<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Brown&#039;s Indonesia</title>
	<atom:link href="https://drbrowns.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drbrowns.id</link>
	<description>Botol Susu Anti Kolik Rekomendasi Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Mar 2024 11:51:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.3.1</generator>

<image>
	<url>https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-icon-drb-1-32x32.png</url>
	<title>Dr. Brown&#039;s Indonesia</title>
	<link>https://drbrowns.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Simak 12 Sayuran Pelancar ASI Alami dan Terbaik</title>
		<link>https://drbrowns.id/simak-12-sayuran-pelancar-asi-alami-dan-terbaik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 02:25:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74915</guid>

					<description><![CDATA[Simak 12 Sayuran Pelancar ASI Alami dan Terbaik Bagi ibu menyusui, tentu produksi ASI yang berlimpah menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentunya ASI menjadi asupan terbaik jika dibandingkan susu formula. Oleh karena itu, Moms bisa rutin mengomsumsi sayuran pelancar ASI untuk mencukupi asupan si kecil. 12 Sayuran Pelancar ASI Ampuh Wajib Dicoba Berikut adalah beberapa sayuran untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74915" class="elementor elementor-74915">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" fetchpriority="high" width="720" height="405" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-1024x576.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74917" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-1024x576.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-300x169.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-768x432.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-1536x864.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-2048x1152.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/top-view-vegetables-fruits-bag-800x450.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Simak 12 Sayuran Pelancar ASI Alami dan Terbaik</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Bagi ibu menyusui, tentu produksi ASI yang berlimpah menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentunya ASI menjadi asupan terbaik jika dibandingkan susu formula. Oleh karena itu, Moms bisa rutin mengomsumsi </span><span style="font-weight: 400;">sayuran pelancar ASI </span><span style="font-weight: 400;">untuk mencukupi asupan si kecil.</span></p><h2><b>12 </b><b>Sayuran Pelancar ASI </b><b>Ampuh Wajib Dicoba</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Berikut adalah beberapa sayuran untuk meningkatkan produksi ASI yang bisa dicoba dari rumah. Selain murah, sayuran-sayuran ini juga mudah diolah, lho Moms!</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Wortel</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Tahukah Moms jika wortel mengandung enzim phytoestrogens yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI dalam jumlah banyak. Tak hanya itu, wortel juga mengandung vitamin A yang dapat meningkatkan kualitas ASI.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Moms bisa mengolah wortel menjadi segelas jus atau mengolahnya menjadi santapan lezat dengan tambahan makanan lainnya. Asyiknya lagi, wortel termasuk sayuran yang mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Asparagus</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Selain wortel, Asparagus juga bisa meningkatkan produksi ASI karena kaya akan serat, vitamin A dan vitamin K. Kedua vitamin inilah yang akan menstimulASI hormon pendukung produksi ASI. Selain enak, Asparagus juga mudah diolah, lho.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Moms bisa mengolahnya menjadi sup asparagus dengan telur atau sayuran lain misalnya. Jika ingin lebih praktis, kukuslah asparagus hingga lunak atau tumis dalam wajan dengan sedikit mentega, lalu Asparagus bisa disantap bersama daging panggang.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Daun Katuk</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Banyak yang merekomendasikan daun katuk sebagai menu wajib setelah melahirkan. </span><span style="font-weight: 400;">Sayuran pelancar ASI </span><span style="font-weight: 400;">satu ini mengandung laktagogum dan prolaktin yang berguna untuk meningkatkan produksi air susu. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ASI menjadi lebih deras dan nutrisi si kecil akan terpenuhi. Daun katuk juga mengandung zat besi yang dapat menambah energi bagi para ibu menyusui. Berikut adalah tips mengolah daun katuk sebagai makanan pelancar ASI yang bisa Moms coba di rumah:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pilihlah daun katuk muda yang empuk dan berbatang pendek.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Cucilah daun yang sudah dipetik lalu simpan dalam kulkas.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Masak daun katuk dalam air mendidih. Agar kandungan nutrisinya tidak hilang, jangan terlalu lama merebusnya ya, Moms.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Tiriskanlah daun katuk hingga tidak terlalu basah.</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Jika lebih suka menyantap daun katuk sebagai lalapan, pastikan daun katuk sudah tercuci bersih, ya! </span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Chia Seeds</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan </span><b>penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Food Science and Technology</b><span style="font-weight: 400;">, chia seeds ada di posisi pertama untuk makanan yang mengandung konsentrasi asam lemak omega-3 dan omega-6 tertinggi.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bahkan, </span><b>penelitian dari Nutrients tahun 2015</b><span style="font-weight: 400;"> juga menunjukkan bahwa kandungan omega-3 dalam ASI akan meningkat saat Moms mengkonsumsi minyak chia selama tiga bulan pertama menyusui. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tingginya kandungan nutrisi tersebutlah yang bisa meningkatkan produksi ASI. Selain kaya manfaat, Moms juga bisa menjadikan chia seeds sebagai hidangan lezat seperti mengolahnya menjadi minuman ataupun smoothies. </span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Bayam</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Bayam adalah sumber makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi. Bayam juga efektif untuk mengembalikan kadar zat besi dalam tubuh. Utamanya, jika Moms mengalami perdarahan pasca melahirkan atau kehilangan banyak darah saat proses persalinan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi yang rendah dalam tubuh berpengaruh terhadap suplai ASI yang relatif rendah pula. Untuk itu, mengonsumsi bayam sangat dianjurkan bagi para ibu yang menyusui untuk meningkatkan produksi ASI.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Daun Kelor</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Tahukah Moms bahwa berdasarkan publikasi yang dilakukan oleh IDAI daun kelor atau Moringa Oleifera sangat bagus digunakan untuk melancarkan ASI.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya itu, daun Moringa ini juga dipercaya efektif untuk menstabilkan tekanan darah, gula darah, mengatasi anemia, hingga mengatASI masalah malnutrisi untuk semua usia.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Pare</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Siapa sangka jika pare yang dikenal pahit ini merupakan salah satu </span><span style="font-weight: 400;">sayuran pelancar ASI </span><span style="font-weight: 400;">yang ampuh. Penelitian menunjukkan bahwa pare memiliki kandungan sumber folat yang baik dan kaya akan fitonutrien.  Kedua kandungan inilah yang membuat pare bisa meningkatkan produksi ASI.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, pare juga mengandung likopen, fitokimia lutein, vitamin K, dan kaya akan antioksidan. Cara mengolahnya juga tidak sulit, lho. Moms bisa mengolahnya menjadi smoothies dengan pare,campuran, susu almond, pisang, dan buah lain agar rasa pahitnya bisa tersamarkan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Daun Kari</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Daun yang masih asing terdengar ini ternyata bisa meningkatkan produksi ASI. Kandungan mineral yang tinggi pada daun ini bisa Moms manfaatkan untuk meningkatkan ASI untuk si Kecil. Daun kari biasa ditemukan sebagai pelengkap makanan India atau Timur Tengah.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain digunakan sebagai  pelengkap makanan, daun kari juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan melanin, meningkatkan sirkulasi darah, dan meningkatkan kemampuan pemecahan nutrisi.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Daun Kemangi</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Kemangi atau biasa disebut tulsi telah digunakan secara turun temurun oleh ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASInya. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tidak hanya itu, daun kemangi juga populer di kalangan ibu-ibu karena aromanya yang menenangkan, serta mampu meningkatkan pergerakan usus dan nafsu makan yang baik. Selain menyantapnya sebagai lalapan, Moms juga bisa mencampurnya dengan minuman-minuman tertentu, lho!</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Pepaya Muda</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Selain kemangi, pepaya muda juga dikenal sebagai obat penenang alami yang membantu Moms agar lebih rileks saat menyusui. Ajaibnya, ternyata pepaya muda juga bisa meningkatkan produksi ASI, lho. Selain disantap secara langsung, buah ini juga lezat jika diolah menjadi salad atau sup buah.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Aprikot</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Aprikot sangat dianjurkan untuk membantu menstabilkan ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, makanan ini bagus dikonsumsi sebelum dan sesudah persalinan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya itu, Aprikot juga membantu melancarkan ASI karena kandungan kalsium dan serat didalamnya. Pastikan untuk menambahkan aprikot dalam setiap menu makanan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Buah Bit</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Bit merupakan buah yang juga masuk dalam kategori sayuran. Meski warnanya nampak seram, namun sayur ini memiliki banyak manfaat seperti pembersih darah, peningkatan serat dan mineral. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya itu, Bit juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Apalagi setelah persalinan, Moms juga butuh pembersihan darah secara optimal. Oleh karena itu, sayuran ini sangat direkomendasikan.</span></p><h2><b>Apa Penyebab ASI Encer?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Tahukah Moms jika ASI encer disebabkan oleh kandungan lemak yang rendah dalam tubuh. Pada dasarnya memang ada 2 jenis tekstur ASI, yakni ASI encer dan ASI kental.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya, kedua tekstur ini tergolong normal dan bisa terjadi kapan saja pada semua ibu menyusui. Adapun ASI yang kental biasanya dipengaruhi oleh banyaknya intensitas lemak dalam tubuh. Jika ingin menampung ASI, silahkan gunakan </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">agar tetap higienis ya, Moms.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Botol ini juga mampu mencegah </span><b>kolik pada bayi</b><span style="font-weight: 400;"> yang cukup berbahaya jika dibiarkan. Tentunya, saat awal menyusui, ASI di payudara Moms masih banyak. Namun, saat kandungan lemak mulai rendah ASI menjadi lebih encer. Namun, jangan khawatir karena ASI encer juga memiliki gizi yang cukup.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, pastikan apa yang Moms konsumsi mampu meningkatkan kualitas dan intensitas gizi dalam ASI. Utamanya, pilih makanan yang mampu meningkatkan lemak dalam tubuh.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pastikan rutin mengkonsumsi </span><span style="font-weight: 400;">sayuran pelancar ASI</span> <span style="font-weight: 400;">agar asupan si kecil terpenuhi, ya! Selain itu Moms juga bisa bergabung dalam parenting club dari </span><a href="https://drbrowns.id/v2/"><b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;"> untuk memperoleh edukasi dan layanan baby care yang berkualitas, lho.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan, Jangan Sampai Keliru!</title>
		<link>https://drbrowns.id/tanda-ibu-hamil-akan-melahirkan-jangan-sampai-keliru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:54:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74910</guid>

					<description><![CDATA[Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan, Jangan Sampai Keliru! Persalinan merupakan hal yang ditunggu oleh para ibu hamil. Oleh karenanya, Moms perlu tahu beberapa tanda ibu hamil akan melahirkan. Dengan begitu, Moms bisa bersiap fisik dan mental untuk segera bertemu si Kecil. Beberapa Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan Berikut adalah beberapa tanda yang mengindikasikan waktu persalinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74910" class="elementor elementor-74910">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="405" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-1024x576.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74912" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-1024x576.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-300x169.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-768x432.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-1536x864.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-2048x1152.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-pregnant-adult-getting-support-from-doctor-while-waiting-with-man-hospital-ward-caucasian-woman-expecting-child-maternity-bed-obstetrician-consulting-pregnancy-healthcare-800x450.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan, Jangan Sampai Keliru!</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Persalinan merupakan hal yang ditunggu oleh para ibu hamil. Oleh karenanya, Moms perlu tahu beberapa </span><span style="font-weight: 400;">tanda ibu hamil akan melahirkan</span><span style="font-weight: 400;">. Dengan begitu, Moms bisa bersiap fisik dan mental untuk segera bertemu si Kecil.</span></p><h2><b>Beberapa </b><b>Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Berikut adalah beberapa tanda yang mengindikasikan waktu persalinan semakin dekat, Moms!</span></p><h3><b>1. Mengalami 2 Jenis Kontraksi</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Jika melahirkan anak pertama, nantinya Moms akan mengalami kontraksi awal dan kontraksi berirama. Kontraksi awal biasanya ringan dan jarang terjadi. Kadangkala beberapa ibu hamil bahkan tidak merasakan jenis kontraksi ini karena sifatnya yang terlalu ringan sampai tidak disadari. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat kontraksi begitu terasa, sebagian ibu hamil beranggapan bahwa hal tersebut menandakan proses kelahiran semakin dekat. Namun nyatanya, kontraksi seperti ini malah palsu atau biasa dikenal dengan istilah </span><i><span style="font-weight: 400;">Braxton Hicks</span></i><span style="font-weight: 400;">. