Posisi Seks yang Aman di Masa Kehamilan

Sebagian besar pasangan suami istri pasti pernah mendengar larangan untuk berhubungan seksual ketika istri sedang dalam masa kehamilan. Faktanya sebenarnya tidak demikian. Berhubungan seksual saat istri sedang hamil boleh-boleh saja, asalkan kondisi kehamilannya sehat dan tidak memiliki resiko apapun. Untuk posisi berhubungan seks saat hamil tidak boleh sembarangan agar rahim tetap aman.

 

Posisi Seks Menyesuaikan Trimester Saat Hamil 

Ketika kondisi sedang hamil, terkadang muncul rasa gairah pada wanita untuk melakukan hubungan seksual. Sebagian wanita ragu untuk melakukannya dengan suami karena khawatir berdampak buruk terhadap janin yang ada di dalam kandungan. Padahal, wanita hamil tetap aman berhubungan seksual asal mengikuti panduan yang tepat menyesuaikan posisi seks yang aman berdasarkan trimester. 

Semakin usia kehamilan bertambah, berat badan ikut bertambah. Selain itu, wanita hamil juga kerap mengalami nyeri di punggung sehingga bisa mempengaruhi kenyamanan dan gairah seksual ketika berhubungan intim. Berikut posisi seks yang tergolong aman dilakukan dalam kondisi hamil sesuai trimester :

  1. Usia kehamilan 0-13 minggu (trimester pertama) 

Ketika kehamilan memasuki usia 0-13 minggu atau trimester pertama, wanita hamil disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim. Hal ini dikarenakan usia kehamilan trimester pertama dapat mempengaruhi plasenta atau ari-ari dan janin di dalam kandungan yang masih di tahapan perkembangan awal.

Bisa dikatakan bahwa usia kehamilan yang masih di bawah 3 bulan tergolong masa rawan yang dapat mengganggu perkembangan plasenta maupun janin. Apabila berhubungan intim ketika hamil di usia kandungan trimester pertama, resikonya sangat besar karena bisa memicu kontraksi rahim yang mengakibatkan gangguan pada implantasi embrio dan keguguran. 

          2. Usia kehamilan 14-27 minggu (trimester kedua)

Saat kehamilan memasuki usia 14-27 minggu, biasanya keluhan yang dirasakan oleh wanita hamil seperti morning sickness perlahan mulai menghilang sehingga gairah seks muncul kembali. Berhubungan intim dengan suami dalam kondisi hamil boleh dilakukan apabila usia kehamilan di atas 16 minggu karena kandungan suda lebih kuat dan aman. 

Ada beberapa posisi seks yang disarankan agar kondisi kandungan tetap aman :

  • Posisi seks woman on top

Posisi ini termasuk posisi seks ternyaman yang bisa dilakukan oleh wanita hamil karena tekanan di bagian perut bisa dihindari. Posisi seks woman on top juga bisa mengontrol kedalaman pada penetrasi. Akan tetapi, wanita hamil kemungkinan besar merasa lebih capek apabila berhubungan intim dengan posisi ini ketika hamil tua. 

  • Posisi seks side by side 

Dengan posisi side by side atau menyamping, kontak fisik memang lebih banyak dibandingkan dengan posisi menyendok atau spooning. Akan tetapi, kemungkinan besar penetrasi akan sulit dilakukan dengan posisi ini. Apabila badan pasangan tidak terbebani, posisi seks ini terbilang cukup aman dilakukan saat hamil trimester kedua. 

          3. Usia kehamilan 28-41 minggu (trimester ketiga)

Perut wanita hamil tampak semakin membesar di usia kehamilan trimester ketiga. Gairah seksual kemungkinan besar akan menurun di trimester akhir ini. Namun, ada juga sebagian wanita hamil yang justru malah semakin meningkat gairah seksualnya. Agar aman, berikut posisi seks yang bisa dilakukan : 

  • Posisi seks spooning 

Posisi ini bisa diartikan sebagai posisi menyendok dan merupakan posisi ternyaman untuk wanita hamil yang ingin melakukan hubungan intim ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir. Selain nyaman, posisi ini tergolong aman karena wanita hamil dapat bergerak lebih leluasa dan tanpa tekanan di bagian perut. 

