Tangani Anemia Bagi Ibu Hamil

Anemia pada ibu hamil sangat sering terjadi, bahkan hampir 40% mengalaminya. Kondisi ini diakibatkan oleh  produksi plasma darah lebih banyak dibandingkan konsentrasi dari sel darah merahnya. Sedangkan kebutuhan akan hemoglobin sebagai penunjang dari tumbuh kembang janin harus terpenuhi. Untuk itu berikut adalah rekomendasi makanan dan jenis nutrisi yang harus dipenuhi untuk penambah darah. 

 

Jenis-Jenis Nutrisi Penambah Darah

  1. Zat Besi

Anemia memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah Iron-deficiency anemia, dimana penyebab utamanya adalah kekurangan zat besi. Kebutuhan harian normal yang harus dipenuhi oleh ibu hamil adalah sebanyak 27 mg, meningkat 40 mg untuk trisemester ketiga. Terdapat dua jenis untuk nutrisi ini yaitu hemme (hewani) dan Non-Heme (non-hewani), contohnya  daging merah, biji-bijan, dan sayuran.

  1. Vitamin C dan A

Selain mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat besi, juga diperlukan vitamin C sebagai asupan yang memaksimalkan penyerapannya untuk tubuh. Selain itu sebagai pelengkap konsumsi vitamin A juga perlu untuk dilakukan, agar manfaatnya terserap dengan maksimal.

  1. Ribaflavin/ Vitamin B2

Selain karena kekurangan zat besi, anemia pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar Riblaflavin/ vitamin B2. Keberadaannya dianggap penting karena juga berfungsi untuk penunjang produksi sel darah merah yang baru. Bisa ditemukan pada sayuran berdaun hijau, ataupun olahan produk susu.

  1. Asam Folat

Kebutuhan asam folat dalam tubuh terutama ibu hamil sangat berpengaruh dalam proses pembentukan sel darah merah. Sebagai saran dalam sehari paling tidak mengkonsumsi nutrisi tersebut dengan takaran 400-600 mcg per hari. Pemenuhan kebutuhan ini bisa ditemukan dalam beberapa jenis sayuran, biji-bijian, dan juga daging.

  1. Kobalamin/ Vitamin B12

Kobalamin atau vitamin B12 merupakan jenis nutrisi yang berfungsi untuk mengolah kembali sel darah merah lama menjadi baru, bersama dengan asam folat. Kebutuhan tubuh dalam satu hari untuk Kobalamin adalah sekitar 2,6 mcg. Pemenuhannya bisa ditemukan dalam beberapa sumber makanan seperti buah, sayur, dan juga biji-bijian.

 

Makanan Penambah Darah Bagi Ibu Hamil

  1. Jenis Buah-Buahan

Buah merupakan salah satu jenis asupan makanan yang dapat membantu memulihkan kondisi kekurangan darah pada ibu hamil. Namun tidak semua jenisnya bisa dikonsumsi untuk tujuan tersebut, ada beberapa kategori dengan asam askrobat sebagai kandungan utamanya untuk dipilih. Biasanya terdapat pada kadar vitamin c yang cukup tinggi, berikut beberapa rekomendasinya.

  • Apel, merupakan buah dengan kandungan zat besi sebagai saran konsumsi oleh ibu hamil dengan gejala anemia. Kegunaannya pada tubuh adalah untuk merangsang produksi dari hemoglobin. Konsumsinya minimal satu buah per harinya, untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.
  • Selain Apel, Pisang juga efektif untuk mengobati dan juga mencegah terjadinya anemia pada saat hamil. Kandungan zat besinya dapat difungsikan untuk merangsang produksi hemoglobin. Selain itu, mengkonsumsinya juga memberikan tambahan energi.
  • Delima, pasti sudah banyak yang tahu bahwa delima atau juga dikenal dengan promaganate memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pembentukan dan penambahan jumlah sel darah dalam tubuh. Vitamin A, E dan juga C menjadi sumber utama asam askrobat yang bekerja bersama zat besi melakukan produksi sel darah merah dengan optimal.
  • Kurma, merupakan pilihan yang tepat untuk menambah energi. Namun, ternyata keberadaannya juga bisa difungsikan sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh. Selain itu kandungan zat besinya juga baik untuk memperbanyak kadar hemoglobin.
  • Jambu Biji, kandungan vitamin C yang tinggi pada jambu biji juga baik untuk membantu penyerapan zat besi pada tubuh. Sehingga juga bisa dijadikan alternatif konsumsi bagi ibu hamil yang sedang mengalami anemia.
  1. Jenis Sayur-Sayuran

Sayuran juga bisa berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Beberapa jenisnya yang berdaun hijau menjadi rekomendasi utama untuk dikonsumsi.

