Ketahui Jadwal Breastfeeding Si Kecil

Menyusui atau breastfeed adalah suatu momen yang membuat bahagia Moms dan si Kecil. Namun bukan berarti seluruh ibu menyusui paham betul dengan persiapan dan waktu ideal bayi menyusui, terutama bagi Moms yang baru dianugerahi anak pertama.

Moms sangat perlu untuk mengetahui jadwal breastfeeding dengan si Kecil lho. Agar Moms bisa menyiapkan stamina serta tenaga untuk menyusui. Guna mempermudah mengetahui jadwal breastfeeding bayi yang baru lahir, kami telah merangkumnya untuk Moms.

Jadwal Menyusui

Informasi yang kebanyakan dimengerti oleh para ibu menyusui adalah utamanya bayi harus mendapat ASI eksklusif terhitung sejak pertama kali datang ke dunia hingga berumur 6 bulan yang berarti bahwa, hanya ASI yang boleh dikonsumsi bayi sebagai makanan utama.

Saat pertama kali bayi menyusu dan kemudian dikenal dengan istilah IMD atau inisiasi menyusu dini biasanya berlangsung sekitar 15-30 menit.

Setelahnya, bayi akan kembali menyusu pada ibu kurang lebih berada dalam kurun waktu 2 sampai 2,5 jam setelahnya. Satu kali sesi menyusu bayi memerlukan waktu sekitar 10 sampai 15 menit.

Dengan usia si Kecil yang semakin bertambah, maka berbanding lurus dengan durasi menyusui juga akan memerlukan waktu lebih lama dari sebelumnya. Kemudian ketika bayi akan memasuki masa MPASI, durasi menyusu akan berkurang.

Waktu Ideal Bayi Menyusui

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir secara umum akan menyusu kepada ibunya sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari. Sementara memasuki bulan kedua frekuensinya akan berkurang menjadi 7 sampai 9 kali dalam sehari.

Selanjutnya, saat memasuki bulan ketiga dan seterusnya, frekuensi menyusu bayi akan berkurang dengan sendirinya yakni 7 sampai 8 kali dan memiliki interval setiap 2,5 sampai 3,5 jam dalam sehari. Saat mendekati masa MPASI atau 6 bulan, frekuensinya semakin berkurang hanya 4-6 kali/hari.

Penyebab Perbedaan Durasi Breastfeeding

Setiap bayi mempunyai timing menyusu yang berbeda-beda. Ada sebagian bayi yang aktif menyusu pada siang hari begitu pula sebaliknya sebagian yang lain lebih aktif menyusu pada malam hari. Pun setiap bayi mempunyai durasi menyusu yang tidaklah sama.

Salah satu faktor penyebabnya yakni aliran ASI yang mulai melambat saat dihisap membuat bayi kesulitan untuk menyusu. Faktor lainnya yang tak kalah berpengaruh, produksi ASI menurun, posisi saat menyusui yang membuat bayi tidak nyaman.

Ketika si Kecil merasa tidak nyaman dikarenakan beberapa faktor di atas, bayi tidak akan bertahan menyusu dengan waktu yang lama. Moms harus memastikan si Kecil terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Untuk mencegah kekurangan nutrisi harian sebaiknya cari posisi yang tepat dan nyaman.

Bayi Tidur Saat Masuk Jadwal Menyusu

Perlukah membangunkan bayi untuk menyusui di malam hari? jika dalam waktu 4 jam bayi belum mendapat ASI, IDAI menyarankan Moms untuk membangunkan si Kecil. Moms harus telaten untuk membiasakan bayi dengan jadwal  waktu ideal bayi menyusui agar teratur.

Bagaimana cara membangunkan bayi? Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan yakni, mengajak bayi bicara, dengan lembut dan perlahan usap tubuh bayi, atau dengan memposisikan bayi untuk menghadap ke payudara.

Tanda Bayi Telah Kenyang

Ada beberapa tanda yang perlu Moms ketahui terutama saat menjadi ibu baru saat bayi sudah kenyang menyusu.