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pada saat kontraksi Braxton Hicks terjadi, ibu hamil akan merasakan kencang pada area perut. Oleh karenanya, kontraksi ini cenderung dirasakan pada area perut atau panggul.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Adapun durasi kontraksi biasanya terjadi selama 30-120 detik saja. Saat mengalaminya, Moms bisa mencoba ganti posisi agar lebih rileks hingga kontraksi mereda. Tentu berbeda dengan kontraksi </span><i><span style="font-weight: 400;">Braxton Hicks</span></i><span style="font-weight: 400;">, kontraksi asli akan muncul berkali-kali secara rutin dan semakin intens. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Umumnya kontraksi asli atau berirama dirasakan pada area bawah panggul lalu berpindah ke perut depan. Inilah kontraksi yang menandakan bahwa sebentar lagi waktu melahirkan akan tiba.</span></p><h3><b>2. Mengeluarkan Lendir Berupa Darah</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Tahukah Moms bahwa selama kehamilan, leher rahim dilindungi oleh mucus plug atau lendir kental guna mencegah infeksi akibat kuman berbahaya. Semakin dekat waktu persalinan, lendir darah ini otomatis keluar dari vagina karena serviks mulai melebar dan melunak. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pelebaran serviks bisa terjadi hingga 1-2 cm, atau bisa juga kurang dari itu. Selain lendir darah, beberapa hari sebelum melahirkan, vagina juga mengeluarkan cairan putih dan kental mirip keputihan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun apabila yang keluar adalah cairan putih encer yang serupa dengan air, maka Moms perlu waspada karena besar kemungkinan itu adalah air ketuban. Pecahnya air ketuban menandakan waktu kelahiran semakin dekat. Jika hal ini terjadi, maka Moms harus bergegas ke rumah sakit, ya!</span></p><h3><b>3. Nyeri pada Bagian Punggung </b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Pada umumnya, ibu hamil memang mengalami sakit punggung selama kehamilan. Namun, saat mendekati persalinan, justeru intensitasnya sakitnya semakin hebat.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat kondisi ini terjadi, tandanya bayi sudah bergerak mendekati jalan lahirnya. Sakit punggung yang Moms rasakan bisa terjadi karena kepala bayi yang menekan tulang belakang.  Hal inilah yang biasanya membuat beberapa ibu hamil kesulitan bergerak.</span></p><h3><b>4. Lebih Mudah Bernafas</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Tanda ibu hamil akan melahirkan </span><span style="font-weight: 400;">berikutnya adalah, ibu jadi lebih mudah bernafas. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh </span><b>American Pregnancy Association</b> <span style="font-weight: 400;">bahwasanya hal ini terjadi karena bayi telah berubah ke posisi yang lebih rendah.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Posisi ini juga meringankan tekanan pada diafragma ibu yang membuatnya makin mudah untuk bernapas.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, perlu diingat bahwa perubahan posisi bayi ini juga memberikan lebih banyak tekanan pada kandung kemih. Oleh karenanya, Moms mungkin menjadi lebih sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.</span></p><h3><b>5. Pecahnya Air Ketuban</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa pecahnya air ketuban merupakan salah satu tanda persalinan paling akurat. Biasanya, pecahnya air ketuban didahului dengan kontraksi pada ibu. Walau ada pula beberapa kasus yang mengalami sebaliknya. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat air ketuban sudah pecah, maka bayi harus segera dilahirkan. Persalinan biasa terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah air ketuban pecah. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya air ketuban otomatis bisa pecah sendiri saat proses persalinan akan tiba, namun ada beberapa kondisi yang proses pemecahannya membutuhkan bantuan dokter. Hal yang patut diwaspadai adalah jika air ketubannya sudah pecah namun kontraksi tak kunjung muncul. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kondisi ini bisa membahayakan bayi karena air ketuban yang habis sebelum bayi dilahirkan bisa menyebabkan bayi terinfeksi bakteri. Jika hal ini terjadi, maka dokter harus melakukan upaya induksi untuk menyelamatkan bayi.</span></p><h3><b>6. Memiliki Perasaan yang Lebih Sensitif</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Selain gejala secara fisik sebagaimana dijelaskan diatas, ternyata perubahan emosional seperti perasaan yang sensitif dan gampang marah bisa juga dijadikan tanda waktu persalinan semakin dekat. Biasanya gejala ini mirip saat Moms sedang PMS.</span></p><h3><b>7. Mengalami Penurunan Berat Badan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Tanda ibu hamil akan melahirkan </span><span style="font-weight: 400;">berikutnya adalah penurunan berat badan. Tentu, Moms yang mengalami tanda-tanda ini, tidak perlu khawatir. Pasalnya, penurunan berat badan memang hal yang wajar terjadi pada masa kehamilan utamanya menjelang proses persalinan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kabar baiknya, penurunan berat badan ini tidak mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan, lho. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya cairan ketuban menjelang proses persalinan. Oleh karena itu, berat badan Moms bisa dikatakan normal walaupun mengalami penurunan.</span></p><h3><b>8. Diare</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Diare juga bisa disinyalir sebagai tanda persalinan semakin dekat. Beberapa waktu sebelum proses persalinan, biasanya ibu hamil akan merasakan muntah, mual hingga diare. Biasanya tanda ini muncul kurang lebih seminggu sebelum proses persalinan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Hal ini terjadi akibat usus yang bekerja lebih banyak dari biasanya untuk memproduksi hormon yang melancarkan proses persalinan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat mengalami tanda ini, sebaiknya Moms mengonsumsi banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Tak hanya itu, minum air putih yang banyak juga membantu menghilangkan rasa mual dan muntah, lho.</span></p><h2><b>Bagaimana Merangsang Bayi Agar Cepat Lahir?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Jika si Kecil sudah dilahirkan nanti, pastikan untuk menjaga sterilitas susunya dengan menggunakan </span><b>botol susu anti kolik</b><span style="font-weight: 400;"> agar gejala</span><b> kolik pada bayi</b> <span style="font-weight: 400;">bisa dicegah</span><b>.</b><span style="font-weight: 400;"> Namun sebelum itu,  Moms juga perlu tahu cara-cara merangsang si Kecil cepat lahir seperti penjelasan di bawah ini !</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Berdiri dan Jalan Kaki Ringan</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Olahraga ringan menjelang persalinan seperti jalan kaki bisa menghilangkan stres dan meningkatkan kesiapan fisik ibu hamil. </span></p><p><b>Melansir Very Well Famili</b><span style="font-weight: 400;">, manfaat berdiri dan berjalan kaki ringan menjelang persalinan juga mampu meningkatkan tekanan serviks dan mendorong bayi untuk segera turun ke panggul.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Stimulasi Payudara</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Stimulasi payudara adalah salah satu cara merangsang kontraksi agar bayi cepat lahir. Stimulasi ini bisa melepaskan hormon oksitosin. Sebagaimana yang Moms tahu bahwa kontraksi bisa terjadi jika ibu hamil melepaskan hormon oksitosin. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Adapun cara stimulasi ini cukup praktis. Moms bisa memanfaatkan pompa ASI atau dengan merangsang puting secara manual memakai jari.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Benahi Posisi Bayi</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Apabila kondisi bayi dalam kandungan belum berada di posisi yang siap lahir, ibu hamil perlu mengubah posisi tersebut agar janin terstimulasi bergerak ke panggul. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa cara untuk mengubah posisi bayi dalam kandungan agar mempercepat kontraksi. Salah satunya adalah dengan Moms bisa duduk di kursi kelahiran atau kursi goyang khusus. </span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Berhubungan Seks</b></h3></li></ul><p><b>Melansir Healthline</b><span style="font-weight: 400;">, berhubungan seks bisa merangsang kontraksi agar bayi cepat lahir, lho. Aktivitas seksual, utamanya saat orgasme, bisa melepaskan hormon oksitosin yang merangsang kontraksi pada rahim. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, ibu hamil yang berhubungan seks akan mendapatkan hormon prostaglandin dari air mani pasangan. Hormon inilah yang akan membantu mematangkan serviks guna mempercepat persalinan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tentu </span><span style="font-weight: 400;">tanda ibu hamil akan melahirkan </span><span style="font-weight: 400;">terkadang berbeda satu sama lain. Untuk itu, usahakan Moms aware dengan segala tanda yang mungkin dimunculkan tubuh ya! Jika masih bingung mengenai </span><i><span style="font-weight: 400;">parenting</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang bagus, Moms bisa bergabung di</span><a href="https://drbrowns.id/v2/"> <b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;"> untuk mendapat wawasan yang</span><i><span style="font-weight: 400;"> insightful </span></i><span style="font-weight: 400;">mengenai </span><i><span style="font-weight: 400;">parenting.</span></i></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil, Jangan sampai Dikonsumsi!</title>
		<link>https://drbrowns.id/waspadai-pantangan-makanan-untuk-ibu-hamil-jangan-sampai-dikonsumsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:40:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74906</guid>

					<description><![CDATA[Waspadai Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil, Jangan sampai Dikonsumsi! Kehamilan merupakan momentum yang ditunggu setiap pasangan. Oleh karena itu, jika momentum tersebut telah tiba, pastikan untuk menjaga kehamilan dengan baik, ya! Termasuk dengan mewaspadai beberapa pantangan makanan untuk ibu hamil. Apa saja Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil? Berikut adalah beberapa jenis pantangan makanan ibu hamil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74906" class="elementor elementor-74906">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74908" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/beautiful-blonde-pregnant-woman-violet-dress-with-big-baby-bump-refuses-sugar-studio-pink-background-concept-healthy-eating-during-pregnancy-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Waspadai Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil, Jangan sampai Dikonsumsi!</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Kehamilan merupakan momentum yang ditunggu setiap pasangan. Oleh karena itu, jika momentum tersebut telah tiba, pastikan untuk menjaga kehamilan dengan baik, ya! Termasuk dengan mewaspadai beberapa </span><span style="font-weight: 400;">pantangan makanan untuk ibu hamil.</span></p><h2><b>Apa saja </b><b>Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil</b><b>?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Berikut adalah beberapa jenis pantangan makanan ibu hamil yang perlu Moms perhatikan!</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Telur Mentah</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Telur merupakan jenis makanan yang mudah diperoleh dan harganya murah. Makanan favorit banyak kalangan ini bisa diolah dengan berbagai cara, seperti digoreng ceplok, didadar, hingga direbus. Tentunya tingkat kematangannya bisa dibuat sesuai selera, bisa matang sempurna maupun setengah matang.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, jika Moms sedang hamil muda dan ngidam makan telur atau ingin menjadikan telur dalam kandungan menu makanan harian, sebaiknya hindari dulu, ya ! </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Apalagi untuk telur setengah matang atau telur mentah. Hal ini disebabkan telur yang belum matang sempurna beresiko mengandung bakteri Salmonella yang bisa membuat ibu hamil mengalami keracunan makanan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Gejala yang muncul akibat infeksi bakteri ini biasanya seperti demam tinggi, sakit perut, muntah, diare, sakit kepala, dan dehidrasi. Untuk beberapa kasus tertentu, tingkat keparahan gejala bisa sangat parah hingga menyebabkan persalinan prematur maupun keguguran.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Ikan dan </b><b><i>Seafood</i></b><b> yang Mengandung Merkuri</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Tentunya ibu hamil membutuhkan asupan makanan dari berbagai macam makanan sehat, bukan? Memang ikan atau </span><i><span style="font-weight: 400;">seafood</span></i><span style="font-weight: 400;"> merupakan salah satu makanan yang kaya gizi, dan mengharuskan ibu hamil untuk menambahkannya ke dalam asupan mereka. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, Moms harus tahu bahwa ada beberapa jenis ikan laut dan </span><i><span style="font-weight: 400;">seafood</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang tidak bisa dikonsumsi ibu hamil.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa </span><i><span style="font-weight: 400;">seafood</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang mengandung merkuri dan berbahaya untuk janin. Seafood jenis inilah yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Apalagi bagi mereka yang kandunganya belum ada 2 bulan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Daging Mentah</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Selain telur, makanan mentah yang harus dihindari ibu hamil adalah daging. Tak hanya itu, saat hamil Moms perlu menghindari konsumsi daging kambing yang berlebihan, ya !</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ibu hamil yang mengonsumsi daging mentah berisiko untuk terkontaminasi parasit toksoplasma. Jika masuk ke tubuh, parasit ini akan menyebar ke janin melalui plasenta. Akibatnya, janin berisiko terkena penyakit toksoplasmosis.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Makanan dan Minuman Beralkohol</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Pantangan makanan untuk ibu hamil </span><span style="font-weight: 400;">berikutnya adalah mengonsumsi makanan dan minuman beralkohol. Mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan risiko bayi mengalami sindrom alkohol janin atau biasa disebut dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">fetal alcohol syndrome</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Biasanya, bayi yang mengalami sindrom ini akan memiliki berat badan lahir yang rendah, mengalami gangguan perilaku, dan proses tumbuh kembang yang terhambat.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol saat trimester pertama kehamilan bisa meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir. Oleh karena itu, ibu hamil muda harus menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol sejak awal kehamilan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Jika keberatan, Moms tidak perlu ragu-ragu untuk meminta bantuan orang terdekat atau dokter apabila saat hamil masih mengalami kecanduan terhadap makanan dan minuman beralkohol.