Penyebab Perut Kencang Ketika Hamil

Kehamilan adalah salah satu hal yang tentunya sering diidentikkan dengan kebahagiaan sebab hal ini merupakan harapan kebanyakan orang tua. Moms akan mengalami beberapa perubahan tertentu yang cukup signifikan. Salah satu hal yang sering terjadi yaitu perut tiba-tiba menjadi kencang, namun apakah kondisi ini termasuk berbahaya?

Hal yang Menyebabkan Perut Ibu Hamil Menjadi Kencang

Ketika janin terus mengalami pertumbuhan, maka bagian perut pun akan memanjang menuju ke atas dan terkadang terasa cukup keras. Namun, banyak yang menyalah artikan hal tersebut sebab bayi yang mengeras. Mengutip dari dr. Kecia Gaither, seorang dokter kandungan dari New York, beliau menjelaskan bahwa sebenarnya rahim Moms tidak mengeras.

Justru sebaliknya, kondisi ini memiliki kaitan erat dengan perubahan hormon yang seringkali terjadi ketika hamil. Ada beberapa hal lain yang menjadi penyebab mengapa perut ibu hamil bisa kencang, seperti:

  • Round Ligament

Hal pertama yang kemungkinan besar menjadi penyebab mengapa perut Moms terasa keras adalah karena adanya round ligament. Seperti yang sudah diketahui, ketika sedang berada dalam proses kehamilan akan ada beberapa ligamen yang menahan dan mengelilingi uterus.

Round ligament yang bergerak dan mengalami proses tertentu akan memberi efek yang cukup nyeri pada daerah pinggul, perut, dan pangkal paha. Proses yang satu ini umumnya dikenal sebagai round ligament pain.

  • Bayi Bergerak

Pergerakan bayi pada rahim kemungkinan juga menyebabkan perut Moms menjadi keras. Bayi tersebut akan menggerakkan tubuh dan kakinya seperti sedang berjalan secara pelan. Pergerakan bayi yang berpengaruh terhadap perut Moms kemungkinan terjadi ketika sudah memasuki masa trimester 3.

  • Irritable Uterus

Kondisi ini terjadi saat otot rahim mengalami kontraksi, namun kontraksi tersebut tidak akan menyebabkan perubahan di dalam serviks yang membuat Moms harus melakukan persalinan. Irritable uterus memang memiliki kondisi yang hampir sama seperti kontraksi palsu. Namun, yang membedakan keduanya yaitu kondisi ini lebih disebabkan karena Moms kurang cairan atau istirahat.

  • Terdapat Gas di Dalam Perut

Faktor lain yang membuat perut menjadi keras yaitu keberadaan gas di dalam perut ibu hamil. Terkadang, kondisi ini biasanya seringkali disebut kembung, dan terjadi karena Moms mengkonsumsi makanan tertentu yang membuat gas menumpuk di dalam perut. Untuk menghindarinya, Moms harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan gas berlebihan.

  • Perkembangan Janin dan Rahim

Kemungkinan besar, inilah yang menjadi penyebab umum mengapa perut Moms terasa lebih keras ketika sedang hamil. Saat hamil, maka tentu rahim di dalam perut akan mengalami perubahan tertentu sebab rahim harus mengikuti ukuran janin yang semakin lama semakin besar.

Karena itulah, apabila perut Moms menjadi lebar, maka otot di dalam perut juga akan tertarik sehingga rasa nyeri di dalam perut pun akan terjadi. Kondisi ini terjadi secara alamiah, sehingga ibu hamil selalu disarankan untuk tidak melakukan kegiatan tertentu yang membuat dirinya kewalahan atau mengalami kondisi tertentu yang cukup berbahaya.

  • Kontraksi

Kontraksi biasanya mulai terjadi ketika sudah berada pada trimester ketiga. Situasi ini terkadang terjadi dengan tiba-tiba dan akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada ibu hamil, sehingga perut mereka akan semakin mengeras. Ada dua jenis kontraksi yang sering dialami oleh ibu hamil, berikut ini adalah penjelasannya:

  • Kontraksi Persalinan

Kontraksi persalinan, sesuai dengan namanya memang terjadi ketika Moms sudah mendekati usia untuk melahirkan. Pada umumnya, kondisi ini terjadi ketika ibu hamil sudah berada pada masa trimester ketiga.

