Apa yang Harus Dilakukan Ketika Hamil 1 Bulan

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Hamil 1 Bulan?

Setelah dinyatakan positif hamil, artinya Moms memasuki trimester pertama yang berlangsung sampai minggu ke-13. Ukuran perut ibu hamil 1 bulan masih terlihat rata karena perubahan fisik belum banyak terjadi. Janin baru akan membesar seukuran biji beras pada minggu ke-4.

Namun, hormon kehamilan sudah gencar diproduksi sebagai tanda bahwa tubuh sedang menyiapkan diri untuk perkembangan janin. Keluhan hamil muda yang muncul yaitu morning sickness, keluar bercak darah dari vagina, nyeri payudara, sembelit, sering buang air kecil, dan mood swing.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Hamil 1 Bulan

Kehamilan 1 bulan merupakan fase yang sangat penting bagi perkembangan organ vital janin. Organ yang mulai berkembang adalah otak, sistem saraf, jantung, dan sumsum tulang belakang. Banyak ibu hamil merasa bingung dengan apa yang harus dilakukan saat usia kandungan 1 bulan? 

Moms harus menjaga kesehatan dan stamina tubuh dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mencari Dokter Kandungan yang Tepat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari dokter kandungan yang tepat. Maksudnya, dokter yang nyaman diajak konsultasi dan mendukung kehamilan Moms dengan saran-saran yang baik.

Memilih dokter kandungan sangat penting karena dokter berperan membantu kehamilan yang sehat hingga proses persalinan yang terbaik. Jika dari awal sudah menemukan yang nyaman di hati, maka Moms tidak perlu repot mencari dokter kandungan baru yang lebih baik.

Umumnya, pemeriksaan janin saat hamil 1 bulan meliputi:

  • USG untuk mengetahui kondisi janin yang biasanya dilakukan pada minggu ke-5 atau ke-6 ketika detak jantung janin sudah muncul;
  • Tes genetik untuk mendeteksi apakah janin mengalami kelainan kromosom atau tidak. Tes ini dilakukan pada kehamilan usia 10 minggu;
  • Tes darah untuk mengetahui seberapa banyak kadar hemoglobin dalam tubuh. Pemeriksaan kadar Hb biasanya dilakukan pada kunjungan awal ke dokter atau pada minggu ke-6;
  • Tes golongan darah yang bertujuan untuk mengetahui rhesus ibu hamil. Dengan begitu, dokter dapat mendeteksi apakah janin akan terpengaruh oleh rhesus tersebut atau tidak;
  • Pemeriksaan gejala hepatitis B untuk memastikan bahwa ibu hamil tidak menderita penyakit tersebut karena risiko penularan ke janin sangat tinggi jika ternyata dinyatakan mengidap;
  • Pengambilan sampel chorionic villus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan pada kromosom janin. Dokter biasanya akan mengambil sampel pada minggu ke-10.
  • Mengkonsumsi Vitamin Prenatal

Pada awal kehamilan, janin memiliki risiko terkena cacat lahir dan kelainan pada tulang belakang. Hal tersebut dapat dicegah oleh ibu hamil dengan mengkonsumsi vitamin prenatal yang kaya akan asam folat.

Menurut National Health Service of United Kingdom, kadar vitamin asam folat yang dibutuhkan sebanyak 400 mikrogram sampai 600 mikrogram per hari selama trimester pertama, lebih tepatnya hingga usia kehamilan 12 minggu.

Selain itu, vitamin D juga merupakan suplemen yang dibutuhkan ibu hamil trimester 1. Konsumsi harian yang dianjurkan sebanyak 10 mikrogram. Kedua suplemen tersebut penting agar perkembangan janin pada fase awal tidak terganggu.

  • Mengkonsumsi Makanan yang Bernutrisi

Selain suplemen tambahan, kebutuhan nutrisi selama hamil juga didapat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Moms harus memperhatikan jenis makanan yang mendukung pertumbuhan janin di usia hamil muda.

Produk susu khusus ibu hamil sangat direkomendasikan karena tinggi asam folat, vitamin D, protein, dan lemak sehat. Selain itu, ibu hamil 1 bulan harus banyak makan sayuran hijau, pisang, pepaya, lemon, dan kacang-kacangan yang mengandung asam folat.

Sedangkan kebutuhan vitamin B kompleks, karbohidrat, serat dan mineral sebaiknya diperoleh dari konsumsi gandum utuh, misalnya oatmeal dan beras cokelat. Memperbanyak konsumsi ikan juga penting karena kaya akan omega-3, vitamin E, kalium, kalsium, fosfor dan vitamin B2.

Menyiapkan kebutuhan si Kecil juga perlu dilakukan dari awal, Moms. Sebab, banyak gangguan yang kemungkinan dirasakan si Kecil di awal-awal setelah lahir, misalnya gejala kolik pada bayi. Gejala yang muncul seperti masuk angin, muntah, sendawa dan menangis berkepanjangan.

