Pembahasan Mengenai Bayi Kuning

 

Pembahasan Mengenai Bayi Kuning

Bayi kuning merupakan suatu istilah yang ditujukan pada bayi dengan penyakit yang dideritanya ketika ia lahir. Penyakit ini mengacu pada ikterus atau jaundice atau penyakit kuning yang menyebabkan mata, mulut, serta kulit bayi berwarna kuning. Penyakit kuning bisa terjadi karena adanya zat kimia bernama bilirubin pada darah bayi yang baru lahir.

 

Tips Mengatasi Bayi yang Lahir dengan Penyakit Kuning

Moms wajib mengetahui ciri-ciri bayi kuning sebelum masuk ke tips mengatasinya. Ciri-ciri bayi kuning adalah warna kulit bayi mulai dari wajah, dada, perut, hingga kaki semuanya akan menguning. Bahkan, bagian putih mata juga menguning. Moms bisa mencoba menekan dahi maupun hidung bayi secara lembut dan hati-hati untuk mengetahuinya.

Apabila setelah ditekan kulit bayi terlihat menguning, kemungkinan Si Kecil mengalami jaundice dalam tahap ringan. Untuk mengatasinya, Moms bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi. Jika kadar bilirubin dalam darah bayi termasuk tinggi, maka bayi biasanya akan menunjukkan tanda-tanda seperti tiba-tiba rewel dan menangis dengan nada tinggi.

Penyakit kuning bisa diatasi dengan beberapa tips berikut:

  • Melakukan fototerapi

Bilirubin dalam darah bayi kuning dapat dihancurkan dengan metode terapi perawatan bayi seperti fototerapi. Dengan metode ini, bilirubin dapat hancur dengan bantuan paparan cahaya tertentu. Metode ini dilakukan dengan meletakkan bayi di dalam box lalu disinari dengan cahaya bili-lamp atau lampu ultraviolet selama beberapa hari.

Metode terapi ini bertujuan supaya bilirubin yang terdapat pada jaringan kulit bisa diubah dari yang sebelumnya tidak larut di dalam air menjadi larut di dalam air. Dengan metode inilah bilirubin yang hancur dapat dibuang lewat urin.

  • Melakukan pengecekan terhadap kadar bilirubin

Sebelum melakukan metode foto terapi, sebaiknya Moms mengecek terlebih dahulu bagaimana kadar bilirubin yang ada dalam darah bayi. Apabila kadarnya tidak terlampau tinggi, penyakit kuning pada bayi biasanya akan hilang sendiri tanpa membutuhkan perawatan maupun pengobatan apapun.

Untuk mengecek kadar bilirubin tersebut, Moms bisa memeriksakan bayi ke dokter. Biasanya dokter akan menekan menekan dada bayi secara lembut dan perlahan lalu menahannya, setelah itu melepaskannya dengan hati-hati. Apabila bagian tubuh bayi yang ditekan oleh dokter berwarna kuning, dapat disimpulkan bahwa Si Kecil mengalami penyakit kuning.

  • Menjemur bayi sesuai ketentuan dokter

Jika memang Si Kecil harus menjalani metode foto terapi selama beberapa hari dan sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang, Moms akan disarankan oleh dokter untuk menjemur bayi setiap pagi di bawah sinar matahari sekitar pukul 7 pagi sampai 9 pagi. Ketika bayi dijemur, pastikan matanya terlindung dari cahaya matahari secara langsung.

Selain itu, Moms juga harus memperhatikan kulit bayi supaya tidak terjadi iritasi yang diakibatkan oleh paparan langsung dari sinar matahari. Moms juga perlu tahu bahwa setelah bayi dijemur pasti akan merasa sangat kehausan, oleh karena itu pastikan bayi sering disusui agar tidak membuatnya dehidrasi.

 

Beberapa Jenis Kondisi pada Bayi Kuning

Bayi baru lahir yang mengalami penyakit kuning disebabkan karena adanya sekumpulan zat kimia bilirubin dalam darah. Janin yang berada di dalam rahim mendapatkan nutrisi serta mengeluarkan zat kimia bilirubin serta tali pusar ketika dilahirkan. Zat kimia bilirubin yang mengakibatkan penyakit kuning pada bayi menyebabkan beberapa jenis kondisi antara lain:

  • Breastfeeding jaundice

Jenis kondisi bayi kuning dengan istilah breastfeeding jaundice merupakan suatu kondisi di mana bayi mengalami dehidrasi ringan akibat kurang mendapatkan asupan cairan. Kondisi ini biasanya dikarenakan jeda waktu menyusuinya terlampau jauh. Setiap 4 jam sekali, bayi membutuhkan cairan sekitar 28,4-42,5gram. Lebih dari 4 jam menyebabkan bayi dehidrasi.

