Moms Wajib Tahu Penyebab Posisi Bayi Sungsang

Posisi bayi sungsang sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika kehamilan moms masih berada pada trimester awal dan trimester kedua. Moms akan merasa sedikit cemas tatkala memasuki trimester ketiga terutama menjelang hari perkiraan lahir, tetapi posisi bayi tetaplah kaki di bawah dan kepala di atas. Hal tersebut tentunya akan membuat moms berpikir bahwa jalan satu satunya adalah melahirkan secara caesar. Apabila saat ini moms mendapati bayi dalam posisi sungsang, tetaplah positif thinking untuk bisa melahirkan normal sembari melakukan beberapa cara mengubah posisi bayi sungsang berikut ini.

 

Perkiraaan Perubahan Posisi Bayi Sungsang

Pada awalnya, posisi bayi memang kepala di atas dan kaki di bawah. Posisinya baru akan berubah saat bayi menuju panggul ibu sebagai tanda siap untuk dilahirkan. Sayangnya, tak semua berjalan mulus. Ada juga beberapa bayi yang masih betah pada posisi sungsang saat hari perkiraan lahir hampir tiba. Saat usia kehamilan moms masih di bawah 35 minggu, moms masih memiliki kesempatan untuk mengubah posisi bayi menjadi kepala di bawah dan kaki di atas. Sedangkan, saat moms sudah memasuki kehamilan 36 minggu bahkan lebih, posisi bayi yang sungsang akan sukar untuk diubah. Palingan kesempatannya hanya 1 banding 3. Itupun jika moms pernah melahirkan sebelumnya.

 

Penyebab Posisi Bayi Sungsang

  1. Cairan Ketuban yang Tidak Normal

Selama dalam kandungan bayi hidup bersama air ketuban. Aktivitas bayi pun akan tergantung pada air ketuban ini. Makanya, setiap bulannya, dokter pastilah mengecek air ketuban lewat USG untuk mengetahui banyak sedikitnya air ketuban sesuai dengan usia kandungan moms. Tentunya, air ketuban haruslah sesuai, tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Keadaan air ketuban yang tidak normal bisa memicu permasalahan, seperti bayi akan susah mengubah posisinya sehingga bayi kerap dalam posisi sungsang sampai menjelang proses kelahirannya ke dunia.

  1. Panjang Tali Pusar

Penyebab bayi sungsang bisa juga karena tali pusar yang terlalu pendek atau terlalu panjang. Jika tali pusarnya terlalu pendek, bayi akan merasa susah apalagi jika badannya sudah semakin besar dan siap dilahirkan. Pergerakan bayi pun akan sedikit terhambat pastinya. Sedangkan, ketika pusar bayi terlalu panjang, saat bayi aktif bergerak, tali pusar bisa saja membuat bayi terlilit dan akhirnya malah sulit membuatnya bergerak apalagi sampai mengubah posisinya sehingga resiko bayi sungsanglah yang sering terjadi.

  1. Hamil Kembar

Ketika dokter mengatakan moms akan memiliki bayi kembar pastilah moms akan merasa senang karena dalam kehamilannya, moms akan mendapatkan 2 bayi sekaligus. Sayangnya, mengandung bayi kembar juga memiliki resiko, salah satunya posisi bayi sungsang. Moms bisa bayangkan, di dalam satu rahim, ada 2 janin yang ukurannya makin hari makin besar. Saat tubuhnya semakin besar, tentunya bayi akan merasa sesak dan lebih sulit bergerak. Akhirnya, pada waktu persalinan hampir tiba, kebanyakan bayi kembar akan tetap pada posisi semula, yaitu sungsang karena untuk mengubah posisi menjadi kepala di bawah pastinya terasa sulit. Jadi, jangan heran jika moms kerap kali menjumpai kelahiran bayi kembar yang terpaksa menjalani operasi caesar.

