Perut Turun Saat Hamil Padahal HPL Masih Jauh?

Perut turun saat hamil trimester ketiga bukanlah menjadi masalah karena pada akhir masa kehamilan janin mulai mencari jalan lahirnya. Tetapi, jika perut turun sebelum waktunya, moms pastinya akan merasa cemas dan menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi pada perutnya. Masyarakat biasanya menyebut turunnya rahim sebelum waktunya dengan istilah peranakan turun. Sedangkan, secara medis keadaan perut moms yang turun sebelum mendekati kelahiran disebut dengan prolaps uteri. Jika moms belum sepenuhnya paham dengan istilah tersebut, moms bisa menyimak informasi selengkapnya berikut ini.

 

Kondisi Normal Perut Turun Saat Hamil

Moms akan menjalani kehamilan selama maksimal 42 minggu. Tetapi, tidak semua moms melahirkan bayi pada waktu tersebut. Proses kelahiran normal bisa terjadi pada usia 37 minggu sampai 42 minggu. Biasanya, pada kehamilan anak pertama, perut moms akan tampak turun 2 minggu sampai 4 minggu sebelum bayi lahir ke dunia. Namun, jika moms sudah pernah melahirkan sebelumnya, perut turun bisa terjadi saat mendekati proses kelahiran, bisa beberapa sejam sebelumnya atau beberapa hari sebelumnya. Jika perut moms turun sebelum waktu yang dikatakan normal tersebut, bisa jadi moms mengalami prolaps uteri.

 

Mengenal Prolaps Uteri

Pada saat proses kehamilan, normalnya otot dan ligamen akan menyesuaikan dengan ukuran rahim. Ketika ukuran rahim semakin besar, maka ligamen dan ototpun juga akan menyesuaikannya. Ligamen dan otot adalah bagian dalam tubuh yang berfungsi sebagai penopang rahim. Ligamen dan otot tak akan mengendor sampai proses persalinan tiba. Tetapi, jika moms mengalami prolaps uteri, otot dan ligamen tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Otot dan ligamen akan mengendor sebelum waktunya dan mengakibatkan rahim turun sampai ke vagina.

 

Tahapan Prolaps Uteri

Prolaps uteri yang dialami oleh ibu hamil memiliki beberapa tahapan, mulai dari tahap yang ringan sampai tahap yang parah. Moms perlu mengetahui beberapa tahapan dalam prolaps uteri sehingga moms bisa melakukan penanganan lebih awal jika moms mengalaminya. Tahap yang paling ringan dari prolaps uteri yaitu saat rahim jatuh ke vagina tetapi tidak sampai menyebabkan pembukaan. Tahapan kedua yaitu rahim jatuh ke vagina dengan jarak yang lebih jauh sehingga membuatnya mendekati dengan pembukaan pada vagina. Tahap ketiga yaitu rahim sudah berada di luar vagina tetapi belum seluruhnya. Tahap prolaps uteri yang parah adalah ketika seluruh bagian rahim ada di luar vagina.

 

Penyebab Prolaps Uteri

  1. Usia Lanjut

Kehamilan adalah sebuah anugerah dan datangnya juga tak bisa diduga duga. Ada yang menikah muda dan langsung dikarunia anak. Ada pula yang sudah lama menikah, tetapi tak kunjung mendapatkan anak. Terkadang, mereka baru dinyatakan hamil saat usia sudah tak muda lagi, yaitu di atas 30an. Hamil di usia yang terbilang lanjut memiliki beberapa resiko salah satunya adalah perut turun sebelum waktunya saat hamil atau disebut dengan prolaps uteri. Memang, pada kenyataannya, otot dan ligamen di usia lanjut tak begitu kuat menyangga rahim. Apalagi jika aktivitas moms juga padat sehingga otot penyangga mudah kendor sebelum waktunya melahirkan bayi.

  1. Obesitas

Perut turun saat hamil bisa juga terjadi pada moms yang memiliki berat badan berlebih. Atau, pada saat hamil kenaikan berat badan moms terlalu banyak. Pada saat berat badan moms berlebihan, semua organ tubuh moms harus bekerja ekstra dan setiap harinya harus bergelut dengan lemak yang menumpuk di mana mana. Jika gara gara lemak, organ tubuh tak bisa berfungsi maksimal, begitupun dengan otot otot pada tubuh, terutama otot dan ligamen yang menopang rahim. Saking tegangnya, akhirnya otot dan ligamen malah mengendor dan membuat rahim turun sebelum waktunya.