  1. Mengabaikan payudara atau botol susu
  2. Mengacuhkan dan menutup mulut saat disodorkan payudara atau botol
  3. Pipi bayi berbentuk bulat dan tidak berubah cekung saat menghisap
  4. Bayi melepaskan hisapannya sendiri dari payudara ibu
  5. Bibir bayi tampak lembab setelah menyusu
  6. Bayi tidur secara perlahan
  7. Pengan tangan bayi pada payudara ibu terlepas secara perlahan
  8. Bayi lebih tenang dan nyaman dari sebelumnya

Jika Moms mengetahui tanda-tanda diatas, akan lebih mudah untuk mengetahui dan mengatur jadwal menyusui di setiap harinya.

Bagaimana Jika Setelah 1 Jam Bayi Belum Melepas Hisapan?

Ibu dapat mengetahui kapan bayi sudah merasa kenyang dan kapan bayi masih membutuhkan ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Ibu bisa mengevaluasi dan mengawasi kebiasaan bayi saat menyusu apakah sudah cukup atau belum, maka Moms bisa memutuskan waktu yang pas untuk melepas hisapan. Kebutuhan minum ASI setiap bayi bervariasi tergantung pada kebutuhan masing-masing.

Tapi jika dalam waktu 2 jam bayi belum menyusu, berikan stimulasi ke bayi agar mau minum ASI. Umumnya sekitar 10 menit bayi minum ASI pada salah satu sisi Payudara.

Sedangkan bayi baru lahir waktu ideal bayi menyusu memerlukan waktu kurang lebih 20 sampai 45 menit dalam sekali sesi breastfeeding. Sehingga jika setelah 1 jam si Kecil belum melepaskan hisapannya, maka Moms bisa melepasnya secara perlahan.

Sebaiknya ketika menyusui, habiskan dulu ASI pada salah satu sisi payudara baru dilanjutkan dengan payudara lain.

Posisi bibir bayi diletakkan tepat pada daerah areola dan puting. Kenali dan ingatlah kebiasaan menyusu si Kecil sehingga ketika bayi dirasa sudah kenyang, andan bisa melepas hisapan.

Waspada Kolik Pada Bayi

Kolik didefinisikan sebagai tangisan dari bayi yang berlangsung selama lebih dari 3 jam dalam sehari dan 3 hari dalam seminggu. Biasanya bayi akan menangis pada pagi ataupun sore hari. Sebenarnya hal ini tergolong normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Kenali cirinya agar Moms bisa membedakan tangisan bayi yang disebabkan oleh kolik atau bukan. Tangisan kolik yang disertai tanda-tanda mengkhawatirkan perlu diwaspadai dan diperiksakan. Berikut tandanya:

  1. Suara tangisan bernada tinggi
  2. Tubuh bayi terkulai saat diangkat
  3. Tidak bertambahnya bobot bayi
  4. Pola BAK dan BAB tidak normal
  5. Bayi enggan menyusu
  6. Dibeberapa bagian kulit tampak pucat
  7. Bayi sulit bernafas.

Tips Mencegah Kolik

Agar si kecil tidak mengalami kolik, Moms bisa menerapkan beberapa tips berikut:

  1. Moms harus menjauhkan si Kecil dari asap rokok
  2. Hindari konsumsi minuman dengan kafein seperti kopi dan the serta makanan pedas saat bayi masih menyusu.
  3. Tepuk-tepuk dengan perlahan punggung bayi setelah selesai menyusu agar bersendawa dan mengurangi resiko gumoh.
  4. Ganti dot atau botol susu milik bayi dengan botol susu anti kolik jika lubangnya kecil agar bayi tidak lebih banyak menelan udara daripada susu.

Dr. Brown’s Bottle memiliki teknologi sistem ventilasi atau interval vent system yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Vent system ini berfungsi untuk mencegah gelembung udara tertelan oleh bayi.

Mencegah gelembung udara tertelan sama saja dengan mengurangi resiko kembung. Botol Dr. Brown’s ini juga mempunyai efek vakum yang menjaga semua nutrisi penting dalam ASI agar bisa bermanfaat bagi si Kecil.

Perlu diingat kembali jika si Kecil mengalami kolik, Moms tidak boleh mengguncang tubuh bayi dengan keras dan cepat. Tangisan si Kecil tidak akan mereda, justru memperburuk resiko yang berdampak pada kesehatan bayi karena dapat memicu munculnya shaken baby syndrome.

 

Dr. Brown's botol susu wide neck
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019
Posted in Uncategorized.