MPASI untuk Melancarkan BAB Si Kecil

Ketika usia si Kecil sudah memasuki masa-masa MPASI, tentu Moms pasti akan sangat berhati-hati dalam memilih bahan makanan untuk MPASI karena di masa inilah si Kecil rentan mengalami sembelit. Moms disarankan untuk memberikan makanan yang tinggi serat ketika si Kecil sedang berada dalam kondisi seperti itu agar bisa meminimalisir rewelnya. 

 

Beberapa Tanda Bayi Mengalami Sembelit

Bayi yang mengalami sembelit ketika mulai memasuki masa MPASI bukanlah hal yang berbahaya. Kondisi ini wajar terjadi karena pencernaan bayi sedang menyesuaikan dari perubahan tekstur cair pada ASI yang didapatkannya dari usia 0-6 bulan secara eksklusif ke makanan padat bertekstur lembut dan tidak cair seperti ASI. Akan tetapi, kondisi sembelit tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Jika dianggap remeh maupun dibiarkan berlarut-larut, bayi tentu akan selalu rewel sebagai tanda bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Normalnya, bayi berusia 0-4 bulan biasanya frekuensi BAB 3-4 kali dalam sehari, kemudian frekuensi BAB-nya akan berkurang menjadi rata-rata satu kali saja dalam sehari setelah mulai dikenalkan dengan makanan MPASI.

Untuk mengetahui adanya indikasi bayi mengalami sembelit, Moms bisa melihat frekuensi BAB nya. Pencernaan bayi yang sehat dapat dilihat dengan frekuensi BAB yang normal dan teratur sesuai jadwalnya. Sehingga Moms harus mengetahui dengan pasti jadwal BAB si Kecil karena antara satu bayi dengan bayi lainnya berbeda-beda. Jika frekuensi BAB terlalu sering, bisa dipastikan bayi sembelit.

Konsistensi BAB pada bayi merupakan salah satu hal penting yang dapat memberikan indikasi apakah bayi mengalami sembelit atau tidak. Oleh karena itu, ketika si Kecil sudah mulai makan makanan MPASI, Moms harus selalu memantau perubahan bentuk dan warna feses si Kecil saat BAB serta frekuensinya supaya Moms bisa waspada ketika sewaktu-waktu ada indikasi bayi mengalami sembelit.

Tanda bayi mengalami sembelit juga bisa dilihat saat si Kecil tidak BAB dalam angka waktu yang lama. Normalnya, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, jika Moms mendapati feses bayi berwarna cokelat gelap atau hijau hingga hari kelima, maka dapat disimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah pada pencernaan si Kecil. Biasanya hal ini terjadi ketika asupan makanan pada bayi tidak cukup.

Oleh karena itu, tanda bayi mengalami sembelit tidak hanya bisa dilihat dari frekuensi BAB yang lebih sering dari frekuensi normal saja. Akan tetapi jika bayi mengalami kesulitan saat mengeluarkan feses atau tidak bisa BAB dalam jangka waktu yang lama maupun tekstur feses keras, maka Moms harus paham bahwa kedua hal tersebut juga merupakan tanda bayi mengalami sembelit.

 

Penyebab Umum Terjadinya Sembelit pada Bayi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sembelit pada bayi sehingga Moms bisa mengetahui bagaimana cara mengatasinya dengan melihat faktor penyebabnya terlebih dahulu. Sembelit yang dialami bayi akan menyebabkan bayi menjadi sangat rewel, maka dari itu Moms harus segera mencari tahu apa faktor penyebabnya. Berikut beberapa penyebab umum sembelit yang dialami oleh bayi:

  • Si Kecil kekurangan cairan atau dehidrasi

Feses pada bayi akan menjadi keras atau kering dan susah dikeluarkan jika bayi kekurangan asupan cairan. Kurangnya asupan cairan ini bisa diakibatkan oleh masalah pada mulut seperti sariawan atau pertumbuhan gigi sehingga sebagian bayi susah menerima makanan serta minuman. Adanya infeksi tenggorokan atau telinga dan pilek juga menyebabkan dehidrasi.