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Pepaya dan Sayuran Mentah</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Ibu hamil memang harus berpikir secara matang sebelum mengonsumsi makanan tertentu yang mungkin beresiko untuk janin dalam kandungannya. Demikian juga saat akan mengkonsumsi pepaya muda. Pasalnya, beberapa dokter memang mengizinkan ibu hamil untuk mengkonsumsi pepaya. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan syarat, pepaya dalam keadaan matang sempurna. Sebab, tingkat kematangan pepaya bisa berpengaruh pada pertumbuhan janin lho, Moms.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pepaya matang tentunya kaya akan vitamin A dan B, beta-carotene dan kalium yang dibutuhkan tubuh. Secara umum, pepaya matang juga bisa membantu melancarkan sistem pencernaan. Namun menurut sejumlah dokter, tidak aman apabila ibu hamil mengkonsumsi pepaya muda. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain mengandung pepsins, pepaya muda juga mengandung zat aktif papain yang mempengaruhi tumbuh kembang janin. Bahkan, untuk kasus yang parah, papain bisa menghentikan pertumbuhan janin.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh </span><b>British Journal of Nutrition</b> <span style="font-weight: 400;">yang menyatakan bahwa pepsins yang banyak terkandung pada getah pepaya mentah bisa merangsang terjadinya kontraksi pada rahim. Apabila kontraksi tidak tertolong, ibu hamil beresiko untuk mengalami keguguran.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Susu yang Tidak Dipasteurisasi</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Susu termasuk dalam daftar pantangan makanan atau minuman bagi ibu hamil 6 bulan. Hal inilah yang menstimulus banyak produsen susu, membuat susu khusus untuk ibu hamil karena memang diperlukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ibu maupun janin.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, harus digaris bawahi bahwa ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Salah satu jenis susu yang dilarang adalah jenis susu hewani mentah dan belum dipasteurisasi. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pasteurisasi merupakan proses pemanasan selama beberapa detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri dalam susu. Jika tidak dipasteurisasi, susu mentah bisa menyebabkan keracunan karena resiko bakteri yang tinggi di dalamnya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya untuk ibu, sebenarnya susu sangat dibutuhkan untuk bayi saat Moms melahirkan nanti. Moms bisa memakai produk </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">untuk si Kecil agar higienitas susu terjamin, ya! Botol ini juga bisa mencegah terjadinya gejala </span><b>kolik pada bayi.</b></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Nanas</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Salah satu </span><span style="font-weight: 400;">pantangan makanan untuk ibu hamil </span><span style="font-weight: 400;">yang cukup populer adalah menghindari makan nanas karena dianggap bisa menyebabkan keguguran. Lalu, apakah nanas benar-benar bisa menyebabkan keguguran? Faktanya, ibu hamil boleh makan nanas asal tidak berlebihan, lho Moms.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi nanas bisa berbahaya untuk janin. Oleh karena itu, buah nanas termasuk buah yang sehat dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Bahkan, buah ini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ibu hamil.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Biji Adas, Fenugreek dan Wijen</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Banyak yang mengasumsikan bahwa mengkonsumsi biji adas, fenugreek dan wijen tidak baik untuk ibu hamil. Pasalnya, banyak mitos yang beredar bahwa ketiga jenis biji ini bisa merangsang kontraksi rahim yang menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran pada ibu hamil.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Meski hingga saat ini belum ada penelitian memvalidasi mitos itu, namun sebaiknya jangan mengkonsumsinya terlalu banyak ya, Moms. Ibu hamil boleh mengkonsumsi ketiga jenis biji-bijian ini, asalkan tidak berlebihan.</span></p><h2><b>Apa Aktivitas yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Selain makanan, ada juga beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil sebagaimana penjelasan dibawah ini:</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Melakukan Diet</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Tentunya untuk kebanyakan wanita, kehamilan bisa mengubah bentuk tubuh dan tak jarang malah membuat tubuh lebih berisi. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Terkadang, hal ini menimbulkan kekhawatiran utamanya bagi mereka yang ingin menjaga bentuk tubuh tetap langsing. Namun, sebaiknya hindari melakukan diet tatkala hamil, ya Moms. Tenang saja, Moms bisa melakukan diet setelah masa kehamilan berakhir, kok!</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Olahraga atau Aktivitas yang Terlalu Berat</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Memang ada beberapa olahraga yang disarankan untuk ibu hamil. Namun, ada juga beberapa olahraga atau aktivitas berat yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil seperti sit up, lari, dan masih banyak lagi.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Merokok</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Merokok maupun terpapar asap rokok bisa sangat berbahaya untuk janin lho, Moms. Kandungan nikotin dan zat berbahaya lain beresiko masuk dalam aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan, seperti pecahnya air ketuban dini hingga keguguran.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Meskipun </span><span style="font-weight: 400;">pantangan makanan untuk ibu hamil </span><span style="font-weight: 400;">terlihat banyak, namun Moms tidak perlu khawatir kok. Masih banyak jenis makanan lain yang bisa Moms konsumsi yang lezat dan aman tentunya. Jika masih bingung mengenai dunia </span><i><span style="font-weight: 400;">parenting</span></i><span style="font-weight: 400;">, Moms juga bisa bergabung di parenting club </span><a href="https://drbrowns.id/v2/"><b>Dr. Brown’s Indonesia</b></a><span style="font-weight: 400;">, lho!</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intip Tanda Infeksi Operasi Caesar Hingga Cara Mengobatinya!</title>
		<link>https://drbrowns.id/intip-tanda-infeksi-operasi-caesar-hingga-cara-mengobatinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74902</guid>

					<description><![CDATA[Intip Tanda Infeksi Operasi Caesar Hingga Cara Mengobatinya! Dibalik hegemoni operasi caesar yang menawarkan keamanan dan kepraktisan, ternyata ada resiko infeksi yang Moms harus tahu, lho. Oleh karena itu, mengetahui tanda infeksi operasi caesar juga diperlukan untuk upaya preventif pada penyebaran infeksi. Pada umumnya, persalinan operasi caesar berlangsung aman. Namun, menurut Whitney B. You, M.D., [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-1024x683.jpg" alt="" loading="lazy" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-belly-with-scar-from-csection-woman-holding-baby-showing-her-imperfect-body-abdomen-with-scar-from-caesarian-section-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<h1><strong>Intip Tanda Infeksi Operasi Caesar Hingga Cara Mengobatinya!</strong></h1>
<p>Dibalik hegemoni operasi caesar yang menawarkan keamanan dan kepraktisan, ternyata ada resiko infeksi yang Moms harus tahu, lho. Oleh karena itu, mengetahui tanda infeksi operasi caesar juga diperlukan untuk upaya preventif pada penyebaran infeksi. Pada umumnya, persalinan operasi caesar berlangsung aman.</p>
<p>Namun, <b>menurut Whitney B. You, M.D., MPH,</b> asisten profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi di <i>Feinberg School of Medicine</i> di Universitas Northwestern operasi caesar memiliki risiko infeksi sekitar 6-11 persen. Pastikan Moms memahami resiko operasi caesar sebelum melakukannya, ya!</p>
<h2><b>Penyebab Infeksi Operasi Caesar</b></h2>
<p>Infeksi operasi caesar biasa terjadi di rahim, perut, atau sayatan dengan jangka waktu 4-7 hari pasca operasi caesar. Infeksi operasi caesar terjadi karena masuknya bakteri ke dalam luka.</p>
<p>Bakteri yang dimaksud adalah <i>Staphylococcus</i>, yang mana sekitar 15-20 persen infeksi luka diakibatkan oleh bakteri tersebut. Tipe infeksi operasi caesar yang sering terjadi adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Impetigo</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Tipe ini menyebabkan kulit melepuh berisi cairan dan bisa meninggalkan semacam kerak. Kondisi ini juga menyebabkan gatal pada penderita</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Abses</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Asbes adalah infeksi ketika luka berisi kulit mati dan nanah di bagian bawah kulit.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Selulitis</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Selulitis merupakan tipe infeksi pada kulit dan jaringan bawah. Gejalanya bisa cepat menyebar dari lokasi sayatan. Pada kondisi tertentu, Selulitis memberikan rasa nyeri, kemerahan, serta hangat saat disentuh.</p>
<h2><b>Tanda Infeksi Operasi Caesar</b></h2>
<p>Jika setelah operasi caesar Moms mengalami tanda-tanda di bawah ini, segera periksakan luka bekas jahitan caesar ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut:</p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Terasa nyeri dan muncul kemerahan atau bengkak pada luka</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Luka jahitan mengeluarkan nanah</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Perut sering terasa sakit</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat celcius</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Muncul permasalahan buang air kecil, seperti sensasi terbakar, nyeri, hingga tidak bisa buang air kecil</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Muncul keputihan beraroma tidak sedap</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Perdarahan tidak wajar dari vagina. Pendarahan terjadi setidaknya dalam waktu satu jam setelah melahirkan (perdarahan postpartum)</li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Keluar gumpalan darah dari vagina, tetapi bukan <a href="https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/banyak-darah-nifas/">lokia</a></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1">Muncul rasa sakit atau bengkak pada kaki</li>
</ul>
<p>Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, Moms sangat berisiko terkena sepsis, yaitu infeksi yang bisa menyerang seluruh aliran darah. Tanda-tanda sepsis diantaranya yaitu badan menggigil, napas cepat, meningkatkan detak jantung, dan demam tinggi secara tiba-tiba.</p>
<p>Oleh karena itu, saat tanda infeksi operasi caesar muncul, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.</p>
<h2><b>Berapa Lama Operasi Caesar Kering?</b></h2>
<p>Tentunya pelaksanaan operasi caesar akan menimbulkan luka jahitan pada perut.  Biasanya, butuh waktu sekitar 4 sampai 6 minggu hingga luka bekas jahitan dari caesar benar-benar sembuh.</p>
<p>Selama masa pemulihan luka, terdapat beberapa hal yang perlu Moms perhatikan untuk mencegah infeksi. Selain itu, hal-hal ini bisa mempercepat menyembuhkan luka bekas jahitan operasi caesar, yaitu:</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Istirahat Cukup</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Setelah melahirkan, kesibukan mengurus bayi mungkin dapat membuat Moms kelelahan hingga kurang tidur. Padahal, porsi waktu tidur cukup dengan posisi yang nyaman sangat berguna untuk mempercepat sekaligus mencegah infeksi pada bekas jahitan caesar, lho. Solusinya, cobalah ikut tidur saat bayi sedang tidur.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Jangan Melakukan Aktivitas Berat Terlebih Dahulu</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Bekas operasi caesar ada kemungkinan terbuka saat Moms langsung melakukan aktivitas berat pasca operasi. Tentunya kondisi ini dapat memperburuk jahitan dan menghambat penyembuhan luka.</p>
<p>Oleh karena itu, hindari mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas berat hingga bekas luka caesar benar-benar kering. Bahkan, agar Moms tidak banyak berjalan, sebaiknya taruh barang-barang penting seperti <b>botol susu anti kolik</b> (botol pencegah <b>kolik pada bayi</b>) milik si Kecil dalam jangkauan, ya!</p>
<p>Dengan begitu, Moms tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk mengambil atau menaruh barang. Jika masih ragu untuk merawat si Kecil dengan benar, Moms bisa mengunjungi laman <a href="https://drbrowns.id/v2/"><b>Dr. Brown’s</b></a> untuk mendapat banyak informasi mengenai <i>parent resources</i> dan tips.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Rawat Luka Bekas Operasi Caesar dengan Baik</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Saat melakukan aktivitas yang menimbulkan gerakan perut pasca melahirkan, seperti tertawa, batuk, atau bersin, sebaiknya peganglah perut utamanya di daerah bekas luka.</p>
<p>Saat memegang perut, berikan sedikit memberi tekanan agar perut Anda tidak terguncang berlebihan. Selain itu, pastikan juga untuk berdiri dengan tegak saat sedang berjalan. Merawat bekas luka dengan baik, akan meminimalkan resiko munculnya tanda infeksi operasi caesar lho, Moms.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Banyak Minum</b></h3>
</li>
</ul>
<p><b>Riset yang dipublikasikan oleh American Pregnancy Association</b> menyatakan bahwa tubuh membutuhkan banyak cairan saat proses penyembuhan bekas jahitan caesar dan menyusui. Selain itu, minum banyak cairan juga bisa membantu Moms terhindar dari sembelit yang tentu sangat merepotkan jika mengalaminya.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Cukupi Kebutuhan Zat Gizi</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Nutrisi yang cukup bisa mendorong pertumbuhan jaringan yang sehat pada tubuh. Tentu hal ini mendukung luka bekas jahitan sesar bisa sembuh lebih cepat. Oleh karenanya, upayakan membeli buah-buahan, sayur dan protein hewani yang cukup untuk pemulihan pasca operasi.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Bersihkan Luka Secara Teratur</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Jangan sampai Moms melewatkan pembersihan luka dan penggantian kain penutup luka. Hal ini berguna untuk menyembuhkan luka operasi caesar dengan cepat. Kondisikan agar daerah di sekitar luka caesar tidak lembab. Daerah yang lembab sangat riskan terhadap timbulnya infeksi bakteri.</p>
<p>Tidak masalah jika luka caesar terkena air atau sabun saat mandi. Namun, setelah itu pastikan untuk mengeringkan luka dengan handuk bersih. Apabila luka masih diperban, gantilah perban secara berkala.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Jangan Menggunakan Pakaian yang Ketat</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Tahukah Moms jika pakaian ketat akan menutup luka hingga membuatnya sulit untuk kering dan sembuh. Oleh karena itu, gunakan pakaian yang longgar agar luka mempunyai ruang untuk udara dan tidak mudah tergores.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Ikuti Aturan Obat dengan Benar</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Saat diberi antibiotik oleh dokter, pastikan untuk meminumnya secara rutin dan jangan sampai melewatkannya hingga proses pemulihan selesai.</p>