  • Physiologic jaundice

Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi setelah 1-5 hari dari kelahirannya. Bayi mengalami penyakit kuning dikarenakan organ tubuh bayi belum efektif mengeluarkan sisa bilirubin. Warna kuning yang tampak pada kulit, mata, dan mulut bayi tergantung dengan kadar tingkatan bilirubin yang ada dalam darah.

  • Breast milk jaundice

Dalam kondisi breast milk jaundice biasanya terjadi peningkatan kadar bilirubin dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas menyusui sesuai dengan namanya. Kondisi ini biasanya berlangsung sampai 12 minggu namun jarang terjadi komplikasi terhadap kondisi bayi yang sehat dan aktif saat menyusu.

 

 

Tips Menyusui Bayi Kuning

Agar daya tahan tubuh bayi kuning meningkat, maka Moms bisa menyusui dengan menerapkan beberapa tips di bawah ini. Asalkan Moms harus mengetahui terlebih dahulu berapa kadar bilirubin pada bayi kuning Moms, apabila mencapai lebih dari 20mg/dL, sebaiknya ASI dihentikan dahulu selama 24-48 jam.

  • Melakukan metode switch nursing

Metode ini yakni metode menyusui dengan bolak-balik dan bergantian. Penerapannya adalah dengan menyusui bayi menggunakan payudara kanan dan berganti dengan payudara kiri. Sebelum berganti, sebaiknya Moms menggosok punggung bayi atau mensendawakannya.

  • Melakukan metode double nursing

Metode ini dilakukan dua kali yakni dengan menyusui bayi menggunakan kedua payudara. Setelah itu bayi digendong dalam waktu 10-20 menit kemudian sendawakan. Lalu bayi disusui lagi menggunakan dua payudara.

  • Sering melakukan kontak kulit

Ketika menyusui bayi kuning, Moms harus sering melakukan kontak kulit karena suhu tubuh Moms akan meningkat ketika menyusui. Suhu tubuh Moms itulah yang akan membuatnya hangat. Namun hangat yang dimaksud tidak sampai membuat Si Kecil tertidur.

 

Penyebab Bayi Berusia Lebih dari Satu Bulan Masih Mengalami Penyakit Kuning

Biasanya bayi yang mengalami penyakit kuning terbilang normal apabila usianya sudah memasuki lebih dari 24 jam dan maksimal bertahan dalam 14 hari. Akan tetapi, jika lebih dari 14 hari bahkan usianya mencapai satu bulan namun bayi masih mengalami penyakit kuning, penyebabnya bisa karena adanya infeksi darah, gangguan kerja pada enzim yang ada di hati, hipotiroidisme, dan lain sebagainya.

Hipotiroidisme tersebut biasanya terjadi pada bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi hipertiroidisme selama masa kehamilan. Selain beberapa penyebab tersebut, fibrosis kitik yang merupakan penyakit genetik yang mengakibatkan produksi pada cairan tubuh menjadi lengket dan menyumbat beberapa saluran tubuh, termasuk saluran empedu.

 

Rekomendasi Botol Susu Terbaik untuk Bayi yang Sembuh dari Penyakit Kuning

Setelah bayi dinyatakan sembuh dari penyakit kuning, Moms bisa memberikan asupan cairan ASI menggunakan botol susu dari Dr. Brown’s. Salah satu produk botol susu terbaik produksi Dr. Brown’s adalah anti-colic baby bottle yang dilengkapi dengan Internal Vent System. Teknologi ini bekerja dengan memisahkan jalur udara dan cairan, sehingga Si Kecil benar-benar menghisap 100% cairan.

Akan tetapi setelah kemampuan menyusunya sudah berkembang dengan baik, Internal Vent System dapat dilepas tanpa Moms harus membeli botol susu yang baru. Nipple pada botol susu produksi Dr. Brown’s sudah dilengkapi dengan teknologi berupa Internal Vent System di mana bayi akan merasakan sensasi menyusu yang nyaman seperti menyusu secara langsung dari payudara.

Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019