Daging mengandung zat besi yang dapat membantu produksi HB saat hamil si Kecil. Bagi Moms yang kurang menyukai sayur-sayuran bisa mengganti dengan daging atau udang sebagai alternatif lain penambah Hb.

Namun, dengan catatan daging yang dikonsumsi sebaiknya daging sapi tanpa lemak supaya mendapatkan manfaat yang lebih baik bagi si Kecil. Selain itu ada pula udang yang  mengandung zat besi cukup banyak.

Zat besi yang terkandung dalam udang mengandung 3 mg zat besi tiap 100 gram gram udang, hal ini tentu dapat meningkatkan hemoglobin. Tidak hanya makanan tapi untuk meningkatkan hemoglobin harus dibarengi dengan olahraga yang cukup.

7. Kedelai

Makanan pencegah anemia yaitu kedelai, selain untuk meningkatkan HB kedelai merupakan sumber protein yang berguna bagi tubuh. Protein yang terkandung dalam kedelai dapat meningkatkan zat besi sehingga menjadi salah satu makanan penambah HB ibu hamil.

Sumber protein yang dihasilkan kedelai mampu menyuplai zat besi yang dibutuhkan tubuh, sehingga dapat mencegah anemia jika dikonsumsi secara rutin. Makanan yang terbuat dari kedelai diantaranya tahu, tempe dan beberapa olahan kedelai kering yang enak dan bergizi.

8. Sereal

Mungkin Moms sudah tidak asing lagi dengan sereal dan juga oats, makanan tersebut mampu mengubah zat besi mencegah anemia. Sereal dan oats mengandung mineral fosfor, seng, kalium, magnesium, tembaga, selenium dan mangan.

Selain enak sereal dan juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Tetapi untuk ibu hamil perlu memilih jenis sereal yang tepat, hindari konsumsi sereal yang banyak mengandung gula dan berwarna-warni.

9. Cokelat Hitam

Makanan manis yang satu ini bisa menjadi pilihan untuk menambah Hb, terutama untuk Moms yang menyukai cokelat. Mengkonsumsi coklat hitam dalam jumlah yang pas dapat meningkatkan HB ibu hamil.

Selain meningkatkan Hb, ternyata coklat juga mengandung antioksidan yang berguna sebagai penangkal penyakit. Zat besi yang terkandung dalam satu ons coklat yaitu sekitar 3,3 mg atau sekitar 18 persen dari kebutuhan sehari-hari.

Menurut American Journal of Obstetrics and Gynecology, coklat yang mengandung flavonoid tinggi dapat berfungsi sebagai peningkat fungsi plasenta serta menurunkan resiko terjadinya preeklamsia. Coklat bisa menjadi pilihan bagi Moms yang ingin meningkatkan kadar Hb.

10. Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Folat

Makanan penambah HB wanita hamil muda selanjutnya yaitu yang mengandung asam folat. Folat hampir sama dengan vitamin B yang bermanfaat untuk memproduksi hemoglobin atau HB. Folat yang dikonsumsi tubuh akan diubah menjadi heme, yaitu zat yang membantu membawa oksigen.

Makanan yang bergizi terutama yang menambah HB sangat dibutuhkan untuk ibu dan si Kecil yang masih dalam kandungan. Selain itu untuk mempersiapkan kelahiran buah hati Moms perlu menyiapkan barang-barangnya termasuk botol susu anti kolik.

Kolik pada bayi dapat menyebabkan Si Kecil rewel dan tidak mau tidur. Namun, Moms tenang karena rangkaian produk dari Dr. Brown’s dapat menjadi rekomendasi. Agar mendapatkan harga dengan penawaran terbaik segera kunjungi website Dr. Brown’s di sini

Makanan penambah HB ibu hamil juga harus diimbangi dengan olahraga yang cukup. Jika makanan tersebut sudah sering Moms konsumsi, maka ditambah sedikit saja jumlahnya agar tidak mengkonsumsi secara berlebihan.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?

Apakah Posisi Tidur Ibu Hamil Dapat Mempengaruhi Janin?

Apakah Posisi Tidur Ibu Hamil Dapat Mempengaruhi Janin?