<p>Pada kasus tertentu, seperti tiba tiba ada rasa sakit pada bekas luka jahitan caesar, maka Moms perlu mengambil obat antiradang. Obat anti radang berguna untuk meminimalkan rasa sakit dan mencegah peradangan bekas sayatan.</p>
<h2><b>Cara Mengobati Infeksi Luka Operasi Caesar</b></h2>
<p>Saat luka bekas jahitan operasi caesar terlanjur terkena infeksi, Moms tidak perlu khawatir karena masih ada cara untuk mengobatinya.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Pemberian Antibiotik</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Sebagian besar luka infeksi jahitan caesar bisa diatasi dengan pemberian antibiotik. Namun, jenis antibiotik yang diberikan harus disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab infeksi pada bekas jahitan caesar. Jika infeksi luka tidak terlalu parah, dokter biasanya memberi antibiotik dengan durasi minum yang lebih singkat.</p>
<ul>
<li aria-level="1">
<h3><b>Operasi Kecil</b></h3>
</li>
</ul>
<p>Sementara untuk infeksi jahitan caesar yang mengeluarkan cairan atau bahkan luka terbuka, dokter biasa mengatasinya dengan melakukan operasi kecil. Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan abses luka sekaligus cairan yang terinfeksi.</p>
<p>Jika ditemukan jaringan mati pada luka bekas jahitan caesar, dokter bisa mengambil serta menghilangkan jaringan tersebut. Biasanya, cara ini dilakukan dengan membuat sayatan pada seluruh area yang terinfeksi, lalu mengeringkan nanahnya.</p>
<p>Jika sudah memahami tanda infeksi operasi caesar, tentu Moms lebih <i>aware</i> terhadap segala kemungkinan infeksi pasca operasi, bukan?</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Dr  Brown&#039;s Options Bottle   How It Works" width="720" height="405" src="https://www.youtube.com/embed/K5cAKH8nYGU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></p>
<figure>
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019" data-elementor-open-lightbox=""><br />
<img decoding="async" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" alt="" loading="lazy" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a><figcaption>5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption></figure>
<figure>
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak" data-elementor-open-lightbox=""><br />
<img decoding="async" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" alt="" loading="lazy" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a><figcaption>Mengapa Botol Susu Dr. Brown&#8217;s Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption></figure>
<figure>
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system" data-elementor-open-lightbox=""><br />
<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" />								</a><figcaption>Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebas dan Kesemutan saat Hamil Tua, Apakah Wajar?</title>
		<link>https://drbrowns.id/kebas-dan-kesemutan-saat-hamil-tua-apakah-wajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:26:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74898</guid>

					<description><![CDATA[Kebas dan Kesemutan saat Hamil Tua, Apakah Wajar? Sebagian besar ibu hamil mungkin pernah atau sedang merasakan kebas dan kesemutan saat hamil tua di area tangan, jari, bokong, atau kaki. Walaupun sudah umum terjadi, kondisi ini kerap membuat Moms bertanya-tanya apakah mengalami hal ini adalah hal yang normal atau tidak. Kesemutan atau mati rasa masuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74898" class="elementor elementor-74898">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74900" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/pregnant-woman-massaging-leg-bed-painful-muscle-sprain-cramp-ache-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Kebas dan Kesemutan saat Hamil Tua, Apakah Wajar?</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian besar ibu hamil mungkin pernah atau sedang merasakan </span><b>kebas dan kesemutan saat hamil tua</b> <span style="font-weight: 400;">di area tangan, jari, bokong, atau kaki. Walaupun sudah umum terjadi, kondisi ini kerap membuat Moms bertanya-tanya apakah mengalami hal ini adalah hal yang normal atau tidak.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kesemutan atau mati rasa masuk ke dalam daftar keluhan ibu hamil yang paling sering muncul saat bangun di pagi hari ataupun tidur di malam hari. Umumnya, keluhan seperti ini dirasakan pada pertengahan atau bahkan menjelang akhir kehamilan, kurang lebih 8 minggu terakhir.</span></p><h2><b>Penyebab Terjadi Kebas dan Kesemutan Saat Hamil</b></h2><p><b>Kenapa ibu hamil trimester 3 Sering kesemutan? </b><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa penyebab hal ini terjadi. Pada dasarnya, sering kesemutan saat hamil merupakan perubahan bentuk tubuh, penumpukan air yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada tangan dan kaki, dan tekanan rahim yang semakin tinggi.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain karena perubahan alami, ada juga faktor lainnya. Misalnya, penggunaan sepatu yang lama terlalu ketat bisa menyebabkan jari kaki menjadi mati rasa. Ibu hamil sangat dianjurkan untuk menyesuaikan sepatu dengan ukuran kaki yang biasanya membesar karena bengkak.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Meski sebagian besar keluhan mati rasa selama kehamilan adalah hal biasa dan wajar, Moms tetap perlu hati-hati karena terkadang kondisi sedemikian rupa mungkin disebabkan oleh suatu penyakit yang tidak boleh diabaikan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Lantas, apa saja penyakit yang bisa terdeteksi dengan tanda-tanda kesemutan? Berikut beberapa penyakit yang ditandai dengan kesemutan atau mati rasa selama memasuki masa kehamilan:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Kelenjar tiroid dalam tubuh Moms yang kurang aktif (hipotiroidisme), sehingga terjadinya penumpukan cairan yang menekan saraf dan memicu mati rasa</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Alami diabetes gestasional</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Alami anemia defisiensi zat besi atau vitamin B12</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Kekurangan magnesium, kalium, atau zinc</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Saraf terjepit yang terjadi di area tulang belakang, leher, maupun lengan, dan punggung bawah</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Kebas atau kesemutan area lengan dan jari Moms, kemungkinan besar disebabkan karena adanya </span><i><span style="font-weight: 400;">carpal tunnel symptom</span></i><span style="font-weight: 400;"> (CTS) atau sindrom lorong karpal. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Lorong karpal adalah terowongan kecil di pergelangan tangan hingga telapak tangan bagian bawah. Pada lorong karpal ada saraf median yang fungsinya untuk menyampaikan sensasi perasa atau sentuhan serta mengendalikan pergerakan jari tangan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saraf median yang terjepit karena pembengkakan dan juga bertambahnya berat badan ibu hamil sangat bisa memicu terjadinya kebas atau kesemutan pada ibu jari, jari tengah, sebagian jari manis dan telunjuk.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Untungnya, sensasi kesemutan yang biasa dirasakan Moms saat hamil masih dalam tingkatan yang wajar. Secara umum, gangguan ini mulai muncul ketika usia kehamilan menginjak bulan kelima dan keenam atau memasuki beberapa bulan terakhir menjelang persalinan.</span></p><h2><b>Cara Meredakan Kesemutan</b></h2><p><b>Bagaimana cara mengatasi kesemutan saat hamil?</b> <span style="font-weight: 400;">Adapun cara untuk meringankan kebas atau kesemutan, Moms bisa langsung mencoba beberapa langkah sederhana sebagai berikut ya. Sangat disarankan untuk melakukannya secara rutin dan perlahan-lahan:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Kompreslah bagian area yang mengalami kebas atau kesemutan dengan kompresan dingin guna mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri. Jauhi kompresan panas yang justru bisa memperparah terjadinya pembengkakan.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pijatlah atau rendam tangan dalam semangkuk air yang telah diberi beberapa tetes ekstrak herbal, seperti minyak zaitun, ekstrak lavender atau ekstrak kelapa. Selain meringankan keluhan kebas dan kesemutan, ekstrak herbal juga membuat tubuh lebih rileks.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Rutinlah olahraga ringan. Bahkan tanpa instruktur, Moms masih sangat bisa dapat berolahraga sendiri di rumah dengan cara melakukan beberapa gerakan ringan. Pengobatan </span><i><span style="font-weight: 400;">chiropractic </span></i><span style="font-weight: 400;">pada pergelangan tangan ini mungkin disarankan dalam beberapa kasus.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Menggerakkan anggota tubuh atau peregangan secara rutin. Dengan melakukan sedikit peregangan, misalnya saja berjalan kaki jarak pendek atau hanya memutari meja saja, Moms bisa mengembalikan alirah darah ke seluruh tubuh sehingga kesemutan bisa reda. </span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Moms bisa mengikuti dua macam latihan ringan untuk mencegah </span><b>kebas atau kesemutan saat hamil tua </b><span style="font-weight: 400;">di rumah secara rutin. Bisa disesuaikan dengan kegiatan Moms sehari-hari ya, antara lain:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Putar bahu, putar bahu dapat berperan dalam memperkuat otot punggung, redakan nyeri punggung bagian atas, dan juga mengurangi sensasi kebas atau kesemutan yang Moms rasakan di bagian lengan dan jari-jari.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Lemaskanlah lengan lalu angkat bahu ke arah telinga.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Utar bahu ke arah belakang semampunya.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Lemaskan bahu, kemudian kembali ke posisi awal.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Berbaringlah menghadap satu sisi</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Moms usahakan untuk selalu berbaring menghadap satu sisi tiap tidur atau beristirahat.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Jepitlah bantal menggunakan kedua lutut untuk dapat meminimalkan ketegangan pada punggung bagian bawah.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hindari memakai tangan sebagai pengganti bantal ketika tidur. Gejala carpal tunnel syndrome (CTS) pada umumnya lebih memburuk di malam hari.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Ganti posisi tidur tiap Moms rasakan nyeri berlebih. Cobalah segera menggoyang-goyangkan tangan sampai nyeri atau kebas semakin lama berkurang.</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Jika memungkinkan, tunda terlebih dahulu pekerjaan yang menuntut lengan untuk mengulang gerakan yang sama dalam waktu yang lama. Pasalnya, gerakan ini kemungkinan besar bisa memperburuk rasa kebas atau kesemutan yang Moms derita.</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Cobalah duduk dengan tangan terangkat, seperti menonton televisi sambil meletakan tangan di belakang sofa.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Suplemen vitamin B6 sangat ampuh untuk dapat meringankan gejala, tapi sebaiknya tetap utamakan asupan gizi seimbang ya dibandingkan suplemen buatan. Pastikan Moms berbincang terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba suplemen selama kehamilan.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Jika rasa nyeri makin menjadi-jadi, dokter mungkin akan memberi beberapa resep obat penghilang rasa sakit ringan. Lalu, kebas dan kesemutan akan berangsur hilang sesudah bayi lahir. Segeralah hubungi dokter jika nyeri masih terus muncul.</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Memperbanyak minum air putih dan memijat pada area yang kesemutan secara perlahan</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Melakukan peregangan dan memvariasikan posisi tidur atau bila perlu menggunakan bantal khusus ibu hamil</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hangatkan tubuh Moms saat udara dingin, terutama di tangan dan kaki, dengan cara berendam atau mandi air hangat</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Mengenakan alat bantu Bernama </span><i><span style="font-weight: 400;">hand splint</span></i><span style="font-weight: 400;"> saat tidur tujuan utamanya demi menjaga agar pergelangan tangan tangan tak menekuk serta aliran darah tetap lancar</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Berolahraga ringan secara teratur, seperti berjalan kaki ataupun berenang ini bertujuan agar sirkulasi darah berjalan lancar</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi, jika sudah melakukan berbagai macam cara untuk meredakan kesemutan namun tetap tidak hilang, bahkan semakin parah, maka Moms bisa langsung melakukan konsultasi dengan dokter kandungan agar segera mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak ada salahnya jika sejak dini Moms mempersiapkan berbagai kebutuhan Si Kecil. Dianjurkan memilih produk dari </span><a href="https://drbrowns.id"><b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;">, menciptakan produk bayi inovatif untuk mendukung pemberian gizi yang optimal.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ada pula </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">agar terhindar terjadinya </span><b>kolik pada bayi. </b><span style="font-weight: 400;">Produknya terdiri dari </span><i><span style="font-weight: 400;">Bottle Feeding, Pacifier, Teethers, Cups Solid Feeding, Baby Care, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Breastfeeding</span></i></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan menerapkan berbagai cara untuk mengurangi </span><b>kebas dan kesemutan saat hamil tua</b><span style="font-weight: 400;">, diharapkan Moms tidak lagi terlalu terganggu dengan gejala kesemutan atau mati rasa.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, jika kesemutan tidak juga membaik atau kesemutan disertai dengan gejala lain, seperti pendarahan vagina, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbagai Manfaat Kelapa Hijau untuk Kesuburan</title>
