Sering Buang Air Kecil Saat Hamil
Salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu hamil selama masa kehamilan sering buang air kecil saat hamil. Buang air kecil atau berkemih adalah proses pengeluaran zat limbah, racun, dan sisa metabolisme dari dalam tubuh. Secara normal, frekuensi buang air kecil hanya 6 sampai 8 kali sehari.
Namun, ibu hamil biasanya mengalami keluhan frekuensi buang air kecil sangat sering bahkan lebih dari 10 kali dalam sehari. Keinginan sering buang air kecil ini biasanya dialami di waktu tertentu, seperti malam hari yang menyebabkan ibu hamil terganggu. Lantas, apakah keluhan ini normal?
Normalkah Keinginan Buang Air Kecil Terus Saat Hamil?
Ketika hamil, tubuh Moms akan mengalami sejumlah perubahan akibat aktivitas hormon yang terjadi. Perubahan hormon ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik dan emosi ibu hamil, namun juga menyebabkan perubahan pada intensitas buang air kecil.
Penyebab buang air kecil terus saat hamil muda dikarenakan adanya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Kondisi ini umum terjadi ketika usia kehamilan 20 minggu dan bukan merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan.
Dokter kandungan dari Women’s College Hospital di Toronto, dr. Batya Grundland menjelaskan bahwa frekuensi buang air kecil yang lebih sering ketika hamil adalah gejala kehamilan yang normal dikarenakan adanya perubahan hormon dan bentuk tubuh.
Namun, Moms disarankan untuk waspada apabila merasakan rasa sakit ketika buang air kecil. Pada kondisi tertentu, buang air kecil juga disertai oleh keluarnya darah dalam urin dan demam.
Jika ini terjadi, Moms sebaiknya segera periksa ke dokter karena bisa jadi ini merupakan gejala awal infeksi saluran kemih.
Penyebab Buang Air Kecil Terus Saat Hamil
Penyebab ibu hamil sering merasa ingin buang air kecil berbeda-beda bergantung kepada masa usia kehamilannya. Oleh karena itu, frekuensi buang air kecil saat masa kehamilan mungkin akan naik dan turun bergantung pada tahap trimester kehamilan seperti berikut:
Pada Trimester Pertama
Frekuensi buang air kecil pada trimester pertama kehamilan tergolong tinggi. Hal ini terjadi karena saat trimester pertama, hormon hCG (human chorionic gonadotropin) meningkat.
Peningkatan hormon human chorionic gonadotropin akan menyebabkan produksi urin bertambah disertai ukuran rahim yang membesar. Perubahan hormon akan membuat tubuh lebih banyak memproduksi darah.
Tubuh yang lebih banyak memproduksi darah akan membuat ginjal bekerja ekstra dalam menyaring darah tersebut dan meningkatkan produksi urin guna membuang zat sisa yang tidak berguna dalam tubuh.
Pada Trimester Kedua
Pada trimester kedua kehamilan, umumnya frekuensi buang air kecil ibu hamil akan menurun sehingga tidak sesering trimester pertama. Hal ini terjadi karena ukuran dan letak rahim yang menjauh dari posisi kandung kemih.
Namun, jika Moms juga masih merasa sering buang air kecil meskipun sudah memasuki trimester kedua, maka Moms tidak perlu khawatir. Hal ini karena keinginan buang air kecil yang sering bisa dikarenakan rasa stress dan cemas ketika hamil.
Pada Trimester Ketiga
Frekuensi buang air kecil terus saat hamil tua juga cukup besar dikarenakan beberapa sebab, terutama ukuran janin yang membesar. Ukuran janin yang semakin besar akan memberikan tekanan yang lebih kuat di kandung kemih.
Apalagi posisi bayi juga akan menurun sehingga berada di bawah panggul. Selain itu, sisa metabolisme dari janin juga akan ikut dikeluarkan melalui urin ibu yang membuat produksi urin meningkat.
Kondisi ini menyebabkan Moms akan lebih sering merasakan keinginan buang air kecil meskipun kandung kemih sesungguhnya dalam kondisi kosong.