Tidur merupakan kebutuhan pokok untuk semua orang, khususnya untuk ibu hamil harus memiliki pola tidur yang sehat untuk menjaga kestabilan tubuh supaya si Kecil tumbuh sehat dalam kandungan. Memang sulit untuk mencari posisi tidur ibu hamil yang pas.

Edukasi Mengenai Pentingnya Tidur untuk Ibu Hamil 

Memang sulit untuk ibu hamil untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, terlebih jika kandungan sudah mulai membesar maka akan semakin sulit mendapatkan tidur yang berkualitas. Jika Moms tidak bisa tidur di malam hari akan berakhir kelelahan dan merasa mengantuk di siang hari.

Bukan hanya itu saja jika ibu hamil tidak bisa tidur dimalam hari. Maka hal ini akan mempengaruhi suasana hati, nafsu makan dan memori yang nantinya akan berdampak pada kekebalan tubuh dan perkembangan janin.

Kualitas tidur sangatlah berdampak pada janin karena saat tidur, tubuh membantu mengatur gula darah, tidak heran jika ibu hamil yang terlalu sering mengalami insomnia akan menderita diabetes mellitus gestasional 

Bagaimana Jika Ibu Hamil Insomnia? Alasan Tepat Penyebab Insomnia pada Bumil

Jika Moms mengalami insomnia, tidak perlu khawatir karena tidak mengalaminya sendiri. Memang jika sudah menginjak trimester pertama perut sudah mulai membuncit dan berat. Penyebab Moms menjadi sulit tidur karena sering merasa : 

  • Mual atau muntah.
  • Sakit dibagian payudara.
  • Peningkatan detak jantung.
  • Sesak nafas.
  • Sering buang air kecil pada malam hari.
  • Kram kaki.
  • Sakit punggung. 
  • Posisi tidur ibu hamil kurang nyaman.
  • Si Kecil aktif bergerak.
  • Mengalami gangguan tidur. 

Mengatasi insomnia sebenarnya cukup sulit, karena insomnia salah satunya disebabkan karena kebiasaan tidak tidur dimalam hari. Ditambah dengan gangguan tidur yang dialami Moms, untuk menghilangkan gejala sulit tidur seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Belum ada penelitian yang menyatakan bahwa gangguan tidur dapat disembuhkan dengan obat ataupun cara-cara lainnya. Namun ada yang harus diperhatikan supaya tidur lebih efektif yang pertama Moms harus menjaga kebersihan badan sebelum tidur supaya saat tidur merasa nyaman.

Para ahli di bidang medis menyarankan sering berolahraga supaya membuat badan lebih sehat saraf dalam tubuh lebih rileks. Jangan biarkan ada beban pikiran yang mengganggu sebelum moms tidur. Dengan cara begitu kemungkinan tidur anda menjadi optimal.

Saat Moms bangun akan merasa segar tubuh terasa bugar, bukan hanya itu tentu saja dengan memiliki pola tidur yang berkualitas akan membuat si Kecil tumbuh dengan sehat dalam kandungan.

 

Gangguan-gangguan Tidur Ringan Sampai Berat Selama Kehamilan 

Tanpa disadari saat di masa hamil terjadi beberapa hal yang berubah saat tidur. Mungkin orang akan menganggapnya sesuatu hal yang biasa, ternyata beberapa perubahan saat tidur termasuk gangguan dalam tidur. Berikut beberapa gangguan tidur yang dialami ibu hamil :

1. Sindrom Kaki Gelisa 

Sindrom kaki gelisa atau dalam bahasa inggris disebut restless legs syndrome (RLS), gejala ini sebuah keinginan untuk menggerakan kaki secara terus menerus, sebenarnya gejala ini sulit untuk dijelaskan karena tidak ada kepastian seperti apa gejala ini.

Jika digambarkan gejala ini seperti kaki terasa digelitik, gatal ataupun kesemutan sehingga si pelaku ingin selalu terus menggerakan kakinya, dan membuat geregetan. Akhirnya berakhir sulit mendapatkan tidur yang berkualitas.

2. Gangguan Refluks Gastroesofagus (GERD)

Gangguan refluks gastroesofagus atau gangguan pada asam lambung dalam bidang kesehatan memang bukan hal yang berbahaya, tetapi wajib diwaspadai bahkan hal ini juga diungkapkan dalam jurnal medis. Gangguan ini terjadi karena katup bagian bawah yang ada di kerongkongan lemah. 