  • Posisi seks woman on top

Posisi seks ini tergolong posisi seks yang ideal karena bisa dilakukan wanita hamil kapan saja. Akan tetapi, posisi tersebut menuntut keseimbangan. Wanita hamil sebaiknya berada di posisi berbaring ketika perut sudah mulai membesar sehingga keseimbangan tidak mengganggu ketika sedang berhubungan intim. 

 

Yang Perlu Diperhatikan dalam Hal Berhubungan Intim Saat Hamil 

Ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir tepatnya di usia kandungan 8 bulan, sebenarnya wanita hamil boleh berhubungan intim. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa sperma suami memiliki kandungan senyawa prostaglandin. Senyawa tersebut dapat merangsang persalinan terjadi. Sehingga wanita hamil diperbolehkan berhubungan intim namun perlu memperhatikan terkait hal tersebut. 

Posisi seks ketika hamil tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Di bawah ini adalah beberapa kondisi dimana wanita hamil tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan intim :

  1. Wanita hamil mempunyai riwayat terkait kelahiran prematur maupun persalinan prematur 
  2. Sebagian atau seluruh bagian plasenta menutupi plasenta previa atau pembukaan serviks 
  3. Ketidakmampuan serviks yang ditandai dengan sebelum waktunya serviks sudah mulai terbuka 
  4. Cairan ketuban bocor 
  5. Pendarahan pada vagina 
  6. Kelainan pada letak plasenta 

 

Janin Menjadi Aktif Ketika Wanita Hamil Berhubungan Intim 

Ketika berhubungan seks dalam kondisi hamil, janin yang ada di dalam kandungan akan menjadi lebih aktif. Hal ini dikarenakan detak jantung janin semakin meningkat ketika orang tuanya sedang berhubungan intim. Kemungkinan besar adanya dorongan ekstra yang dirasakan setelah wanita hamil mengalami orgasme disebabkan karena sirkulasi meningkat dan membuat bayi lebih aktif bergerak.

Goyangan dan gerakan yang dilakukan orang tuanya saat berhubungan intim bisa membuat bayi bangun dari tidurnya. Kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena memang detak jantung janin akan meningkat dan janin menjadi aktif bergerak di dalam kandungan ketika orang tuanya sedang melangsungkan hubungan seksual. 

 

Kualitas Sperma Bisa Menyebabkan Keguguran 

Ketika suami istri sudah berdiskusi dan ingin melakukan hubungan intim saat usia kehamilan di atas 16 minggu, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni kualitas sperma bisa menjadi faktor keguguran janin yang ada di dalam kandungan. Sperma yang kurang berkualitas karena gaya hidup tidak sehat, kerusakan pada DNA sperma dan kerusakan pada kromosom bisa menyebabkan keguguran. 

Untuk mencegah keguguran, sebaiknya suami melakukan cek ke dokter terlebih dahulu, apakah spermanya memiliki kualitas yang bagus atau justru sedang dalam keadaan tidak bagus. Sehingga selain memperhatikan posisi seks, kondisi sperma juga perlu diperhatikan agar kesehatan istri dan janin yang dikandungnya tetap sehat sampai hari persalinan tiba. 

 

Mengikuti Parenting Club untuk Mendapatkan Beragam Informasi Terkini 

Dalam hal berhubungan intim ketika sedang hamil sudah banyak dibahas di berbagai grup parenting club. Salah satu parenting club yang direkomendasikan adalah Dr. Brown’s Indonesia. Parenting club tersebut memiliki banyak informasi baik seputar posisi seks yang disarankan saat hamil, ciri sperma yang memiliki kualitas baik, dan segala hal terkait ilmu parenting. 

Kesimpulannya adalah sebaiknya wanita hamil menghindari berhubungan seksual ketika usia kehamilan masih di usia 0-13 minggu karena bisa menyebabkan gangguan pada janin yang dikandungnya. Berhubungan seksual bagi wanita hamil bisa dilakukan ketika usia kandungannya sudah memasuki 16 minggu ke atas.

5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?
Posted in Uncategorized.