  1. Bentuk Rahim yang Tidak Normal

Selama 9 bulan, janin akan tumbuh di rahim moms. Semakin hari, berat janin semakin besar dan membuat rahim moms akan semakin melar. Keadaan seperti itulah yang akan terjadi jika moms memiliki rahim yang normal. Berbeda ketika bentuk rahim moms tidak biasa. Saat bayi membesar, rahim rasanya susah untuk bertambah ukurannya. Tentu saja elastisitas rahim yang kurang akan membuat si kecil susah bergerak dan pada waktunya bayi harus mengubah posisinya, bayi akan kesulitan. Pada akhirnya, hingga lahiran, posisi bayi sungsang dan dokter harus mengambil tindakan dengan operasi caesar.

 

Cara Mengubah Posisi Bayi Sungsang

  1. Gerakan Sujud

Sujud adalah salah satu gerakan sholat yang sering dilakukan oleh muslim. Gerakan ini agaknya juga bisa memberikan manfaat untuk moms yang sedang hamil, terutama jika kehamilannya sudah memasuki trimester ketiga. Saat moms menjumpai posisi bayi masih sungsang, moms bisa mengubahnya dengan memperlama gerakan sujudnya. Moms bisa mengambil posisi sujud selama 5 sampai 10 menit dan cara tersebut bisa moms lakukan secara rutin paling tidak 4 kali sehari. Gerakan sujud atau nungging bisa membantu bayi memutar posisinya sehingga kepalanya sudah mapan di panggul. Itu artinya moms bisa melahirkan secara normal.

  1. Gerakan Inversi Condong ke Depan

Gerakan ini seringkali dilakukan oleh anak kecil dimana anak kecil menaruh kepala dibawah dan membiarkan kedua kakinya menekuk kakinya dan mengambil posisi nungging. Jika moms melihatnya, seakan akan kepalanya akan jatuh ke bawah. Gerakan seperti itu ternyata banyak ditirukan oleh moms yang sedang hamil tua. Inversi condong ke depan dipercaya dapat membantu kepala si kecil masuk ke panggul. Moms bisa melakukan gerakan setiap hari selama sekitar 15 menitan. Pada saat moms mengambil posisi tersebut, moms bisa sambil menggoyangkan panggul secara perlahan supaya bayi tertarik untuk mengubah posisinya.

  1. Tidur Miring

Dokter atau bidan seringkali menyarankan moms untuk tidur miring selama kehamilan. Selain bisa membuat moms merasa lebih nyaman dan pernapasan moms juga lebih baik, tidur miring juga bisa membuat bayi terhindar dari posisi sungsang. Pada saat moms memasuki trimester ketiga, moms bisa mulai mengambil posisi tidur miring dengan memberikan bantal di sela sela lutut dan pergelangan kaki. Moms juga bisa menyangga bagian tubuh lainnya dengan bantal. Menyangga dengan bantal dalam posisi tidur miring dianggap bisa memberikan ruang yang lebih luas untuk bayi sehingga bayi bisa mengubah posisi kepalanya dengan mudah.

  1. Bridge Pose

Jika moms sering mengikuti kelas yoga, moms pastinya sudah tidak asing dengan gerakan ini. Gerakan bridge pose biasanya akan diberikan oleh instruktur saat mengadakan kelas bersama moms yang sudah memasuki trimester ketiga. Bridge pose adalah gerakan yang pada awalnya telentang, kemudian moms bisa menekuk kedua lutut kaki dan menumpukan telapak kaki ke lantai. Setelah itu, moms secara perlahan mengangkat bokong serta panggung hingga posisinya lebih tinggi daripada jantung. Posisi bridge pose yang dilakukan secara rutin selama 15 menit bisa membantu mengubah posisi bayi yang sungsang.

  1. Mendengarkan Musik

Musik dipercaya dapat membantu perkembangan otak bayi dan dapat membuat bayi menjadi rileks. Musikpun ternyata juga bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mengubah posisi bayi sungsang. Caranya, moms hanya perlu menyetel musik dan menaruhnya di dekat perut bagian bawah. Pada awalnya, moms bisa memulai dari perut bagian samping dan perlahan bergerak menuju ke bagian perut lainnya. Rangsangan musik yang rutin pada perut bagian bawah akan membuat bayi dengan sendirinya akan memutar kepalanya menuju ke arah panggung dan posisi bayi sungsang bisa segera diatasi. Selamat mencoba!

Lifestyle_Options_Bottle_Wide-Neck_O16A8869
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019