Moms perlu mencegahnya dengan memilih botol susu anti kolik Dr. Brown’s. Botol susu ini, dirancang khusus untuk memastikan nutrisi pada susu tidak hilang dan cara memisahkan cairan dengan udara di dalam botol sehinggal Si Kecil hanya mengkonsumsi 100% cairan ASIP.

 

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Melakoni pola hidup sehat merupakan hal wajib selama kehamilan, dari trimester pertama hingga menjelang kelahiran. Jika Moms sehat, maka janin dalam kandungan bisa tumbuh dengan baik. Berikut cara yang sebaiknya dilakukan:

  • Mengontrol berat badan sehingga tidak menderita obesitas yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan;
  • Melakukan relaksasi sehingga terhindar dari stres selama hamil;
  • Mengkonsumsi air putih agar kebutuhan cairan harian selama hamil dapat tercukupi;
  • Membiasakan diri rajin cuci tangan, misalnya sebelum serta setelah memasak, setelah keluar dari kamar mandi, dan sebelum serta setelah makan;
  • Mencuci bersih sayuran, buah, dan bahan makanan lain sebelum diolah untuk menghilangkan bakteri yang menempel;
  • Memasak daging, ikan, dan telur sampai matang sebelum dimakan. Sayuran juga sebaiknya direbus dulu sebentar untuk mematikan bakteri yang sulit hilang dengan hanya dicuci.
  • Mulai Melakoni Olahraga Kehamilan

Walaupun masa kandungan masih panjang, bukan berarti menunda untuk melakukan olahraga kehamilan. Justru jika sedini mungkin dilakukan, maka akan berdampak baik bagi kesehatan fisik serta mental diri sendiri dan perkembangan janin dalam rahim.

Olahraga selama hamil bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, memperbaiki mood, mengurangi keluhan atau ketidaknyamanan saat hamil, dan menyiapkan tubuh untuk menjalani proses persalinan.

Adapun jenis olahraga untuk ibu hamil 1 bulan meliputi yoga, berenang, jalan santai, aerobik ringan, dan senam kegel. Moms boleh melakukan secara mandiri di rumah atau mengikuti kelas senam hamil sehingga dipandu oleh instruktur.

Lalu, berapa lama durasi olahraga yang ideal? Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil sebaiknya berolahraga antara 20 menit – 30 menit setiap hari atau hanya 3 hingga 4 kali dalam seminggu.

  • Mengatasi Keluhan Hamil Muda

Salah satu keluhan yang biasanya paling mengganggu adalah morning sickness. Gejala yang dirasakan meliputi mual, muntah, nafsu makan berkurang, dan pusing. Kondisi tersebut disebabkan oleh peningkatan produksi hormon estrogen dan human chorionic gonadotropin.

Cara untuk meredakan keluhan morning sickness, yaitu:

  • Mengkonsumsi minuman jahe hangat dalam kadar yang normal yakni 3 sendok teh. Tujuannya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan pada ulu hati;
  • Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung B kompleks. Contohnya bayam, kentang, pisang, dan telur;
  • Menghirup aromaterapi yang memberikan efek menyegarkan. Contohnya aroma jeruk nipis dan lemon;
  • Mengkonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit demi sedikit. Jika langsung banyak, maka akan memicu muntah;
  • Memijat bagian pergelangan tangan, telapak kaki, dan punggung secara perlahan.
  • Mengantisipasi Gejala Keguguran

Moms perlu menyadari bahwa keguguran merupakan risiko hamil muda yang menyakitkan sehingga harus diwaspadai sedini mungkin. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 80% keguguran terjadi pada kehamilan trimester pertama.

Tingkat risiko keguguran pada minggu ke-3 hingga ke-4 sangat tinggi yaitu 50–70%. Selanjutnya, pada kehamilan 5 minggu, tingkat keguguran sekitar 21% kemudian menurun menjadi 5% pada kehamilan 6–7 minggu. Persentasenya menjadi 2% pada akhir trimester pertama.

Langkah untuk mengantisipasi keguguran ada beberapa. Meliputi melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, mengkonsumsi suplemen yang disarankan oleh dokter, menjaga berat badan ideal, menghindari kafein, serta minuman beralkohol dan menerapkan pola hidup sehat.

Usia hamil 1 bulan merupakan tahap permulaan yang berpengaruh besar pada fase kehamilan selanjutnya. Jika Moms berhasil mengatasi keluhan yang mengganggu dan menjaga pertumbuhan janin, maka akan lebih mudah dan lancar menjalani fase berikutnya. 

 




 



5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019
Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?
fungsi pipa-min
Apa Kegunaan Internal Vent System?
Posted in Uncategorized.