Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui, Apakah Normal?

Pada ibu menyusui, satu waktu bisa saja mengalami payudara bengkak yang membuat rasa tidak nyaman. Pembengkakan pada payudara ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Tentunya payudara bengkak pada ibu menyusui ini akan sangat mengganggu proses menyusui.

Menurut konselor laktasi, dr. Ameetha Drupadi, IBCLC, sebenarnya payudara bengkak ketika menyusui adalah suatu tanda yang wajar terjadi selama proses menyusui. Penyebab umumnya adalah karena ASI tidak dikeluarkan dari payudara. 

Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Payudara adalah sumber ASI terbaik bagi seorang ibu, namun tidak selamanya proses menyusui ini berjalan mulus. Mungkin moms pernah mengalami keluhan puting yang lecet, bahkan payudara yang menjadi bengkak. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

Sebenarnya, payudara bengkak ini dapat terjadi sewaktu-waktu. Pada umumnya pembengkakan terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran ASI. Hal ini bisa moms hindari apabila melakukan pengosongan payudara secara baik dan teratur selama menyusui.

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa pengosongan payudara yang tidak baik, bisa terjadi karena beberapa hal. Contohnya saja karena perlekatan bayi yang salah ketika menyusui, penghentian ASI pada si kecil, moms sedang stres, tidak teraturnya jam menyusui, dan juga proses penyapihan.

Faktor eksternal penyebab payudara bengkak pada ibu menyusui ini antara lain penggunaan baju yang ketat, serta memakai bra yang ukurannya terlalu kecil. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada payudara. Akibatnya adalah saluran susu menjadi tersumbat.

Pada umumnya, payudara bengkak ketika menyusui akan terjadi pada satu atau dua minggu pertama setelah moms melahirkan. Adanya peningkatan aliran darah menuju payudara, serta dibarengi dengan lonjakan suplai ASI, bisa menjadi penyebab terjadinya pembengkakan payudara.

Apa Penyebab Payudara Bengkak Pada Ibu Menyusui

Moms tidak perlu khawatir, sebab tahap pembengkakan pada payudara akan mulai membaik setelah beberapa hari saja. Produksi ASI pada payudara, akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap harinya. Jadi moms akan kembali merasa nyaman dan menyusui menjadi lancar.

Bengkak yang terjadi pada payudara ibu menyusui, sebagian besar diakibatkan oleh terjadinya penumpukan ASI dalam payudara. ASI yang tidak dikeluarkan secara teratur, bisa menjadikan payudara bengkak. Apalagi penyebab payudara bengkak?

  • Produksi ASI pada payudara berlebih.
  • Moms tidak memiliki jadwal menyusui yang teratur atau tidak memberi jarak waktu yang lama ketika menyusui.
  • Si kecil menolak untuk menyusu secara langsung.
  • Memperkenalkan susu formula atau menyapih bayi terlalu cepat.
  • Moms menyusui ketika kondisi sakit flu, infeksi telinga, dan penyakit lainnya.
  • Menggunakan implan payudara sehingga saluran ASI menjadi tersumbat.

Komplikasi Ketika Payudara Bengkak

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa bengkak yang terjadi pada payudara ibu menyusui bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman hingga nyeri. Hal tersebut juga akan mengganggu proses menyusui bayi. Beberapa komplikasi berikut, bisa terjadi ketika mengalami payudara bengkak.

  • Perlekatan Menjadi Tidak Sempurna

Menyusui bayi harus dilakukan dengan cara yang benar, termasuk dalam cara pelekatan ke puting. Ketika payudara bengkak dan menjadi keras, puting akan menjadi rata. Tentunya kondisi ini akan membuat si kecil kesulitan dalam menyusu.

Area pelekatan payudara yang harusnya bisa dijangkau oleh si kecil dengan mudah, akan menjadi sulit karena permukaannya menjadi datar. Hal ini dapat membuat bayi menjadi rewel karena tidak terjangkaunya area perlekatan ketika menyusu.

  • ASI Keluar dengan Cepat

Payudara yang bengkak bisa menyebabkan terjadinya refleks let-down menjadi lebih aktif. Akibatnya adalah ASI yang keluar dari payudara akan menjadi semakin cepat. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tersedak, menelan udara berlebihan, kolik pada bayi, hingga muntah.