Untuk menghindari kontraksi ini, maka Moms dapat melakukan beberapa hal yang membuat tidur menjadi lebih nyaman seperti dengan mengganti posisi tidur atau tidur dalam waktu yang lama. Karena semakin mendekati proses persalinan, maka tidak mengherankan apabila perut Moms menjadi kencang.

  • Kontraksi Palsu

Kontraksi lainnya yaitu kontraksi palsu. Berbeda dengan kontraksi persalinan, kondisi ini akan membuat perut Moms menjadi tidak nyaman, namun Moms tidak perlu khawatir sebab kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya. Terkadang, kontraksi palsu dapat terjadi apabila Moms melakukan aktivitas olahraga yang cukup berat.

  • Plasenta Terpisah

Plasenta merupakan salah satu bagian di dalam tubuh ibu hamil yang memiliki fungsi utama yaitu menjadi penopang terhadap janin. Bagian ini pula yang membantu janin untuk memperoleh nutrisi dan oksigen dari makanan ibu hamil. Jika terpisah, maka perut Moms pun akan mengalami proses tertentu dan berubah menjadi kencang.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Apabila Perut Kencang saat Hamil?

Ketika ingin mengatasi perut kencang, Moms hanya perlu tidur dalam posisi yang nyaman dan tepat serta beristirahat dengan cukup. Namun, apabila kondisi ini terus berlanjut selama berhari-hari, maka alangkah lebih baik apabila Moms segera mengunjungi dokter kandungan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Mengapa Bayi di Dalam Kandungan Sering Mengeras?

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, bayi yang ada di dalam kandungan menjadi salah satu penyebab mengapa perut menjadi keras. Berikut ini adalah alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi:

  • Bayi sedang menggerakkan tubuhnya dan mencari oksigen di dalam tubuh ibu hamil
  • Bayi bereaksi dengan respon yang diberikan oleh orang lain ketika orang tersebut menyentuh perut ibu hamil

Meskipun begitu, namun Moms tidak harus merasa kebingungan ketika perut mengeras sebab kondisi ini cukup wajar terjadi. Akan tetapi, apabila dirasa perut tidak mengalami perubahan yang membaik maka kemungkinan besar Si Kecil mengalami permasalahan tertentu yang harus dibantu oleh penanganan medis.

Mengapa Perut Ibu Hamil Turun Menuju Bawah?

Ketika masa kehamilan sudah semakin lama dan memasuki trimester ketiga, maka kemungkinan besar rahim ibu hamil akan berubah posisi dan semakin turun. Hal tersebut pun membuat janin yang ada di dalam turut menjadi ikut turun dan posisi kepalanya pun ada di bawah. Berikut adalah tanda yang menunjukkan bahwa Si Kecil sudah dalam posisi sempurna untuk dilahirkan:

  • Apabila Moms menekan daerah yang dekat dengan tulang kemaluan dan merasakan sesuatu yang keras dan bulat, maka itu berarti kepala bayi.
  • Jika menggoyangkan daerah sekitar tulang kemaluan dan hanya ada beberapa gerakan, maka posisi kepala bayi sudah berada posisi yang tepat.

Apakah Perut Ibu Hamil yang Turun Kebawah Berbahaya?

Terkadang ada yang beranggapan bahwa perut ibu hamil yang turun ke bawah merupakan kondisi yang berbahaya. Hal itu tidak salah, terlebih apabila kondisi tersebut terjadi ketika Moms masih berada pada trimester awal. Karena itulah, jika mengalami kondisi ini segera tangani dengan bantuan medis agar Si Kecil masih terselamatkan.

Begitulah penyebab perut ibu hamil yang mengeras dan beberapa tips lain yang bisa ditempuh ketika berhadapan dengan situasi ini. Karena perkembangan janin dan tubuh Moms adalah hal yang krusial, selalu beri perhatian penuh terhadap kondisi yang ada sehingga proses persalinan bisa terjadi dengan mudah.

 

 

Dr. Brown's botol susu wide neck
Apa itu Dr. Brown's Options™ Bottle?
Tips Menyendawakan Bayi
Lifestyle_Gia_Blue_Elephants_O16A1167
5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019