  1. Pernah Melakukan Operasi di Daerah Pelvis

Penyebab perut turun saat hamil salah satunya adalah moms pernah menjalani operasi di daerah pelvis. Yang namanya tubuh yang sudah dioperasi, pastinya bagian tubuh tersebut tqk lagi bisa menyuguhkan performa yang maksimal. Apabila moms tidak berhati hati dalam menjalani kehamilan, seperti melakukan aktivitas berlebihan, resiko perut turun sangatlah rentan terjadi. Pelvis yang pernah mengalami operasi akan berimbas pada otot dan ligamen yang tak bisa lagi menahan rahim dengan optimal. Sedikit saja otot mengalami tekanan, otot akan loyo dan membuat rahim turun kapan saja. Bahkan sebelum masa lahiran tiba.

 

Gejala dari Prolaps Uteri

  1. Sembelit

Salah satu gejala yang akan muncul saat moms mengalami prolaps uteri adalah gangguan pencernaan. Memang, tanpa prolaps uteri muncul pun gangguan pencernaan seperti sembelit kerap kali dialami oleh moms. Gangguan tersebut diakibatkan oleh hormon kehamilan yang bekerja sehingga sistem pencernaan menjadi terganggu. Agak sedikit berbeda dengan moms yang mengalami prolaps uteri. Sembelit terus saja menghantui padahal moms sudah memperbanyak cairan dan mengkonsumsi serat. Jika moms merasa ada yang aneh dengan pencernaan moms, lebih baik memeriksakan ke dokter apalagi jika sudah melihat posisi perut yang turun sebelum waktunya.

  1. Merasakan Sakit Saat Berhubungan Intim

Moms yang sedang hamil bukan tidak boleh melakukan hubungan intim. Malahan dokter menganjurkan moms berhubungan intim selama kehamilannya normal di trimester kedua dan akhir trimester ketiga. Berhubungan imtim saat hamil juga harus memperhatikan posisi supaya moms tetap merasa nyaman. Tetapi, beberapa moms terkadang merasakan sakit saat berhubungan intim. Padahal menurut moms, posisi yang mereka ambil sudah posisi paling aman. Jika sakit terus terusan dirasakan saat berhubungan dan moms melihat perut sedikit turun, moms perlu waspada. Jangan jangan sakit saat berhubungan disebabkan oleh rahim yang sudah berubah posisinya karena ligamen mengendor. Jadi, segera konsultasikan dengan dokter kandungan.

  1. Mengalami Pendarahan

Siapa moms yang tak akan panik ketika tiba tiba mengalami pendarahan yang banyak padahal menurut hari perkiraan lahir, moms belum mau melahirkan. Moms, pendarahan dalam jumlah yang banyak sebelum waktunya biasanya disebabkan oleh posisi rahim yang sudah turun. Entah itu hanya jatuh ke dalam vagina atau malah rahim sudah keluar dari vagina. Apabila ligamen dan otot sudah tak bisa menahannya, secara otomatis pergerakan rahim yang turun akan mengakibatkan pendarahan pada moms. Jika hal tersebut terjadi pada moms, janganlah panik dan langsung saja pergi ke dokter supaya mendapatkan penanganan.

 

Penanganan Prolaps Uteri

Ketika memberikan penanganan terhadap moma yang mengalami prolaps uteri, dokter akan lebih dulu melihat tingkat prolaps uteri yang dialami. Apabila prolaps uteri masih dalam tahap ringan, dokter hanya menyarankan moms untuk diet atau mengurangi berat badan supaya pelvis tidak mengalami tekanan berlebihan. Selain itu dokter juga menyarankan moms untuk rutin melakukan senam kegel supaya performa otot membaik. Namun, jika perut turun saat hamil sudah masuk tahap parah, dokter akan melakukan operasi kecil dengan memasangkan pessary di bawah leher rahim. Alat ini nantinya akan membantu rahim kembali ke posisi semula. Semoga bermanfaat!

Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019