Apabila moms mendapati payudara yang penuh, bisa dilakukan memompa menggunakan alat pompa atau manual. ASI hasil pompa bisa diberikan kepada si kecil menggunakan botol susu anti kolik dari Dr. Brown’s.

  • Pasokan ASI Menjadi Turun

Apabila pembengkakan tidak segera diatasi, si kecil akan terus kesulitan dalam menyusu. Terlebih lagi jika moms tidak mengeluarkan ASI yang menumpuk dalam payudara. Kondisi ini bisa mengakibatkan suplai ASI menjadi menurun.

Kenapa bisa menurun? Sebab ASI tidak disusukan dan tidak dilakukan pemompaan untuk mengeluarkan ASI. Tidak adanya rangsangan pada payudara, membuat ASI berhenti diproduksi. Lambat laun pasokan ASI akan menurun bahkan bisa saja terhenti begitu saja.

  • Masalah di Payudara

Pembengkakan pada payudara akan menimbulkan rasa nyeri. Selain itu bisa juga mengakibatkan rasa nyeri pada puting, melepuh, mastitis, hingga penyumbatan saluran ASI. Pada kondisi mastitis, terjadi juga peradangan pada jaringan payudara dan bisa menimbulkan infeksi.

  • Bayi Menolak Menyusu

Perlu diketahui bahwa ASI menjadi sumber makanan utama bagi si kecil. Ketika payudara moms bengkak, membuat bayi sulit untuk menyusu. Akibatnya bayi menjadi frustasi karena proses perlekatan yang susah.

Si kecil akhirnya tidak mendapatkan pasokan ASi yang cukup atau aliran ASI yang lancar. Kondisi ini membuat bayi menjadi mogok menyusu. Tentu moms sudah dapat mengetahui akibat dari kurangnya ASI pada bayi, yang bisa mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan bayi.

Cara Mengatasi Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Payudara yang bengkak bukan berarti tidak bisa dikembalikan pada kondisi semula. Ada banyak cara yang bisa moms lakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara. Apa yang harus dilakukan ketika payudara nyeri dan bengkak?

  • Sering-seringlah menyusui atau memompa ASI, sebab tubuh akan secara otomatis memproduksi ASI secara teratur.
  • Kompreslah menggunakan es untuk mengurangi suplai ASI. Cara ini bisa digunakan untuk menghentikan sinyal agar ASI tidak keluar atau menghasilkan ASI lebih banyak lagi, Kompres dingin juga membantu meringankan peradangan pada jaringan payudara.
  • Kenakanlah bra atau alat untuk penyokong payudara yang cukup ketat.
  • Bangunkan bayi untuk menyusu ketika mulai mengantuk.
  • Keluarkan ASI sedikit saja menggunakan tangan, untuk mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman ketika hendak menyusui.
  • Dengan memompa ASI maka bisa menghasilkan ASI lebih banyak lagi sesuai dengan jumlah yang dipompa atau dikeluarkan.
  • Pada saat memompa ASI, gunakan teknik memompa manual menggunakan tangan untuk meredakan payudara yang kencang.
  • Menyusui si kecil pada payudara secara bergantian, agar payudara menjadi kosong.
  • Jangan memberikan susu formula atau cairan lainnya diantara sesi menyusui bayi. Apabila hal ini dilakukan, maka bayi akan minum ASI lebih sedikit ketika menyusu. Hal ini dapat mengakibatkan payudara menjadi bengkak.
  • Lakukan pemijatan payudara secara lembut agar ASI mengalir secara efektif.
  • Apabila bayi tidak bisa menyusu, pompalah payudara hingga terasa lembut. Lakukan paling tidak sebanyak 8 kali selama 24 jam.
  • Gunakan bra menyusui yang pas dengan ukuran payudara.
  • Jangan menghentikan menyusui bayi secara tiba-tiba.
  • Apabila hendak menyapih, lakukan secara perlahan dan tidak mendadak. Menyapih dilakukan secara bertahap agar suplai ASI menurun dalam jangka waktu tertentu.
  • Konsultasikan pada petugas medis apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Payudara bengkak pada ibu menyusui, bukanlah suatu hal yang perlu ditakuti. Meskipun sebagian besar ibu menyusui bisa mengalami hal ini, namun masih bisa diatasi dengan beberapa cara. Pada intinya terapkan jadwal menyusui secara teratur, agar suplai ASI lancar dan tidak menumpuk.





Dr. Brown's botol susu wide neck
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019
Posted in Uncategorized.