		<link>https://drbrowns.id/berbagai-manfaat-kelapa-hijau-untuk-kesuburan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74894</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai Manfaat Kelapa Hijau untuk Kesuburan Tahukah Moms, jika air kelapa hijau dikenal dengan sebutan air kehidupan bahkan disarankan untuk diminum saat malam pertama. Kandungan air dari kelapa hijau tak hanya menyegarkan dan menghilangkan dahaga saja, kelapa hijau untuk kesuburan juga banyak dipercaya. Pasangan yang sudah menikah akan menjadi lebih bahagia sebab mampu memperbaiki kemampuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74894" class="elementor elementor-74894">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74896" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/coconut-ripe-tasty-isolated-white-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Berbagai Manfaat Kelapa Hijau untuk Kesuburan</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Tahukah Moms, jika air kelapa hijau dikenal dengan sebutan air kehidupan bahkan disarankan untuk diminum saat malam pertama. Kandungan air dari kelapa hijau tak hanya menyegarkan dan menghilangkan dahaga saja, </span><b>kelapa hijau untuk kesuburan</b> <span style="font-weight: 400;">juga banyak dipercaya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pasangan yang sudah menikah akan menjadi lebih bahagia sebab mampu memperbaiki kemampuan saat bercinta usai konsumsi air kelapa hijau. Jika ingin mengetahui beberapa manfaat lain dari air kelapa hijau, cari tahu pada penjelasan berikut ini.</span></p><h2><b>Kelapa Hijau untuk Kesuburan, Apakah Benar?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit, ternyata banyak pula yang memanfaatkan kelapa hijau untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang sudah menikah. Namun, memang tidak semua pasutri yang diberi kesempatan langsung mendapatkan momongan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bahkan banyak pasutri yang berpuluh-puluh tahun mencari cara agar cepat hamil, berujung merasa frustasi dalam prosesnya tak kunjung berhasil. Berikut beberapa manfaat kelapa hijau yang penting diketahui sebelum mengonsuminya:</span></p><h3><b>1. Dapat Mengatasi Impoten </b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Impotensi menjadi salah satu permasalahan yang dapat mengganggu peluang kehamilan. Ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab ketidakharmonisan dalam pernikahan. Gangguan seksual ini disebabkan karena sistem peredaran darah yang kurang stabil. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Beberapa nutrisi yang tersimpan di dalamnya seperti sodium, potassium sampai magnesium. Laki-laki yang konsumsi air kelapa hijau dengan banyaknya nutrisi secara teratur tiap harinya dapat memberikan manfaat penting antara lain: </span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Mampu melancarkan sistem peredaran darah. </span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Menambah kadar hormon testosteron. </span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Membantu tubuh Moms tetap terhidrasi supaya membantu dalam mengatur kontraksi otot. </span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Membantu menjaga tekanan darah dalam tubuh tetap stabil, sehingga membantu lebih maksimal kinerja sistem saraf. </span></li></ul><h3><b>2. Membantu Pria dalam Meningkatkan Gairah Seksual </b></h3><p><b>Apakah kelapa ijo bagus untuk sperma?</b> <span style="font-weight: 400;">Air kelapa hijau yang diminum secara rutin akan memaksimalkan aliran darah menuju alat kelamin. Alasannya, karena air kelapa bisa meningkatkan gairah seksual karena terdapat unsur protein dan karbon.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Proteinnya, mengandung asam amino yang terdiri dari alanin, sistine dan agrinin. Bahkan kandungan asam amino di dalamnya lebih tinggi daripada susu. Setidaknya beberapa kandungan pada air kelapa hijau ini akan membantu suami yang sedang mengalami penurunan hasrat seksual. </span></p><h3><b>3. Membantu Wanita Menyeimbangan pH Vagina</b></h3><p><b>Dilansir dari Motherly</b><span style="font-weight: 400;">, kelapa hijau amat membantu dalam mengontrol pH vagina. Amat penting Moms ketahui bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan pH vagina tak seimbang mulai dari pemakaian antibiotik, kurang teraturnya siklus menstruasi hingga saat melakukan diet. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Jika pH terlalu asam, lingkungan di sekitar vagina berubah menjadi tidak bersahabat dan menjadikan sperma tak bertahan lama ketika mencari sel telur. Lalu, dalam kondisi pH vagina yang terlalu basa, maka menyebabkan sekitar vagina Moms mengalami infeksi jamur.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat kondisi basa muncul rasa gatal, kemungkinan besar akan hubungan seks menjadi tidak nyaman. Padahal dengan adanya rasanya nyaman ketika melakukan hubungan seks, bisa membantu dalam meningkatkan peluang kehamilan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kandungan yang terdapat di kelapa hijau mampu membantu Moms dalam upaya menyeimbangan tingkat pH di vagina, sehingga membantu ketika sedang berencana untuk segera hamil.  </span></p><h3><b>4. Meningkatkan Kebersihan Rahim </b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Selain </span><b>kepala hijau untuk kesuburan</b><span style="font-weight: 400;">, dengan meminumnya sesuai dengan porsinya, ternyata juga bermanfaat meningkatkan kebersihan rahim perempuan. Jika sebelumnya Moms pernah keguguran, perlu melakukan tindakan untuk membersihkan rahim supaya kembali bersih. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Perlu Moms ketahui jika air kelapa tak hanya segar, karena air kepala juga sangat baik membantu dalam membersihkan rahim. Untuk caranya, Moms hanya perlu meracik ramuan serta merebus campuran air kelapa dan gula batu hingga mendidih. </span></p><h3><b>5. Melancarkan Proses Menstruasi Setiap Bulannya</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Selama proses menstruasi berlangsung wanita akan mengalami kehilangan cairan tubuh. Kondisi seperti ini, menjadikan tubuh banyak memerlukan asupan cairan lebih supaya menjaga tubuh terus terhidrasi. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kandungan elektrolit maupun beberapa nutrisi lain di air kelapa membantu tubuh Moms mensuplai lebih banyak cairan. Itulah manfaat dari air kelapa hijau yang gunanya untuk kesuburan laki-laki maupun perempuan saat melaksanakan program hamil. </span></p><h3><strong>6. Menambah Produksi Sperma</strong></h3><p><span style="font-weight: 400;">Apakah benar, dengan mengonsumsi air kelapa sesuai takarannya bisa menambah produksi sperma? Banyak orang yang mengatakan bahwa dengan mengonsumsi air kelapa, produksi sperma bisa bertambah sehingga baik untuk kesuburan para pria. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, hanya sedikit penelitian yang membenarkan pernyataan ini, karena penambahan produksi sperma ketika mengonsumsi air kelapa tidak begitu signifikan. Meskipun demikian, air kelapa sangat bermanfaat untuk kesehatan, sehingga tidak ada salahnya jika dikonsumsi. </span></p><h3><strong>7. Menjaga Sel Telur dan Sel Sperma</strong></h3><p><span style="font-weight: 400;">Air kelapa memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, sehingga dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang sangat berbahaya karena bisa merusak sel telur dan sel sperma. Mengonsumsi air kelapa sangat disarankan dengan alasan tersebut, sehingga Moms tak perlu takut untuk mengonsumsinya secara rutin. </span></p><h3><strong>8. Penghancur Nikotin</strong></h3><p><span style="font-weight: 400;">Terdapat satu alasan mengapa pria yang hobi merokok atau merokok dengan jumlah banyak tidak subur, yakni karena adanya nikotin. Nikotin yang terus mengendap di dalam tubuh ternyata bisa mengakibatkan kerusakan pada sel sperma, sehingga pria perokok banyak yang tidak subur. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun tenang saja, karena dengan mengonsumsi air kelapa, nikotin akan larut dengan mudah sehingga tidak akan terjadi pengendapan lagi. </span></p><p> </p><h2><b>Air Kelapa menjadi Obat Pembersih Pasca Keguguran?   </b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Selain banyak yang penasaran dengan manfaat air kelapa dalam menyuburkan. Banyak juga yang penasaran, </span><b>apakah air kelapa hijau bisa membersihkan rahim</b><span style="font-weight: 400;">? Apakah ada studi yang membuktikan khasiat air kelapa dalam hal ini? Simak penjelasan berikut ini.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Masih banyak manfaat jika mengonsumsi air kelapa secara rutin. Beberapa manfaatnya sudah teruji dari beberapa penelitian. Tapi mengenai air kelapa hijau bisa membersihkan rahim sampai saat ini masih dikaji kembali.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dilansir dari </span><b>American Pregnancy Association</b><span style="font-weight: 400;">, keguguran adalah kematian bayi secara spontan yang terjadi sebelum memasuki usia kehamilan 20 minggu. Adapun Tindakan-tindakan yang biasa dilakukan oleh para dokter pasca seorang ibu keguguran yaitu dengan kuret atau kuretase.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Namun, nyatanya hal ini tak selalu dilakukan. Keguguran tanpa dilakukan kuret sangat perbolehkan asal seluruh isi kandungan telah keluar dan tak ada lagi jaringan janin/plasenta yang tertinggal di dalam rahim wanita.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Meski demikian, biasanya ada obat-obatan tertentu yang dimakan oleh ibu hamil yang keguguran. Umumnya, obat tersebut diminum untuk membantu membersihkan rahim usai keguguran. Jika Moms termasuk yang percaya, bahkan mengonsumsi air kelapa untuk membersihkan rahim, ini juga tak salah dilakukan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">&#8212;</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ketika sudah berhasil mendapatkan anak, terdapat kemungkinan akan terjadi </span><b>kolik pada bayi</b><span style="font-weight: 400;">. Disarankan untuk memiliki </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">Dr. Brown’s yang menciptakan produk bayi untuk mendukung kesehatan. Produknya terdiri dari </span><i><span style="font-weight: 400;">Bottle Feeding, Pacifer Teethers, Cups Solid Feeding, Baby Care, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Breastfeeding</span></i><span style="font-weight: 400;">. Selengkapnya bisa dilihat di </span><a href="https://drbrowns.id/"><b>Dr. Brown’s Indonesia</b></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Itulah penjelasan seputar </span><b>kelapa hijau untuk kesuburan</b> <span style="font-weight: 400;">yang sering kali menjadi pertanyaan sebagian besar masyarakat. Meski banyak manfaat yang terkandung di dalamnya, bukan berarti Moms bisa mengonsumsi sebanyak mungkin ya. Tetap perlu konsultasikan dulu pada dokter.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Obat Ambeien Untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping</title>
		<link>https://drbrowns.id/obat-ambeien-untuk-ibu-hamil-tanpa-efek-samping</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 00:53:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74888</guid>

					<description><![CDATA[Obat Ambeien Untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping Ambeien menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan ibu hamil. Ambeien, salah satu dari efek samping kehamilan yang dialami oleh beberapa Moms. Maka tak heran ya, obat ambeien untuk ibu hamil juga penting diketahui selama masa kehamilan. Ambeien saat hamil berkaitan erat dengan sembelit. Sembelit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74888" class="elementor elementor-74888">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="692" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-1024x984.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74892" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-1024x984.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-300x288.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-768x738.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-1536x1477.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-2048x1969.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/young-woman-chair-with-cactus-white-surface-hemorrhoids-concept-624x600.jpg 624w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Obat Ambeien Untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Ambeien menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan ibu hamil. Ambeien, salah satu dari efek samping kehamilan yang dialami oleh beberapa Moms. Maka tak heran ya, </span><b>obat ambeien untuk ibu hamil</b><span style="font-weight: 400;"> juga penting diketahui selama masa kehamilan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ambeien saat hamil berkaitan erat dengan sembelit. Sembelit yang dikombinasikan dengan peningkatan tekanan di area dubur dan perineum merupakan alasan utama ibu hamil mengalami hal ini. Lalu, adakah obatnya?</span></p><h2><b>Penyebab Ambeien pada Ibu Hamil</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Terlalu lama berdiri juga bisa menjadi faktor yang berkontribusi pada ambeien. Sebelum mengetahui apa saja obat yang bisa atasi ambeien saat hamil, Moms perlu tahu dulu sebenarnya apa saja penyebab ambeien.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ibu hamil, tentang </span><b>bahayakah ambeien saat hamil?</b><span style="font-weight: 400;"> Ambeien biasa terjadi sekitar trimester ketiga masa kehamilan. Wasir adalah dampak dari membesarnya ukuran rahim.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah di sekitar anus, menyebabkan anus membengkak. Wanita yang sudah pernah mengalami ambeien selama masa kehamilannya sebelumnya pun sangat mungkin untuk merasakannya lagi pada kehamilan berikutnya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, ambeien pada ibu hamil juga bisa terjadi peningkatan hormon progesteron selama hamil, sehingga pembuluh darah mudah melebar. Meskipun terkadang ambeien hanya menimbulkan rasa gatal saja, sering kali penyakit ini terasa menyakitkan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bahkan mungkin saja dapat menyebabkan perdarahan di dubur ketika sedang buang air besar. Setelah mengetahui penyebabnya, ada kabar baik, bahwa dalam kebanyakan kasus, ambeien selama kehamilan tetap bisa diobati dengan mudah dan alami di rumah.</span></p><h2><b>Obat Ambeien untuk Ibu Hamil </b><b>yang Aman Tanpa Bahan Kimia</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Berikut ini adalah </span><b>obat ambeien untuk ibu hamil</b> <span style="font-weight: 400;">yang alami dan bisa dilakukan di rumah antara lain: </span></p><h3><b>1. Berendam Air Hangat</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan </span><b>jurnal The National Center for Biotechnology Information</b><span style="font-weight: 400;">, hanya 10 menit mandi air hangat, dapat mengurangi rasa sakit anorektal. Adapun carnaya, dengan mengisi bak mandi dengan air hangat dan juga rendam area yang terkena. Hindari memasukan sabun atau busa ke dalam air ya Moms.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ibu hamil bisa berendam dengan memanfaatkan garam Epsom, obat klasik yang benar-benar berfungsi. Isi tempat rendaman sebanyak 1/2 cangkir garam Epsom dan air hangat. Lalu rendam lubang vagina serta anal Moms setidaknya selama kurang lebih 5 menit.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan menambahkan setengah cangkir cuka apel mentah ke dalam air hangat tempat berendam sangat membantu. Tapi, ada juga ibu hamil yang tak bisa menahan sengatan cuka apel sehingga masuk secara perlahan dan berhenti jika Moms merasa sangat tidak nyaman.</span></p><h3><b>2. Oleskan Minyak Kelapa</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Minyak kelapa memang sejak dulu dipercaya memiliki beragam manfaat. Ini karena minyak kelapa bersifat antibakteri dan anti-jamur yang bisa membantu dalam mengatasi rasa gatal. Ini juga dapat menghilangkan rasa sakit maupun peradangan sehingga ambeien sembuh lebih cepat.</span></p><h3><b>3. Gunakan Lidah Buaya</b></h3><p><b>Obat ambeien untuk ibu hamil</b> <span style="font-weight: 400;">selanjutnya dengan memanfaatkan lidah buaya. Oleskan lidah buaya ke daerah yang meradang. Gunakanlah lidah buaya yang segar dari daun tanaman tapi Moms harus pastikan dulu tingkat pada higienitasnya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Memang lidah buaya bisa digunakan untuk berbagai hal. Maka tidak heran jika lidah buaya bisa digunakan untuk berbagai hal. Entah itu untuk produk </span><i><span style="font-weight: 400;">makeup, </span></i><span style="font-weight: 400;">masker, dan perawatan kulit lainnya. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kandungan vitamin yang terdapat di dalamnya seperti vitamin E memang ampuh untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kulit.</span></p><h3><b>4. Diet Tinggi Serat</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Menurut artikel </span><b>American Family Physician</b><span style="font-weight: 400;">, pengobatan konservatif untuk ambeien saat hamil bisa dilakukan dengan diet tinggi serat dengan takaran 25 hingga 35 Gram per hari.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Memberi ibu hamil kandungan ini akan mengurangi pendarahan ambeien sampai 50% dan juga memperbaiki gejala secara keseluruhan. Obat alami ambeien biasanya dapat mengatasi dalam beberapa hari.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Jika sudah mencoba semua obat yang alami dan gejala ambeien tetap ada, apalagi bila Moms memiliki gejala parah seperti ada noda darah, atau sakit dubur. Maka hubungi bidan atau dokter.</span></p><h3><b>5. Menjaga Anus Agar Tetap Kering</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Jangan sampai abaikan hal ini ya Moms. Cara selanjutnya untuk menyembuhkan ambeien saat hamil bisa dengan menjaga anus agar tetap bersih dan kering walaupun sering bolak-balik ke toilet. Gunakan handuk lembut untuk membersihkan area di sekitar anus tiap selesai buang air besar. </span></p><h3><b>6. Tidur dengan Posisi Menyamping</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Posisi tidur juga bisa membantu Moms dalam mengobati embeien. Ada baiknya Moms tetap berusaha untuk menyembuhkannya dengan cara alami. Ketika ambeien saat hamil datang, rasanya sulit mencari posisi tidur saja bisa sulit. Apalagi untuk mendapatkan posisi yang nyaman, rasanya sulit sekali ya, Moms!</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Nah, agar anus tidak terasa sakit, lebih baik Moms mencoba berbaring atau tidur dengan posisi menyamping saja. Tak hanya untuk mengurangi rasa sakit pada anuh, posisi tidur menyamping juga baik sekali untuk kesehatan jantung.</span></p><h3><b>7. Usahakan Rajin Bergerak</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Rajin bergerak menjadi cara terakhir yang bisa Moms lakukan untuk dapat menyembuhkan ambeien tanpa obat. Cobalah rutin jalan kaki ringan selama lima menit tiap jam ibu hamil duduk. Dengan demikian, tekanan di daerah panggul bisa berkurang.</span></p><h2><b>Cara Meringankan Ambeien Saat Hamil</b></h2><p><b>Bagaimana mengobati ambeien pada ibu hamil? </b><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa cara yang dapat bumil lakukan untuk meringankan ambeien yang lebih aman ketika dicoba ya. Ini untuk mencegah ketidak cocokan saat menggunakan ambeien. Begini caranya:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Cobalah berendam dengan menggunakan air hangat untuk mengurangi nyeri</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Gunakan kompres dingin pakai es batu yang sebelumnya telah dibungkus kain selama 10–15 menit, fungsinya untuk meredakan nyeri atau gatal pada ambeien</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Jangan terlalu sering duduk atau berdiri terlalu lama, karena bisa memberi tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Makan-makanan lebih banyak serat, minum air putih yang cukup, dan juga rutin berolahraga untuk mencegah sembelit</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Lakukanlah senam Kegel demi membantu memperkuat otot panggul, melancarkan saluran cerna, serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah sekitar anus</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hindari mengejan ya sebab dapat memperburuk kondisi pembuluh darah yang membengkak</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hindari menunda-nunda membuang air besar. Apabila sudah merasakan ingin BAB, segeralah ke toilet dan BAB secara perlahan atur napas hingga tuntas</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Jika ambeien berhasil menonjol keluar, segera cuci tangan lalu doronglah secara perlahan kembali ke dalam anus. Nah untuk memudahkannya, gunakan bantuan pelumas seperti petroleum jelly</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Selain mengobati gejala ambeien, Moms bisa juga menyiapkan </span><b>botol susu anti kolik, </b><span style="font-weight: 400;">yaitu</span> <span style="font-weight: 400;">produk terpercaya </span><a href="https://drbrowns.id"><b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;"> sebagai persiapan sebelum melahirkan ya Moms, dengan begitu kemungkinan terjadi </span><b>kolik pada bayi </b><span style="font-weight: 400;">sangat kecil.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Terdapat juga produk Pacifiers &amp; Teethers Dr. Brown’s dengan berbagai macam pilihan yakni </span><i><span style="font-weight: 400;">Silicone Pacifiers, Advantage Pacifiers, dan Teethers.</span></i></p><p><span style="font-weight: 400;">Jika Moms ingin konsumsi</span> <b>obat ambeien untuk ibu hamil</b> <span style="font-weight: 400;">berupa suplemen, jangan langsung mengonsumsinya begitu saja tanpa pengawasan dari dokter ya. Setelah diberikan obat oleh dokter, imbangi dengan konsumsi makanan dan jalankan pola makan sehat. Setelah itu patuhi aturannya.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Penyebab Nyeri Kaki pada Ibu Hamil</title>
		<link>https://drbrowns.id/daftar-penyebab-nyeri-kaki-pada-ibu-hamil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 00:32:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74883</guid>

					<description><![CDATA[Daftar Penyebab Nyeri Kaki pada Ibu Hamil Tidak sedikit ibu hamil merasakan nyeri kaki selama masa mengandung, khususnya di usia kandungan 7 sampai dengan 9 bulan. Nyeri kaki sangatlah berpengaruh pada kenyamanan ibu selama masa kehamilan, sehingga penyebab nyeri kaki wajib diketahui. Mengapa demikian? Dengan mengetahui apa penyebabnya, maka Moms bisa dengan mudah mencari cara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74883" class="elementor elementor-74883">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74885" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/close-up-doctor-holding-leg-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Daftar Penyebab Nyeri Kaki pada Ibu Hamil</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Tidak sedikit ibu hamil merasakan nyeri kaki selama masa mengandung, khususnya di usia kandungan 7 sampai dengan 9 bulan. Nyeri kaki sangatlah berpengaruh pada kenyamanan ibu selama masa kehamilan, sehingga </span><b>penyebab nyeri kaki</b> <span style="font-weight: 400;">wajib diketahui.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Mengapa demikian? Dengan mengetahui apa penyebabnya, maka Moms bisa dengan mudah mencari cara mengatasi maupun mencegahnya agar tidak terjadi. Meskipun hal ini sangat umum terjadi selama kehamilan, namun jika mengakibatkan ketidaknyamanan pada ibu hamil maka perlu diatasi, bukan?</span></p><h2><b>Deretan Penyebab Nyeri Kaki Selama Kehamilan</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya </span><b>penyebab nyeri kaki</b> <span style="font-weight: 400;">selama kehamilan datang dari berbagai faktor, baik datang dari diri sendiri maupun faktor lainnya, misalnya saja dari si janin. </span><b>Apa saja penyebab nyeri pada kaki</b> <span style="font-weight: 400;">selama periode kehamilan? Inilah beberapa di antaranya:</span></p><p> </p><h3><b>1.</b> <b>Berat Badan Ibu</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Munculnya rasa nyeri yang sedang maupun hebat pada kaki selama masa kehamilan paling banyak disebabkan oleh berat badan yang meningkat. Saat hamil, adalah hal umum jika para Moms mengalami kenaikan berat badan yang signifikan karena bayi di dalam kandungan juga semakin besar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Nah, peningkatan berat badan pada ibu hamil cenderung memberikan tekanan yang cukup ekstra pada ligamen kaki. Dengan demikian, ligamen akan terus-menerus tegang sehingga bisa menyebabkan munculnya rasa sakit atau nyeri pada kaki.</span></p><p> </p><h3><b>2.</b> <b>Berat Janin di Tahap Akhir Kehamilan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Penyebab kaki nyeri saat kehamilan juga bisa datang dari si jabang bayi, utamanya karena perubahan berat si janin. Perubahan berat tersebut bisa mengakibatkan pergeseran pusat gravitasi tubuh.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Nah, hal inilah yang menyebabkan kebanyakan ibu hamil merasakan nyeri pada kaki mereka, sebab postur tubuh berubah dan memberikan tekanan pada kaki.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Apabila Moms berada pada situasi tersebut, maka sangat disarankan untuk mengatur postur tubuh, khususnya ketika sedang berjalan dan berdiri. Mengapa demikian? Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kehilangan keseimbangan dan juga tersandung.</span></p><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><h3><b>3.</b> <b>Relaksin</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Hal yang sering terjadi selama masa kehamilan, khususnya ketika sudah memasuki trimester ketiga adalah meningkatnya produksi hormon atau biasa disebut dengan istilah relaksin. Peningkatan produksi hormon ini ternyata berperan sangat penting dalam persiapan persalinan, yakni dengan mengendurkan otot pinggul dan ligamen.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya itu saja, hormon akan menginduksi relaksasi otot serta ligamen kaki, sehingga tidak jarang ibu hamil mengalami peradangan dan nyeri pada kaki. Pada intinya, relaksin menjadi salah satu penyebab hadirnya rasa nyeri pada kaki selama masa kehamilan.</span></p><p> </p><h3><b>4.</b> <b>Perubahan Aliran Darah</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Perlu Moms ketahui bahwa kehamilan sangat bisa mengubah aliran darah ke kaki, dan dengan demikian akan terjadi retensi cairan di kaki, khususnya di sekitar pergelangannya. Kondisi tersebut biasanya disebut dengan istilah edema, yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada salah satu ataupun kedua kaki.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Nah, edema ini sendiri terjadi saat rahim yang terus mengalami pertumbuhan memberikan tekanan pada pembuluh darah, sehingga menyebabkan retensi cairan di kaki, pergelangan kaki, dan juga tungkai. Hal ini bisa menjadi penyebab utama mengapa Moms merasakan nyeri pada kaki saat kehamilan.</span></p><p> </p><h3><b>5.</b> <b>Flat Feet</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Di urutan ketiga sudah dijelaskan bahwa salah satu penyebab munculnya rasa nyeri di bagian kaki selama masa kehamilan adalah relaksin. Nah, ternyata relaksin yang dibarengi dengan peningkatan berat badan sangat memungkinkan menyebabkan </span><i><span style="font-weight: 400;">flat feet</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Hal tersebut dikarenakan terjadinya perataan lengkungan kaki akibat dari dua penyebab yang sudah dijelaskan di nomor urut satu dan tiga. Kondisi </span><i><span style="font-weight: 400;">flat feet</span></i><span style="font-weight: 400;"> dapat membebani </span><i><span style="font-weight: 400;">plantar fascia</span></i><span style="font-weight: 400;">, kemudian juga membuat ligament membentuk lekungan dan yang terakhir menyebabkan nyeri pada kaki.</span></p><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><h2><b>Bagaimana Cara Mencegah Nyeri Kaki Selama Kehamilan?</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Setelah mengetahui apa saja penyebab nyeri kaki saat masa kehamilan, utamanya di trimester ketiga, tentu saja Moms harus mencari tahu cara untuk mencegahnya. Pasalnya, rasa nyeri pada kaki pastinya akan membuat Moms tidak nyaman, bahkan sulit untuk melakukan aktivitas.</span></p><p><b>Dilansir dari situs Halodoc.com</b><span style="font-weight: 400;">, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya rasa nyeri pada kaki, di antaranya adalah sebagai berikut ini:</span></p><ul><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Lakukan yoga dan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil secara rutin, karena hal tersebut dapat membuat otot-otot pada tubuh rileks sehingga bisa menghindarkan Moms dari rasa nyeri.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Disarankan menggunakan sol sepatu ortotik yang sudah terbukti dapat meredakan nyeri pada kaki, kemudian edemi, pronasi berlebih, plantar fasciitis, dan berbagai permasalahan pada kaki yang serupa. Sol ortotik akan memberikan dukungan secara ekstra pada lengkungan serta kaki.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Mengompres kaki dengan kompres dingin ataupun hangat. Cara ini adalah cara paling sederhana, murah meriah, serta mudah dilakukan oleh ibu hamil dan terbukti ampuh mencegah rasa nyeri dan bengkak pada kaki.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Moms bisa memberikan pijatan yang lembut, karena pijatan tersebut mampu membantu meredakan dan mengurangi ketidaknyamanan pada bagian kaki, bahkan bisa meredakan rasa nyeri kaki selama masa kehamilan.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Sepatu hak tinggi dan terlalu sempit juga bisa menjadi faktor pendukung munculnya rasa nyeri pada kaki, sehingga sangat disarankan kepada para ibu hamil untuk tidak menggunakannya selama masa kehamilan berlangsung.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Jangan pernah mengonsumsi obat pereda nyeri, kemudian minum suplemen, akupuntur, serta akupresur apabila belum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Hindari berjalan jarak jauh atau berdiri dalam kurun waktu yang lama, karena hal ini bisa mengakibatkan munculnya rasa nyeri atau bahkan memperparah. Ketika Moms diharuskan untuk berdiri dalam waktu yang lama, maka silahkan menggeser beban tubuh dari satu kaki ke kaki lainnya secara berkala.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Lenturkan dan regangkan kaki ketika Moms duduk, karena hal tersebut mampu membantu melepaskan beberapa ketegangan pada ligamen kaki, khususnya saat Moms memiliki lengkungan kaki yang cukup tegang.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Berjalan kaki yang singkat dan lambat sangat disarankan, karena dapat meningkatkan sirkulasi dan melatih ligamen kaki sehingga rasa nyeri tidak akan muncul.</span></li><li><span style="font-weight: 400;">   </span> <span style="font-weight: 400;">Saat istirahat atau tidur di malam hari pastikan untuk menjaga agar kaki tetap terangkat menggunakan bantal, karena hal ini bisa meningkatkan sirkulasi, mengurangi edema, bahkan dapat menjaga kaki dalam posisi yang rileks.</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Catatan: apabila rasa nyeri pada kaki tidak hilang, reda, atau bahkan bertambah parah, sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai pengobatan yang tepat.</span></p><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Setelah mengetahui </span><b>penyebab nyeri kaki</b> <span style="font-weight: 400;">selama masa kehamilan, khususnya di trimester ketiga dan beberapa cara untuk mencegah serta meredakan, tentunya Moms sudah mempunyai senjata jitu untuk menghadapi masa kehamilan, bukan?</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bekal tersebut rasanya tidak cukup lho, Moms. Karena di trimester ketiga ini ibu hamil semakin dekat dengan proses persalinan, maka sangat disarankan untuk mengikuti kelas persiapan melahirkan. Akan ada banyak pengetahuan penting yang didapatkan ketika mengikuti kelas ini.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Jika Moms merasa keberatan mengikuti kelas di luar rumah, maka silahkan mengikuti Dr. Brown’s Parents Club selengkapnya di</span><a href="https://drbrowns.id/v2/"> <b>Dr. Brown’s Indonesia</b></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Disarankan pula untuk memilih Dr.Brown’s Breastfeeding yang memiliki produk terpercaya dan memberi kenyamanan untuk Si Kecil. Produk Breastfeeding seperti Manual Breast Pump dan Breastfeeding accessories. Ada juga </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">agar tidak terjadi </span><b>kolik pada bayi</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Tanda Hamil Bayi Perempuan yang Wajib Diketahui</title>