Dorongan buang air kecil saat hamil seringkali membuat Moms merasa terganggu karena bisa muncul kapan saja, termasuk di malam hari saat tidur.
Cara Menyiasati Keinginan Buang Air Kecil Terus
Dorongan untuk buang air kecil saat hamil memang tidak dapat dihindari ya, Moms. Namun, sebenarnya ada beberapa trik yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi frekuensi buang air kecil terutama di malam hari ketika tidur.
Kurangi Minum Air Putih Sebelum Tidur
Pengurangan konsumsi minum air putih sangat disarankan terutama untuk Moms yang akan berangkat tidur. Sebaiknya, kurangi konsumsi air putih minimal 1 jam sebelum berangkat tidur agar saat tidur Moms tidak terganggu karena dorongan ingin buang air kecil yang terlalu sering.
Namun, patut dicatat bahwa Moms harus memastikan bahwa kebutuhan cairan Moms dalam satu hari tersebut terpenuhi. Minumlah minimal 8 hingga 12 gelas air putih dalam sehari untuk menghindari risiko terjadinya dehidrasi selama masa kehamilan.
Kurangi Konsumsi Minuman dengan Kandungan Kafein
Cara menyiasati keinginan buang air kecil saat hamil selanjutnya adalah mengurangi konsumsi minuman dengan kandungan kafein. Beberapa minuman dengan kandungan kafein yang harus Moms hindari adalah soda, kopi, teh serta minuman lainnya.
Kafein di dalam minuman akan merangsang tubuh untuk buang air kecil lebih sering sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas Moms.
Kurangi Rasa Cemas dan Stres
Tingginya rasa cemas dan stres ketika hamil menjadi salah satu penyebab tingginya keinginan Moms untuk buang air kecil. Kurangi perasaan stres dan cemas ini dengan lebih terbuka kepada pasangan atau orang terdekat.
Sampaikan keluhan yang membuat cemas dan stres dengan harapan dapat mengurangi perasaan stres dan cemas tersebut.
Melakukan Senam Kegel dan Olahraga Ringan
Ketika kehamilan sudah memasuki trimester akhir, keinginan untuk lebih sering buang air kecil menjadi lebih besar. Moms mungkin merasa sangat sulit untuk menahan pipis saat sudah memasuki trimester akhir karena adanya tekanan sangat kuat dari janin ke kandung kemih.
Untuk mengurangi keluhan ini, Moms bisa mencoba melakukan senam kegel. Senam kegel dapat membantu mengurangi kemungkinan keluarnya urin ketika Moms bersin, berolahraga ataupun batuk.
Hal ini dikarenakan senam kegel akan membantu mengencangkan otot yang mengatur keluarnya urin. Selain senam kegel, Moms juga disarankan untuk melakukan beberapa olahraga ringan serta relaksasi. Olahraga ringan untuk mengatasi stres yang bisa dilakukan seperti yoga untuk ibu hamil.
Cara Buang Air Kecil
Tips berikutnya untuk mengatasi keinginan buang air kecil yang terlalu sering adalah dengan buang air kecil hingga kandung kemih benar-benar kosong. Cara untuk mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil adalah dengan mencondongkan tubuh ke bagian depan.
Moms juga harus menghindari kebiasaan menahan pipis karena berisiko melemahkan otot panggul dalam jangka panjang.
Untuk membantu Moms mempersiapkan diri menjadi orangtua, Dr. Brown’s menghadirkan program parenting club yang akan memberikan tips dan edukasi terkait parenting hingga memperoleh penawaran spesial produk seperti botol susu anti kolik untuk mencegah terjadinya kolik pada bayi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan keperluan Si Kecil dari Dr. Brown’s, Moms bisa langsung mengunjungi laman resmi di sini.
Keluhan buang air kecil terus saat hamil sebenarnya merupakan keluhan ringan yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu Moms khawatirkan. Pastikan Moms rutin memeriksakan kandungan ke dokter agar Moms dan si Kecil selalu sehat.