Jika Moms mengalami gejala ini, maka akan merasakan asam pada mulut dan sensasi terbakar yang mengganggu di kerongkongan. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan Moms untuk berdiskusi perkara ini.

Gejala ini sangat mengganggu untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena Moms akan merasa tidak nyaman dan beberapa kali akan terbangun karena sesi terbakar pada kerongkongan yang sangat mengganggu.

3. Obstructive Sleep Apnea (OAS)

Gangguan yang terjadi pada organ pernapasan yang menyebabkan hidung tersumbat. Sehingga jika gejala ini terjadi lama akan menyebabkan si penderita mendengkur, sesak nafas dan terengah-engah saat terbangun.

Hidung tersumbat salah satu gejala yang sangat menyebalkan, bahkan gangguan ini mengganggu sebelum Moms tertidur sampai ketika bangun, terkadang telinga juga menjadi tuli sementara.

Mengetahui Posisi Tidur Ibu Hamil yang Tepat dan Tidak Membahayakan

mungkin tidak banyak orang tahu bahwa posisi tidur bagi ibu hamil akan berpengaruh pada janin, sehingga penting untuk kita mengetahui posisi tidur yang aman untuk ibu hamil 

1. Tidur Tubuh Miring Ke Kiri dengan Kaki Sedikit Menekuk

Menurut jurnal penelitian ibu dengan usia kandungan 16 minggu sangat cocok dengan posisi ini, karena si Kecil akan mendapatkan aliran darah yang lancar. Nutrisi tersalurkan secara maksimal serta meningkatkan pengiriman oksigen.

Hal ini terjadi karena jika Moms memilih posisi tidur miring ke kiri akan mengurangi tekanan pada darah balik besar atau vena cava inferior. Posisi tidur ibu hamil ini akan berpengaruh langsung dengan kesegaran Moms, jadi wajib menjadi perhatian.

2. Tidur dengan Tubuh Mengiring ke Kanan 

Apakah posisi tidur miring ke kanan sangat lah aman? Posisi ini terbilang yang paling cocok untuk semua usia kandungan. Hal ini dikarenakan tidur dengan posisi miring ke kanan akan melindungi jantung dan tidak membebani kinerja jantung.

Sehingga Moms tidak akan merasakan sesak nafas atau terengah engah saat bangun tidur. Bukan hanya itu saat tidur dengan posisi miring ke kanan maka akan mencegah tekanan atau hati terdesak lambung dan membantu mengosongkan isi lambung.

3. Tidur Miring dengan Penopang Bantal 

Dengan adanya bantal untuk menyangga perut yang semakin membesar sangatlah dianjurkan untuk posisi tidur ibu hamil. Karena akan mengurangi beban pada punggung dan moms tidak akan merasa keberatan pada perut. Sehingga tidak lagi merasa nyeri pinggul dan kram pada perut.

4. Tidur Posisi Terlentang 

Tidur dengan posisi terlentang saat hamil memang tidak begitu bermasalah. Namun, jika kandungan sudah mulai membesar posisi ini sangat tidak disarankan karena dengan posisi tidur terlentang akan menyebabkan nyeri pada punggung

Tekanan yang terlalu berat pada vena cava, jika vena cava terlalu tertekan akan berpengaruh pada si Kecil, aliran darah dan oksigen menuju janin menjadi tidak lancar. Selain itu jika Moms terlalu lama tidur dengan posisi terlentang akan menyebabkan pusing.

Sebelum si Kecil lahir tentu akan mempersiapkan berbagai kebutuhannya mulai dari pakaian, tempat tidur, mainan dan botol minum. Pilihlah botol susu anti kolik dari Dr. Brown’s yang sudah teruji kualitasnya. 

Kolik pada bayi dapat menjadi permasalahan yang serius karena bayi tidak mau minum, tidak bisa tidur bahkan terus menangis. Moms perlu cek produk Dr. Brown’s pada situs resminya di sini dan dapatkan penawaran terbaik.

Ternyata posisi tidur ibu hamil sangat berpengaruh untuk Si Kecil. Jadi ada beberapa yang perlu diperhatikan saat sedang dalam masa kehamilan mulai dari waktu tidur, menjaga kebersihan tubuh, sering berolahraga dan yang terpenting harus memperhatikan posisi tidur.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?