  • Bayam, sudah banyak yang mengenalnya sebagai alternatif asupan untuk menambah jumlah sel darah merah dalam tubuh. Olahannya dipercaya bisa meringankan gejala dan mengobati anemia terutama pada ibu yang sedang hamil.
  • Brokoli juga bisa menjadikan alternatif lain jika bosan dengan bayam. Kandungan zat besi di dalamnya bisa membantu untuk mengobati anemia dan juga menjaga daya tahan tubuh.
  1. Jenis Biji-Bijian

Selain sayur juga ada kacang-kacangan atau biji-bijian yang mengandung zat besi untuk tambahan asupan saat mengalami anemia pada ibu hamil. Beberapa jenisnya seperti kacang polong, buncis, lentil, bisa dijadikan alternatif untuk penyembuhan.

  • Kacang almond, konsumsi jenis kacang-kacangan ini sebanyak 1 ons per hari dapat membantu peningkatan sekitar 6% jumlah zat besi dalam tubuh.
  • Kacang Kedelai, juga menjadi pilihan lain yang lebih murah dibandingkan almond. Segala olahannya termasuk susu kedelai ataupun makanan seperti tempe dan sejenisnya bisa dijadikan asupan alternatif untuk ibu hamil yang mengalami anemia.
  • Biji wijen, salah satu jenis biji-bijian yang cocok untuk mengatasi kekurangan darah. Kandungan di dalamnya bisa membantu peningkatan produksi sel darah merah pada tubuh. Pengkonsumsiannya juga aman dan mudah ditemukan, juga murah.

 

Olahan Makanan yang Baik untuk Penambah Darah Ibu Hamil

  1. Produk Susu

Selain memenuhi asupan zat besi, untuk mengatasi anemia pada ibu hamil juga diperlukan kalsium. Konsumsinya memungkinkan fungsi jantung bisa berdetak dengan normal, dan juga darah membeku secara normal. Disarankan sekitar 1000 mg dikonsumsi saat masa kehamilan dan menyusui per hari. Namun, harus dihindari konsumsi bersama dengan produk mengandung zat besi tinggi.

  1. Daging, Ikan, dan Unggas

Selain produk susu, daging juga bisa menjadi sumber zat besi. Daging merah bisa dikonsumsi bagi ibu hamil dengan gejala anemia.  Ikan juga bisa jadi alternatif, contohnya tuna, dan juga salmon. Selain itu, juga bisa dikombinasikan dengan telur,  kandungan yang melengkapi kebutuhan nutrisi pada penderita anemia dapat dimanfaatkan dengan optimal.

 

Makanan yang Harus Dihindari

  1. Makanan dengan Kandungan Polifenol

Penting untuk dihindari makanan dengan kandungan polifenol, karena dapat memperlambat proses penyerapan zat besi. Biasanya terdapat pada kopi, kacang kenari, dan juga kakao atau coklat.

  1. Makanan dengan Kandungan Tanin

Tanin merupakan kandungan dalam makanan yang secara alami dimiliki oleh tumbuhan. Konsumsinya dapat mengurangi proses penyerapan nutrisi dari sayuran dengan daun hijau yang kaya zat besi. Dapat ditemukan di teh hitam, biji kopi,jagung serta anggur.

  1. Makanan dengan Kandungan Gluten

Gandum, selai, dan juga pasta merupakan sumber makanan yang mengandung gluten.  Kandungan ini dapat menghambat proses penyerapan zat besi seperti halnya tanin dan polifenol. Selain itu, masalah pencernaan juga bisa jadi risiko yang mungkin didapatkan untuk konsumsinya.

  1. Kalsium

Kalsium bisa dijadikan sumber asupan untuk membantu mengurangi gejala anemia pada ibu hamil. Namun, penggunaannya yang dibarengi dengan sumber makanan mengandung zat besi justru memperburuk kondisi, karena menghambat proses penyerapannya.

 

Anemia pada ibu hamil akan terasa tidak nyaman, karena mengakibatkan tubuh mudah lelah, lemas, dan tidak bersemangat. Meminimalisir serta mengobati gejalanya bisa dilakukan dengan mengkonsumsi beberapa rekomendasi makanan di atas. Pemenuhan nutrisi secara seimbang adalah poin utama dalam penanganannya. Hindari kebiasaan dan juga asupan dengan efek dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019