Ibu Menyusui Makan Jengkol, Yakin Aman?

Jengkol merupakan salah satu jenis makanan yang banyak diminati, terlebih lagi jengkol ini bisa di ubah menjadi menu makanan menarik. Secara umum, jengkol ini dapat dinikmati oleh semua orang. Bagaimana dengan ibu menyusui makan jengkol? Apakah aman? 

Seperti yang telah Moms ketahui, ibu yang sedang menyusui harus memperhatikan dengan benar apa yang dikonsumsi setiap harinya. Hal ini karena asupan makanan yang masuk ke bunda, juga akan masuk ke tubuh si kecil.

Ibu Menyusui Makan Jengkol

Jengkol merupakan tanaman yang banyak tumbuh di beberapa negara, khususnya Asia Tenggara. Nama lainnya adalah Archidendron jiringa. Biasanya jengkol diolah menjadi makanan khas Betawi. Aroma jengkol ini cukup tajam dan menyengat.

Hal tersebut sering menjadi dilema ketika hendak memakan olahan jengkol. Termasuk ibu menyusui yang takut jika ASInya akan terpengaruh dengan bau jengkol dan menjadi tidak enak. Namun apakah benar jengkol ini tidak bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan seorang ibu menyusui dan mengkonsumsi jengkol. Hal ini diperkuat dengan tanggapan dari dr. Yolanda Safitri., MPH(M), konselor laktasi dari RSIA Tambak, yang mengatakan “selama bayi tidak memiliki alergi, tidak ada pantangan ibu makan jengkol”.

Lebih lanjut, sebenarnya belum ada hasil penelitian yang berkaitan dengan ibu menyusui makan jengkol, apakah ada pengaruhnya dengan ASI menjadi bau. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa jengkol ini akan merugikan atau tidak bagi ibu menyusui dan bayinya karena memang belum ada evidence based-nya.

Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Jengkol Mentah?

Jengkol selain dibuat olahan makanan, juga sering dijadikan lalapan dengan dimakan mentah. Bagi Moms yang tidak menyusui tentu ini menjadi hal yang menyenangkan, apalagi jika memang pecinta jengkol. Namun bagaimana dengan ibu menyusui? Apa efek samping jengkol?

Apakah Moms tahu jika ibu menyusui membutuhkan tambahan kalori 1800 hingga 2200 setiap harinya? Banyak sedikitnya tambahan kalori ini disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Asupan makanan dan minuman bagi ibu menyusui sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan kalori harian.

Pada dasarnya jika dengan mengkonsumsi jengkol maka nafsu makan Moms akan bertambah, maka tidak ada salahnya makan jengkol. Pola makan, gizi, dan pantangan makanan akan berhubungan erat dengan lancar dan tidaknya ASI pada ibu menyusui.

Lalu bolehkah ibu menyusui makan jengkol? Jawabannya adalah boleh-boleh saja. Hal yang perlu diperhatikan adalah penerimaan si kecil akan ASI ketika Moms makan jengkol. Apakah menunjukkan alergi atau tidak. Moms bisa mencobanya dengan memakan 1 atau 2 keping jengkol terlebih dahulu.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Ibu Menyusui Makan Jengkol

Meskipun jengkol bukan menjadi pantangan makanan bagi ibu menyusui, namun tetap saja harus memperhatikan hal-hal selama konsumsi jengkol. Harus diingat bahwa apa yang dimakan oleh ibu menyusui, juga akan dimakan oleh si kecil.

  • Jangan Berlebihan

Sudah menjadi slogan yang sangat umum, bahwa apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Termasuk konsumsi jengkol ini. jadi meskipun ibu menyusui boleh makan jengkol, tapi jangan banyak-banyak ya Moms.

Pencernaan seorang ibu yang sedang menyusui, akan menjadi lebih sensitif dibandingkan pada kondisi tidak menyusui. Ketika mengkonsumsi jengkol, produksi asam lambung pada tubuh akan mengalami peningkatan.

Apabila masalah ini tidak segera teratasi selama menyusui, maka bisa saja menyebabkan berbagai keluhan yang akan muncul. Contohnya adalah perut terasa perih, kembung, sesak, nyeri pada bagian lambung, mual, hingga nyeri pada bagian ulu hati.