  • Si Kecil baru diperkenalkan dengan MPASI atau makanan padat

Transisi dari ASI dengan tekstur cair ke MPASI dengan tekstur padat yang dilembutkan biasanya menyebabkan bayi mengalami sembelit. Hal ini merupakan hal yang wajar karena sistem pencernaan pada bayi belum terbiasa dengan kehadiran makanan padat di lambung. Moms juga harus memperhatikan faktor lain seperti jenis makanan MPASI yang minim serat.

  • Karena faktor susu formula tertentu

Ada beberapa susu formula yang mempunyai komposisi nutrisi yang sulit dicerna oleh bayi. Faktor tersebut dapat menyebabkan feses bayi menjadi lebih keras sehingga bayi susah BAB dan mengalami sembelit. Selain itu, bayi mengalami sembelit juga disebabkan karena adanya alergi susu sapi. Solusinya, Moms bisa memberikan si Kecil susu formula yang tinggi serat.

 

 

Tips Mengatasi Sembelit pada Bayi

Setelah mengetahui faktor penyebab sembelit pada si Kecil, Moms harus segera mengatasinya tanpa ditunda-tunda. Mengatasi sembelit pada bayi dapat dibedakan berdasarkan kelompok umurnya karena kondisi fisik bayi menyesuaikan perkembangan usianya. Jika si Kecil masih berusia 6-12 bulan dan masih dalam tahapan masa MPASI, berikut tips untuk mengatasi sembelit pada si Kecil:

  • Memberikan makanan dengan kandungan tinggi serat

Moms bisa memberikan tambahan serat untuk menu MPASI bayi berupa 2 porsi buah dan 3 porsi sayuran setiap harinya. Sebaiknya Moms memberikan asupan serat dari buah-buahan yang berkulit supaya dapat langsung dikonsumsi oleh bayi seperti buah persik, plum, naga, prune, atau aprikot. Susu tinggi serat, roti gandum, dan chia seed juga direkomendasikan.

  • Mengganti susu formula

Sembelit juga disebabkan karena penggunaan susu formula yang salah atau takaran susu formula yang salah pada bayi. Oleh karena itu Moms bisa mengubah takaran susu formula atau mengganti susu formula menjadi susu formula yang tinggi serat. Susu formula boleh diberikan pada bayi berusia 6 bulan ke atas agar mendapatkan asupan gizi tambahan.

 

Makanan untuk Melancarkan BAB Bayi

Ketika bayi mengalami sembelit, Moms bisa memberikan beberapa makanan yang dapat membantu melancarkan BAB. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk membantu melancarkan BAB antara lain gandum, buah, sayuran, minum yang cukup, dan makanan lunak. Gandum seperti beras merah merupakan salah satu sumber serat yang direkomendasikan untuk bayi.

Buah dan sayuran bisa membantu merangsang keinginan BAB pada bayi karena kombinasi cairan dan serat pada buah dan sayuran dapat mengoptimalkan fungsi pencernaan. Buah dan sayuran yang direkomendasikan antara lain buah persik, plum, pir, apel tanpa kulit, dan brokoli. Makanan lunak berbentuk puree atau bubur sangat direkomendasikan untuk bayi yang mengalami sembelit.

 

Resep MPASI untuk Bayi yang Mengalami Sembelit

Salah satu buah yang populer untuk melancarkan sembelit adalah pepaya. Moms bisa menyediakan 1 potong pepaya seukuran genggaman tangan bayi yang dilumatkan. Penyajiannya bisa dengan 1 sendok makan susu formula atau ASI supaya si Kecil lebih mudah mencernanya. Puree pepaya diyakini dapat membantu melancarkan sembelit pada bayi.

 

Moms tidak perlu terlalu panik ketika bayi sedang mengalami sembelit karena hal ini termasuk wajar. Namun Moms tetap harus mencari tahu faktor penyebabnya dan mengatasinya dengan langkah yang tepat. Moms bisa memberikan makanan yang tinggi serat, mengganti susu formula menjadi susu formula tinggi serat, dan hal lainnya supaya si Kecil cepat sembuh dan menjadi ceria seperti biasanya.

Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019