		<link>https://drbrowns.id/7-tanda-hamil-bayi-perempuan-yang-wajib-diketahui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 00:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74877</guid>

					<description><![CDATA[7 Tanda Hamil Bayi Perempuan yang Wajib Diketahui Biasanya Moms akan segera mengetahui jenis kelamin Si Kecil melalui pemeriksaan USG begitu usia kehamilan menginjak 18 hingga 20 minggu. Meski demikian, masih ada mitos yang masih dipercaya masyarakat mengenai bagaimana trik untuk memprediksi hamil bayi perempuan atau laki-laki.  Misalnya, ketika ibu hamil ngidam makanan manis-manis dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74877" class="elementor elementor-74877">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74880" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/mom-dad-daughter-watching-ultrasound-picture-baby-family-light-clothes-family-expecting-baby-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>7 Tanda Hamil Bayi Perempuan yang Wajib Diketahui</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Biasanya Moms akan segera mengetahui jenis kelamin Si Kecil melalui pemeriksaan USG begitu usia kehamilan menginjak 18 hingga 20 minggu. Meski demikian, masih ada mitos yang masih dipercaya masyarakat mengenai bagaimana trik untuk memprediksi </span><b>hamil bayi perempuan</b> <span style="font-weight: 400;">atau laki-laki. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, ketika ibu hamil ngidam makanan manis-manis dan bentuk perutnya lebih membesar di atas itu pertanda bahwa dia mengandung bayi perempuan. Tapi apakah benar demikian? Cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut.</span></p><h2><b>Tanda </b><b>Hamil Bayi Perempuan, </b><b>Ini Fakta dan Mitosnya</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Masih banyak mitos dan fakta yang belum diketahui wanita ketika sedang hamil untuk mengetahui apakah anak yang sedang dikandung wanita atau pria. Maka dari itu, sebaiknya kenali lebih jauh </span><b>gimana ciri-ciri hamil bayi perempuan</b><span style="font-weight: 400;">, antara lain:</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Mengalami </b><b><i>Morning Sickness</i></b><b> Parah</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Masih banyak orang yang beranggapan, bahwa ibu hamil yang mengalami </span><i><span style="font-weight: 400;">morning sickness</span></i><span style="font-weight: 400;"> parah artinya sedang mengandung anak perempuan. Faktanya, mual hanyalah tanda umum dari kehamilan trimester awal. Bahkan masih sering muncul pertanyaan </span><b>Kenapa hamil bayi perempuan lebih mual</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><i><span style="font-weight: 400;">Morning sickness</span></i><span style="font-weight: 400;"> terjadi karena peningkatan dua hormon kehamilan, yakni hormon gonadotropin (hCG) serta estrogen, ini bersamaan dengan penurunan gula darah yang begitu rendah. Pada beberapa ibu gejalanya terbilang parah, mual-mual ini disebut dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">hiperemesis gravidarum</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Perubahan </b><b><i>Mood</i></b><b> yang Ekstrem</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Moms akan mengalami perubahan </span><i><span style="font-weight: 400;">mood </span></i><span style="font-weight: 400;">saat hamil. Ini disebabkan oleh peningkatan tingkat estrogen (hormon seks wanita) yang sering kali dikaitkan sebagai pertanda hamil anak perempuan. Nyatanya, tak ada studi medis resmi yang mendukung teori tersebut. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Perubahan suasana hati memang dipengaruhi kadar estrogen dalam tubuh, akan tetapi ini adalah efek hormonal yang umum dan amat wajar saat terjadi kehamilan. Tinggi rendahnya kadar estrogen tak menentukan jenis kelamin bayi.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Bentuk Perut Lebih Menonjol di Bagian Atas</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Tanda</span> <span style="font-weight: 400;">sedang hamil anak perempuan ini cukup populer di kalangan masyarakat hingga saat ini. Faktanya Moms, bentuk perut tak ada kaitannya pada jenis kelamin bayi yang terdapat di dalam kandungan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Rahim akan terus membesar selama usia kehamilan untuk memfasilitasi tumbuh kembang si janin, terlepas jenis kelaminnya laki-laki maupun wanita.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Perubahan bentuk bahkan posisi lonjong perut Moms, tergantung pada seberapa banyak berat badan yang bertambah selama kehamilan, dan kekuatan otot perut selama ini. Semakin kuat otot-otot perut, maka perut dan rahim akan semakin stabil untuk menopang segala perubahan janin ke depan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Detak Jantung Bayi Cepat</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Apa Moms percaya kalau detak jantung bayi lebih cepat menandakan bahwa sedang mengandung bayi perempuan? Ada yang bilang, jika detak jantung bayi berdetak lebih cepat dari 140 denyut per detik menjadi pertanda yang tidak bisa dibantah bahwa sedang mengandung bayi perempuan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebetulnya, detak jantung bayi perempuan memang lebih cepat dibandingkan dengan bayi laki-laki, tapi ini terjadi sesudah mereka lahir. Selama masih berada di dalam perut, tidak ada perbedaan antara detak jantung janin perempuan dan laki-laki.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Ngidam Makan yang Manis-Manis</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Beberapa orang berkata ketika saat hamil sering ngidam yang manis-manis, sudah pasti menandakan bahwa Moms mengandung bayi perempuan, namun jika ngidam yang asin atau asam artinya sedang mengandung bayi laki-laki.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Faktanya, ketika ingin meminta makanan, tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi yang dikandung. Ibu hamil ngidam suatu makanan justru diduga akibat kekurangan mineral tertentu selama kehamilan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Penambahan Berat Badan di Area Perut</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Berat badan hanya bertambah di area perut, apakah itu adalah tanda</span> <span style="font-weight: 400;">mengandung anak perempuan? Sementara kalau terjadi pertambahan berat namun hanya terasa di ujung depan artinya hamil laki-laki? Padahal yang benar adalah, berat badan ibu hamil terasa berat di semua sisi secara merata.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Beda halnya dengan sebuah </span><b>penelitian Brain, Behavior, and Immunity</b><span style="font-weight: 400;">, yang menemukan bahwa wanita mengandung anak perempuan kemungkinan besar mengalami lebih banyak peradangan saat sistem kekebalan mereka tersentuh bakteri dibandingkan dengan mereka yang membawa anak laki-laki.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Kulit Berminyak dan Rambut Kusam</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Kulit Moms berminyak saat sedang mengandung atau rambut berubah menjadi kusam, bukan berarti itu menandakan sedang mengandung anak perempuan. Ini hanyalah mitos belaka yang sudah banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kulit wajah dan rambut yang berminyak itu lebih dipengaruhi pada perubahan hormon yang ikut meningkatkan produksi minyak pada kulit dan kulit kepala. Bukan dikarenakan jenis kelamin bayi. Gender janin pada kandungan memang kuasa Tuhan. </span></p><h2><b>Jenis Makanan Pendukung agar </b><b>Hamil Bayi Perempuan</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi, tidak masalah jika Moms berusaha untuk mendapatkan anak perempuan. ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi jika Moms ingin sekali hamil anak perempuan, yaitu:</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Makanan yang Mengandung Magnesium</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Demi mendapatkan anak perempuan, pastikan Moms konsumsi makanan yang mengandung magnesium. Mengonsumsi makanan tersebut, perlu diimbangi dengan hubungan seksual yang rutin, maka akan meningkatkan persentase kehamilan perempuan seperti buncis, wijen, dan kedelai.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Kacang-kacangan</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Kacang-kacangan memiliki kandungan magnesium yang sangat berperan penting dalam mematangkan sel telur. Bahkan, mampu membuat tubuh ibu menerima sperma pembawa kromosom X perempuan. </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kacang juga memiliki asam oleat maupun asam palmitoleate. Ini membuat vagina menjadi lebih asam, sehingga sperma jantan tidak dapat bertahan hidup lebih lama.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Makanan yang Mengandung Tinggi Kalsium</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Kuning telur masuk ke dalam daftar makanan yang memiliki kandungan tinggi kalsium. Kuning telur maupun produk olahannya menjadi makanan meningkatkan peluang mengandung anak perempuan. Sifat asamnya mampu meningkatkan pH pada vagina Moms, sehingga sperma Y sulit bertahan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Ikan Salmon</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">DIanjurkan untuk konsumsi ikan salmon sebagai salah satu upaya untuk dapatkan hamil anak perempuan ya Moms.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Mengonsumsi ikan salmon menyimpan kandungan protein, omega 3, dan asam lemak di dalamnya. Sejumlah kandungan ini akan membantu vagina menjadi lebih asam, sehingga sperma dengan kromosom X mampu bertahan hidup lebih lama.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Buah Tin</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Buah yang memiliki banyak sekali penggemar ini perlu dikonsumsi untuk mendapatkan anak perempuan. Rasa manisnya, membuat kandungan pH menjadi lebih asam. Di samping itu, buah tin mempunyai tinggi zat besi yang baik guna meningkatkan persentase kehamilan.</span></p><ul><li aria-level="1"><h3><b>Sayuran Hijau</b></h3></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Sayuran hijau, misalnya bayam dan brokoli dinilai mampu meningkatkan peluang mendapatkan bayi perempuan. Sayuran hijau juga memiliki banyak vitamin A, C, K, yang baik dalam menunjang kesehatan tubuh untuk mendapatkan anak. Pastikan juga Moms memperhatikan kebutuhan Si Kecil ketika lahir.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Seperti memilih produk </span><a href="https://drbrowns.id"><b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;"> yakni </span><i><span style="font-weight: 400;">Healthy Xylitol Wipes, Humidifier,</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Dental</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang sudah terbukti keamanannya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Moms juga bisa mengikuti DrBrowns </span><i><span style="font-weight: 400;">Parenting Club</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang akan membantu dalam mempersiapkan kehamilan atau tips parenting. Pilih juga produk unggulannya yakni </span><b>botol susu anti kolik</b> <span style="font-weight: 400;">untuk mencegah terjadinya </span><b>kolik pada bayi</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Itulah beberapa makanan peningkat peluang </span><b>hamil bayi perempuan</b><span style="font-weight: 400;">. Selain makanan sehat bergizi imbangi juga dengan mengonsumsi suplemen tambahan yang dibutuhkan tubuh Moms ya. Dengan begitu kemungkinan untuk mendapatkan anak perempuan bisa terjadi.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Merk Vitamin E untuk Program Hamil</title>
		<link>https://drbrowns.id/rekomendasi-merk-vitamin-e-untuk-program-hamil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 00:16:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drbrowns.id/?p=74873</guid>

					<description><![CDATA[Rekomendasi Merk Vitamin E untuk Program Hamil Kehadiran si kecil pastinya sangat diidam-idamkan oleh semua orangtua baru, sehingga mereka melakukan program hamil. Salah satu vitamin yang perlu dikonsumsi oleh pejuang garis dua adalah vitamin E. Ada berbagai rekomendasi merk vitamin E untuk Moms yang sedang program hamil, lho! Vitamin E sangat bermanfaat dan memiliki efek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-page" data-elementor-id="74873" class="elementor elementor-74873">
									<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-39sk2bd elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="39sk2bd" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-95s5g34" data-id="95s5g34" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-2b77bdg elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2b77bdg" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-74875" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-1024x683.jpg 1024w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-1536x1024.jpg 1536w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-2048x1365.jpg 2048w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-272x182.jpg 272w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2022/05/diet-nutrition-vitamins-healthy-eating-lifestyle-close-up-happy-smiling-woman-taking-pill-with-fish-oil-omega3-holding-glass-fresh-water-morning-vitamin-d-e-capsules-800x533.jpg 800w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7d0sk1p" data-id="7d0sk1p" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-6mn4g2x elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="6mn4g2x" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<h1><strong>Rekomendasi Merk Vitamin E untuk Program Hamil</strong></h1>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82h5doa elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="82h5doa" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-49m2h8o" data-id="49m2h8o" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-yyxrfr7" data-id="yyxrfr7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-koit06e elementor-drop-cap-yes elementor-drop-cap-view-default elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="koit06e" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;drop_cap&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