Dalam kondisi ini, tubuh akan memproduksi hormon stres lebih banyak lagi. Jadi apabila Moms merasa cemas, tertekan, dan stress tentu saja akan mempengaruhi produksi ASI.

Jengkol terdapat kandungan asam djenkolic yang memiliki kemampuan membentuk batuan kristal dalam kandung kemih. Selain itu jengkol juga disinyalir mengandung nitrogen yang bisa mengganggu fungsi hati. Jadi batasi konsumsi jengkol paling banyak dua keping setiap harinya.

  • Konsumsi Jengkol Matang

Ibu menyusui lebih baik makan jengkol yang sudah matang atau telah diolah menjadi masakan. Perlu diketahui bahwa jengkol terdapat kandungan bakteri Listeria. Terlalu sering makan jengkol mentah atau masih setengah matang, terdapat kecenderungan mengalami keracunan.

Selain itu, bakteri dalam jengkol mentah ini juga bisa mengakibatkan terbentuknya batu ginjal, masalah pencernaan, konstipasi, kerusakan pembuluh darah, serta urine menjadi berbau tidak sedap. Bau ini juga bisa saja berpengaruh pada bau badan dan bau mulut.

Makanan Bergizi Seimbang untuk Ibu Menyusui

Dikutip dari Center of Disease Control and Prevention, ibu menyusui membutuhkan kalori makanan yang lebih banyak setiap harinya. Hal ini untuk menjamin terpenuhinya gizi selama menyusui. Beberapa jenis makanan yang bisa Moms konsumsi setiap harinya adalah.

  • Biji Gandum

Oat atau biji gandum merupakan makanan biji-bijian yang memiliki nutrisi tinggi. Biji gandum menjadi salah satu makanan yang tepat untuk memperbanyak ASI ibu menyusui. Sarapan oatmeal atau mencampurkan oatmeal pada kue dan smoothies, bisa menjadi makanan lezat dan bergizi.

ASI yang lancar dan banyak akan membuat bayi tercukupi kebutuhan nutrisinya. Disamping itu produksi ASI juga akan meningkat apabila sering disusukan kepada bayi. Bagi bayi lahir memang lebih disarankan menyusu setiap 2 jam sekali.

Apabila bayi mengalami kesulitan menyusu, dapat dibantu dengan botol susu anti kolik dari Dr. Brown’s. Kolik pada bayi bisa berpengaruh pada kesehatannya jika tidak bisa ditangani dengan baik. Kenali kolik secara lengkap disini

  • Kelor

Jenis tanaman ini sudah sangat terkenal untuk memperbanyak ASI dan merangsang kelenjar susu agar memproduksi lebih banyak. Daun dan buah kelor kaya akan zat mikro seperti zat besi dan kalsium. Moms sangat membutuhkan nutrisi ini untuk pemulihan pasca melahirkan.

Kelor dapat dimasak menjadi masakan sesuai dengan selera. Manfaat daun kelor ini juga bisa dimasukkan dalam diet laktasi. Caranya adalah dengan menambahkan polong atau daun kelor pada masakan kari dan sup. Katuk dapat dimasak masakan lain juga sesuai selera ibu.

  • Daun Katuk

Daun katuk menjadi salah satu jenis makanan yang berfungsi melancarkan ASI. Hal ini telah menjadi rahasia turun  temurun bagi ibu menyusui agar produksi ASInya melimpah, terutama bagi ibu yang baru saja melahirkan.

Dalam sebuah jurnal dari Indonesian Journal for Health Sciences, yang berjudul Efektivitas Daun Katuk Terhadap Kecukupan ASI selama Menyusui, membuktikan tentang perannya dalam melancarkan ASI. Daun katuk juga mudah didapatkan dengan rasa yang enak.

Kandungan galactagogue pada daun katuk, dapat diolah menjadi makanan. Selain itu juga terdapat steroid dan polifenol yang berfungsi untuk menaikkan kadar hormon prolaktin. Pemberian daun katuk juga memiliki pengaruh pada peningkatan berat badan si kecil.

Pada dasarnya ibu menyusui dapat makan makanan apapun selama tidak menimbulkan alergi dan tidak berlebihan. Termasuk ibu menyusui makan jengkol. Selama si kecil tidak menunjukkan gejala alergi, Moms bisa menikmati jengkol, namun dibatasi maksimal hanya 2 keping saja ya Moms.






Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019
Posted in Uncategorized.