							<p><span style="font-weight: 400;">Kehadiran si kecil pastinya sangat diidam-idamkan oleh semua orangtua baru, sehingga mereka melakukan program hamil. Salah satu vitamin yang perlu dikonsumsi oleh pejuang garis dua adalah vitamin E. Ada berbagai </span><b>rekomendasi merk vitamin E</b><span style="font-weight: 400;"> untuk </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang sedang program hamil, lho!</span></p><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><p><span style="font-weight: 400;">Vitamin E sangat bermanfaat dan memiliki efek yang besar untuk menangkal radikal bebas. </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> harus tahu jika radikal bebas dapat merusak sel-sel dalam tubuh, termasuk sel telur dan juga sel sperma. Oleh sebab itu, kebutuhan akan vitamin E untuk pejuang garis dua harus terpenuhi dengan baik.</span></p><p><span style="font-weight: 400;"> </span></p><p><b>Daftar Rekomendasi Merk Vitamin E untuk Promil</b></p><p><span style="font-weight: 400;">Pada umumnya, </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> membutuhkan setidaknya sekitar 200 IU vitamin E per harinya dan wajib menghindari konsumsi vitamin E lebih dari 1.000 IU per harinya. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan efek samping yang buruk bagi kesehatan.</span></p><h2>1. Blackmores Vitamin E</h2><p><span style="font-weight: 400;">Jika </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> bertanya, </span><b>vitamin E merk apa yang bagus</b><span style="font-weight: 400;"> untuk program hamil, maka salah satu jawabannya adalah Blackmores Vitamin E. Pastinya sudah banyak yang tahu tentang merk vitamin E satu ini, karena memang Blackmores merupakan salah satu merk yang populer.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Terdapat kandungan antioksidan yang dipercaya mampu menangkal radikal bebas pada Blackmores ini, sehingga berbagai macam penyakit berbahaya termasuk kerusakan sel telur dan sperma dapat dihindari.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya bagus untuk program hamil saja, Blackmores Vitamin E juga bisa membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Nah, untuk harga dari vitamin satu ini cukup beragam yakni di rentang harga Rp 125.000,- sampai dengan Rp 455.000,-.</span></p><h2>2. Natur-E</h2><p><b>Dilansir dari </b><b><i>platform</i></b><b> Halodoc.com</b><span style="font-weight: 400;">, vitamin E menjadi salah satu vitamin yang berpengaruh pada kesuburan, sehingga bagi </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang ingin segera mendapatkan momongan harus memenuhinya. </span><b>Rekomendasi merk vitamin E</b><span style="font-weight: 400;"> selanjutnya yang bisa menjadi pilihan </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah Natur-E.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Merk satu ini sudah populer sejak lama, sehingga tak heran jika banyak orang yang sudah mengonsumsi dan membuktikan khasiatnya. Natur-E sangat kaya akan kandungan antioksidan, sehingga mampu melancarkan peredaran darah bahkan distribusi oksigen yang ada di dalam kulit.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan mengonsumsi Natur-E yang pastinya sesuai anjuran dan aturannya, tubuh akan lebih mudah menangkal radikal bebas yang sangat berbahaya. Harga dari vitamin E satu ini sangatlah terjangkau dibandingkan dengan merk lainnya, yakni berkisar di antara Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,-.</span></p><h2><b>3.</b> <b>Ever E-250</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya Natur-E saja yang dijual dengan harga terjangkau, karena Ever E-250 juga sama, yakni dibanderol dengan harga Rp 14.000,- sampai Rp 60.000,- saja tergantung isi dan kemasannya. Meski demikian, khasiat dari Ever E-250 tidak kalah dari suplemen yang dibanderol dengan harga tinggi, lho.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Ternyata, vitamin E merk ini terbuat dari kapsul lunak </span><i><span style="font-weight: 400;">vegicaps</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan bahan utama dari rumput laut alami, sehingga keamanan produk tentu saja tidak perlu diragukan lagi. Khasiat utama dari Ever E-250 sama dengan merk lainnya, yakni mampu menangkal radikal bebas yang tidak baik bagi organ reproduksi.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, Ever E-250 juga bisa membantu merawat kulit, sehingga kulit menjadi lebih cerah dan halus dari dalam. </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang sedang berjuang dan merencanakan program kehamilan, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi vitamin E dari Ever E-250.</span></p><h2><b>4.</b> <b>Wellness Natural Vitamin E</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Rekomendasi di urutan ketiga adalah Wellness Natural Vitamin E, yang memiliki kandungan khusus </span><i><span style="font-weight: 400;">anti-aging</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Wellness Natural Vitamin E memiliki manfaat yang banyak, khususnya untuk kulit dan organ reproduksi.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Vitamin E yang dibanderol dengan harga pasaran sekitar Rp 100.000,- sampai Rp 300.000,- ini juga mampu membantu menjaga kesehatan jantung, bahkan dapat mencegah terjadinya pembentukan gumpalan darah yang berbahaya untuk organ dalam tubuh.</span></p><h2><b>5.</b> <b>Sea-Quill Vitamin E</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Dari banyaknya merk vitamin E yang dijual di pasar Indonesia, Sea-Quill Vitamin E termasuk yang berkualitas dan direkomendasikan. Sea-Quill Vitamin E sangat bagus untuk </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang sedang melangsungkan program hamil, karena mampu menjaga kesehatan organ reproduksi, baik laki-laki maupun perempuan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Nah, tidak hanya menjaga kesehatan organ reproduksi saja, jika dikonsumsi secara rutin, Sea-Quill ini bisa menjaga kesehatan serta kelembaban kulit dan melindunginya dari paparan sinar matahari.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bagi </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang sedang berjuang menghadapi hipertensi, maka suplemen dari Sea-Quill bisa dikonsumsi karena diketahui mampu mengatasi hipertensi dan juga gangguan jantung.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Untuk bisa mendapatkan suplemen satu ini, </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> harus merogoh kantong sedikit dalam karena dibanderol dengan harga Rp 200.000,- sampai dengan Rp 300.000,-. Meskipun cukup mahal, namun masih sangat </span><i><span style="font-weight: 400;">worth it</span></i><span style="font-weight: 400;"> untuk dibeli jika melihat khasiatnya yang banyak.</span></p><h2><b>6.</b> <b>Naturelo Vitamin E</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Nah, bagi </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang vegetarian, ada </span><b>rekomendasi merk vitamin E</b> <span style="font-weight: 400;">untuk program hamil yakni Naturelo Vitamin E. Pasalnya, suplemen merk ini dibuat dari bahan-bahan alami, misalnya saja kelapa, kemudian bunga matahari, bekatul, buah mangga, kiwi, alpukat, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">blackberry</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Karena terbuat dari bahan-bahan alami yang telah disebutkan sebelumnya, maka vitamin E dari Naturelo ini 3x lebih lama diserap sehingga kinerjanya pasti lebih efektif di dalam tubuh. Naturelo dikemas dengan botol yang berisi 90 kapsul vitamin E dan dibanderol dengan harga Rp 450.000,-.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, satu botol Nuterelo dapat digunakan untuk persediaan selama 3 bulan apabila dikonsumsi secara rutin. Nah, pada setiap kapsul vitamin E dari Naturelo sudah dipastikan bebas pengawet, pewarna, kedelai, gluten serta bahan adiktif apapun, sehingga sangat aman untuk jangka panjang.</span></p><h2><b>7.</b> <b>Nutrimax Omega Complex</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Rekomendasi vitamin E yang terakhir adalah Nutrimax Omega Complex dengan omega 3, 6, 9, dan juga vitamin E. Vitamin satu ini sangat direkomendasikan bagi </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang jarang mengonsumsi ikan karena kemungkinan besar tubuh kekurangan asupan lemak baik.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kandungan nutrisi dalam satu kapsul Nutrimax Omega Complex sangatlah lengkap, karena selain mengandung zat-zat yang disebutkan sebelumnya, vitamin E satu ini juga mengandung </span><i><span style="font-weight: 400;">flaxseed oil </span></i><span style="font-weight: 400;">dan</span><i><span style="font-weight: 400;"> borage oil</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Kandungan tersebut berfungsi sebagai antioksidan dalam takaran yang tepat dan seimbang, sehingga mampu menangkal radikal bebas yang tidak baik bagi sel-sel reproduksi, baik sel telur maupun sperma.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, Nutrimax Omega Complex juga bisa membantu menormalkan jumlah kolesterol jahat yang ada dalam tubuh serta mampu menaikkan HDL atau yang disebut dengan kolesterol baik. Bahkan, vitamin E merk ini bisa mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah lho </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan begitu, jika </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengonsumsi vitamin E merk ini secara rutin, tak hanya bisa menjadi faktor keberhasilan program hamil tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengkonsumsi salah satu </span><b>rekomendasi merk vitamin E</b><span style="font-weight: 400;"> untuk program hamil saja, </span><i><span style="font-weight: 400;">Moms</span></i><span style="font-weight: 400;"> juga perlu menyiapkan perlengkapan untuk si Kecil nantinya dan salah satunya adalah </span><b>botol susu kolik</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Memilih botol susu </span><b>kolik pada bayi</b><span style="font-weight: 400;"> tidak boleh main-main, karena hal ini akan berpengaruh pada kenyamanan saat si kecil minum. Disarankan untuk membeli botol kolik dari </span><a href="https://drbrowns.id"><b>Dr. Brown’s</b></a><span style="font-weight: 400;">, sebab sudah teruji dan terbukti memberikan kenyamanan dan keamanan ketika si kecil minum.</span></p>						</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5pn8k4l" data-id="5pn8k4l" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap">
									</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-qznn3m4 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="qznn3m4" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-rzoi0t4" data-id="rzoi0t4" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-37kxmus elementor-widget elementor-widget-video" data-id="37kxmus" data-element_type="widget" data-settings="{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=K5cAKH8nYGU&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}" data-widget_type="video.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<div class="elementor-wrapper elementor-open-inline">
			<div class="elementor-video"></div>		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-o5zthq7 elementor-section-full_width elementor-section-content-middle elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="o5zthq7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6x9c1xj" data-id="6x9c1xj" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-3pwpayr elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="3pwpayr" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/instruction/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			INSTRUCTIONS		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-wzyh74q" data-id="wzyh74q" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-nz96ewy elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="nz96ewy" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://www.drbrownsbaby.com/nutrient-study/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			NUTRIENTS STUDY		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6gvyuul" data-id="6gvyuul" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-q0imxsz elementor-widget elementor-widget-wp-widget-sow-button" data-id="q0imxsz" data-element_type="widget" data-widget_type="wp-widget-sow-button.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<div
			
			class="so-widget-sow-button so-widget-sow-button-flat-8c0e7a7c8c8e"
			
		><div class="ow-button-base ow-button-align-center">
	<a
	href="https://drbrowns.id/customer-care/faq/"
		class="ow-icon-placement-left ow-button-hover" 	>
		<span>
			
			FAQ		</span>
	</a>
</div>
</div>		</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-kena2h7 elementor-section-stretched elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="kena2h7" data-element_type="section" data-settings="{&quot;stretch_section&quot;:&quot;section-stretched&quot;}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-no">
					<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ag6s2it" data-id="ag6s2it" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-hsa50oh elementor-widget elementor-widget-image" data-id="hsa50oh" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/5-tips-memilih-pompa-asi-manual-terbaik-2019">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64679" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_Baby_O16A6487-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">5 Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik 2019</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-x6wx4zw" data-id="x6wx4zw" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-0galjwu elementor-widget elementor-widget-image" data-id="0galjwu" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/mengapa-botol-susu-drbrowns-direkomendasikan-oleh-para-dokter-anak">
							<img decoding="async" loading="lazy" width="720" height="480" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-64493" alt="" srcset="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893.jpg 800w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-300x200.jpg 300w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-768x512.jpg 768w, https://drbrowns.id/wp-content/uploads/2019/03/Lifestyle_No_Product_Mom_and_Baby_O16A4893-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Mengapa Botol Susu Dr. Brown's Direkomendasikan oleh Para Dokter Anak?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
				<div class="elementor-column elementor-col-33 elementor-top-column elementor-element elementor-element-fhxbw4v" data-id="fhxbw4v" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
								<div class="elementor-element elementor-element-fyh2n90 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="fyh2n90" data-element_type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
											<a href="https://drbrowns.id/apa-kegunaan-internal-vent-system">
							<img decoding="async" src="https://drbrowns.id/wp-content/uploads/elementor/thumbs/fungsi-pipa-min-o5dtht9kjhbzxtuj3eny8hotnybsezq5c00erxtlrk.jpg" title="fungsi pipa-min" alt="fungsi pipa-min" loading="lazy" />								</a>
											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Apa Kegunaan Internal Vent System?</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
		</div>
							</div>
		</section>
							</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
